AktuNotes
← Kembali
TA2 · Materi 2.2

(a,b,0) and (a,b,1) Distribution Classes

Hard Bobot: 5–10% Klugman, Panjer & Willmot (2019) Loss Models 5th ed., Bab 6
TA2TopicModelFrekuensiKlaimab0ab1PanjerDistribusiDiskritTeoriRisiko

📊 2.2 — (a,b,0) and (a,b,1) Distribution Classes

Ringkasan Cepat

Topik: (a,b,0) and (a,b,1) Distribution Classes | Bobot: ~5–10% | Difficulty: Hard Ref: Klugman et al. (2019) Loss Models 5th ed., Bab 6 | Prereq: 2.1 Frequency MGF and PGF

Section 0 — Pemetaan Topik

Topik TA2Sub-topik IDSkill DiujiBobotDifficultyPrerequisiteConnected TopicsReferensi
Model Frekuensi Klaim2.2Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan distribusi ke kelas (a,b,0)(a,b,0) atau (a,b,1)(a,b,1); mendapatkan distribusi kelas (a,b,1)(a,b,1) dari (a,b,0)(a,b,0) via zero-truncated dan zero-modified; menghitung probabilitas dari relasi rekursif Panjer5–10%Hard2.1 Frequency MGF and PGF2.3 Frequency Model Selection, 2.4 Mixed Frequency Distributions, 4.5 Panjer Recursive FormulaKPW (2019) Bab 6

Section 1 — Intuisi

Bayangkan seorang aktuaris di perusahaan asuransi kendaraan bermotor sedang menganalisis data frekuensi klaim polis selama setahun. Dari ribuan polis, sebagian besar tidak mengajukan klaim sama sekali (nol klaim), sebagian kecil mengajukan satu klaim, lebih sedikit lagi yang mengajukan dua klaim, dan seterusnya. Pertanyaannya: distribusi probabilitas apa yang paling cocok untuk menggambarkan pola ini? Apakah Poisson, Binomial, Negatif Binomial, atau sesuatu yang lebih fleksibel?

Kelas distribusi (a,b,0)(a,b,0) adalah jawaban elegan atas pertanyaan ini. Alih-alih mempelajari setiap distribusi frekuensi secara terpisah, kelas (a,b,0)(a,b,0) menyatukan semua distribusi yang memiliki satu sifat bersama: rasio probabilitas titik berturutan pk/pk1p_k / p_{k-1} mengikuti pola linear sederhana dalam kk. Dengan dua parameter saja — aa dan bb — kita bisa menghasilkan Poisson (dengan a=0a=0), Binomial (dengan a<0a < 0), dan Negatif Binomial (dengan a>0a > 0). Sifat rekursif ini juga menjadi fondasi dari Formula Rekursif Panjer yang akan digunakan di Topik 4.

Namun ada masalah: data dunia nyata seringkali menunjukkan jumlah polis dengan nol klaim yang jauh lebih banyak (atau jauh lebih sedikit) dari yang diprediksi oleh distribusi Poisson atau Binomial standar. Fenomena ini disebut zero-inflation atau zero-deflation. Kelas (a,b,1)(a,b,1) hadir untuk mengatasi hal ini — ia memungkinkan kita memodifikasi probabilitas di titik nol secara bebas, sambil mempertahankan relasi rekursif yang sama untuk k1k \geq 1. Dengan demikian, dua keluarga besar — distribusi zero-truncated (tanpa masa di titik nol) dan distribusi zero-modified (dengan massa di titik nol yang disesuaikan) — keduanya masuk dalam kelas (a,b,1)(a,b,1) dan menjadi alat pemodelan yang sangat fleksibel.

Section 2 — Definisi Formal

Definisi Matematis — Kelas (a,b,0)(a,b,0)

Distribusi diskrit non-negatif {pk}k=0\{p_k\}_{k=0}^{\infty} termasuk kelas (a,b,0)(a,b,0) jika dan hanya jika terdapat konstanta aa dan bb sehingga:

pkpk1=a+bk,k=1,2,3,\frac{p_k}{p_{k-1}} = a + \frac{b}{k}, \quad k = 1, 2, 3, \ldots

dengan p0p_0 ditentukan oleh syarat normalisasi k=0pk=1\sum_{k=0}^{\infty} p_k = 1.

Definisi Matematis — Kelas (a,b,1)(a,b,1)

Distribusi diskrit non-negatif {pkT}\{p_k^T\} atau {pkM}\{p_k^M\} termasuk kelas (a,b,1)(a,b,1) jika dan hanya jika:

pkTpk1T=a+bk,k=2,3,4,\frac{p_k^T}{p_{k-1}^T} = a + \frac{b}{k}, \quad k = 2, 3, 4, \ldots

dengan p1Tp_1^T (atau p1Mp_1^M) sebagai titik awal bebas — tidak harus memenuhi relasi di k=1k=1 relatif terhadap p0p_0.

SimbolMaknaCatatan
pkp_kProbabilitas P(N=k)P(N = k) dalam kelas (a,b,0)(a,b,0)Termasuk p0>0p_0 > 0
a,ba, bParameter kelas (a,b,0)(a,b,0) atau (a,b,1)(a,b,1)Menentukan jenis distribusi
pkTp_k^TProbabilitas distribusi zero-truncatedp0T=0p_0^T = 0 by definition
pkMp_k^MProbabilitas distribusi zero-modifiedp0Mp_0^M bebas, bisa p0\neq p_0 asli
p0Mp_0^MProbabilitas titik nol yang dimodifikasi0p0M10 \leq p_0^M \leq 1
ψ\psiBobot massa di nol untuk zero-modifiedψ=p0M\psi = p_0^M; jika ψ>p0(a,b,0)\psi > p_0^{(a,b,0)}: zero-inflated
ccKonstanta normalisasi zero-truncatedc=1p0(a,b,0)c = 1 - p_0^{(a,b,0)}

Rumus Utama

Tabel klasifikasi kelas (a,b,0)(a,b,0) — tiga distribusi utama:

DistribusiParameter aaParameter bbp0p_0
Poisson(λ)(\lambda)00λ\lambdaeλe^{-\lambda}
Binomial(n,q)(n, q)q/(1q)-q/(1-q)(n+1)q/(1q)(n+1)q/(1-q)(1q)n(1-q)^n
Neg. Binomial(r,β)(r, \beta)β/(1+β)\beta/(1+\beta)(r1)β/(1+β)(r-1)\beta/(1+\beta)(1+β)r(1+\beta)^{-r}

Relasi rekursif Panjer kelas (a,b,0)(a,b,0):

pk=(a+bk)pk1,k=1,2,3,p_k = \left(a + \frac{b}{k}\right) p_{k-1}, \quad k = 1, 2, 3, \ldots

Label: Cukup ketahui p0p_0, aa, dan bb — seluruh distribusi dapat dibangun secara rekursif.

