PAI · AAMAI · 2026
Aktuaria
Indonesia
CF2 · Materi 1.3

Metode Enumerasi

2026-02-21 Medium Bobot: 15–25% Hogg-Tanis-Zimmerman (2015) Bab 1.3; Miller et al. (2014) Bab 2.4–2.6
CF2ProbabilitasStatistikaEnumerasiPermutasiKombinasiPrinsipPerkalianPrinsipPenjumlahanFaktorialKoefisienBinomial

📊 1.3 — Metode Enumerasi

Ringkasan Cepat

Topik: Metode Enumerasi | Bobot: ~15–25% | Difficulty: Medium Ref: Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 1.3; Miller et al. (2014) Bab 2.4–2.6 | Prereq: 1.1 Eksperimen Acak dan Ruang Sampel, 1.2 Aksioma dan Perhitungan Probabilitas

Section 0 — Pemetaan Topik

Topik CF2Sub-topik IDSkill DiujiBobotDifficultyPrerequisiteConnected TopicsReferensi
Topik 1: Dasar-Dasar Probabilitas1.3Menerapkan prinsip perkalian dan penjumlahan untuk menghitung Ω\|\Omega\| dan n(A)n(A); membedakan pengambilan dengan dan tanpa pengembalian; membedakan urutan penting vs tidak penting; menghitung permutasi P(n,k)P(n,k) dan kombinasi (nk)\binom{n}{k}; menerapkan koefisien multinomial; menghitung probabilitas dari model equally likely menggunakan P(A)=n(A)/NP(A) = n(A)/N15–25%Medium1.1 Eksperimen Acak dan Ruang Sampel, 1.2 Aksioma dan Perhitungan Probabilitas1.4 Probabilitas Bersyarat, 1.5 Kejadian Independen, 2.5 Distribusi Diskrit Umum (Binomial, Hipergeometrik)Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 1.3; Miller et al. (2014) Bab 2.4–2.6

Section 1 — Intuisi

Misalkan sebuah perusahaan asuransi ingin mengetahui berapa besar kemungkinan bahwa dari 5 nasabah yang dipilih secara acak dari daftar 100 orang, tepat 2 di antaranya pernah mengajukan klaim. Untuk menjawab pertanyaan ini menggunakan rumus P(A)=n(A)/NP(A) = n(A)/N dari 1.2 Aksioma dan Perhitungan Probabilitas, kita perlu menghitung dua angka: NN = berapa cara memilih 5 orang dari 100, dan n(A)n(A) = berapa cara memilih tepat 2 klaimer dari antara mereka. Kedua angka ini bisa sangat besar — ratusan juta — sehingga mendaftarnya satu per satu tidak praktis. Metode enumerasi adalah kumpulan teknik matematika yang memungkinkan kita menghitung NN dan n(A)n(A) secara sistematis dan efisien tanpa harus mendaftar setiap kemungkinan secara eksplisit.

Kunci dari seluruh metode enumerasi adalah dua prinsip dasar yang terdengar sederhana namun sangat powerful. Prinsip perkalian: jika suatu proses terdiri dari beberapa tahap yang independen, jumlah total cara melakukannya adalah hasil kali jumlah cara di setiap tahap. Memilih baju (5 pilihan) lalu memilih celana (3 pilihan) menghasilkan 5×3=155 \times 3 = 15 kombinasi pakaian — kita tidak perlu mendaftar semuanya. Prinsip penjumlahan: jika suatu tujuan bisa dicapai melalui beberapa cara yang saling eksklusif, jumlah total caranya adalah jumlah dari masing-masing. Kedua prinsip ini adalah “aksioma” dari kombinatorika, seperti halnya aksioma Kolmogorov adalah fondasi probabilitas.

Yang membuat metode enumerasi menarik sekaligus menantang adalah keharusan mengidentifikasi dengan tepat dua dimensi penting sebelum memilih formula: apakah urutan objek yang dipilih penting atau tidak? dan apakah objek yang sudah dipilih boleh dipilih lagi (dengan pengembalian) atau tidak? Salah mengidentifikasi kedua dimensi ini adalah sumber kesalahan paling umum di soal CF2. Memilih anggota tim (urutan tidak penting, tanpa pengembalian) membutuhkan formula berbeda dari menyusun kode PIN (urutan penting, tanpa pengembalian) atau melempar dadu beberapa kali (urutan penting, dengan pengembalian).

