AktuNotes
← Kembali
TA1 · Materi 1.2

Survival and Hazard Functions

Medium Bobot: 15–25% (bersama Topik 1) London (1997), Survival Models and Their Estimation, Bab 1–3; Frees (2010), Bab 14
TA1AnalisisSurvivalFungsiSurvivalHazardFunctionForceMortality

📊 1.2 — Survival and Hazard Functions

Ringkasan Cepat

Topik: Survival and Hazard Functions | Bobot: ~15–25% | Difficulty: Medium Ref: London (1997) Bab 1–3; Frees (2010) Bab 14 | Prereq: 1.1 Survival and Lifetime Variables


Section 0 — Pemetaan Topik

Topik TA1Sub-topik IDSkill DiujiBobotDifficultyPrerequisiteConnected TopicsReferensi
Analisis Survival1.2Mendefinisikan dan menghubungkan S(t)S(t), f(t)f(t), F(t)F(t), μx\mu_x; konversi antar fungsi15–25%Medium1.1 Survival and Lifetime Variables1.3 Curtate Future Lifetime, 1.4 Parametric Survival Models, 1.5 Censoring and Non-Parametric EstimationLondon (1997) Bab 1–3; Frees (2010) Bab 14

Section 1 — Intuisi

Bayangkan sebuah perusahaan asuransi jiwa ingin memahami berapa lama rata-rata nasabahnya akan hidup setelah membeli polis. Untuk menjawab pertanyaan ini, aktuaris perlu alat matematis yang dapat menggambarkan “peluang seseorang masih hidup hingga usia tertentu”. Alat inilah yang disebut fungsi survival — suatu fungsi yang menjawab: “Berapa probabilitas seseorang yang kini berusia xx akan bertahan hidup setidaknya tt tahun lagi?”

Namun peluang bertahan hidup saja tidak cukup. Bayangkan dua populasi yang memiliki peluang bertahan hidup hingga usia 50 tahun yang sama, tetapi satu populasi memiliki risiko kematian yang sangat tinggi antara usia 40–45, sementara yang lain risikonya tersebar merata. Untuk membedakan keduanya, aktuaris menggunakan fungsi hazard (atau dalam konteks aktuaria: force of mortality, μx\mu_x) — yaitu laju kematian sesaat pada setiap titik waktu. Fungsi ini menjawab: “Seberapa cepat individu yang masih hidup saat ini menghadapi risiko kematian dalam rentang waktu yang sangat singkat?”

Keindahan kerangka ini terletak pada kenyataan bahwa keempat fungsi — fungsi distribusi F(t)F(t), fungsi densitas f(t)f(t), fungsi survival S(t)S(t), dan fungsi hazard μx\mu_x — semuanya saling terhubung dan dapat diturunkan satu dari yang lain. Penguasaan hubungan antar fungsi ini adalah kunci utama dalam analisis survival, karena soal ujian sering kali memberikan satu fungsi dan meminta fungsi lainnya.


Section 2 — Definisi Formal

Definisi Matematis Inti

Misalkan TxT_x adalah variabel acak sisa usia individu yang kini berusia xx (yaitu, waktu hingga kematian). Fungsi survival didefinisikan sebagai:

Sx(t)=Pr(Tx>t)=tpxS_x(t) = \Pr(T_x > t) = {}_t p_x

yang menyatakan probabilitas seseorang berusia xx akan bertahan hidup minimal tt tahun lagi.

