AktuNotes
← Kembali
TA2 · Materi 3.1

Coverage Modifications on Severity and Frequency

Calculation-Intensive Bobot: 5–10% Klugman, Panjer & Willmot (2019), Loss Models 5th ed., Bab 8
TA2CoverageModificationDeductiblePolicyLimitCoinsuranceSeverityFrequency

📊 3.1 — Coverage Modifications on Severity and Frequency

Ringkasan Cepat

Topik: Coverage Modifications on Severity and Frequency | Bobot: ~5–10% | Difficulty: Calculation-Intensive Ref: Klugman et al. (2019), Loss Models 5th ed., Bab 8 | Prereq: 1.4 Tail Characteristics, 2.2 (a,b,0) and (a,b,1) Distribution Classes

Section 0 — Pemetaan Topik

Topik TA2Sub-topik IDSkill DiujiBobotDifficultyPrerequisiteConnected TopicsReferensi
Besar Klaim & Frekuensi dengan Modifikasi Coverage3.1Menentukan distribusi besar klaim dan frekuensi klaim yang termodifikasi akibat deductible, policy limit, dan koasuransi; menghitung mean dan momen variabel yang termodifikasi5–10%Calculation-Intensive1.4 Tail Characteristics, 2.2 (a,b,0) and (a,b,1) Distribution Classes3.2 Loss Elimination Ratio and Inflation, 4.3 Mean Variance and Stop-Loss, 4.6 Coverage Modifications on Aggregate ModelsKlugman et al. (2019) Bab 8

Section 1 — Intuisi

Ketika seseorang membeli asuransi kendaraan bermotor di Indonesia, polis yang mereka dapatkan jarang sekali memberikan penggantian penuh atas seluruh kerugian tanpa syarat. Hampir selalu ada deductible — misalnya pemegang polis menanggung sendiri kerugian hingga lima juta rupiah pertama. Ada policy limit — perusahaan asuransi hanya mengganti maksimal seratus juta rupiah, berapapun kerugian sesungguhnya. Dan ada koasuransi — pemegang polis berbagi persentase tertentu dari kerugian bersama perusahaan. Semua ketentuan ini disebut coverage modifications, dan mereka mengubah secara fundamental apa yang sebenarnya dibayarkan oleh penanggung.

Dari perspektif aktuaria, coverage modifications menciptakan dua perspektif analisis yang berbeda. Perspektif “ground-up loss” (XX) melihat besarnya kerugian aktual yang terjadi — ini adalah loss yang sesungguhnya dialami pemegang polis sebelum filter polis berlaku. Perspektif “payment variable” melihat apa yang benar-benar dibayarkan oleh penanggung — besarnya bisa lebih kecil, bisa nol, tapi tidak pernah lebih besar dari kerugian aktual. Perbedaan ini sangat krusial: seorang aktuaris harus mampu bergerak antara kedua perspektif ini dengan mulus, karena data klaim yang tersedia di perusahaan asuransi adalah data pembayaran (payment), bukan data ground-up loss yang sebenarnya.

Yang membuat topik ini calculation-intensive adalah bahwa setiap modifikasi coverage tidak hanya mengubah distribusi besar klaim (severity), tetapi juga mengubah distribusi frekuensi klaim (frequency). Deductible yang tinggi, misalnya, berarti banyak kejadian kerugian kecil yang tidak dilaporkan karena tidak memenuhi ambang deductible — frekuensi klaim yang tercatat menjadi lebih rendah dari frekuensi kejadian kerugian sesungguhnya. Memahami hubungan antara kedua efek ini adalah inti dari topik 3.1.

Section 2 — Definisi Formal

Definisi Matematis — Tiga Jenis Coverage Modification

Misalkan XX adalah ground-up loss dengan CDF FX(x)F_X(x) dan PDF fX(x)f_X(x).

Ordinary Deductible dd: Penanggung membayar max(Xd,0)\max(X - d,\, 0).

Policy Limit uu: Penanggung membayar paling banyak uu.

Coinsurance α\alpha: Penanggung membayar proporsi α(0,1]\alpha \in (0,1] dari loss yang berlaku.

Jika ketiga modifikasi diterapkan sekaligus (dengan limit uu pada loss setelah deductible):

YL=αmin(Xd,u)1X>dY^L = \alpha \cdot \min(X - d,\, u) \cdot \mathbf{1}_{X > d}
SimbolMaknaCatatan
XXGround-up loss (kerugian aktual)X0X \geq 0, distribusi kontinu
ddOrdinary deductibled0d \geq 0; pemegang polis menanggung kerugian d\leq d
uuMaximum covered loss / policy limitLimit pada loss setelah deductible: 0<u0 < u \leq \infty
α\alphaCoinsurance factor0<α10 < \alpha \leq 1; penanggung membayar fraksi α\alpha
YLY^LPer-loss variablePembayaran per kejadian (termasuk kejadian dengan pembayaran nol)
YPY^PPer-payment variablePembayaran per klaim yang dilaporkan (X>dX > d)
e(d)e(d)Mean excess loss functione(d)=E(XdX>d)e(d) = E(X - d \mid X > d)
SX(x)S_X(x)Survival function dari XXSX(x)=1FX(x)S_X(x) = 1 - F_X(x)
NNFrekuensi ground-up (jumlah kejadian kerugian)Mungkin tidak teramati seluruhnya
NN^*Frekuensi klaim yang dilaporkan (X>dX > d)Yang teramati oleh penanggung

Rumus Utama

Per-loss variable (dengan ordinary deductible dd saja):

YL={0XdXdX>dY^L = \begin{cases} 0 & X \leq d \\ X - d & X > d \end{cases}

Label: YLY^L memiliki massa probabilitas di nol sebesar FX(d)F_X(d); distribusi campuran (mixed).