Section 2 — Definisi Formal

Definisi Matematis

Prinsip Perkalian: Jika suatu eksperimen terdiri dari kk tahap yang independen, di mana tahap ke-ii memiliki nin_i cara yang mungkin (i=1,2,,ki = 1, 2, \ldots, k), maka jumlah total cara melakukan seluruh eksperimen adalah:

n1×n2××nk=i=1knin_1 \times n_2 \times \cdots \times n_k = \prod_{i=1}^{k} n_i

Prinsip Penjumlahan: Jika suatu tujuan dapat dicapai dengan cara A1A_1 atau A2A_2 atau \ldots atau AkA_k, di mana cara-cara tersebut saling eksklusif (tidak bisa dilakukan bersamaan), maka jumlah total cara mencapai tujuan tersebut adalah:

n(A1)+n(A2)++n(Ak)=i=1kn(Ai)n(A_1) + n(A_2) + \cdots + n(A_k) = \sum_{i=1}^{k} n(A_i)

Permutasi kk objek dari nn objek berbeda (urutan penting, tanpa pengembalian):

P(n,k)=n!(nk)!,0knP(n, k) = \frac{n!}{(n-k)!}, \quad 0 \leq k \leq n

Kombinasi kk objek dari nn objek berbeda (urutan tidak penting, tanpa pengembalian):

(nk)=n!k!(nk)!,0kn\binom{n}{k} = \frac{n!}{k!\,(n-k)!}, \quad 0 \leq k \leq n

Variabel & Parameter

SimbolMaknaCatatan
nnJumlah total objek yang tersedianZ+n \in \mathbb{Z}^+
kkJumlah objek yang dipilih atau disusun0kn0 \leq k \leq n
n!n!Faktorial: n!=n×(n1)××2×1n! = n \times (n-1) \times \cdots \times 2 \times 10!=10! = 1 per konvensi
P(n,k)P(n, k)Permutasi: susunan kk dari nn, urutan pentingP(n,k)=n!/(nk)!P(n,k) = n!/(n-k)!
(nk)\binom{n}{k}Kombinasi (nn pilih kk): urutan tidak penting(nk)=n!/[k!(nk)!]\binom{n}{k} = n!/[k!(n-k)!]
(nk1,k2,,kr)\binom{n}{k_1, k_2, \ldots, k_r}Koefisien multinomialn=k1+k2++krn = k_1 + k_2 + \cdots + k_r
NNTotal titik sampel: Ω\|\Omega\|Denominator dalam P(A)=n(A)/NP(A) = n(A)/N
n(A)n(A)Jumlah titik sampel di kejadian AANumerator dalam P(A)=n(A)/NP(A) = n(A)/N

Rumus Utama

n!=n×(n1)×(n2)××2×1,0!=1n! = n \times (n-1) \times (n-2) \times \cdots \times 2 \times 1, \quad 0! = 1

Label: Faktorial — jumlah cara menyusun nn objek berbeda dalam satu baris; landasan semua formula permutasi dan kombinasi.

P(n,k)=n!(nk)!=n(n1)(n2)(nk+1)P(n, k) = \frac{n!}{(n-k)!} = n(n-1)(n-2)\cdots(n-k+1)

Label: Permutasi — memilih kk dari nn objek di mana urutan penting dan tanpa pengembalian; ada kk faktor berurutan mulai dari nn.

(nk)=n!k!(nk)!=P(n,k)k!\binom{n}{k} = \frac{n!}{k!\,(n-k)!} = \frac{P(n,k)}{k!}

Label: Kombinasi (Koefisien Binomial) — memilih kk dari nn objek di mana urutan tidak penting dan tanpa pengembalian; membagi P(n,k)P(n,k) dengan k!k! untuk menghilangkan duplikasi urutan.

(nk)=(nnk)\binom{n}{k} = \binom{n}{n-k}

Label: Simetri Kombinasi — memilih kk objek yang masuk ekivalen dengan memilih nkn-k objek yang tidak masuk.

(nk1,k2,,kr)=n!k1!k2!kr!,i=1rki=n\binom{n}{k_1, k_2, \ldots, k_r} = \frac{n!}{k_1!\, k_2!\, \cdots\, k_r!}, \quad \sum_{i=1}^r k_i = n

Label: Koefisien Multinomial — jumlah cara membagi nn objek berbeda ke dalam rr kelompok berukuran k1,k2,,krk_1, k_2, \ldots, k_r; generalisasi koefisien binomial untuk r>2r > 2 kelompok.

Pengambilan k dari n dengan pengembalian, urutan penting:nk\text{Pengambilan } k \text{ dari } n \textbf{ dengan pengembalian, urutan penting}: \quad n^k

Label: Sampling Dengan Pengembalian Berurutan — setiap dari kk pengambilan independen memiliki nn pilihan; prinsip perkalian langsung.

(n+k1k)\binom{n+k-1}{k}

Label: Sampling Dengan Pengembalian, Urutan Tidak Penting — jumlah cara memilih kk objek dari nn jenis dengan pengembalian di mana urutan tidak penting (multiset coefficient). [ADVANCED — jarang diuji langsung di CF2]

Asumsi Eksplisit

  • Formula permutasi dan kombinasi standar mengasumsikan semua objek berbeda satu sama lain (distinguishable). Jika ada objek yang identik, formula harus dimodifikasi (koefisien multinomial).
  • “Tanpa pengembalian” berarti objek yang sudah dipilih tidak bisa dipilih lagi; “dengan pengembalian” berarti bisa.
  • Model equally likely (P(A)=n(A)/NP(A) = n(A)/N) diasumsikan berlaku kecuali dinyatakan sebaliknya — semua cara pengambilan memiliki probabilitas yang sama.
  • Koefisien multinomial mengasumsikan k1+k2++kr=nk_1 + k_2 + \cdots + k_r = n tepat (partisi sempurna dari nn objek).