Distribusi zero-truncated (ZT) — hubungan dengan (a,b,0)(a,b,0):

pkT=pk1p0,k=1,2,3,,p0T=0p_k^T = \frac{p_k}{1 - p_0}, \quad k = 1, 2, 3, \ldots, \qquad p_0^T = 0

Label: ZT adalah kondisional: pkT=P(N=kN>0)p_k^T = P(N = k \mid N > 0) — probabilitas kelas (a,b,0)(a,b,0) di-rescale agar total =1= 1 tanpa titik nol.

Relasi rekursif ZT untuk k2k \geq 2:

pkT=(a+bk)pk1T,k=2,3,p_k^T = \left(a + \frac{b}{k}\right) p_{k-1}^T, \quad k = 2, 3, \ldots

Label: Relasi rekursif tetap berlaku untuk k2k \geq 2; hanya titik awal yang berbeda (p1Tp_1^T, bukan p0Tp_0^T).

Distribusi zero-modified (ZM) — hubungan dengan ZT:

pkM=(1p0M)pkT=1p0M1p0pk,k=1,2,3,p_k^M = (1 - p_0^M)\, p_k^T = \frac{1 - p_0^M}{1 - p_0}\, p_k, \quad k = 1, 2, 3, \ldots

Label: ZM adalah campuran antara massa di titik nol sebesar p0Mp_0^M dan distribusi ZT untuk k1k \geq 1.

Mean dan variansi ZT dari distribusi (a,b,0)(a,b,0) asal:

E[NT]=E[N]1p0,E[(NT)2]=E[N2]1p0E[N^T] = \frac{E[N]}{1 - p_0}, \qquad E[(N^T)^2] = \frac{E[N^2]}{1 - p_0} Var(NT)=E[N2]1p0(E[N]1p0)2\text{Var}(N^T) = \frac{E[N^2]}{1-p_0} - \left(\frac{E[N]}{1-p_0}\right)^2

Label: Semua momen ZT diperoleh dari momen distribusi asal dibagi (1p0)(1-p_0), kecuali variansi yang perlu penyesuaian.

Mean ZM:

E[NM]=(1p0M)E[NT]=(1p0M)E[N]1p0E[N^M] = (1 - p_0^M)\, E[N^T] = \frac{(1 - p_0^M)\, E[N]}{1 - p_0}

Label: Mean ZM = bobot massa pada distribusi ZT dikalikan mean ZT.

Asumsi Eksplisit

  1. NN adalah variabel acak diskrit non-negatif dengan support {0,1,2,}\{0, 1, 2, \ldots\} untuk kelas (a,b,0)(a,b,0), dan {1,2,3,}\{1, 2, 3, \ldots\} untuk ZT.
  2. Parameter aa dan bb harus memenuhi syarat agar probabilitas tetap positif dan summable: untuk Binomial nn harus integer positif; untuk Poisson λ>0\lambda > 0; untuk NegBin r>0r > 0, β>0\beta > 0.
  3. Untuk ZT dan ZM: distribusi asal (a,b,0)(a,b,0) harus memiliki p0<1p_0 < 1 agar ZT dapat terdefinisi.
  4. Untuk ZM: 0p0M10 \leq p_0^M \leq 1; nilai p0M=0p_0^M = 0 menghasilkan ZT; nilai p0M=p0(a,b,0)p_0^M = p_0^{(a,b,0)} menghasilkan distribusi asli tidak termodifikasi.
  5. Kelas (a,b,1)(a,b,1) mencakup ZT dan ZM — keduanya memenuhi relasi rekursif yang sama untuk k2k \geq 2, tetapi p1p_1 tidak harus memenuhi relasi tersebut relatif terhadap p0p_0.

Section 3 — Jembatan Logika

Dari Definisi ke Rumus — Mengapa Relasi pk/pk1=a+b/kp_k/p_{k-1} = a + b/k?

Ide di balik kelas (a,b,0)(a,b,0) adalah mencari distribusi diskrit yang memiliki rasio probabilitas berturutan berbentuk linear dalam 1/k1/k. Ini bukan arbitrary — ini adalah kondisi paling sederhana yang menghasilkan keluarga distribusi yang cukup kaya. Perhatikan bahwa:

  • Jika a=0a = 0: rasio pk/pk1=b/kp_k/p_{k-1} = b/k, maka pk=pk1λ/kp_k = p_{k-1} \cdot \lambda/k → ini persis PMF Poisson dengan λ=b\lambda = b.
  • Jika a<0a < 0: rasio semakin kecil semakin cepat seiring kk naik → ekor menurun cepat → ini adalah Binomial yang memiliki support terbatas.
  • Jika a>0a > 0: rasio tidak turun secepat Poisson → ekor lebih berat → ini adalah Negatif Binomial yang overdispersed.

Jadi, parameter aa mengendalikan berat ekor: a=0a = 0 adalah boundary antara light-tail (Binomial) dan heavy-tail (NegBin). Parameter bb bersama aa menentukan mean distribusi.

