AktuNotes
← Kembali
TA2 · Materi 4.4

Aggregate Distribution Approximation

Calculation-Intensive Bobot: 10–15% Klugman, Panjer & Willmot (2019), Loss Models 5th ed., Bab 9; Tse (2009) Bab 3
TA2AgregatModelNormalApproximationLognormalApproximationSkewnessMomenMatching

📊 4.4 — Aggregate Distribution Approximation

Ringkasan Cepat

Topik: Aggregate Distribution Approximation | Bobot: ~10–15% | Difficulty: Calculation-Intensive Ref: Klugman et al. (2019), Loss Models 5th ed., Bab 9; Tse (2009) Bab 3 | Prereq: 4.2 Compound Distributions, 4.3 Mean Variance and Stop-Loss

Section 0 — Pemetaan Topik

Topik TA2Sub-topik IDSkill DiujiBobotDifficultyPrerequisiteConnected TopicsReferensi
Model Agregat4.4Memperkirakan distribusi agregat SS menggunakan pendekatan Normal dan Lognormal; menghitung probabilitas, persentil, dan stop-loss premium menggunakan aproksimasi; membandingkan kualitas dua pendekatan10–15%Calculation-Intensive4.2 Compound Distributions, 4.3 Mean Variance and Stop-Loss4.3 Mean Variance and Stop-Loss, 4.5 Panjer Recursive Formula, 4.6 Coverage Modifications on Aggregate ModelsKlugman et al. (2019) Bab 9; Tse (2009) Bab 3

Section 1 — Intuisi

Seorang kepala aktuaris di perusahaan asuransi umum Indonesia perlu menjawab pertanyaan yang sangat konkret menjelang akhir tahun: “Berapa probabilitas total klaim tahun ini melebihi cadangan yang sudah kami siapkan?” atau “Di angka berapa total klaim agar kami hanya punya 5% peluang terlampaui?” Secara teoritis, distribusi agregat SS bisa dihitung tepat menggunakan konvolusi atau formula rekursif Panjer — tetapi untuk portofolio besar dengan ratusan ribu polis, komputasi eksak bisa sangat mahal atau bahkan tidak praktis. Di sinilah pendekatan distribusi Normal dan Lognormal berperan: keduanya memberikan jawaban yang cukup akurat dengan hanya membutuhkan beberapa momen dari SS.

Pendekatan Normal bekerja berdasarkan Central Limit Theorem (CLT): saat jumlah klaim sangat banyak, distribusi total SS cenderung mendekati Normal. Cukup cocokkan mean dan variance SS ke parameter Normal, lalu gunakan tabel zz-standar biasa. Masalahnya, distribusi agregat hampir selalu positively skewed — ekor kanannya lebih panjang dari yang diprediksi Normal — sehingga pendekatan Normal cenderung meremehkan probabilitas di ekor kanan yang justru paling kritis bagi manajemen risiko.

Pendekatan Lognormal mengatasi kelemahan ini. Karena Lognormal selalu positif dan positively skewed, ia jauh lebih cocok untuk meniru bentuk distribusi agregat klaim yang sesungguhnya. Kita cocokkan mean dan variance SS ke parameter Lognormal (μ,σ2)(\mu, \sigma^2) menggunakan method of moments, lalu semua probabilitas dan persentil dihitung via transformasi logaritmik ke distribusi Normal standar. Dalam praktik aktuaria, Lognormal umumnya memberikan aproksimasi yang lebih konservatif dan lebih baik di ekor kanan — inilah yang dibutuhkan untuk penetapan cadangan dan pricing yang prudent.

Section 2 — Definisi Formal

Definisi Matematis — Dua Pendekatan Aproksimasi

Diberikan aggregate loss SS dengan mean μS=E(S)\mu_S = E(S) dan variance σS2=Var(S)\sigma_S^2 = \text{Var}(S) yang diketahui.

Aproksimasi Normal: SN(μS,σS2)S \approx N(\mu_S,\, \sigma_S^2)

Aproksimasi Lognormal: SLognormal(μ,σ2)S \approx \text{Lognormal}(\mu,\, \sigma^2) di mana parameter μ\mu dan σ2\sigma^2 ditentukan dengan mencocokkan dua momen pertama dari SS.

SimbolMaknaCatatan
SSAggregate loss yang diaproksimasikanVariabel acak kontinu non-negatif
μS\mu_SE(S)=E(N)E(X)E(S) = E(N)\,E(X)Mean agregat dari 4.3 Mean Variance and Stop-Loss
σS2\sigma_S^2Var(S)\text{Var}(S)Variance agregat; untuk Poisson: λE(X2)\lambda E(X^2)
σS\sigma_SVar(S)\sqrt{\text{Var}(S)}Standar deviasi agregat
μ\muParameter lokasi Lognormalμ=ln(μS)12σ2\mu = \ln(\mu_S) - \tfrac{1}{2}\sigma^2; bukan mean dari SS
σ2\sigma^2Parameter skala Lognormalσ2=ln ⁣(1+σS2μS2)\sigma^2 = \ln\!\left(1 + \tfrac{\sigma_S^2}{\mu_S^2}\right)
Φ()\Phi(\cdot)CDF distribusi Normal standarDari tabel zz
zpz_pPersentil ke-pp dari Normal standarΦ(zp)=p\Phi(z_p) = p
CV\text{CV}Coefficient of variation dari SSCV=σS/μS\text{CV} = \sigma_S / \mu_S
γS\gamma_SKoefisien skewness dari SSγS=E[(SμS)3]/σS3\gamma_S = E[(S-\mu_S)^3]/\sigma_S^3; positif untuk klaim

Rumus Utama

Parameter Lognormal dari momen SS (method of moments):

σ2=ln ⁣(1+σS2μS2)=ln ⁣(1+CV2)\sigma^2 = \ln\!\left(1 + \frac{\sigma_S^2}{\mu_S^2}\right) = \ln\!\left(1 + \text{CV}^2\right) μ=ln(μS)σ22\mu = \ln(\mu_S) - \frac{\sigma^2}{2}

Label: Dua persamaan ini adalah jantung aproksimasi Lognormal — selalu hitung σ2\sigma^2 dulu, baru μ\mu.