Per-payment variable (excess loss variable):

YP=XdX>dY^P = X - d \mid X > d

Label: YPY^P adalah distribusi bersyarat — hanya mengamati loss yang melebihi deductible.

Hubungan mean YLY^L dan YPY^P:

E(YL)=SX(d)E(YP)=SX(d)e(d)E(Y^L) = S_X(d) \cdot E(Y^P) = S_X(d) \cdot e(d)

Label: E(YL)E(Y^L) adalah limited expected value dikurangi penyesuaian; gunakan E(Xd)=0dSX(x)dxE(X \wedge d) = \int_0^d S_X(x)\,dx.

Ekspresi eksplisit mean per-loss:

E(YL)=E(X)E(Xd)=dSX(x)dxE(Y^L) = E(X) - E(X \wedge d) = \int_d^\infty S_X(x)\,dx

Label: Selisih antara mean ground-up loss dan limited expected value di dd.

Mean per-payment (mean excess loss):

E(YP)=e(d)=E(X)E(Xd)SX(d)=dSX(x)dxSX(d)E(Y^P) = e(d) = \frac{E(X) - E(X \wedge d)}{S_X(d)} = \frac{\int_d^\infty S_X(x)\,dx}{S_X(d)}

Label: Rata-rata klaim yang dibayarkan, diberikan bahwa klaim melebihi deductible.

Limited expected value (LEV):

E(Xu)=0uSX(x)dxE(X \wedge u) = \int_0^u S_X(x)\,dx

Label: Fundamental untuk menghitung mean pembayaran dengan policy limit uu.

Per-payment variable dengan deductible dd dan limit uu (pada loss):

YP=min(Xd,u)X>dY^P = \min(X - d,\, u) \mid X > d E(YP)=E(X(d+u))E(Xd)SX(d)E(Y^P) = \frac{E(X \wedge (d+u)) - E(X \wedge d)}{S_X(d)}

Label: Limit uu pada pembayaran ekuivalen dengan limit d+ud + u pada loss ground-up.

Dengan koasuransi α\alpha:

E(YP)=αE(X(d+u))E(Xd)SX(d)E(Y^P) = \alpha \cdot \frac{E(X \wedge (d+u)) - E(X \wedge d)}{S_X(d)}

Label: Faktor koasuransi α\alpha hanya mengskala pembayaran secara proporsional.

Efek deductible pada frekuensi:

E(N)=E(N)SX(d)=E(N)P(X>d)E(N^*) = E(N) \cdot S_X(d) = E(N) \cdot P(X > d)

Label: Hanya klaim yang melewati deductible yang dilaporkan; frekuensi efektif berkurang.

Variance frekuensi klaim yang dilaporkan (jika NPoisson(λ)N \sim \text{Poisson}(\lambda)):

NPoisson(λSX(d))N^* \sim \text{Poisson}(\lambda \cdot S_X(d))

Label: Poisson thinning — subset dari proses Poisson tetap Poisson dengan rate yang dikurangi.

Variance frekuensi klaim yang dilaporkan (jika NNegBin(r,β)N \sim \text{NegBin}(r, \beta)):

NNegBin ⁣(r,βSX(d))N^* \sim \text{NegBin}\!\left(r,\, \beta \cdot S_X(d)\right)

Label: Negative Binomial juga closed under thinning dengan cara ini.

Asumsi Eksplisit

  1. Ground-up loss XX adalah variabel acak kontinu dengan X>0X > 0.
  2. Deductible bersifat ordinary (pemegang polis menanggung dd penuh, bukan franchise).
  3. Semua kejadian kerugian dengan X>dX > d dilaporkan dan teramati oleh penanggung.
  4. Penanggung dan pemegang polis mengikuti ketentuan polis secara tepat — tidak ada adverse selection post-deductible.
  5. Koasuransi, deductible, dan limit berlaku secara berurutan: pertama deductible, lalu limit, lalu koasuransi (atau sesuai definisi polis).

Section 3 — Jembatan Logika

Dari Definisi ke Rumus

Kunci topik ini adalah memahami dua perspektif yang berbeda: per-loss dan per-payment. Per-loss melihat semua kejadian (termasuk yang tidak dibayar), sedangkan per-payment hanya melihat yang dibayar. Hubungan antara keduanya adalah: E(YL)=E(YP)×P(X>d)E(Y^L) = E(Y^P) \times P(X > d), yang secara intuitif berarti “rata-rata pembayaran per kejadian = rata-rata pembayaran per klaim × probabilitas klaim dilaporkan.” Ini adalah versi aktuarial dari expected value law: E[pembayaran]=E[pembayaranklaim]×P(klaim)E[\text{pembayaran}] = E[\text{pembayaran} \mid \text{klaim}] \times P(\text{klaim}).