Tabel Variabel & Parameter

SimbolMaknaCatatan
TxT_xVariabel acak sisa usia individu berusia xxTx0T_x \geq 0
ttWaktu (dalam tahun)t0t \geq 0
Sx(t)=tpxS_x(t) = {}_t p_xFungsi survival: Pr(Tx>t)\Pr(T_x > t)Monoton turun, Sx(0)=1S_x(0) = 1, limtSx(t)=0\lim_{t\to\infty} S_x(t) = 0
Fx(t)=tqxF_x(t) = {}_t q_xFungsi distribusi kumulatif: Pr(Txt)\Pr(T_x \leq t)Fx(t)=1Sx(t)F_x(t) = 1 - S_x(t)
fx(t)f_x(t)Fungsi densitas probabilitas (pdf) sisa usiafx(t)=ddtFx(t)=ddtSx(t)f_x(t) = \frac{d}{dt} F_x(t) = -\frac{d}{dt} S_x(t)
μx+t\mu_{x+t}Fungsi hazard (force of mortality) pada usia x+tx+tμx+t0\mu_{x+t} \geq 0 untuk semua tt
tpx{}_t p_xProbabilitas bertahan hidup tt tahun dari usia xxIdentik dengan Sx(t)S_x(t)
tqx{}_t q_xProbabilitas meninggal dalam tt tahun dari usia xx=1tpx= 1 - {}_t p_x

Rumus Utama

1. Hubungan Dasar SS, FF, ff:

Fx(t)=1Sx(t),fx(t)=ddtSx(t)=ddtFx(t)F_x(t) = 1 - S_x(t), \quad f_x(t) = -\frac{d}{dt} S_x(t) = \frac{d}{dt} F_x(t)

Label: Konversi langsung antar fungsi distribusi dan survival.

2. Definisi Fungsi Hazard (Force of Mortality):

μx+t=fx(t)Sx(t)=ddtlnSx(t)\mu_{x+t} = \frac{f_x(t)}{S_x(t)} = -\frac{d}{dt} \ln S_x(t)

Label: Laju kematian sesaat — didefinisikan sebagai rasio densitas terhadap probabilitas bertahan hidup.

3. Fungsi Survival via Integral Hazard:

Sx(t)=exp ⁣(0tμx+sds)S_x(t) = \exp\!\left(-\int_0^t \mu_{x+s}\, ds\right)

Label: Rumus eksponensial survival — paling sering digunakan dalam soal konversi dari hazard ke survival.

4. Densitas via Hazard dan Survival:

fx(t)=μx+tSx(t)=μx+texp ⁣(0tμx+sds)f_x(t) = \mu_{x+t} \cdot S_x(t) = \mu_{x+t} \cdot \exp\!\left(-\int_0^t \mu_{x+s}\, ds\right)

Label: Densitas adalah produk dari force of mortality dan probabilitas bertahan hidup.

5. Fungsi Survival dari Usia 0 (skala absolut):

S(t)tp0=exp ⁣(0tμsds)S(t) \equiv {}_t p_0 = \exp\!\left(-\int_0^t \mu_s\, ds\right)

Label: Ketika survival diukur dari lahir (x=0x = 0), notasi disederhanakan menjadi S(t)S(t).

6. Hubungan tpx{}_t p_x dengan S(t)S(t) absolut:

tpx=S(x+t)S(x){}_{t}p_x = \frac{S(x+t)}{S(x)}

Label: Probabilitas bertahan kondisional — dasar konversi antara skala relatif dan absolut.

Asumsi Eksplisit

  1. TxT_x adalah variabel acak kontinu non-negatif dengan distribusi yang memiliki pdf fx(t)f_x(t).
  2. Sx(0)=1S_x(0) = 1 (semua individu hidup pada saat t=0t = 0) dan limtSx(t)=0\lim_{t \to \infty} S_x(t) = 0 (kematian pasti terjadi).
  3. Fungsi survival bersifat monoton tidak naik (non-increasing) dan kontinu dari kanan.
  4. μx+t0\mu_{x+t} \geq 0 untuk semua t0t \geq 0 (laju kematian tidak negatif).
  5. 0μx+sds=\int_0^\infty \mu_{x+s}\, ds = \infty (syarat agar Sx(t)0S_x(t) \to 0, yaitu kematian pasti terjadi).

Section 3 — Jembatan Logika

Dari Definisi ke Rumus — Mengapa Integral Muncul?