CDF aproksimasi Normal:

P(Sx)Φ ⁣(xμSσS)P(S \leq x) \approx \Phi\!\left(\frac{x - \mu_S}{\sigma_S}\right)

Label: Standarisasi langsung ke zz-score; gunakan tabel Normal standar.

CDF aproksimasi Lognormal:

P(Sx)Φ ⁣(lnxμσ)P(S \leq x) \approx \Phi\!\left(\frac{\ln x - \mu}{\sigma}\right)

Label: Transformasi logaritmik ke Normal standar; valid hanya untuk x>0x > 0.

Persentil ke-pp — aproksimasi Normal:

xpμS+zpσSx_p \approx \mu_S + z_p \cdot \sigma_S

Label: Persentil diperoleh langsung dari zpz_p tabel Normal standar.

Persentil ke-pp — aproksimasi Lognormal:

xpeμ+zpσx_p \approx e^{\mu + z_p \cdot \sigma}

Label: Back-transform dari Normal standar; hasilnya selalu positif.

Stop-Loss premium — aproksimasi Normal:

E[(Sd)+]σSϕ(zd)(dμS)[1Φ(zd)]E[(S - d)_+] \approx \sigma_S \cdot \phi(z_d) - (d - \mu_S)\cdot[1 - \Phi(z_d)]

di mana zd=(dμS)/σSz_d = (d - \mu_S)/\sigma_S dan ϕ()\phi(\cdot) adalah PDF Normal standar.

Label: Digunakan untuk menghitung harga asuransi stop-loss dengan deductible dd atas distribusi agregat.

Stop-Loss premium — aproksimasi Lognormal:

E[(Sd)+]μSΦ ⁣(μ+σ2lndσ)dΦ ⁣(μlndσ)E[(S - d)_+] \approx \mu_S \cdot \Phi\!\left(\frac{\mu + \sigma^2 - \ln d}{\sigma}\right) - d \cdot \Phi\!\left(\frac{\mu - \ln d}{\sigma}\right)

Label: Formula lengkap untuk stop-loss premium di bawah model Lognormal; dua suku masing-masing dari momen pertama Lognormal yang dipotong.

Asumsi Eksplisit

  1. μS=E(S)\mu_S = E(S) dan σS2=Var(S)\sigma_S^2 = \text{Var}(S) telah dihitung secara eksak dari model frekuensi dan severity (via rumus dari 4.2 Compound Distributions dan 4.3 Mean Variance and Stop-Loss).
  2. Normal: Distribusi SS cukup simetris dan frekuensi klaim cukup besar agar CLT berlaku secara memadai.
  3. Lognormal: S>0S > 0 hampir pasti; distribusi SS positively skewed dan lebih cocok dengan bentuk Lognormal.
  4. Hanya dua momen pertama (μS\mu_S dan σS2\sigma_S^2) yang digunakan untuk fitting — momen ketiga (skewness) tidak dicocokkan secara eksplisit.
  5. Aproksimasi memberikan nilai perkiraan, bukan nilai eksak — selalu ada aproksimasi error, terutama di ekor distribusi.

Section 3 — Jembatan Logika

Dari Definisi ke Rumus

Kunci dari kedua aproksimasi adalah method of moments — cocokkan parameter distribusi aproksimasi dengan momen yang sudah kita ketahui dari SS. Untuk Normal, parameternya adalah (μS,σS2)(\mu_S, \sigma_S^2) secara langsung. Untuk Lognormal, jika SLognormal(μ,σ2)S \sim \text{Lognormal}(\mu, \sigma^2), maka E(S)=eμ+σ2/2E(S) = e^{\mu + \sigma^2/2} dan Var(S)=e2μ+σ2(eσ21)\text{Var}(S) = e^{2\mu + \sigma^2}(e^{\sigma^2} - 1). Kita selesaikan sistem dua persamaan ini untuk mendapatkan μ\mu dan σ2\sigma^2 dalam bentuk μS\mu_S dan σS2\sigma_S^2.

Support dan Domain
  • Normal: Support (,)(-\infty, \infty) — secara teknis bisa negatif! Untuk SS dengan P(S<0)=0P(S < 0) = 0, aproksimasi Normal valid hanya jika μSσS\mu_S \gg \sigma_S (yaitu CV1\text{CV} \ll 1). Jika CV\text{CV} besar, probabilitas massa di negatif menjadi signifikan dan aproksimasi rusak.
  • Lognormal: Support (0,)(0, \infty) — selalu positif, konsisten dengan nature SS. Valid untuk semua CV tetapi lebih baik saat distribusi mempunyai ekor kanan yang panjang.
  • zd=(dμS)/σSz_d = (d - \mu_S)/\sigma_S: perhatikan bahwa zdz_d bisa negatif jika d<μSd < \mu_S (deductible di bawah mean), dan ini valid secara matematis.