Support dan Domain
  • Kelas (a,b,0)(a,b,0): support {0,1,2,}\{0, 1, 2, \ldots\}. p0p_0 tidak nol dan ditentukan dari normalisasi. Ini berbeda dengan (a,b,1)(a,b,1) di mana p0p_0 bisa bebas.
  • Untuk Binomial(n,q)(n, q): support terbatas {0,1,,n}\{0, 1, \ldots, n\} — relasi rekursif hanya berlaku sampai k=nk = n. Untuk k>nk > n, pk=0p_k = 0 karena a+b/k=q/(1q)+(n+1)q/((1q)k)a + b/k = -q/(1-q) + (n+1)q/((1-q)k) menjadi negatif untuk k>nk > n.
  • Kelas (a,b,1)(a,b,1): relasi rekursif berlaku mulai k=2k = 2 — titik k=1k = 1 adalah “titik awal bebas” yang tidak terikat oleh relasi tersebut. Inilah mengapa (a,b,1)(a,b,1) lebih fleksibel dari (a,b,0)(a,b,0).

Derivasi: Membuktikan Poisson adalah Anggota (a,b,0)(a,b,0) dengan a=0a=0, b=λb=\lambda

Langkah 1 — PMF Poisson:

pk=eλλkk!,k=0,1,2,p_k = \frac{e^{-\lambda} \lambda^k}{k!}, \quad k = 0, 1, 2, \ldots

Langkah 2 — Hitung rasio pk/pk1p_k / p_{k-1}:

pkpk1=eλλk/k!eλλk1/(k1)!=λkk!(k1)!λk1=λk\frac{p_k}{p_{k-1}} = \frac{e^{-\lambda} \lambda^k / k!}{e^{-\lambda} \lambda^{k-1} / (k-1)!} = \frac{\lambda^k}{k!} \cdot \frac{(k-1)!}{\lambda^{k-1}} = \frac{\lambda}{k}

Langkah 3 — Cocokkan dengan relasi (a,b,0)(a,b,0):

pkpk1=λk=0+λk=a+bk\frac{p_k}{p_{k-1}} = \frac{\lambda}{k} = 0 + \frac{\lambda}{k} = a + \frac{b}{k}

Jadi a=0a = 0, b=λb = \lambda. ∎

Derivasi: Membangun Distribusi Zero-Truncated dari (a,b,0)(a,b,0)

Langkah 1 — Distribusi asal: {p0,p1,p2,}\{p_0, p_1, p_2, \ldots\} dengan k=0pk=1\sum_{k=0}^\infty p_k = 1.

Langkah 2 — Tujuan: distribusi baru {pkT}\{p_k^T\} dengan p0T=0p_0^T = 0 dan k=1pkT=1\sum_{k=1}^\infty p_k^T = 1.

Langkah 3 — Syarat normalisasi: karena total massa yang tersisa setelah menghapus p0p_0 adalah 1p01 - p_0, maka untuk memulihkan normalisasi:

pkT=pk1p0,k=1,2,3,p_k^T = \frac{p_k}{1 - p_0}, \quad k = 1, 2, 3, \ldots

Langkah 4 — Verifikasi relasi rekursif untuk k2k \geq 2:

pkTpk1T=pk/(1p0)pk1/(1p0)=pkpk1=a+bk\frac{p_k^T}{p_{k-1}^T} = \frac{p_k / (1-p_0)}{p_{k-1} / (1-p_0)} = \frac{p_k}{p_{k-1}} = a + \frac{b}{k}

Relasi (a,b,0)(a,b,0) diwarisi langsung ke ZT untuk k2k \geq 2. ∎ Perhatikan bahwa untuk k=1k = 1: p1T/p0Tp_1^T / p_0^T tidak terdefinisi karena p0T=0p_0^T = 0 — itulah mengapa (a,b,1)(a,b,1) hanya menuntut relasi berlaku untuk k2k \geq 2.

Derivasi: Membangun Zero-Modified dari ZT

Langkah 1 — Mulai dari ZT: {pkT}k=1\{p_k^T\}_{k=1}^\infty dengan k=1pkT=1\sum_{k=1}^\infty p_k^T = 1.

Langkah 2 — Tentukan bobot massa baru di titik nol: p0M[0,1)p_0^M \in [0, 1).

Langkah 3 — Distribusi ZM: massa p0Mp_0^M di titik nol, dan massa (1p0M)(1 - p_0^M) dibagi ke k1k \geq 1 proporsional dengan ZT:

pkM=(1p0M)pkT=(1p0M)1p0pk,k=1,2,3,p_k^M = (1 - p_0^M)\, p_k^T = \frac{(1 - p_0^M)}{1 - p_0}\, p_k, \quad k = 1, 2, 3, \ldots

Langkah 4 — Verifikasi normalisasi:

p0M+k=1pkM=p0M+(1p0M)k=1pkT=1=p0M+1p0M=1p_0^M + \sum_{k=1}^\infty p_k^M = p_0^M + (1 - p_0^M)\underbrace{\sum_{k=1}^\infty p_k^T}_{=1} = p_0^M + 1 - p_0^M = 1 \checkmark
Dilarang
  1. Jangan gunakan relasi rekursif (a,b,0)(a,b,0) untuk k=1k=1 pada distribusi ZT — relasi p1T/p0Tp_1^T / p_0^T tidak terdefinisi karena p0T=0p_0^T = 0. Untuk menghitung p1Tp_1^T, gunakan p1T=p1/(1p0)p_1^T = p_1 / (1 - p_0) secara langsung, bukan relasi rekursif.
  2. Jangan bingung antara ZT dan ZM — ZT adalah kasus khusus ZM dengan p0M=0p_0^M = 0. ZM dengan p0M=p0(a,b,0)p_0^M = p_0^{(a,b,0)} adalah distribusi asal tak termodifikasi. Jangan menganggap keduanya sama atau saling menggantikan tanpa alasan.
  3. Jangan substitusi parameter (a,b)(a,b) distribusi lain ke formula Poisson — setiap anggota (a,b,0)(a,b,0) memiliki formula p0p_0 yang berbeda. Hitung p0p_0 dari formula distribusi asal, baru gunakan relasi rekursif untuk p1,p2,p_1, p_2, \ldots

Section 4 — Contoh Soal

Soal A — Fundamental

Distribusi frekuensi klaim NPoisson(λ=3)N \sim \text{Poisson}(\lambda = 3). Verifikasi bahwa Poisson termasuk kelas (a,b,0)(a,b,0) dengan mengidentifikasi aa dan bb, lalu hitung p0p_0, p1p_1, p2p_2, p3p_3 menggunakan relasi rekursif Panjer.