Rumus Sx(t)=exp ⁣(0tμx+sds)S_x(t) = \exp\!\left(-\int_0^t \mu_{x+s}\, ds\right) tidak muncul begitu saja. Ia lahir dari persamaan diferensial sederhana. Dari definisi hazard: μx+t=ddtlnSx(t)\mu_{x+t} = -\frac{d}{dt} \ln S_x(t). Ini adalah persamaan diferensial biasa: ruas kiri adalah fungsi tt yang diketahui, ruas kanan adalah turunan dari lnSx(t)\ln S_x(t). Dengan mengintegrasikan kedua sisi dari 00 ke tt, kita mendapatkan lnSx(t)lnSx(0)=0tμx+sds\ln S_x(t) - \ln S_x(0) = -\int_0^t \mu_{x+s}\, ds. Karena lnSx(0)=ln1=0\ln S_x(0) = \ln 1 = 0, eksponensiasi langsung menghasilkan rumus survival eksponensial.

Support dan Domain
  • Variabel acak TxT_x memiliki support [0,ωx)[0, \omega - x) jika ada usia maksimum ω\omega (seperti pada model De Moivre), atau [0,)[0, \infty) jika tidak ada batas atas.
  • Fungsi hazard μx+t\mu_{x+t} didefinisikan hanya pada nilai tt di mana Sx(t)>0S_x(t) > 0 (individu masih mungkin hidup).
  • Konversi tpx=S(x+t)/S(x){}_t p_x = S(x+t)/S(x) hanya valid untuk S(x)>0S(x) > 0, yaitu x<ωx < \omega.

Derivasi Step-by-Step: Dari Hazard ke Survival

Langkah 1 — Mulai dari definisi hazard:

μx+t=ddtlnSx(t)\mu_{x+t} = -\frac{d}{dt} \ln S_x(t)

Langkah 2 — Pisahkan variabel (integrasikan kedua sisi dari 00 ke tt):

0tμx+sds=0tddslnSx(s)ds\int_0^t \mu_{x+s}\, ds = -\int_0^t \frac{d}{ds} \ln S_x(s)\, ds

Langkah 3 — Gunakan Teorema Fundamental Kalkulus di ruas kanan:

0tμx+sds=[lnSx(s)]0t=lnSx(t)+lnSx(0)=lnSx(t)\int_0^t \mu_{x+s}\, ds = -\left[\ln S_x(s)\right]_0^t = -\ln S_x(t) + \ln S_x(0) = -\ln S_x(t)

karena Sx(0)=1S_x(0) = 1 sehingga lnSx(0)=0\ln S_x(0) = 0.

Langkah 4 — Eksponensiasi kedua sisi:

Sx(t)=exp ⁣(0tμx+sds)S_x(t) = \exp\!\left(-\int_0^t \mu_{x+s}\, ds\right)

Langkah 5 — Dapatkan densitas dengan turunan negatif:

fx(t)=ddtSx(t)=μx+texp ⁣(0tμx+sds)=μx+tSx(t)f_x(t) = -\frac{d}{dt} S_x(t) = \mu_{x+t} \cdot \exp\!\left(-\int_0^t \mu_{x+s}\, ds\right) = \mu_{x+t} \cdot S_x(t)
Dilarang
  1. Jangan menulis μx+t=fx(t)\mu_{x+t} = f_x(t) tanpa membagi dengan Sx(t)S_x(t) — hazard bukan densitas, ia adalah laju kondisional.
  2. Jangan menggunakan Sx(t)=eμtS_x(t) = e^{-\mu t} secara langsung kecuali jika μx+t=μ\mu_{x+t} = \mu (konstan, model eksponensial). Untuk hazard yang berubah terhadap tt, wajib integral.
  3. Jangan mencampurkan skala absolut S(t)S(t) dengan skala kondisional Sx(t)S_x(t) tanpa konversi eksplisit tpx=S(x+t)/S(x){}_t p_x = S(x+t)/S(x).

Section 4 — Contoh Soal

Soal A — Fundamental

Diketahui fungsi survival S(t)=e0.04tS(t) = e^{-0.04t} untuk t0t \geq 0 (diukur dari usia 0). Tentukan force of mortality μt\mu_t dan probabilitas seseorang berusia 30 tahun akan bertahan hidup 10 tahun lagi.