Derivasi Parameter Lognormal — Step by Step:

Misalkan SLognormal(μ,σ2)S \sim \text{Lognormal}(\mu, \sigma^2), sehingga lnSN(μ,σ2)\ln S \sim N(\mu, \sigma^2).

Step 1 — Tulis momen Lognormal:

E(S)=eμ+σ2/2=μSE(S) = e^{\mu + \sigma^2/2} = \mu_S E(S2)=e2μ+2σ2E(S^2) = e^{2\mu + 2\sigma^2} Var(S)=E(S2)[E(S)]2=e2μ+2σ2e2μ+σ2=e2μ+σ2 ⁣(eσ21)=σS2\text{Var}(S) = E(S^2) - [E(S)]^2 = e^{2\mu + 2\sigma^2} - e^{2\mu + \sigma^2} = e^{2\mu + \sigma^2}\!\left(e^{\sigma^2} - 1\right) = \sigma_S^2

Step 2 — Bentuk rasio Var(S)/[E(S)]2\text{Var}(S)/[E(S)]^2:

σS2μS2=e2μ+σ2(eσ21)e2μ+σ2=eσ21\frac{\sigma_S^2}{\mu_S^2} = \frac{e^{2\mu + \sigma^2}(e^{\sigma^2} - 1)}{e^{2\mu + \sigma^2}} = e^{\sigma^2} - 1

Step 3 — Selesaikan untuk σ2\sigma^2:

eσ2=1+σS2μS2=1+CV2e^{\sigma^2} = 1 + \frac{\sigma_S^2}{\mu_S^2} = 1 + \text{CV}^2 σ2=ln ⁣(1+CV2)\sigma^2 = \ln\!\left(1 + \text{CV}^2\right)

Step 4 — Selesaikan untuk μ\mu dari persamaan mean:

eμ+σ2/2=μS    μ+σ22=ln(μS)    μ=ln(μS)σ22e^{\mu + \sigma^2/2} = \mu_S \implies \mu + \frac{\sigma^2}{2} = \ln(\mu_S) \implies \mu = \ln(\mu_S) - \frac{\sigma^2}{2}

Derivasi Persentil Lognormal — Step by Step:

Ingin mencari xpx_p sehingga P(Sxp)=pP(S \leq x_p) = p.

Step 1: P(Sxp)=P(lnSlnxp)=P ⁣(lnSμσlnxpμσ)=Φ ⁣(lnxpμσ)=pP(S \leq x_p) = P(\ln S \leq \ln x_p) = P\!\left(\frac{\ln S - \mu}{\sigma} \leq \frac{\ln x_p - \mu}{\sigma}\right) = \Phi\!\left(\frac{\ln x_p - \mu}{\sigma}\right) = p

Step 2: lnxpμσ=zp\frac{\ln x_p - \mu}{\sigma} = z_p (persentil Normal standar)

Step 3: lnxp=μ+zpσ    xp=eμ+zpσ\ln x_p = \mu + z_p \sigma \implies x_p = e^{\mu + z_p \sigma}

Dilarang
  1. Jangan hitung μ\mu sebelum σ2\sigma^2 — urutan wajib: σ2\sigma^2 dulu dari formula ln(1+CV2)\ln(1 + \text{CV}^2), baru μ=ln(μS)σ2/2\mu = \ln(\mu_S) - \sigma^2/2. Membalik urutan menghasilkan jawaban yang tidak konsisten.
  2. Jangan gunakan μ\mu Lognormal sebagai mean dari SSμ\mu adalah mean dari lnS\ln S, bukan mean dari SS itu sendiri. Mean SS adalah eμ+σ2/2=μSe^{\mu + \sigma^2/2} = \mu_S.
  3. Jangan gunakan aproksimasi Normal untuk menghitung probabilitas di ekor kanan yang jauh — Normal sangat underestimate P(S>x)P(S > x) untuk xx jauh di atas mean ketika SS skewed. Untuk pertanyaan tentang ekor kanan (nilai risiko tinggi, stop-loss di atas mean), Lognormal hampir selalu lebih tepat.

Section 4 — Contoh Soal

Soal A — Fundamental

Soal: Aggregate loss SS memiliki E(S)=10,000E(S) = 10{,}000 dan Var(S)=4,000,000\text{Var}(S) = 4{,}000{,}000 (sehingga σS=2,000\sigma_S = 2{,}000). (a) Hitung P(S>12,000)P(S > 12{,}000) menggunakan aproksimasi Normal. (b) Tentukan persentil ke-95 dari SS menggunakan aproksimasi Normal.

Solusi Soal A

Pendekatan: Standarisasi langsung ke zz-score menggunakan μS\mu_S dan σS\sigma_S, lalu baca tabel Normal standar.

1. Identifikasi Variabel

  • μS=E(S)=10,000\mu_S = E(S) = 10{,}000
  • σS2=Var(S)=4,000,000\sigma_S^2 = \text{Var}(S) = 4{,}000{,}000, sehingga σS=2,000\sigma_S = 2{,}000
  • Aproksimasi: SN(10000,20002)S \approx N(10000, 2000^2)

2. Identifikasi Distribusi / Model Aproksimasi Normal langsung — transformasi ke zz-score standar, gunakan Φ()\Phi(\cdot) dari tabel.