Solusi Soal A

Pendekatan: Identifikasi aa dan bb dari tabel klasifikasi, lalu bangun distribusi secara rekursif dari p0p_0.

1. Identifikasi Variabel

  • NPoisson(λ=3)N \sim \text{Poisson}(\lambda = 3)
  • Kelas (a,b,0)(a,b,0): a=0a = 0, b=λ=3b = \lambda = 3
  • p0=eλ=e3p_0 = e^{-\lambda} = e^{-3}

2. Identifikasi Distribusi / Model Poisson adalah anggota (a,b,0)(a,b,0) dengan a=0a = 0. Relasi rekursif: pk=(b/k)pk1=(3/k)pk1p_k = (b/k)\, p_{k-1} = (3/k)\, p_{k-1}.

3. Setup Persamaan

pk=(0+3k)pk1=3kpk1,k=1,2,3,p_k = \left(0 + \frac{3}{k}\right) p_{k-1} = \frac{3}{k}\, p_{k-1}, \quad k = 1, 2, 3, \ldots p0=e30.049787p_0 = e^{-3} \approx 0.049787

4. Eksekusi Aljabar

p1=31p0=3e30.14936p_1 = \frac{3}{1} \cdot p_0 = 3\, e^{-3} \approx 0.14936 p2=32p1=323e3=92e30.22404p_2 = \frac{3}{2} \cdot p_1 = \frac{3}{2} \cdot 3\, e^{-3} = \frac{9}{2}\, e^{-3} \approx 0.22404 p3=33p2=192e3=92e30.22404p_3 = \frac{3}{3} \cdot p_2 = 1 \cdot \frac{9}{2}\, e^{-3} = \frac{9}{2}\, e^{-3} \approx 0.22404

Cross-check via formula Poisson: p3=e333/3!=e327/6=4.5e3p_3 = e^{-3} \cdot 3^3 / 3! = e^{-3} \cdot 27/6 = 4.5\, e^{-3}

5. Verification p0+p1+p2+p3+=1p_0 + p_1 + p_2 + p_3 + \ldots = 1. Perhatikan p2=p3p_2 = p_3: untuk Poisson(3)(3), mode adalah di k=2k = 2 dan k=3k = 3 (mode ganda untuk λ\lambda integer). Ini konsisten karena p3/p2=a+b/3=0+1=1p_3/p_2 = a + b/3 = 0 + 1 = 1 tepat.

Hasil: a=0a = 0, b=3b = 3; p00.0498p_0 \approx 0.0498, p10.1494p_1 \approx 0.1494, p20.2240p_2 \approx 0.2240, p30.2240p_3 \approx 0.2240.

Exam Tips — Soal A

Target waktu: 2–3 menit. Common trap: Lupa bahwa p0=eλp_0 = e^{-\lambda} harus dihitung dulu sebelum rekursi dimulai — jangan mulai rekursi dari p1p_1 tanpa anchor p0p_0. Shortcut: Untuk Poisson, pk=(λ/k)pk1p_k = (\lambda/k) \cdot p_{k-1}. Untuk k=λk = \lambda (integer): pk=pk1p_k = p_{k-1} tepat, sehingga mode terjadi pada k=λ1k = \lambda - 1 dan k=λk = \lambda (mode ganda).


Soal B — Exam-Typical

Distribusi frekuensi klaim NN memiliki distribusi Negatif Binomial dengan r=2r = 2 dan β=1.5\beta = 1.5. Bentuk distribusi zero-truncated NTN^T. Hitung p1Tp_1^T, p2Tp_2^T, p3Tp_3^T, E[NT]E[N^T], dan Var(NT)\text{Var}(N^T).

Solusi Soal B

Pendekatan: Hitung parameter (a,b)(a,b) NegBin, lalu bangun ZT dengan pkT=pk/(1p0)p_k^T = p_k / (1 - p_0) dan gunakan relasi rekursif untuk k2k \geq 2.

1. Identifikasi Variabel

  • NNegBin(r=2,β=1.5)N \sim \text{NegBin}(r = 2, \beta = 1.5)
  • a=β/(1+β)=1.5/2.5=0.6a = \beta/(1+\beta) = 1.5/2.5 = 0.6
  • b=(r1)β/(1+β)=(1)(1.5)/2.5=0.6b = (r-1)\beta/(1+\beta) = (1)(1.5)/2.5 = 0.6
  • p0=(1+β)r=(2.5)2=1/6.25=0.16p_0 = (1+\beta)^{-r} = (2.5)^{-2} = 1/6.25 = 0.16
  • E[N]=rβ=2×1.5=3E[N] = r\beta = 2 \times 1.5 = 3
  • E[N2]=Var(N)+[E[N]]2=rβ(1+β)+(rβ)2=2(1.5)(2.5)+9=7.5+9=16.5E[N^2] = \text{Var}(N) + [E[N]]^2 = r\beta(1+\beta) + (r\beta)^2 = 2(1.5)(2.5) + 9 = 7.5 + 9 = 16.5

2. Identifikasi Distribusi / Model NegBin termasuk kelas (a,b,0)(a,b,0) dengan a=0.6>0a = 0.6 > 0 (heavy-tail relatif Poisson). ZT diperoleh dengan me-rescale semua pkp_k untuk k1k \geq 1 agar total =1= 1.