Solusi Soal A

Pendekatan: Turunkan hazard langsung dari S(t)S(t) menggunakan definisi, lalu hitung tpx{}_t p_x dengan rasio fungsi survival.

1. Identifikasi Variabel

  • S(t)=e0.04tS(t) = e^{-0.04t}
  • Diminta: μt\mu_t dan 10p30{}_{10}p_{30}

2. Identifikasi Distribusi / Model Model eksponensial dengan hazard konstan — ciri khasnya adalah S(t)S(t) berbentuk ecte^{-ct}.

3. Setup Persamaan

μt=ddtlnS(t),10p30=S(40)S(30)\mu_t = -\frac{d}{dt} \ln S(t), \quad {}_{10}p_{30} = \frac{S(40)}{S(30)}

4. Eksekusi Aljabar

lnS(t)=0.04t    μt=ddt(0.04t)=0.04\ln S(t) = -0.04t \implies \mu_t = -\frac{d}{dt}(-0.04t) = 0.04 10p30=e0.04×40e0.04×30=e1.6e1.2=e0.40.6703{}_{10}p_{30} = \frac{e^{-0.04 \times 40}}{e^{-0.04 \times 30}} = \frac{e^{-1.6}}{e^{-1.2}} = e^{-0.4} \approx 0.6703

5. Verification Karena hazard konstan, tpx{}_t p_x tidak bergantung pada usia awal xx — cukup hitung e0.04×10=e0.40.6703e^{-0.04 \times 10} = e^{-0.4} \approx 0.6703. Hasil konsisten. ✓

Hasil: μt=0.04\mu_t = 0.04 (konstan) dan 10p300.6703{}_{10}p_{30} \approx 0.6703 artinya sekitar 67% orang berusia 30 akan mencapai usia 40.

Exam Tips — Soal A

Target waktu: 2 menit. Common trap: Menghitung e0.04×10e^{-0.04 \times 10} langsung tanpa memahami mengapa hal itu valid — hanya benar untuk hazard konstan. Shortcut: Jika S(t)=ectS(t) = e^{-ct}, maka μ=c\mu = c (konstan), dan tpx=ect{}_t p_x = e^{-ct}.


Soal B — Exam-Typical

Diketahui force of mortality μx+t=180t\mu_{x+t} = \frac{1}{80 - t} untuk 0t<800 \leq t < 80. Tentukan (a) fungsi survival Sx(t)S_x(t), (b) fungsi densitas fx(t)f_x(t), dan (c) probabilitas seseorang berusia xx meninggal antara tahun ke-20 dan ke-40.

Solusi Soal B

Pendekatan: Integrasikan hazard untuk mendapatkan Sx(t)S_x(t), turunkan fx(t)f_x(t), lalu gunakan selisih fungsi distribusi untuk probabilitas interval.

1. Identifikasi Variabel

  • μx+t=180t\mu_{x+t} = \frac{1}{80-t}, 0t<800 \leq t < 80
  • Diminta: Sx(t)S_x(t), fx(t)f_x(t), Pr(20<Tx40)\Pr(20 < T_x \leq 40)

2. Identifikasi Distribusi / Model Hazard berbentuk 1/(ct)1/(c-t) adalah karakteristik model De Moivre (distribusi seragam) dengan usia maksimum ω=x+80\omega = x + 80.

3. Setup Persamaan

Sx(t)=exp ⁣(0t180sds)S_x(t) = \exp\!\left(-\int_0^t \frac{1}{80-s}\, ds\right) Pr(20<Tx40)=Sx(20)Sx(40)\Pr(20 < T_x \leq 40) = S_x(20) - S_x(40)

4. Eksekusi Aljabar

Hitung integral:

0t180sds=[ln(80s)]0t=ln(80t)+ln80=ln ⁣8080t\int_0^t \frac{1}{80-s}\, ds = \left[-\ln(80-s)\right]_0^t = -\ln(80-t) + \ln 80 = \ln\!\frac{80}{80-t}