Support dan Domain
  • Ground-up loss XX: support (0,)(0, \infty) atau (0,ω)(0, \omega) untuk distribusi bounded.
  • YLY^L: support {0}(0,)\{0\} \cup (0, \infty)mixed distribution dengan point mass di 0.
  • YPY^P: support (0,)(0, \infty) — distribusi murni kontinu (bersyarat X>dX > d), tidak ada massa di 0.
  • Untuk distribusi dengan limit uu: YPY^P memiliki point mass di uu jika P(X>d+u)>0P(X > d + u) > 0.

Derivasi Mean Per-Loss — Step by Step:

Step 1 — Tuliskan YLY^L secara eksplisit:

YL=(Xd)+=max(Xd,0)Y^L = (X - d)_+ = \max(X - d,\, 0)

Step 2 — Hitung E(YL)E(Y^L) via integrasi:

E(YL)=0(xd)+fX(x)dx=d(xd)fX(x)dxE(Y^L) = \int_0^\infty (x-d)_+ f_X(x)\,dx = \int_d^\infty (x-d) f_X(x)\,dx

Step 3 — Ubah variabel: substitusi y=xdy = x - d:

=0yfX(y+d)dy= \int_0^\infty y \cdot f_X(y+d)\,dy

Step 4 — Identitas integral survival function:

E(YL)=dSX(x)dxE(Y^L) = \int_d^\infty S_X(x)\,dx

Justifikasi: Untuk variabel non-negatif ZZ, E(Z)=0P(Z>z)dz=0SZ(z)dzE(Z) = \int_0^\infty P(Z > z)\,dz = \int_0^\infty S_Z(z)\,dz. Terapkan untuk Z=(Xd)+Z = (X-d)_+ dengan S(Xd)+(z)=P(Xd>z)=P(X>d+z)=SX(d+z)S_{(X-d)_+}(z) = P(X - d > z) = P(X > d+z) = S_X(d+z), sehingga:

E(YL)=0SX(d+z)dz=dSX(x)dxE(Y^L) = \int_0^\infty S_X(d+z)\,dz = \int_d^\infty S_X(x)\,dx

Step 5 — Hubungkan dengan Limited Expected Value:

E(Xd)=0dSX(x)dx,E(X)=0SX(x)dxE(X \wedge d) = \int_0^d S_X(x)\,dx, \quad E(X) = \int_0^\infty S_X(x)\,dx

Sehingga:

E(YL)=E(X)E(Xd)E(Y^L) = E(X) - E(X \wedge d)

Derivasi Poisson Thinning — Step by Step:

Step 1 — Setup: NPoisson(λ)N \sim \text{Poisson}(\lambda) adalah jumlah ground-up losses. Setiap loss secara independen melebihi deductible dengan probabilitas p=SX(d)=P(X>d)p = S_X(d) = P(X > d).

Step 2 — PGF NN^*: Jumlah klaim yang dilaporkan NN^* adalah binomial thinning dari NN. PGF dari NN^*:

PN(z)=PN(1p+pz)=eλ(1p+pz1)=eλp(z1)P_{N^*}(z) = P_N(1 - p + pz) = e^{\lambda(1-p+pz - 1)} = e^{\lambda p(z-1)}

Step 3 — Identifikasi: PN(z)=eλp(z1)P_{N^*}(z) = e^{\lambda p(z-1)} adalah PGF Poisson dengan parameter λp=λSX(d)\lambda p = \lambda S_X(d).

Kesimpulan:

NPoisson(λSX(d))N^* \sim \text{Poisson}(\lambda \cdot S_X(d))
Dilarang
  1. Jangan gunakan E(YP)E(Y^P) sebagai mean pembayaran per kejadianE(YP)E(Y^P) adalah mean per klaim yang dilaporkan, bukan per kejadian. Untuk menghitung ekspektasi total pembayaran, gunakan E(YL)=E(YP)×SX(d)E(Y^L) = E(Y^P) \times S_X(d).
  2. Jangan konfusikan limit uu dengan maximum covered loss d+ud + u — Policy limit uu biasanya adalah limit pada pembayaran (setelah deductible), sehingga loss maksimum yang menghasilkan pembayaran penuh adalah d+ud + u, bukan uu.
  3. Jangan asumsikan semua distribusi frekuensi closed under thinning dengan NegBin — Poisson dan NegBin memang closed under thinning, tetapi distribusi lain seperti Binomial dan Geometric memerlukan pengecekan tersendiri menggunakan PGF.

Section 4 — Contoh Soal

Soal A — Fundamental

Soal: Ground-up loss XExponential(θ=1000)X \sim \text{Exponential}(\theta = 1000). Polis memiliki ordinary deductible d=500d = 500. Hitung E(YL)E(Y^L) (mean per-loss) dan E(YP)E(Y^P) (mean per-payment).

Solusi Soal A

Pendekatan: Gunakan memoryless property Exponential untuk e(d)e(d), lalu hubungkan E(YL)E(Y^L) dan E(YP)E(Y^P) via survival function.