3. Setup Persamaan

P(S>12000)=P ⁣(Z>12000100002000)=P(Z>1.00)=1Φ(1.00)P(S > 12000) = P\!\left(Z > \frac{12000 - 10000}{2000}\right) = P(Z > 1.00) = 1 - \Phi(1.00) x0.95=μS+z0.95σS=10000+1.645×2000x_{0.95} = \mu_S + z_{0.95} \cdot \sigma_S = 10000 + 1.645 \times 2000

4. Eksekusi Aljabar

(a)

z=12000100002000=1.00z = \frac{12000 - 10000}{2000} = 1.00 P(S>12000)1Φ(1.00)=10.8413=0.1587P(S > 12000) \approx 1 - \Phi(1.00) = 1 - 0.8413 = 0.1587

(b)

x0.95=10000+1.645×2000=10000+3290=13,290x_{0.95} = 10000 + 1.645 \times 2000 = 10000 + 3290 = 13{,}290

5. Verification P(S>12000)=15.87%P(S > 12000) = 15.87\%: angka berada di atas mean, sehingga probabilitasnya harus antara 0 dan 50% — 15.87%15.87\% ✓. Persentil ke-95 = 13,290: harus lebih besar dari mean (10,000) ✓ dan sekitar 1.645σS1.645\sigma_S di atas mean ✓.

Hasil: (a) P(S>12,000)15.87%P(S > 12{,}000) \approx 15.87\%; (b) x0.9513,290x_{0.95} \approx 13{,}290.

Exam Tips — Soal A

Target waktu: 3 menit. Common trap: Lupa bahwa P(S>x)=1Φ(z)P(S > x) = 1 - \Phi(z), bukan Φ(z)\Phi(z) langsung. Shortcut: Persentil Normal selalu berbentuk μS+zpσS\mu_S + z_p \sigma_S — hafalkan z0.90=1.282z_{0.90} = 1.282, z0.95=1.645z_{0.95} = 1.645, z0.975=1.960z_{0.975} = 1.960, z0.99=2.326z_{0.99} = 2.326.


Soal B — Exam-Typical

Soal: Aggregate loss SS memiliki E(S)=5,000E(S) = 5{,}000 dan Var(S)=1,000,000\text{Var}(S) = 1{,}000{,}000 (sehingga σS=1,000\sigma_S = 1{,}000, CV=0.2\text{CV} = 0.2). (a) Tentukan parameter Lognormal (μ,σ2)(\mu, \sigma^2) yang sesuai. (b) Hitung P(S>6,500)P(S > 6{,}500) menggunakan aproksimasi Lognormal. (c) Bandingkan dengan hasil aproksimasi Normal.

Solusi Soal B

Pendekatan: Hitung σ2\sigma^2 dan μ\mu dari method of moments, lalu standarisasi ln(6500)\ln(6500) ke zz-score Lognormal. Bandingkan kedua zz-score.

1. Identifikasi Variabel

  • μS=5,000\mu_S = 5{,}000, σS=1,000\sigma_S = 1{,}000
  • CV=1000/5000=0.2\text{CV} = 1000/5000 = 0.2, CV2=0.04\text{CV}^2 = 0.04

2. Identifikasi Distribusi / Model Method of moments Lognormal: dua persamaan untuk σ2\sigma^2 dan μ\mu. Kemudian standarisasi via ln()\ln(\cdot).

3. Setup Persamaan

σ2=ln(1+CV2)=ln(1.04)\sigma^2 = \ln(1 + \text{CV}^2) = \ln(1.04) μ=ln(μS)σ22=ln(5000)σ22\mu = \ln(\mu_S) - \frac{\sigma^2}{2} = \ln(5000) - \frac{\sigma^2}{2} P(S>6500)1Φ ⁣(ln(6500)μσ)P(S > 6500) \approx 1 - \Phi\!\left(\frac{\ln(6500) - \mu}{\sigma}\right)

4. Eksekusi Aljabar

(a) Parameter Lognormal:

σ2=ln(1.04)=0.039221\sigma^2 = \ln(1.04) = 0.039221 σ=0.039221=0.19804\sigma = \sqrt{0.039221} = 0.19804 μ=ln(5000)0.0392212=8.517190.019611=8.49758\mu = \ln(5000) - \frac{0.039221}{2} = 8.51719 - 0.019611 = 8.49758

(b) Probabilitas Lognormal:

ln(6500)=8.77952\ln(6500) = 8.77952 z=8.779528.497580.19804=0.281940.19804=1.4236z = \frac{8.77952 - 8.49758}{0.19804} = \frac{0.28194}{0.19804} = 1.4236 P(S>6500)1Φ(1.4236)10.9227=0.0773P(S > 6500) \approx 1 - \Phi(1.4236) \approx 1 - 0.9227 = 0.0773

(c) Perbandingan dengan Normal:

zNormal=650050001000=1.500z_\text{Normal} = \frac{6500 - 5000}{1000} = 1.500 PNormal(S>6500)1Φ(1.500)=10.9332=0.0668P_\text{Normal}(S > 6500) \approx 1 - \Phi(1.500) = 1 - 0.9332 = 0.0668

Lognormal: 7.73%7.73\% vs. Normal: 6.68%6.68\% — Lognormal memberikan probabilitas ekor yang lebih besar (lebih konservatif).