3. Setup Persamaan

pkT=pk1p0=pk10.16=pk0.84,k1p_k^T = \frac{p_k}{1 - p_0} = \frac{p_k}{1 - 0.16} = \frac{p_k}{0.84}, \quad k \geq 1 pkT=(0.6+0.6k)pk1T=0.6(k+1)kpk1T,k2p_k^T = \left(0.6 + \frac{0.6}{k}\right) p_{k-1}^T = \frac{0.6(k+1)}{k}\, p_{k-1}^T, \quad k \geq 2

4. Eksekusi Aljabar

Hitung p1p_1 dari relasi (a,b,0)(a,b,0):

p1=(0.6+0.61)p0=1.2×0.16=0.192p_1 = \left(0.6 + \frac{0.6}{1}\right) p_0 = 1.2 \times 0.16 = 0.192 p1T=0.1920.84=0.1920.840.22857p_1^T = \frac{0.192}{0.84} = \frac{0.192}{0.84} \approx 0.22857

Lanjutkan rekursif ZT untuk k2k \geq 2:

p2T=(0.6+0.62)p1T=0.9×0.228570.20571p_2^T = \left(0.6 + \frac{0.6}{2}\right) p_1^T = 0.9 \times 0.22857 \approx 0.20571 p3T=(0.6+0.63)p2T=0.8×0.205710.16457p_3^T = \left(0.6 + \frac{0.6}{3}\right) p_2^T = 0.8 \times 0.20571 \approx 0.16457

Momen ZT:

E[NT]=E[N]1p0=30.843.5714E[N^T] = \frac{E[N]}{1 - p_0} = \frac{3}{0.84} \approx 3.5714 E[(NT)2]=E[N2]1p0=16.50.8419.643E[(N^T)^2] = \frac{E[N^2]}{1-p_0} = \frac{16.5}{0.84} \approx 19.643 Var(NT)=19.643(3.5714)2=19.64312.7556.888\text{Var}(N^T) = 19.643 - (3.5714)^2 = 19.643 - 12.755 \approx 6.888

5. Verification E[NT]=3.571>E[N]=3E[N^T] = 3.571 > E[N] = 3: ZT memiliki mean lebih besar karena massa di titik nol dihapus dan didistribusi ulang ke nilai positif. Konsisten secara intuitif. Cross-check: p1T>p2T>p3Tp_1^T > p_2^T > p_3^T ✓ (distribusi unimodal menurun untuk β<1/(r1)\beta < 1/(r-1)… atau cukup verifikasi probabilitas positif dan menurun secara wajar).

Hasil: p1T0.2286p_1^T \approx 0.2286, p2T0.2057p_2^T \approx 0.2057, p3T0.1646p_3^T \approx 0.1646; E[NT]3.571E[N^T] \approx 3.571, Var(NT)6.888\text{Var}(N^T) \approx 6.888.

Exam Tips — Soal B

Target waktu: 4–5 menit. Common trap: Menerapkan relasi rekursif ZT mulai dari k=1k = 1 dengan p0T=0p_0^T = 0 sebagai anchor — ini menghasilkan p1T=(a+b)0=0p_1^T = (a + b) \cdot 0 = 0, yang salah! Selalu hitung p1T=p1/(1p0)p_1^T = p_1 / (1-p_0) secara langsung, baru gunakan rekursi dari k=2k=2 ke atas. Shortcut: Hafal formula momen ZT: E[NT]=E[N]/(1p0)E[N^T] = E[N] / (1-p_0) — tidak perlu menghitung ulang dari definisi ekspektasi.


Soal C — Challenging

Sebuah portofolio asuransi jiwa memiliki distribusi frekuensi klaim zero-modified berdasarkan Poisson(λ=2)(\lambda = 2), dengan probabilitas nol klaim yang dimodifikasi menjadi p0M=0.40p_0^M = 0.40. Hitung: (a) nilai p0p_0 Poisson asli, (b) p1Mp_1^M, p2Mp_2^M, p3Mp_3^M, (c) E[NM]E[N^M], dan (d) interpretasikan apakah ini kasus zero-inflated atau zero-deflated.

Solusi Soal C

Pendekatan: Bangun ZT Poisson dulu, lalu terapkan ZM dengan p0M=0.40p_0^M = 0.40. Bandingkan p0Mp_0^M dengan p0Poissonp_0^{Poisson} untuk menentukan inflasi/deflasi.

1. Identifikasi Variabel

  • Distribusi dasar: NPoisson(λ=2)N \sim \text{Poisson}(\lambda = 2); a=0a = 0, b=2b = 2
  • p0=e20.13534p_0 = e^{-2} \approx 0.13534
  • p0M=0.40p_0^M = 0.40 (diberikan)
  • E[N]=λ=2E[N] = \lambda = 2, 1p0=1e20.864661 - p_0 = 1 - e^{-2} \approx 0.86466

2. Identifikasi Distribusi / Model Karena p0M=0.40>p0=0.1353p_0^M = 0.40 > p_0 = 0.1353, ini adalah kasus zero-inflated — lebih banyak polis dengan nol klaim dari yang diprediksi Poisson. Distribusi ZM termasuk kelas (a,b,1)(a,b,1).

3. Setup Persamaan

pkM=1p0M1p0pk=10.401e2pk=0.600.86466pk,k=1,2,3,p_k^M = \frac{1 - p_0^M}{1 - p_0}\, p_k = \frac{1 - 0.40}{1 - e^{-2}}\, p_k = \frac{0.60}{0.86466}\, p_k, \quad k = 1, 2, 3, \ldots E[NM]=(1p0M)E[N]1p0=0.60×20.86466E[N^M] = \frac{(1 - p_0^M)\, E[N]}{1 - p_0} = \frac{0.60 \times 2}{0.86466}

4. Eksekusi Aljabar

Faktor skala: 1p0M1p0=0.600.864660.69393\frac{1-p_0^M}{1-p_0} = \frac{0.60}{0.86466} \approx 0.69393

Hitung pkp_k Poisson asli terlebih dahulu:

p1=2e20.27067,p2=2e20.27067,p3=43e20.18045p_1 = 2\, e^{-2} \approx 0.27067, \quad p_2 = 2\, e^{-2} \approx 0.27067, \quad p_3 = \frac{4}{3}\, e^{-2} \approx 0.18045

ZM:

p1M=0.69393×0.270670.18782p_1^M = 0.69393 \times 0.27067 \approx 0.18782 p2M=0.69393×0.270670.18782p_2^M = 0.69393 \times 0.27067 \approx 0.18782 p3M=0.69393×0.180450.12521p_3^M = 0.69393 \times 0.18045 \approx 0.12521