1. Identifikasi Variabel

  • XExp(θ=1000)X \sim \text{Exp}(\theta = 1000), sehingga fX(x)=11000ex/1000f_X(x) = \frac{1}{1000}e^{-x/1000}, SX(x)=ex/1000S_X(x) = e^{-x/1000}
  • E(X)=θ=1000E(X) = \theta = 1000
  • d=500d = 500

2. Identifikasi Distribusi / Model Distribusi Exponential memiliki memoryless property: XdX>dExp(θ)X - d \mid X > d \sim \text{Exp}(\theta), sehingga e(d)=θ=1000e(d) = \theta = 1000 untuk semua dd (mean excess loss konstan).

3. Setup Persamaan

E(YL)=E(X)E(Xd)E(Y^L) = E(X) - E(X \wedge d) E(Xd)=0dSX(x)dx=0500ex/1000dxE(X \wedge d) = \int_0^d S_X(x)\,dx = \int_0^{500} e^{-x/1000}\,dx

4. Eksekusi Aljabar

E(X500)=[1000ex/1000]0500=1000e0.5+1000=1000(1e0.5)E(X \wedge 500) = \left[-1000 e^{-x/1000}\right]_0^{500} = -1000e^{-0.5} + 1000 = 1000(1 - e^{-0.5}) =1000(10.60653)=393.47= 1000(1 - 0.60653) = 393.47 E(YL)=1000393.47=606.53E(Y^L) = 1000 - 393.47 = 606.53 SX(500)=e500/1000=e0.5=0.60653S_X(500) = e^{-500/1000} = e^{-0.5} = 0.60653 E(YP)=E(YL)SX(d)=606.530.60653=1000E(Y^P) = \frac{E(Y^L)}{S_X(d)} = \frac{606.53}{0.60653} = 1000

5. Verification E(YP)=1000=θE(Y^P) = 1000 = \theta ✓ — ini memang hasil yang diharapkan dari memoryless property Exponential. E(YL)=606.53<E(X)=1000E(Y^L) = 606.53 < E(X) = 1000 ✓ — masuk akal karena deductible mengurangi mean pembayaran. Relasi E(YL)=SX(d)E(YP)E(Y^L) = S_X(d) \cdot E(Y^P): 0.60653×1000=606.530.60653 \times 1000 = 606.53 ✓.

Hasil: E(YL)=1000(1e0.5)606.53E(Y^L) = 1000(1 - e^{-0.5}) \approx 606.53 dan E(YP)=1000E(Y^P) = 1000.

Exam Tips — Soal A

Target waktu: 3 menit. Common trap: Menjawab E(YP)=E(X)d=500E(Y^P) = E(X) - d = 500 — ini salah; mean excess loss Exponential adalah θ\theta, bukan θd\theta - d. Shortcut: Untuk Exponential, e(d)=θe(d) = \theta selalu — hafal ini.


Soal B — Exam-Typical

Soal: Ground-up loss XPareto(α=3,θ=2000)X \sim \text{Pareto}(\alpha = 3,\, \theta = 2000) dengan E(X)=θ/(α1)=1000E(X) = \theta/(\alpha-1) = 1000. Polis memiliki ordinary deductible d=500d = 500 dan policy limit pada pembayaran u=2000u = 2000. Hitung E(YP)E(Y^P), rata-rata pembayaran per klaim yang dilaporkan.

Solusi Soal B

Pendekatan: Gunakan E(YP)=[E(X(d+u))E(Xd)]/SX(d)E(Y^P) = [E(X \wedge (d+u)) - E(X \wedge d)] / S_X(d). Hitung tiga komponen: E(X2500)E(X \wedge 2500), E(X500)E(X \wedge 500), dan SX(500)S_X(500).

1. Identifikasi Variabel

  • XPareto(α=3,θ=2000)X \sim \text{Pareto}(\alpha = 3, \theta = 2000)
  • FX(x)=1(θθ+x)α=1(20002000+x)3F_X(x) = 1 - \left(\frac{\theta}{\theta + x}\right)^\alpha = 1 - \left(\frac{2000}{2000+x}\right)^3
  • SX(x)=(20002000+x)3S_X(x) = \left(\frac{2000}{2000+x}\right)^3
  • LEV: E(Xc)=θα1[1(θθ+c)α1]=20002[1(20002000+c)2]E(X \wedge c) = \frac{\theta}{\alpha-1}\left[1 - \left(\frac{\theta}{\theta+c}\right)^{\alpha-1}\right] = \frac{2000}{2}\left[1 - \left(\frac{2000}{2000+c}\right)^2\right]
  • d=500d = 500, u=2000u = 2000 (limit pada pembayaran), sehingga maximum covered loss =d+u=2500= d + u = 2500

2. Identifikasi Distribusi / Model Pareto (α,θ)(\alpha, \theta) dengan LEV formula standar. Limit uu pada pembayaran dikonversi ke limit d+ud + u pada loss.