5. Verification σ2=0.0392\sigma^2 = 0.0392: kecil karena CV = 0.2 kecil — Lognormal mendekati Normal saat CV kecil ✓. Selisih kedua hasil (7.73%7.73\% vs 6.68%6.68\%) relatif kecil karena CV rendah; saat CV besar perbedaan akan jauh lebih dramatis ✓. Lognormal selalu memberikan ekor kanan yang lebih tebal dari Normal ✓.

Hasil: (a) σ2=0.03922\sigma^2 = 0.03922, μ=8.4976\mu = 8.4976; (b) PLN(S>6500)7.73%P_\text{LN}(S > 6500) \approx 7.73\%; (c) PNormal6.68%P_\text{Normal} \approx 6.68\% — Lognormal lebih konservatif.

Exam Tips — Soal B

Target waktu: 5 menit. Common trap: Menggunakan ln(μS)\ln(\mu_S) sebagai μ\mu Lognormal tanpa mengurangi σ2/2\sigma^2/2 — ini salah. Harus: μ=ln(μS)σ2/2\mu = \ln(\mu_S) - \sigma^2/2. Shortcut: Untuk CV kecil (<0.3< 0.3), σ2CV2\sigma^2 \approx \text{CV}^2 (Taylor expansion ln(1+x)x\ln(1+x) \approx x) — ini mempercepat kalkulasi mental.


Soal C — Challenging

Soal: NPoisson(λ=100)N \sim \text{Poisson}(\lambda = 100). Besar klaim XLognormal(μX=6,σX2=1)X \sim \text{Lognormal}(\mu_X = 6, \sigma_X^2 = 1), sehingga E(X)=e6.5=665.14E(X) = e^{6.5} = 665.14 dan E(X2)=e14=1,202,604E(X^2) = e^{14} = 1{,}202{,}604. (a) Hitung E(S)E(S) dan Var(S)\text{Var}(S). (b) Tentukan parameter (μ,σ2)(\mu, \sigma^2) Lognormal untuk mengaproksimasikan SS. (c) Tentukan nilai deductible agregat dd sedemikian sehingga P(S>d)=5%P(S > d) = 5\% menggunakan aproksimasi Lognormal. (d) Hitung stop-loss premium E[(Sd)+]E[(S-d)_+] menggunakan aproksimasi Normal.

Solusi Soal C

Pendekatan: (a) Gunakan momen compound Poisson. (b) Method of moments Lognormal. (c) Persentil ke-95 Lognormal. (d) Formula stop-loss Normal.

1. Identifikasi Variabel

  • λ=100\lambda = 100, E(X)=e6.5665.14E(X) = e^{6.5} \approx 665.14, E(X2)=e141,202,604E(X^2) = e^{14} \approx 1{,}202{,}604
  • Var(X)=E(X2)[E(X)]2=1,202,604665.142=1,202,604442,411=760,193\text{Var}(X) = E(X^2) - [E(X)]^2 = 1{,}202{,}604 - 665.14^2 = 1{,}202{,}604 - 442{,}411 = 760{,}193

2. Identifikasi Distribusi / Model Compound Poisson: Var(S)=λE(X2)\text{Var}(S) = \lambda E(X^2). Lognormal approximation via method of moments. Persentil ke-95 dari Lognormal. Stop-loss Normal dengan zdz_d dan ϕ(zd)\phi(z_d).

3. Setup Persamaan

E(S)=λE(X),Var(S)=λE(X2)E(S) = \lambda \cdot E(X), \quad \text{Var}(S) = \lambda \cdot E(X^2) σ2=ln ⁣(1+Var(S)[E(S)]2),μ=ln(E(S))σ22\sigma^2 = \ln\!\left(1 + \frac{\text{Var}(S)}{[E(S)]^2}\right), \quad \mu = \ln(E(S)) - \frac{\sigma^2}{2} d=eμ+1.645σd = e^{\mu + 1.645\,\sigma} E[(Sd)+]=σSϕ(zd)(dμS)[1Φ(zd)]E[(S-d)_+] = \sigma_S \phi(z_d) - (d - \mu_S)[1 - \Phi(z_d)]

4. Eksekusi Aljabar

(a) Momen SS:

E(S)=100×665.14=66,514E(S) = 100 \times 665.14 = 66{,}514 Var(S)=100×1,202,604=120,260,400\text{Var}(S) = 100 \times 1{,}202{,}604 = 120{,}260{,}400 σS=120,260,400=10,966.3\sigma_S = \sqrt{120{,}260{,}400} = 10{,}966.3 CV=10,966.366,514=0.16486\text{CV} = \frac{10{,}966.3}{66{,}514} = 0.16486

(b) Parameter Lognormal:

σ2=ln(1+0.164862)=ln(1.027179)=0.026814\sigma^2 = \ln(1 + 0.16486^2) = \ln(1.027179) = 0.026814 σ=0.026814=0.16375\sigma = \sqrt{0.026814} = 0.16375 μ=ln(66,514)0.0268142=11.10530.013407=11.0919\mu = \ln(66{,}514) - \frac{0.026814}{2} = 11.1053 - 0.013407 = 11.0919

(c) Persentil ke-95 (deductible dd dengan P(S>d)=5%P(S>d)=5\%):

d=eμ+z0.95σ=e11.0919+1.645×0.16375d = e^{\mu + z_{0.95} \cdot \sigma} = e^{11.0919 + 1.645 \times 0.16375} =e11.0919+0.26937=e11.3613= e^{11.0919 + 0.26937} = e^{11.3613} =85,630(sekitar)= 85{,}630 \quad \text{(sekitar)}