Mean ZM:

E[NM]=0.60×20.864661.200.864661.38795E[N^M] = \frac{0.60 \times 2}{0.86466} \approx \frac{1.20}{0.86466} \approx 1.38795

Verifikasi via ZT: E[NT]=E[N]/(1p0)=2/0.864662.3132E[N^T] = E[N]/(1-p_0) = 2/0.86466 \approx 2.3132, maka E[NM]=(1p0M)×E[NT]=0.60×2.31321.3879E[N^M] = (1-p_0^M) \times E[N^T] = 0.60 \times 2.3132 \approx 1.3879

5. Verification Normalisasi: p0M+p1M+p2M+p3M+=0.40+0.60×k=1pkT=0.40+0.60×1=1.00p_0^M + p_1^M + p_2^M + p_3^M + \ldots = 0.40 + 0.60 \times \sum_{k=1}^\infty p_k^T = 0.40 + 0.60 \times 1 = 1.00 ✓. E[NM]=1.388<E[N]=2E[N^M] = 1.388 < E[N] = 2: mean turun karena massa besar di titik nol menarik ekspektasi ke bawah. Ini konsisten: zero-inflation mengurangi mean.

Hasil: p0=e20.1353p_0 = e^{-2} \approx 0.1353; p1M0.1878p_1^M \approx 0.1878, p2M0.1878p_2^M \approx 0.1878, p3M0.1252p_3^M \approx 0.1252; E[NM]1.388E[N^M] \approx 1.388. Ini adalah kasus zero-inflated karena p0M=0.40>p0=0.135p_0^M = 0.40 > p_0 = 0.135.

Exam Tips — Soal C

Target waktu: 5–6 menit. Common trap: Mengalikan pkM=(1p0M)pkp_k^M = (1 - p_0^M) \cdot p_k alih-alih menggunakan faktor (1p0M)/(1p0)pk(1-p_0^M)/(1-p_0) \cdot p_k — kesalahan ini menghasilkan pkM1\sum p_k^M \neq 1 karena k=1pk=1p01\sum_{k=1}^\infty p_k = 1 - p_0 \neq 1. Shortcut: Hitung faktor skala c=(1p0M)/(1p0)c = (1-p_0^M)/(1-p_0) sekali, lalu kalikan semua pkp_k dengan cc. Cek akhir: p0M+c×(1p0)=p0M+(1p0M)=1p_0^M + c \times (1-p_0) = p_0^M + (1-p_0^M) = 1 ✓.

Section 5 — Verifikasi & Sanity Check

Cross-check Normalisasi ZT dan ZM

Selalu verifikasi:

k=1pkT=1k=1pk1p0=1p01p0=1\sum_{k=1}^\infty p_k^T = 1 \quad \Leftrightarrow \quad \sum_{k=1}^\infty \frac{p_k}{1-p_0} = \frac{1-p_0}{1-p_0} = 1

Untuk ZM:

p0M+k=1pkM=p0M+(1p0M)k=1pkT=p0M+(1p0M)=1p_0^M + \sum_{k=1}^\infty p_k^M = p_0^M + (1-p_0^M)\sum_{k=1}^\infty p_k^T = p_0^M + (1-p_0^M) = 1

Jika jumlah probabilitas yang dihitung tidak sama dengan 1, kesalahan ada di faktor normalisasi.

Cross-check Mean ZT vs Mean Asal

Selalu periksa arah perubahan mean:

E[NT]=E[N]1p0>E[N](selalu lebih besar, karena 1p0<1)E[N^T] = \frac{E[N]}{1-p_0} > E[N] \quad \text{(selalu lebih besar, karena } 1-p_0 < 1\text{)} E[NM]=(1p0M)E[N]1p0  {>E[N]jika p0M<p0 (zero-deflated)=E[N]jika p0M=p0 (tidak termodifikasi)<E[N]jika p0M>p0 (zero-inflated)E[N^M] = \frac{(1-p_0^M) E[N]}{1-p_0} \;\begin{cases} > E[N] & \text{jika } p_0^M < p_0 \text{ (zero-deflated)} \\ = E[N] & \text{jika } p_0^M = p_0 \text{ (tidak termodifikasi)} \\ < E[N] & \text{jika } p_0^M > p_0 \text{ (zero-inflated)} \end{cases}

Ini adalah intuition-check wajib: zero-inflation selalu mengurangi mean dari distribusi asalnya.

Metode Alternatif

Untuk menghitung p1Tp_1^T distribusi ZT Negatif Binomial(r,β)(r, \beta), bisa juga langsung via:

p1T=p11p0=rβ1+β(1+β)r1(1+β)r=rβ(1+β)r11(1+β)rp_1^T = \frac{p_1}{1 - p_0} = \frac{r \cdot \frac{\beta}{1+\beta} \cdot (1+\beta)^{-r}}{1 - (1+\beta)^{-r}} = \frac{r\beta (1+\beta)^{-r-1}}{1-(1+\beta)^{-r}}

Namun cara paling efisien di ujian tetap: hitung p1p_1 dari relasi rekursif (a,b,0)(a,b,0) dulu (p1=(a+b)p0p_1 = (a+b) p_0), lalu bagi dengan (1p0)(1 - p_0).