Maka:

Sx(t)=exp ⁣(ln8080t)=80t80S_x(t) = \exp\!\left(-\ln\frac{80}{80-t}\right) = \frac{80-t}{80}

Fungsi densitas:

fx(t)=ddt ⁣(80t80)=180f_x(t) = -\frac{d}{dt}\!\left(\frac{80-t}{80}\right) = \frac{1}{80}

Probabilitas interval:

Pr(20<Tx40)=Sx(20)Sx(40)=60804080=2080=0.25\Pr(20 < T_x \leq 40) = S_x(20) - S_x(40) = \frac{60}{80} - \frac{40}{80} = \frac{20}{80} = 0.25

5. Verification Densitas konstan 180\frac{1}{80} mengkonfirmasi distribusi seragam pada [0,80)[0, 80). Integral 080180dt=1\int_0^{80} \frac{1}{80}\, dt = 1 ✓. Probabilitas 2080=0.25\frac{20}{80} = 0.25 masuk akal karena interval 20–40 adalah 14\frac{1}{4} dari range total.

Hasil: Sx(t)=80t80S_x(t) = \frac{80-t}{80}, fx(t)=180f_x(t) = \frac{1}{80}, probabilitas meninggal antara tahun 20–40 adalah 25%.

Exam Tips — Soal B

Target waktu: 3–4 menit. Common trap: Melupakan tanda negatif saat mengintegrasikan 180sds\int \frac{1}{80-s}\, ds — hasilnya adalah ln(80s)-\ln(80-s), bukan +ln(80s)+\ln(80-s). Shortcut: Kenali pola hazard 1ωt\frac{1}{\omega - t} → langsung De Moivre → Sx(t)=ωtωS_x(t) = \frac{\omega - t}{\omega} (uniform).


Soal C — Challenging

Diketahui bahwa fungsi survival dari usia 0 adalah S(t)=(1t100)1/2S(t) = \left(1 - \frac{t}{100}\right)^{1/2} untuk 0t1000 \leq t \leq 100.

(a) Tentukan force of mortality μt\mu_t.

(b) Tentukan 20p30{}_{20}p_{30} (probabilitas seseorang berusia 30 bertahan 20 tahun lagi).

(c) Tentukan nilai tt^* sedemikian rupa sehingga Pr(T0>t)=0.5\Pr(T_0 > t^*) = 0.5 (median sisa usia dari usia 0).

Solusi Soal C

Pendekatan: Turunkan hazard dari lnS(t)\ln S(t), gunakan rasio S(x+t)/S(x)S(x+t)/S(x) untuk survival kondisional, dan selesaikan persamaan survival untuk menemukan median.

1. Identifikasi Variabel

  • S(t)=(1t100)1/2S(t) = \left(1 - \frac{t}{100}\right)^{1/2}, 0t1000 \leq t \leq 100
  • Diminta: μt\mu_t, 20p30{}_{20}p_{30}, tt^* median

2. Identifikasi Distribusi / Model Bentuk S(t)=(1t/ω)αS(t) = \left(1 - t/\omega\right)^\alpha adalah generalized De Moivre (atau Weibull dalam konteks tertentu) dengan ω=100\omega = 100, α=1/2\alpha = 1/2.

3. Setup Persamaan

μt=ddtlnS(t),20p30=S(50)S(30),S(t)=0.5\mu_t = -\frac{d}{dt} \ln S(t), \quad {}_{20}p_{30} = \frac{S(50)}{S(30)}, \quad S(t^*) = 0.5

4. Eksekusi Aljabar

(a) Force of Mortality:

lnS(t)=12ln ⁣(1t100)\ln S(t) = \frac{1}{2} \ln\!\left(1 - \frac{t}{100}\right) μt=ddt ⁣[12ln ⁣(1t100)]=121/1001t/100=12(100t)\mu_t = -\frac{d}{dt}\!\left[\frac{1}{2}\ln\!\left(1 - \frac{t}{100}\right)\right] = -\frac{1}{2} \cdot \frac{-1/100}{1 - t/100} = \frac{1}{2(100 - t)}