(d) Stop-Loss premium via Normal:

zd=85,63066,51410,966.3=19,11610,966.3=1.7432z_d = \frac{85{,}630 - 66{,}514}{10{,}966.3} = \frac{19{,}116}{10{,}966.3} = 1.7432 ϕ(1.7432)0.0863(PDF Normal standar)\phi(1.7432) \approx 0.0863 \quad (\text{PDF Normal standar}) 1Φ(1.7432)0.04061 - \Phi(1.7432) \approx 0.0406 E[(S85,630)+]10,966.3×0.0863(85,63066,514)×0.0406E[(S - 85{,}630)_+] \approx 10{,}966.3 \times 0.0863 - (85{,}630 - 66{,}514) \times 0.0406 =946.4776.3=170.1= 946.4 - 776.3 = 170.1

5. Verification CV = 16.5%: kecil karena λ=100\lambda = 100 (banyak klaim), CLT bekerja dengan baik ✓. d=85,630>E(S)=66,514d = 85{,}630 > E(S) = 66{,}514 ✓ (persentil ke-95 harus di atas mean). E[(Sd)+]=170E(S)=66,514E[(S-d)_+] = 170 \ll E(S) = 66{,}514 ✓ — stop-loss premium kecil relatif terhadap mean karena deductible jauh di atas mean. Cross-check: E[(Sd)+]=E(S)d+dP(Sd)+E[(S-d)_+] = E(S) - d + d \cdot P(S \leq d) + \ldots — pastikan positif ✓.

Hasil: (a) E(S)=66,514E(S) = 66{,}514, Var(S)=120,260,400\text{Var}(S) = 120{,}260{,}400; (b) μ=11.092\mu = 11.092, σ2=0.02681\sigma^2 = 0.02681; (c) d85,630d \approx 85{,}630; (d) E[(Sd)+]170E[(S-d)_+] \approx 170.

Exam Tips — Soal C

Target waktu: 10 menit (soal multi-bagian). Common trap: (1) Menggunakan Var(X)\text{Var}(X) bukan E(X2)E(X^2) dalam formula compound Poisson variance — ingat Var(S)=λE(X2)\text{Var}(S) = \lambda E(X^2), bukan λVar(X)\lambda \text{Var}(X). (2) Salah menghitung ϕ(zd)\phi(z_d) — ini adalah PDF, bukan CDF. Shortcut: Dalam soal multi-bagian seperti ini, selesaikan (a) dulu dan simpan E(S)E(S), σS\sigma_S, CV — semua bagian berikutnya bergantung pada tiga angka ini.

Section 5 — Verifikasi & Sanity Check

Cross-Check 1 — Konsistensi Parameter Lognormal

Setelah mendapatkan μ\mu dan σ2\sigma^2, verifikasi bahwa momen kembali ke μS\mu_S dan σS2\sigma_S^2:

eμ+σ2/2=μSdane2μ+σ2(eσ21)=σS2e^{\mu + \sigma^2/2} = \mu_S \quad \text{dan} \quad e^{2\mu + \sigma^2}(e^{\sigma^2} - 1) = \sigma_S^2

Jika tidak konsisten, cari kesalahan di langkah σ2\sigma^2 atau μ\mu.

Cross-Check 2 — Perbandingan Normal vs. Lognormal

Untuk probabilitas ekor kanan P(S>x)P(S > x) dengan x>μSx > \mu_S, selalu berlaku:

PLognormal(S>x)PNormal(S>x)P_\text{Lognormal}(S > x) \geq P_\text{Normal}(S > x)

Lognormal memberikan ekor kanan yang lebih tebal. Jika hasil Anda menunjukkan Normal memberikan probabilitas lebih besar untuk ekor kanan, ada kesalahan.

Cross-Check 3 — Batas Stop-Loss Premium

Stop-loss premium E[(Sd)+]E[(S-d)_+] harus memenuhi:

0E[(Sd)+]max(E(S)d,0)0 \leq E[(S-d)_+] \leq \max(E(S) - d, 0)

Jika d>E(S)d > E(S): E[(Sd)+]<E(S)d+(kecil)E[(S-d)_+] < E(S) - d + (\text{kecil}) — premium harus kecil.

Jika d=0d = 0: E[(Sd)+]=E(S)E[(S-d)_+] = E(S) — premium sama dengan mean total.

Metode Alternatif

Shifted Gamma Approximation (NP — Normal Power): Metode ketiga yang kadang muncul adalah aproksimasi Gamma yang digeser, menggunakan tiga momen (μS\mu_S, σS2\sigma_S^2, dan skewness γS\gamma_S). Lebih akurat dari Normal dan Lognormal untuk kasus di mana skewness SS tersedia secara analitik. Tidak dalam silabus utama TA2 tetapi perlu diketahui sebagai konteks.

Translasi Normal: Sc+N(μc,σc2)S \approx c + N(\mu_c, \sigma_c^2) dengan cc dipilih agar skewness cocok — alternatif lain yang mengatasi kelemahan Normal di ekor.