Section 6 — Visualisasi Mental

Diagram hierarki kelas distribusi:

                    SEMUA DISTRIBUSI DISKRIT

              ┌──────────────┴──────────────┐
              │                             │
         Kelas (a,b,0)              Kelas (a,b,1)
    [relasi berlaku k ≥ 1]       [relasi berlaku k ≥ 2]
              │                             │
    ┌─────────┼─────────┐         ┌─────────┴─────────┐
    │         │         │         │                   │
 Poisson  Binomial  NegBin    Zero-Truncated    Zero-Modified
 a=0,b=λ  a<0      a>0       (p₀ᵀ = 0)         (p₀ᴹ = bebas)
                              dari (a,b,0)        dari ZT
                              ÷(1-p₀)           × (1-p₀ᴹ)

Grafik perbandingan PMF: Poisson(2)(2) vs ZT-Poisson(2)(2) vs ZM-Poisson(2)(2) dengan p0M=0.4p_0^M = 0.4:

P(N=k)
0.30 |      ██ ██                ← Poisson asli
0.25 |      ██ ██
0.20 |   ██ ██ ██       ZT →    ██ ██          ← ZT (k≥1 saja)
0.15 |   ██ ██ ██              ██ ██ ██
0.10 |   ██ ██ ██ ██           ██ ██ ██ ██     ZM →  ██ ██
0.05 |   ██ ██ ██ ██                                  ██ ██ ██
     +---+--+--+--+--→ k       +--+--+--+--→ k       +--+--+--→ k
         0  1  2  3              1  2  3                0  1  2

     p₀ = 0.135  (kecil)      Tidak ada k=0        p₀ᴹ = 0.40  (besar)

Hubungan Visual ↔ Rumus

Elemen VisualKomponen Rumus
Batang di k=0k=0 dihapus (ZT)pkT=pk/(1p0)p_k^T = p_k / (1-p_0); semua batang dinaikkan proporsional
Batang k=0k=0 diperbesar (ZM zero-inflated)p0M>p0p_0^M > p_0; batang k1k \geq 1 diperkecil proporsional
Slope menurun pada a>0a > 0 (NegBin)Ekor lebih berat: pk/pk1a>0p_k/p_{k-1} \to a > 0 saat kk \to \infty
Slope menurun cepat pada a<0a < 0 (Binomial)Ekor terpotong: pk=0p_k = 0 untuk k>nk > n
Relasi rekursif = kemiringan log-PMF linearln(pk)=ln(pk1)+ln(a+b/k)\ln(p_k) = \ln(p_{k-1}) + \ln(a + b/k)

Section 7 — Jebakan Umum

Kesalahan Parametrisasi
  • Parameter NegBin KPW vs konvensi lain: KPW menggunakan NegBin(r,β)(r, \beta) dengan a=β/(1+β)a = \beta/(1+\beta), b=(r1)β/(1+β)b = (r-1)\beta/(1+\beta), dan p0=(1+β)rp_0 = (1+\beta)^{-r}. Beberapa sumber menggunakan parameterisasi (r,p)(r, p) dengan p=1/(1+β)p = 1/(1+\beta) — ini mengubah nilai aa dan bb. Selalu verifikasi konvensi mana yang digunakan soal.
  • Parameter Binomial KPW: a=q/(1q)a = -q/(1-q), b=(n+1)q/(1q)b = (n+1)q/(1-q). Perhatikan aa negatif untuk Binomial — ini sering mengejutkan kandidat. Verifikasi: a+b=nq/(1q)q/(1q)=(n1)q/(1q)=p1/p0a + b = nq/(1-q) - q/(1-q) = (n-1)q/(1-q) = p_1/p_0 ✓ menggunakan p1=nq(1q)n1p_1 = n q (1-q)^{n-1} dan p0=(1q)np_0 = (1-q)^n.
Kesalahan Konseptual
  1. Relasi rekursif ZT dimulai dari k=2k=2, bukan k=1k=1: Untuk ZT, relasi pkT/pk1T=a+b/kp_k^T / p_{k-1}^T = a + b/k hanya valid untuk k2k \geq 2. Menggunakannya untuk k=1k=1 (dengan p0T=0p_0^T = 0 sebagai anchor) menghasilkan p1T=0p_1^T = 0 — salah fatal.
  2. Zero-inflated ≠ zero-modified: Zero-inflated adalah kasus khusus zero-modified di mana p0M>p0(a,b,0)p_0^M > p_0^{(a,b,0)}. Zero-modified juga mencakup zero-deflated (p0M<p0p_0^M < p_0). Jangan gunakan keduanya sebagai sinonim.
  3. (a,b,0)(a,b,0) adalah subkelas (a,b,1)(a,b,1): Distribusi (a,b,0)(a,b,0) memenuhi relasi rekursif untuk semua k1k \geq 1, termasuk k=1k=1. Kelas (a,b,1)(a,b,1) hanya menuntut k2k \geq 2, sehingga (a,b,0)(a,b,1)(a,b,0) \subset (a,b,1).
  4. Momen ZM tidak diperoleh dengan membagi E[N]E[N] oleh (1p0M)(1-p_0^M): Rumus E[NM]=(1p0M)E[N]/(1p0)E[N^M] = (1-p_0^M) E[N] / (1-p_0), bukan E[N]/(1p0M)E[N]/(1-p_0^M). Confusion ini sangat umum.
Kesalahan Interpretasi Soal
  • “Distribusi zero-truncated Poisson(2)(2) — ini adalah distribusi ZT dengan distribusi dasar Poisson. Bukan Poisson(2)(2) yang dipotong pada nilai tertentu (seperti pemotongan dari atas). ZT hanya menghapus titik k=0k = 0.
  • “Tentukan apakah distribusi termasuk (a,b,0)(a,b,0) atau (a,b,1)(a,b,1) — jika p0>0p_0 > 0 dan relasi berlaku untuk semua k1k \geq 1: termasuk (a,b,0)(a,b,0). Jika p0=0p_0 = 0 atau relasi hanya berlaku untuk k2k \geq 2: termasuk (a,b,1)(a,b,1) namun tidak (a,b,0)(a,b,0).
  • “Klasifikasikan distribusi berdasarkan rasio pk/pk1p_k/p_{k-1} — hitung rasio untuk beberapa nilai kk, lalu cari aa dan bb dari sistem persamaan a+b/k1=r1a + b/k_1 = r_1 dan a+b/k2=r2a + b/k_2 = r_2. Identifikasi distribusi dari nilai aa yang diperoleh.
Red Flags
  • Soal menyebut “zero-truncated” → ingat: p0T=0p_0^T = 0; jangan gunakan relasi rekursif untuk k=1k=1; hitung p1T=p1/(1p0)p_1^T = p_1/(1-p_0) secara langsung
  • Soal menyebut “zero-modified” dengan p0Mp_0^M diberikan → hitung faktor skala c=(1p0M)/(1p0)c = (1-p_0^M)/(1-p_0) dulu, baru kalikan semua pkp_k asli dengan cc
  • Soal memberikan tabel pkp_k dan meminta mengidentifikasi distribusi → hitung dua rasio pk/pk1p_k/p_{k-1} untuk dua nilai kk berbeda, selesaikan sistem 2×22\times 2 untuk aa dan bb, lalu cocokan dengan tabel klasifikasi
  • Soal menyebut “Panjer recursive formula” untuk model agregat → ini adalah aplikasi (a,b,0)(a,b,0) di Topik 4; lihat 4.5 Panjer Recursive Formula
  • Nilai a>0a > 0, a=0a = 0, atau a<0a < 0langsung identifikasi: a>0a > 0 = NegBin, a=0a = 0 = Poisson, a<0a < 0 = Binomial