(b) Survival kondisional:

S(30)=(130100)1/2=(0.7)1/2=0.7S(30) = \left(1 - \frac{30}{100}\right)^{1/2} = (0.7)^{1/2} = \sqrt{0.7} S(50)=(150100)1/2=(0.5)1/2=0.5S(50) = \left(1 - \frac{50}{100}\right)^{1/2} = (0.5)^{1/2} = \sqrt{0.5} 20p30=0.50.7=0.50.7=570.8452{}_{20}p_{30} = \frac{\sqrt{0.5}}{\sqrt{0.7}} = \sqrt{\frac{0.5}{0.7}} = \sqrt{\frac{5}{7}} \approx 0.8452

(c) Median:

(1t100)1/2=0.5\left(1 - \frac{t^*}{100}\right)^{1/2} = 0.5 1t100=0.25    t100=0.75    t=751 - \frac{t^*}{100} = 0.25 \implies \frac{t^*}{100} = 0.75 \implies t^* = 75

5. Verification Cek μt\mu_t dengan integrasi: 010012(100s)ds=12[ln(100s)]0100\int_0^{100} \frac{1}{2(100-s)}\, ds = \frac{1}{2}\left[-\ln(100-s)\right]_0^{100}. Integral ini divergen (\to \infty), mengkonfirmasi bahwa S(t)0S(t) \to 0 saat t100t \to 100 ✓. Cek median: S(75)=(10.75)0.5=(0.25)0.5=0.5S(75) = (1 - 0.75)^{0.5} = (0.25)^{0.5} = 0.5 ✓.

Hasil: (a) μt=12(100t)\mu_t = \frac{1}{2(100-t)}; (b) 20p30=5/784.52%{}_{20}p_{30} = \sqrt{5/7} \approx 84.52\%; (c) median sisa usia dari usia 0 adalah t=75t^* = 75 tahun.

Exam Tips — Soal C

Target waktu: 5–6 menit. Common trap: Pada bagian (b), menggunakan 20p30=S(20)/S(30){}_{20}p_{30} = S(20)/S(30) — ini salah! Yang benar adalah S(30+20)/S(30)=S(50)/S(30)S(30+20)/S(30) = S(50)/S(30). Selalu tulis usia absolut di argumen SS. Shortcut: Untuk median, set S(t)=0.5S(t^*) = 0.5 langsung dan selesaikan secara aljabar.


Section 5 — Verifikasi & Sanity Check

Cek 1 — Konsistensi Internal Fungsi

Dari fungsi survival apapun Sx(t)S_x(t), verifikasi selalu:

  • Sx(0)=1S_x(0) = 1
  • Sx(t)S_x(t) monoton turun (tidak boleh naik) ✓
  • fx(t)=Sx(t)0f_x(t) = -S_x'(t) \geq 0 (densitas non-negatif) ✓
  • 0fx(t)dt=1\int_0^\infty f_x(t)\, dt = 1 (total probabilitas = 1) ✓

Jika salah satu gagal, ada kesalahan dalam fungsi yang diturunkan.

Cek 2 — Hubungan Transitif

Jika soal memberikan μx+t\mu_{x+t}, maka:

Sx(t)=e0tμx+sdsturunkanfx(t)=μx+tSx(t)S_x(t) = e^{-\int_0^t \mu_{x+s}\, ds} \xrightarrow{\text{turunkan}} f_x(t) = \mu_{x+t} \cdot S_x(t)

Cek: fx(t)Sx(t)=μx+t\frac{f_x(t)}{S_x(t)} = \mu_{x+t} harus identik dengan fungsi hazard yang diberikan. Ini adalah tes konsistensi cepat.

Metode Alternatif

Untuk menghitung tpx{}_t p_x jika hanya diketahui μx+t\mu_{x+t}, dapat langsung digunakan:

tpx=exp ⁣(0tμx+sds){}_{t}p_x = \exp\!\left(-\int_0^t \mu_{x+s}\, ds\right)

tanpa terlebih dahulu mencari S(x)S(x) dan S(x+t)S(x+t) secara terpisah. Ini lebih efisien saat S(t)S(t) absolut sulit dihitung.