Section 6 — Visualisasi Mental

Perbandingan Tiga Kurva PDF pada sumbu yang sama (μS=10,000\mu_S = 10{,}000, σS=2,000\sigma_S = 2{,}000):

  • Distribusi SS sesungguhnya (eksakta, tidak diketahui): positively skewed, ekor kanan panjang, puncak di sekitar mode <μS< \mu_S.
  • Aproksimasi Normal N(μS,σS2)N(\mu_S, \sigma_S^2): Lonceng simetris berpusat di μS=10,000\mu_S = 10{,}000. Underestimate ekor kanan, overestimate ekor kiri.
  • Aproksimasi Lognormal: Puncak di bawah μS\mu_S (di mode =eμσ2= e^{\mu - \sigma^2}), ekor kanan lebih panjang dari Normal, asimetris — lebih mirip distribusi klaim sesungguhnya.

Ilustrasi selisih di ekor kanan:

Probabilitas P(S > x):

                  x = mu_S + 2*sigma_S

Normal:    ........|██ |←── 2.28%
Lognormal: ........|████|←── lebih besar (mis. 3.5%)
Eksakta:   ........|█████|←── nilai sejati (di antara atau lebih)

Semakin jauh xx dari μS\mu_S, semakin besar selisih antara Normal dan Lognormal.

Efek CV terhadap pilihan metode:

  • CV kecil (<0.2< 0.2): Kedua metode hampir ekuivalen; Normal lebih mudah.
  • CV sedang (0.20.20.50.5): Lognormal mulai lebih baik di ekor kanan.
  • CV besar (>0.5> 0.5): Normal sangat tidak akurat; Lognormal jauh lebih baik; pertimbangkan juga metode Gamma.

Hubungan Visual ↔ Rumus

Elemen VisualKomponen Rumus
Pusat kurva (mean)E(S)=μSE(S) = \mu_S — sama untuk keduanya (method of moments)
Lebar kurvaσS=Var(S)\sigma_S = \sqrt{\text{Var}(S)} — dikocokkan ke kedua metode
Asimetri / skewnessHanya Lognormal yang menangkap ini secara implisit via σ2\sigma^2
Luas di bawah ekor kanan (>x> x)1Φ(z)1 - \Phi(z) untuk Normal; 1Φ(zLN)1 - \Phi(z_\text{LN}) untuk Lognormal
Persentil (tinggi di sumbu-x)μS+zpσS\mu_S + z_p \sigma_S (Normal) vs. eμ+zpσe^{\mu + z_p \sigma} (Lognormal)

Section 7 — Jebakan Umum

Kesalahan Parametrisasi

Salah: Menggunakan μ=ln(μS)\mu = \ln(\mu_S) sebagai parameter Lognormal tanpa mengurangi σ2/2\sigma^2/2. Benar: μ=ln(μS)σ2/2\mu = \ln(\mu_S) - \sigma^2/2. Jika lupa σ2/2-\sigma^2/2, maka eμE(S)/eσ2/2e^\mu \neq E(S)/e^{\sigma^2/2} dan mean tidak cocok.

Salah: Menghitung σ2=σS2/μS2\sigma^2 = \sigma_S^2 / \mu_S^2 (tanpa ln\ln). Benar: σ2=ln(1+σS2/μS2)=ln(1+CV2)\sigma^2 = \ln(1 + \sigma_S^2/\mu_S^2) = \ln(1 + \text{CV}^2). Untuk CV kecil perbedaannya kecil, tapi untuk CV besar kesalahan ini fatal.

Kesalahan Konseptual
  1. Mengklaim Normal lebih baik karena lebih sederhana: Kesederhanaan bukan kriteria akurasi. Untuk ekor kanan, Lognormal hampir selalu lebih akurat dan lebih konservatif — penting untuk cadangan asuransi.
  2. Lupa bahwa μ\mu Lognormal adalah mean dari lnS\ln S, bukan mean dari SS: E(S)=eμ+σ2/2eμE(S) = e^{\mu + \sigma^2/2} \neq e^\mu.
  3. Menggunakan ϕ(z)\phi(z) sebagai CDF: ϕ(z)\phi(z) adalah PDF Normal standar (digunakan di rumus stop-loss), bukan CDF. CDF adalah Φ(z)\Phi(z).
  4. Mengasumsikan aproksimasi Lognormal selalu underestimate: Lognormal overestimate ekor kanan dibanding Normal, tetapi apakah ia over- atau under-estimate dibanding distribusi eksakta tergantung distribusi sesungguhnya.
Kesalahan Interpretasi Soal
  • “Find the 95th percentile of SS → ini adalah xpx_p dengan P(Sxp)=0.95P(S \leq x_p) = 0.95, bukan P(Sxp)=0.05P(S \leq x_p) = 0.05.
  • “Find dd such that P(S>d)=5%P(S > d) = 5\% → ini adalah persentil ke-95, yaitu P(Sd)=0.95P(S \leq d) = 0.95.
  • “Stop-loss premium with deductible dd → ini adalah E[(Sd)+]E[(S-d)_+], bukan P(S>d)P(S > d).
  • Soal meminta parameter ”μ\mu dan σ2\sigma^2 dari distribusi Lognormal” → ini adalah μ\mu dan σ2\sigma^2 dari lnSN(μ,σ2)\ln S \sim N(\mu, \sigma^2), bukan mean dan variance dari SS.
Red Flags — Keyword di Soal
  • “Normal approximation” → langsung gunakan zz-score dari μS\mu_S dan σS\sigma_S; tidak perlu hitung μ\mu dan σ2\sigma^2 Lognormal
  • “Lognormal approximation”wajib hitung σ2=ln(1+CV2)\sigma^2 = \ln(1+\text{CV}^2) dan μ=ln(μS)σ2/2\mu = \ln(\mu_S) - \sigma^2/2 dulu sebelum bisa menjawab apapun
  • “95th percentile / VaR at 95%” → persentil, bukan probabilitas; gunakan z0.95=1.645z_{0.95} = 1.645
  • “Stop-loss premium at dd → gunakan formula E[(Sd)+]E[(S-d)_+] khusus; berbeda dari P(S>d)P(S > d)
  • “Compare Normal and Lognormal” → hitung keduanya, lalu nyatakan Lognormal lebih konservatif di ekor kanan