3. Setup Persamaan

E(YP)=E(X2500)E(X500)SX(500)E(Y^P) = \frac{E(X \wedge 2500) - E(X \wedge 500)}{S_X(500)}

4. Eksekusi Aljabar

SX(500)=(20002500)3=(0.8)3=0.512S_X(500) = \left(\frac{2000}{2500}\right)^3 = (0.8)^3 = 0.512 E(X500)=1000[1(20002500)2]=1000[1(0.8)2]=1000(10.64)=360E(X \wedge 500) = 1000\left[1 - \left(\frac{2000}{2500}\right)^2\right] = 1000\left[1 - (0.8)^2\right] = 1000(1 - 0.64) = 360 E(X2500)=1000[1(20004500)2]=1000[1(49)2]=1000[11681]E(X \wedge 2500) = 1000\left[1 - \left(\frac{2000}{4500}\right)^2\right] = 1000\left[1 - \left(\frac{4}{9}\right)^2\right] = 1000\left[1 - \frac{16}{81}\right] =1000×6581=802.47= 1000 \times \frac{65}{81} = 802.47 E(YP)=802.473600.512=442.470.512=864.20E(Y^P) = \frac{802.47 - 360}{0.512} = \frac{442.47}{0.512} = 864.20

5. Verification Cek batas bawah: E(YP)0E(Y^P) \geq 0 ✓. Cek batas atas: E(YP)u=2000E(Y^P) \leq u = 2000 ✓ (864.20 < 2000). Cek logika: tanpa limit (uu \to \infty), E(YP)=e(500)=θ/(α10)E(Y^P) = e(500) = \theta/(\alpha - 1 - 0) \ldots untuk Pareto e(d)=(θ+d)/(α1)=2500/2=1250e(d) = (\theta + d)/(\alpha - 1) = 2500/2 = 1250. Adanya limit u=2000u = 2000 seharusnya menurunkan E(YP)E(Y^P) di bawah 1250. 864.20<1250864.20 < 1250 ✓.

Hasil: E(YP)864.20E(Y^P) \approx 864.20; rata-rata pembayaran per klaim yang dilaporkan adalah sekitar 864.

Exam Tips — Soal B

Target waktu: 5 menit. Common trap: Menggunakan d+ud + u sebagai limit saat menghitung LEV tetapi lupa bahwa uu sudah merujuk ke limit pada pembayaran (sehingga perlu ditambah dd). Selalu klarifikasi: apakah uu adalah limit pada loss atau pada pembayaran. Shortcut: Untuk Pareto, LEV = θα1[1(θθ+c)α1]\frac{\theta}{\alpha-1}\left[1 - \left(\frac{\theta}{\theta+c}\right)^{\alpha-1}\right]; hafalkan formula ini karena Pareto sangat sering muncul di soal coverage modification.


Soal C — Challenging

Soal: Frekuensi ground-up losses NNegBin(r=2,β=3)N \sim \text{NegBin}(r = 2,\, \beta = 3) (sehingga E(N)=rβ=6E(N) = r\beta = 6 dan Var(N)=rβ(1+β)=24\text{Var}(N) = r\beta(1+\beta) = 24). Ground-up loss XExponential(θ=500)X \sim \text{Exponential}(\theta = 500). Polis memiliki ordinary deductible d=200d = 200. Penanggung menerapkan koasuransi α=0.8\alpha = 0.8 pada pembayaran setelah deductible. (a) Tentukan distribusi frekuensi klaim yang dilaporkan NN^*. (b) Hitung E(N)E(N^*) dan Var(N)\text{Var}(N^*). (c) Hitung E(YL)E(Y^L) dan E(YP)E(Y^P) untuk besar klaim individual.

Solusi Soal C

Pendekatan: (a) Gunakan Poisson/NegBin thinning dengan p=SX(d)p = S_X(d). (b) Hitung momen NN^* dari distribusinya. (c) Gunakan formula mean per-loss untuk Exponential dengan modifikasi koasuransi.

1. Identifikasi Variabel

  • NNegBin(r=2,β=3)N \sim \text{NegBin}(r = 2, \beta = 3): E(N)=6E(N) = 6, Var(N)=24\text{Var}(N) = 24
  • XExp(θ=500)X \sim \text{Exp}(\theta = 500): SX(x)=ex/500S_X(x) = e^{-x/500}
  • d=200d = 200, α=0.8\alpha = 0.8, tidak ada policy limit

2. Identifikasi Distribusi / Model NegBin thinning: jika NNegBin(r,β)N \sim \text{NegBin}(r, \beta) dan setiap event dilaporkan dengan prob pp (i.i.d.), maka NNegBin(r,βp)N^* \sim \text{NegBin}(r, \beta \cdot p).