Section 6 — Visualisasi Mental

Visualisasi 1 — Kurva Survival Sx(t)S_x(t) dan Interpretasinya:

S_x(t)
1.0 |●
    |  \
    |   \
    |    \
0.5 |     ●── titik median (t*)
    |      \
    |       \
    |        \
0.0 |_________●_______→ t
    0        ω-x

Bentuk: monoton turun dari 1 ke 0
Area di bawah kurva = E[T_x] (harapan hidup residual)

Visualisasi 2 — Hubungan Hazard μx+t\mu_{x+t} dan Sx(t)S_x(t):

μ_{x+t}        S_x(t)
tinggi |        1.0 |●\
       |↑            |  \  ← S turun cepat
       |hazard       |   \    di sini
       |tinggi  0.0  |____\__________→ t
       
Hazard tinggi → S_x(t) turun curam
Hazard rendah → S_x(t) turun landai

Visualisasi 3 — Pola Hazard per Model:

Model         | Bentuk μ_{x+t}      | Bentuk S_x(t)
Eksponensial  | konstan ────        | e^{-μt} (cembung)
De Moivre     | naik 1/(ω-t) /      | linear turun
Gompertz      | naik eksponensial ↗  | cembung ke kanan
Weibull α<1   | turun ↘              | cekung cepat di awal

Hubungan Visual ↔ Rumus

  • Area di bawah Sx(t)S_x(t) = 0Sx(t)dt\int_0^\infty S_x(t)\, dt = E[Tx]E[T_x] (harapan hidup residual)
  • Titik di mana Sx(t)=0.5S_x(t) = 0.5 = median sisa usia
  • Kemiringan Sx(t)S_x(t) di titik tt = fx(t)-f_x(t) = negatif densitas
  • Rasio kemiringan terhadap tinggi = fx(t)Sx(t)\frac{f_x(t)}{S_x(t)} = μx+t\mu_{x+t} = hazard

Section 7 — Jebakan Umum

Kesalahan Parametrisasi — Hazard vs. Densitas

Salah: μx+t=fx(t)\mu_{x+t} = f_x(t) (hazard dikira sama dengan densitas)

Benar: μx+t=fx(t)Sx(t)\mu_{x+t} = \frac{f_x(t)}{S_x(t)}

Hazard adalah laju kematian kondisional pada individu yang masih hidup. Densitas adalah laju kematian tidak kondisional. Keduanya sama hanya jika Sx(t)=1S_x(t) = 1 (yaitu saat t=0t = 0).

Kesalahan Konseptual — Survival Absolut vs. Kondisional
  1. S(t)S(t) vs. tpx{}_t p_x: S(t)S(t) adalah survival dari usia 0; tpx{}_t p_x adalah survival kondisional dari usia xx. Selalu bedakan.
  2. Menggunakan tpx=S(t){}_t p_x = S(t) tanpa koreksi: Benar hanya jika x=0x = 0. Untuk x>0x > 0, gunakan tpx=S(x+t)/S(x){}_t p_x = S(x+t)/S(x).
  3. Lupa bahwa 0fx(t)dt=1\int_0^\infty f_x(t)\, dt = 1: Jika derivasi menghasilkan densitas yang tidak terintegrasi ke 1, ada kesalahan.
  4. Asumsi hazard konstan sembarangan: Hanya model eksponensial yang memiliki hazard konstan. Jangan asumsikan ini tanpa konfirmasi dari soal.
Kesalahan Interpretasi Soal
  • Kata “force of mortality” = μx+t\mu_{x+t} = fungsi hazard (bukan qxq_x)
  • Kata “probability of dying within tt years” = tqx=1Sx(t){}_t q_x = 1 - S_x(t) (bukan fx(t)f_x(t))
  • Kata “probability of surviving to age yy given alive at xx = yxpx=S(y)/S(x){}_{y-x}p_x = S(y)/S(x)
  • “Usia maksimum ω\omega artinya S(ω)=0S(\omega) = 0; jangan substitusikan t=ωt = \omega ke formula yang membutuhkan Sx(t)>0S_x(t) > 0
Red Flags — Keyword Pemicu Prosedur
  • “Force of mortality” → wajib gunakan μx+t=ddtlnSx(t)\mu_{x+t} = -\frac{d}{dt}\ln S_x(t)
  • “Given μx+t=\mu_{x+t} = \ldots → wajib integrasikan untuk mendapatkan Sx(t)S_x(t)
  • “Conditional on surviving to age xx → wajib gunakan rasio S(x+t)/S(x)S(x+t)/S(x)
  • “De Moivre”S(t)=(1t/ω)S(t) = (1-t/\omega), μt=1/(ωt)\mu_t = 1/(\omega - t)
  • “Gompertz”μt=Bct\mu_t = Bc^tS(t)=exp ⁣(Blnc(ct1))S(t) = \exp\!\left(-\frac{B}{\ln c}(c^t - 1)\right)