Section 8 — Ringkasan Eksekutif

Must-Remember
  1. Parameter Lognormal (urutan wajib: σ2\sigma^2 dulu, lalu μ\mu): σ2=ln ⁣(1+σS2μS2),μ=ln(μS)σ22\sigma^2 = \ln\!\left(1 + \frac{\sigma_S^2}{\mu_S^2}\right), \qquad \mu = \ln(\mu_S) - \frac{\sigma^2}{2}

  2. CDF Normal: P(Sx)Φ ⁣(xμSσS)P(S \leq x) \approx \Phi\!\left(\frac{x - \mu_S}{\sigma_S}\right)

  3. CDF Lognormal: P(Sx)Φ ⁣(lnxμσ)P(S \leq x) \approx \Phi\!\left(\frac{\ln x - \mu}{\sigma}\right)

  4. Persentil Lognormal: xp=eμ+zpσx_p = e^{\mu + z_p \sigma}

  5. Stop-Loss premium Normal: E[(Sd)+]σSϕ(zd)(dμS)[1Φ(zd)],zd=dμSσSE[(S-d)_+] \approx \sigma_S \phi(z_d) - (d - \mu_S)[1-\Phi(z_d)], \quad z_d = \frac{d - \mu_S}{\sigma_S}

  6. Aturan perbandingan: Untuk x>μSx > \mu_S, selalu PLN(S>x)PNormal(S>x)P_\text{LN}(S > x) \geq P_\text{Normal}(S > x) — Lognormal lebih konservatif di ekor kanan.

Kapan Digunakan

  • Soal meminta probabilitas, persentil, atau stop-loss premium dari distribusi agregat SS tanpa menghitung distribusi eksak.
  • Soal secara eksplisit menyebutkan “Normal approximation” atau “Lognormal approximation”.
  • E(S)E(S) dan Var(S)\text{Var}(S) sudah diketahui atau dapat dihitung dari parameter frekuensi dan severity.
  • Portofolio besar di mana distribusi eksak terlalu mahal dihitung.

Kapan TIDAK Boleh Digunakan

  • Jika soal meminta distribusi eksak dari SS untuk severity diskrit — gunakan 4.5 Panjer Recursive Formula.
  • Jika CV\text{CV} sangat besar (misal >1> 1) dan E(S)E(S) sangat kecil — aproksimasi Normal bisa memberikan massa negatif yang signifikan; pertimbangkan Gamma atau metode rekursif.
  • Jika soal meminta momen ketiga atau skewness dari SS — itu membutuhkan E(X3)E(X^3) dan formula tersendiri, bukan dari aproksimasi Normal/Lognormal.

Quick Decision Tree

graph TD
    A["Soal meminta P, persentil, atau stop-loss dari S?"] --> B{"Distribusi eksak diminta<br>atau aproksimasi cukup?"}
    B -->|"Eksakta / severity diskrit"| C["Panjer Recursive Formula<br>lihat topik 4.5"]
    B -->|"Aproksimasi cukup"| D{"Metode yang diminta?"}
    D -->|"Normal approximation"| E["Standarisasi:<br>z = (x - mu_S) / sigma_S<br>P(S <= x) = Phi(z)"]
    D -->|"Lognormal approximation"| F["Step 1: sigma^2 = ln(1 + CV^2)<br>Step 2: mu = ln(mu_S) - sigma^2/2<br>Step 3: z = (ln(x) - mu) / sigma"]
    D -->|"Tidak disebutkan / pilih sendiri"| G{"CV besar atau ekor kanan penting?"}
    G -->|"Ya"| F
    G -->|"Tidak / CV kecil"| E
    E --> H["Persentil: x_p = mu_S + z_p * sigma_S<br>Stop-loss: formula phi dan Phi"]
    F --> I["Persentil: x_p = exp(mu + z_p * sigma)<br>Stop-loss: formula Lognormal"]
    H --> J["Cek: LN selalu lebih konservatif di ekor kanan"]
    I --> J

Follow-up Options
  1. “Berikan contoh soal membandingkan Normal vs. Lognormal untuk kasus CV besar (misal CV = 0.8)”
  2. “Jelaskan hubungan 4.4 Aggregate Distribution Approximation dengan 4.3 Mean Variance and Stop-Loss — bagaimana stop-loss premium eksak vs. aproksimasi Normal?”
  3. “Buat flashcard satu halaman: parameter Lognormal, persentil, stop-loss Normal”
  4. “Generate notes 4.5 Panjer Recursive Formula sebagai metode alternatif distribusi eksak”

📖 Ref: Klugman, Panjer & Willmot (2019), Loss Models 5th ed., Bab 9; Tse (2009) Bab 3 | 🗓️ 2026-04-17 | #TA2 #AgregatModel #NormalApproximation #LognormalApproximation