3. Setup Persamaan

p=SX(200)=e200/500=e0.4p = S_X(200) = e^{-200/500} = e^{-0.4} NNegBin(r=2,  β=βp=3e0.4)N^* \sim \text{NegBin}(r = 2,\; \beta^* = \beta \cdot p = 3 e^{-0.4}) E(YL)=α[E(X)E(Xd)]E(Y^L) = \alpha \cdot [E(X) - E(X \wedge d)]

4. Eksekusi Aljabar

(a) Distribusi NN^*:

p=e0.4=0.67032p = e^{-0.4} = 0.67032 β=3×0.67032=2.01097\beta^* = 3 \times 0.67032 = 2.01097 NNegBin(r=2,  β=3e0.42.0110)N^* \sim \text{NegBin}(r = 2,\; \beta^* = 3e^{-0.4} \approx 2.0110)

(b) Momen NN^*:

E(N)=rβ=2×3e0.4=6e0.44.022E(N^*) = r \beta^* = 2 \times 3e^{-0.4} = 6e^{-0.4} \approx 4.022

Verifikasi: E(N)=E(N)p=6×e0.44.022E(N^*) = E(N) \cdot p = 6 \times e^{-0.4} \approx 4.022

Var(N)=rβ(1+β)=2×3e0.4(1+3e0.4)\text{Var}(N^*) = r\beta^*(1 + \beta^*) = 2 \times 3e^{-0.4}(1 + 3e^{-0.4}) =6e0.4(1+3e0.4)=6(0.67032)(1+2.0110)=4.022×3.011=12.107= 6e^{-0.4}(1 + 3e^{-0.4}) = 6(0.67032)(1 + 2.0110) = 4.022 \times 3.011 = 12.107

(c) Besar klaim individual:

E(X200)=500(1e200/500)=500(1e0.4)=500(10.67032)=500(0.32968)=164.84E(X \wedge 200) = 500(1 - e^{-200/500}) = 500(1 - e^{-0.4}) = 500(1 - 0.67032) = 500(0.32968) = 164.84 E(YL)tanpa α=E(X)E(X200)=500164.84=335.16E(Y^L)_{\text{tanpa }\alpha} = E(X) - E(X \wedge 200) = 500 - 164.84 = 335.16

Dengan koasuransi α=0.8\alpha = 0.8:

E(YL)=0.8×335.16=268.13E(Y^L) = 0.8 \times 335.16 = 268.13 E(YP)=E(YL)SX(d)=268.13e0.4=268.130.67032=400E(Y^P) = \frac{E(Y^L)}{S_X(d)} = \frac{268.13}{e^{-0.4}} = \frac{268.13}{0.67032} = 400

Verifikasi: E(YP)=αe(d)=0.8×θ=0.8×500=400E(Y^P) = \alpha \cdot e(d) = 0.8 \times \theta = 0.8 \times 500 = 400 ✓ (memoryless property)

5. Verification E(N)=4.022<E(N)=6E(N^*) = 4.022 < E(N) = 6 ✓ — deductible mengurangi frekuensi efektif. Var(N)=12.107<Var(N)=24\text{Var}(N^*) = 12.107 < \text{Var}(N) = 24 ✓ — variance juga berkurang. E(YP)=400<E(X)=500E(Y^P) = 400 < E(X) = 500 ✓ — koasuransi 80% mengurangi mean pembayaran per klaim.

Hasil: (a) NNegBin(2,3e0.4)N^* \sim \text{NegBin}(2,\, 3e^{-0.4}); (b) E(N)4.022E(N^*) \approx 4.022, Var(N)12.11\text{Var}(N^*) \approx 12.11; (c) E(YL)268.13E(Y^L) \approx 268.13, E(YP)=400E(Y^P) = 400.

Exam Tips — Soal C

Target waktu: 7 menit. Common trap: Mengalikan α\alpha hanya pada E(YP)E(Y^P) lupa bahwa E(YL)=αSX(d)e(d)E(Y^L) = \alpha \cdot S_X(d) \cdot e(d) — koasuransi berlaku pada pembayaran, sehingga skalakan sebelum membagi SX(d)S_X(d). Shortcut: Untuk Exponential, E(YP)=αθE(Y^P) = \alpha \cdot \theta selalu jika tidak ada limit — langsung kalikan α\alpha dengan mean distribusi.

Section 5 — Verifikasi & Sanity Check

Cross-Check 1 — Batas Mean

Selalu verifikasi urutan berikut:

0E(YL)E(YP)E(X)0 \leq E(Y^L) \leq E(Y^P) \leq E(X)
  • E(YL)E(YP)E(Y^L) \leq E(Y^P) karena SX(d)1S_X(d) \leq 1, sehingga E(YL)=SX(d)E(YP)E(YP)E(Y^L) = S_X(d) \cdot E(Y^P) \leq E(Y^P).
  • E(YP)E(X)E(Y^P) \leq E(X) karena deductible memotong ekor bawah distribusi; mean klaim yang dilaporkan tidak melebihi mean kerugian keseluruhan (tanpa limit).
  • Jika ada limit uu: E(YP)uE(Y^P) \leq u — mean pembayaran tidak melebihi limit.
Cross-Check 2 — Konsistensi Frekuensi

Untuk Poisson thinning:

E(N)=E(N)SX(d),Var(N)=Var(N)SX(d)(jika Poisson)E(N^*) = E(N) \cdot S_X(d), \qquad \text{Var}(N^*) = \text{Var}(N) \cdot S_X(d) \quad \text{(jika Poisson)}

Untuk NegBin thinning, Var(N)/E(N)=1+β\text{Var}(N^*) / E(N^*) = 1 + \beta^* harus konsisten. Hitung dispersion index sebelum dan sesudah thinning — keduanya harus >1> 1 untuk NegBin.