Section 8 — Ringkasan Eksekutif

Must-Remember
  1. Hubungan fundamental:
Sx(t)=1Fx(t),fx(t)=ddtSx(t)S_x(t) = 1 - F_x(t), \quad f_x(t) = -\frac{d}{dt}S_x(t)
  1. Definisi hazard:
μx+t=fx(t)Sx(t)=ddtlnSx(t)\mu_{x+t} = \frac{f_x(t)}{S_x(t)} = -\frac{d}{dt}\ln S_x(t)
  1. Survival dari hazard (paling sering diuji):
Sx(t)=exp ⁣(0tμx+sds)S_x(t) = \exp\!\left(-\int_0^t \mu_{x+s}\, ds\right)
  1. Survival kondisional:
tpx=S(x+t)S(x){}_{t}p_x = \frac{S(x+t)}{S(x)}
  1. Densitas = Hazard × Survival:
fx(t)=μx+tSx(t)f_x(t) = \mu_{x+t} \cdot S_x(t)

Kapan Digunakan

  • Soal yang memberikan satu fungsi (SS, ff, FF, atau μ\mu) dan meminta fungsi lainnya
  • Soal yang meminta probabilitas bertahan atau probabilitas meninggal dalam interval tertentu
  • Soal yang meminta median atau mean sisa usia
  • Soal yang menyebut force of mortality, survival probability, atau curtate lifetime

Kapan TIDAK Boleh Digunakan

Quick Decision Tree

graph TD
    A["Fungsi apa yang diberikan?"] -->|"S(t) diberikan"| B["Turunkan: f(t) = -S'(t)<br>Hazard: μ = -d/dt ln S(t)"]
    A -->|"μ_{x+t} diberikan"| C["Integrasikan:<br>S_x(t) = exp(-integral μ ds)"]
    A -->|"f(t) diberikan"| D["Integrasikan: S(t) = integral f ds dari t ke inf<br>Hazard: μ = f(t)/S(t)"]
    B --> E["Diminta S_x(t) kondisional?"]
    C --> E
    D --> E
    E -->|"Ya, dari usia x"| F["Gunakan: t-p_x = S(x+t)/S(x)"]
    E -->|"Tidak, dari usia 0"| G["Gunakan S(t) langsung"]
    F --> H["Hitung probabilitas atau median"]
    G --> H

Follow-up Options
  1. “Berikan contoh soal variasi model Gompertz dengan force of mortality μt=Bct\mu_t = Bc^t
  2. “Jelaskan hubungan 1.2 Survival and Hazard Functions dengan 1.4 Parametric Survival Models
  3. “Buat flashcard 1-halaman untuk semua rumus konversi antar fungsi survival”

📖 Ref: London (1997) Survival Models and Their Estimation, Bab 1–3; Frees (2010) Bab 14 | 🗓️ 2026-04-19 | #TA1 #AnalisisSurvival #FungsiSurvival #HazardFunction