Section 8 — Ringkasan Eksekutif

Must-Remember
  1. Relasi rekursif kelas (a,b,0)(a,b,0):
pkpk1=a+bk,k=1,2,3,\frac{p_k}{p_{k-1}} = a + \frac{b}{k}, \quad k = 1, 2, 3, \ldots
  1. Tabel klasifikasi (a,b,0)(a,b,0) — tiga distribusi utama:
a=0Poisson(λ=b)a = 0 \Rightarrow \text{Poisson}(\lambda = b) a<0Binomial(n,q):  a=q1q,  b=(n+1)q1qa < 0 \Rightarrow \text{Binomial}(n, q): \; a = \frac{-q}{1-q}, \; b = \frac{(n+1)q}{1-q} a>0NegBin(r,β):  a=β1+β,  b=(r1)β1+βa > 0 \Rightarrow \text{NegBin}(r, \beta): \; a = \frac{\beta}{1+\beta}, \; b = \frac{(r-1)\beta}{1+\beta}
  1. Zero-truncated dari (a,b,0)(a,b,0):
pkT=pk1p0,k1;E[NT]=E[N]1p0p_k^T = \frac{p_k}{1 - p_0}, \quad k \geq 1; \qquad E[N^T] = \frac{E[N]}{1-p_0}
  1. Zero-modified dari ZT:
pkM=1p0M1p0pk,k1;E[NM]=(1p0M)E[N]1p0p_k^M = \frac{1-p_0^M}{1-p_0}\, p_k, \quad k \geq 1; \qquad E[N^M] = \frac{(1-p_0^M)\, E[N]}{1-p_0}
  1. Relasi kelas (a,b,1)(a,b,1): Berlaku untuk k2k \geq 2 — ZT dan ZM keduanya termasuk (a,b,1)(a,b,1).

Kapan Digunakan

  • Soal memberikan distribusi frekuensi dan meminta mengidentifikasi kelas (a,b,0)(a,b,0) → hitung rasio pk/pk1p_k/p_{k-1}, cocokan dengan a+b/ka + b/k
  • Soal meminta membangun distribusi dari relasi rekursif → tentukan p0p_0, aa, bb, lalu rekursi
  • Soal menyebut “zero-truncated” atau “kondisional pada N>0N > 0” → gunakan formula ZT
  • Soal menyebut “zero-modified”, “zero-inflated”, atau “zero-deflated” → gunakan formula ZM dengan p0Mp_0^M yang diberikan
  • Soal menyebut formula Panjer (Topik 4) → relasi (a,b,0)(a,b,0) adalah basis dari Formula Rekursif Panjer; lihat 4.5 Panjer Recursive Formula

Kapan TIDAK Boleh Digunakan

  • Distribusi frekuensi yang tidak memiliki support {0,1,2,}\{0, 1, 2, \ldots\} tidak dapat langsung diklasifikasikan ke (a,b,0)(a,b,0) tanpa transformasi
  • Untuk distribusi campuran (mixed frequency) seperti Poisson-ETNB: tidak semua distribusi campuran termasuk (a,b,0)(a,b,0); lihat 2.4 Mixed Frequency Distributions
  • Jangan gunakan relasi rekursif ZT untuk k=1k=1 — ini satu-satunya pengecualian yang tidak berlaku dalam (a,b,1)(a,b,1)

Quick Decision Tree

graph TD
    A["Distribusi frekuensi klaim N diberikan"] -->|"Hitung ratio p_k/p_(k-1)"| B["Apakah ratio = a + b/k untuk semua k >= 1?"]
    B -->|"Ya"| C["Termasuk kelas (a,b,0)"]
    B -->|"Hanya untuk k >= 2"| D["Termasuk kelas (a,b,1) saja<br>(ZT atau ZM)"]
    C -->|"a = 0"| E["Poisson: lambda = b"]
    C -->|"a < 0"| F["Binomial: n dan q dari a dan b"]
    C -->|"a > 0"| G["NegBin: r dan beta dari a dan b"]
    C -->|"Perlu ZT"| H["p_k^T = p_k / (1 - p_0)<br>Hati: p_1^T tidak dari rekursi!"]
    H -->|"Perlu ZM"| I["p_k^M = (1-p_0^M)/(1-p_0) * p_k<br>E[N^M] = (1-p_0^M)*E[N]/(1-p_0)"]
    I -->|"p_0^M > p_0"| J["Zero-inflated: E[N^M] < E[N]"]
    I -->|"p_0^M < p_0"| K["Zero-deflated: E[N^M] > E[N]"]

Follow-up Options
  1. “Berikan contoh soal mengidentifikasi distribusi dari tabel pkp_k yang diberikan menggunakan relasi (a,b,0)(a,b,0)
  2. “Jelaskan hubungan 2.2 (a,b,0) and (a,b,1) Distribution Classes dengan 4.5 Panjer Recursive Formula
  3. “Buat flashcard 1-halaman: tabel parameter (a,b)(a,b) tiga distribusi dan rumus ZT/ZM”

📖 Ref: Klugman, Panjer & Willmot (2019) Loss Models 5th ed., Bab 6 | 🗓️ 2026-04-16 | #TA2 #ab0 #ab1 #Panjer #ModelFrekuensiKlaim