Cross-Check 3 — Relasi E(YL)E(Y^L) dan E(YP)E(Y^P) Setelah menghitung kedua nilai, verifikasi:
E(YL)=E(YP)×SX(d)E(Y^L) = E(Y^P) \times S_X(d)

Jika hasil tidak konsisten, cari sumber kesalahan (biasanya salah menghitung SX(d)S_X(d) atau salah batas integrasi).

Metode Alternatif

Untuk distribusi dengan tabel LEV yang tersedia (Exponential, Pareto, Gamma, Lognormal), selalu lebih efisien menggunakan formula:

E(YP)=E(X(d+u))E(Xd)SX(d)E(Y^P) = \frac{E(X \wedge (d+u)) - E(X \wedge d)}{S_X(d)}

daripada menghitung integral langsung. Tabel LEV tersedia di halaman depan sebagian besar buku referensi aktuaria — manfaatkan di ujian yang mengizinkan formula sheet.

Section 6 — Visualisasi Mental

Efek Deductible pada Distribusi Besar Klaim:

Bayangkan kurva PDF dari XX — bentuk lonceng atau eksponensial menurun ke kanan.

  • Deductible dd membuat area di bawah dd “dipotong” dari distribusi pembayaran.
  • YLY^L memiliki titik massa (spike) di x=0x = 0 sebesar FX(d)F_X(d) — probabilitas tidak ada pembayaran.
  • YPY^P adalah “sisa kurva setelah titik dd”, digeser ke kiri sebesar dd dan dinormalisasi oleh SX(d)S_X(d) agar totalnya kembali menjadi 1.
  • Policy limit uu membuat ekor kanan di atas d+ud+u “dilipat” menjadi titik massa di uu — distribusi YPY^P menjadi mixed dengan point mass di uu.

Efek Deductible pada Frekuensi:

Kejadian ground-up (N total):
[●][●][●][●][●][●][●][●][●][●]   ← semua N kejadian

Filter deductible d (hanya X > d yang dilaporkan):
[●][ ][ ][●][ ][●][●][ ][ ][●]   ← N* dilaporkan (p = S_X(d))

N* = subset thinned dari N; rate dikurangi faktor p

Hubungan Visual ↔ Rumus

Elemen VisualKomponen Rumus
Spike di YL=0Y^L = 0FX(d)=P(Xd)F_X(d) = P(X \leq d) = probabilitas tidak ada pembayaran
Area kurva YPY^PSX(d)S_X(d) = normalisasi agar PDF YPY^P valid
Titik potong di dd pada sumbu XDeductible sebagai threshold
Spike di YP=uY^P = uSX(d+u)/SX(d)S_X(d+u) / S_X(d) = probabilitas klaim mencapai limit
Panjang sumbu X yang “aktif”[0,u][0, u] untuk YPY^P jika ada limit
Jumlah titik hitam setelah filterE(N)=E(N)SX(d)E(N^*) = E(N) \cdot S_X(d)

Section 7 — Jebakan Umum

Kesalahan Parametrisasi

Salah: Menggunakan E(YP)=E(X)dE(Y^P) = E(X) - d (menganggap per-payment mean adalah mean dikurangi deductible). Benar: E(YP)=e(d)=[E(X)E(Xd)]/SX(d)E(Y^P) = e(d) = [E(X) - E(X \wedge d)] / S_X(d). Untuk Exponential memang e(d)=θe(d) = \theta, bukan θd\theta - d.

Salah: Menggunakan “policy limit uu” langsung sebagai batas atas integrasi du\int_d^u. Benar: Jika uu adalah limit pada pembayaran, batas atas integrasi pada loss adalah d+ud + u. Jika uu adalah maximum covered loss (limit pada loss), batas atas adalah uu.

Kesalahan Konseptual
  1. Per-loss vs. per-payment: E(YL)E(Y^L) digunakan untuk menghitung ekspektasi total klaim agregat (E(S)=E(N)E(YL)E(S) = E(N) \cdot E(Y^L), bukan E(N)E(YP)E(N^*) \cdot E(Y^P) — keduanya setara tetapi harus konsisten).
  2. Thinning hanya berlaku untuk Poisson dan NegBin secara closed-form: Untuk distribusi lain, gunakan PGF untuk mencari distribusi NN^*.
  3. Koasuransi mengskala pembayaran, bukan loss: Jika α\alpha adalah koasuransi, maka LEV dan SX(d)S_X(d) dihitung atas XX yang tidak terskalakan, kemudian hasilnya dikali α\alpha.
  4. Franchise deductible berbeda dengan ordinary deductible: Franchise: jika X>dX > d, penanggung membayar XX penuh (bukan XdX - d). Ordinary: penanggung membayar XdX - d jika X>dX > d. Soal hampir selalu menggunakan ordinary kecuali disebutkan eksplisit.
Kesalahan Interpretasi Soal
  • “Policy limit of uu — di sebagian buku, ini berarti limit pada pembayaran, sehingga maximum loss = d+ud + u. Di buku lain, “maximum covered loss = uu” berarti batas pada loss, sehingga pembayaran maksimum = udu - d. Selalu periksa konteks.
  • “Coinsurance of α\alpha — pastikan apakah α\alpha adalah fraksi yang ditanggung penanggung atau fraksi yang ditanggung pemegang polis. Konvensi standar: α\alpha = fraksi penanggung.
  • “Reported claims” atau “observed claims” — ini adalah NN^*, bukan NN.
Red Flags — Keyword di Soal
  • “Ordinary deductible dd → gunakan (Xd)+(X - d)_+; ada massa probabilitas di 0 untuk YLY^L
  • “Policy limit uu on payment” → maximum covered loss = d+ud + u; gunakan E(X(d+u))E(X \wedge (d+u)) dalam numerator
  • “Per-loss” vs. “per-payment” → beda perspektif; per-loss pakai E(YL)E(Y^L), per-payment pakai E(YP)E(Y^P)
  • “Coinsurance α\alpha → skalakan hasil akhir dengan α\alpha
  • “Poisson / NegBin dengan deductible” → aplikasikan Poisson/NegBin thinning; p=SX(d)p = S_X(d)

Section 8 — Ringkasan Eksekutif

Must-Remember
  1. Mean per-loss: E(YL)=E(X)E(Xd)=dSX(x)dxE(Y^L) = E(X) - E(X \wedge d) = \int_d^\infty S_X(x)\,dx

  2. Mean per-payment (mean excess loss): E(YP)=e(d)=E(X)E(Xd)SX(d)E(Y^P) = e(d) = \frac{E(X) - E(X \wedge d)}{S_X(d)}

  3. Hubungan per-loss dan per-payment: E(YL)=SX(d)E(YP)E(Y^L) = S_X(d) \cdot E(Y^P)

  4. Dengan policy limit uu pada pembayaran: E(YP)=E(X(d+u))E(Xd)SX(d)E(Y^P) = \frac{E(X \wedge (d+u)) - E(X \wedge d)}{S_X(d)}

  5. Efek deductible pada frekuensi (Poisson thinning): NPoisson(λSX(d))N^* \sim \text{Poisson}(\lambda \cdot S_X(d))

  6. Dengan koasuransi α\alpha: skalakan E(YL)E(Y^L) dan E(YP)E(Y^P) dengan α\alpha; distribusi frekuensi tidak berubah.

  7. LEV Exponential: E(Xc)=θ(1ec/θ)E(X \wedge c) = \theta(1 - e^{-c/\theta}); e(d)=θe(d) = \theta (konstan).

  8. LEV Pareto (α,θ)(\alpha, \theta): E(Xc)=θα1 ⁣[1(θθ+c)α1]E(X \wedge c) = \frac{\theta}{\alpha-1}\!\left[1 - \left(\frac{\theta}{\theta+c}\right)^{\alpha-1}\right].

Kapan Digunakan

  • Soal menyebutkan deductible, policy limit, atau koasuransi pada polis asuransi.
  • Diminta menghitung pembayaran rata-rata per kejadian (per-loss) atau per klaim yang dilaporkan (per-payment).
  • Diminta menghitung distribusi atau momen frekuensi klaim yang teramati oleh penanggung.
  • Soal menyebutkan “excess loss variable”, “left-censored and shifted”, atau “per-payment variable”.

Kapan TIDAK Boleh Digunakan

Quick Decision Tree

graph TD
    A["Soal melibatkan coverage modification?"] --> B{"Jenis modifikasi?"}
    B -->|"Hanya deductible d"| C{"Per-loss atau per-payment?"}
    B -->|"Deductible + Limit u"| D["Hitung E(X^(d+u)) - E(X^d)<br>bagi dengan S_X(d)"]
    B -->|"Tambah koasuransi alpha"| E["Skalakan hasil dengan alpha"]
    C -->|"Per-loss Y^L"| F["E(Y^L) = E(X) - E(X^d)<br>= integral_d^inf S_X(x) dx"]
    C -->|"Per-payment Y^P"| G["E(Y^P) = E(Y^L) / S_X(d)<br>= mean excess loss e(d)"]
    D --> E
    F --> H{"Ada pertanyaan frekuensi?"}
    G --> H
    H -->|"Ya, distribusi Poisson"| I["N* ~ Poisson(lambda * S_X(d))"]
    H -->|"Ya, distribusi NegBin"| J["N* ~ NegBin(r, beta * S_X(d))"]
    H -->|"Tidak"| K["Selesai — cek sanity bounds"]

Follow-up Options
  1. “Berikan contoh soal dengan franchise deductible dan bandingkan hasilnya dengan ordinary deductible”
  2. “Jelaskan hubungan 3.1 Coverage Modifications on Severity and Frequency dengan 3.2 Loss Elimination Ratio and Inflation — bagaimana LER terhubung dengan E(YL)E(Y^L)?”
  3. “Buat flashcard 1-halaman untuk rumus LEV Exponential, Pareto, dan Gamma”
  4. “Generate notes 4.6 Coverage Modifications on Aggregate Models sebagai kelanjutan topik ini”

📖 Ref: Klugman, Panjer & Willmot (2019), Loss Models 5th ed., Bab 8 | 🗓️ 2026-04-17 | #TA2 #CoverageModification #Deductible #Severity #Frequency