Section 3 — Jembatan Logika

Dari Definisi ke Rumus

Hubungan antara permutasi dan kombinasi sangat elegan: (nk)=P(n,k)/k!\binom{n}{k} = P(n,k) / k!. Mengapa dibagi k!k!? Karena ketika urutan tidak penting, setiap kumpulan kk objek yang sama dihitung k!k! kali dalam P(n,k)P(n,k) (satu kali untuk setiap susunan berbeda dari kk objek tersebut). Membagi dengan k!k! menghilangkan duplikasi ini. Analogi sederhana: memilih tim beranggotakan 3 orang dari 10 kandidat berbeda dengan memilih siapa yang menjadi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara — dalam kasus tim (urutan tidak penting), kita bagi P(10,3)=720P(10,3) = 720 dengan 3!=63! = 6, menghasilkan (103)=120\binom{10}{3} = 120 tim berbeda.

Support dan Domain
  • P(n,k)P(n,k) dan (nk)\binom{n}{k} hanya terdefinisi untuk knk \leq n dalam konteks tanpa pengembalian. Jika k>nk > n, tidak ada cara memilih kk objek berbeda dari n<kn < k objek — hasilnya adalah 0.
  • (n0)=1\binom{n}{0} = 1 dan (nn)=1\binom{n}{n} = 1 untuk semua n0n \geq 0 — ada tepat satu cara memilih 0 objek (tidak memilih apapun) dan satu cara memilih semua objek.
  • Untuk pengambilan dengan pengembalian, tidak ada batasan knk \leq n — karena objek bisa diambil berulang kali.

Derivasi Formula Permutasi dari Prinsip Perkalian:

Susun kk objek dari nn objek berbeda secara berurutan (tanpa pengembalian):

  • Posisi 1: ada nn pilihan
  • Posisi 2: sisa n1n-1 pilihan (satu sudah dipakai)
  • Posisi 3: sisa n2n-2 pilihan
  • \vdots
  • Posisi kk: sisa nk+1n-k+1 pilihan

Terapkan prinsip perkalian:

P(n,k)=n(n1)(n2)(nk+1)=n!(nk)!P(n,k) = n \cdot (n-1) \cdot (n-2) \cdots (n-k+1) = \frac{n!}{(n-k)!} \quad \blacksquare

Derivasi Formula Kombinasi dari Permutasi:

Setiap pemilihan kk objek (tanpa urutan) dapat disusun dalam k!k! urutan berbeda. Maka:

P(n,k)semua susunan=(nk)pilihan tanpa urutan×k!susunan tiap pilihan\underbrace{P(n,k)}_{\text{semua susunan}} = \underbrace{\binom{n}{k}}_{\text{pilihan tanpa urutan}} \times \underbrace{k!}_{\text{susunan tiap pilihan}}     (nk)=P(n,k)k!=n!k!(nk)!\implies \binom{n}{k} = \frac{P(n,k)}{k!} = \frac{n!}{k!\,(n-k)!} \quad \blacksquare

Peta Keputusan Empat Kasus Enumerasi:

Urutan Penting?Pengembalian?FormulaContoh
YaYankn^kKode PIN 4 digit (0–9)
YaTidakP(n,k)=n!(nk)!P(n,k) = \dfrac{n!}{(n-k)!}Juara 1, 2, 3 dari nn peserta
TidakTidak(nk)=n!k!(nk)!\binom{n}{k} = \dfrac{n!}{k!(n-k)!}Pilih kk anggota tim dari nn kandidat
TidakYa(n+k1k)\binom{n+k-1}{k}Pilih kk item dari nn jenis di toko [ADVANCED]

Identitas Kombinatorik Penting:

k=0n(nk)=2n\sum_{k=0}^{n} \binom{n}{k} = 2^n

Jumlah semua subset (termasuk kosong dan penuh) dari himpunan nn elemen adalah 2n2^n; ini adalah teorema binomial dengan x=y=1x = y = 1.

(nk)=(n1k1)+(n1k)\binom{n}{k} = \binom{n-1}{k-1} + \binom{n-1}{k}

Identitas Pascal — dasar dari segitiga Pascal; berguna untuk menghitung (nk)\binom{n}{k} secara rekursif tanpa faktorial besar.

Dilarang
  1. Dilarang menggunakan (nk)\binom{n}{k} ketika urutan penting. Jika soal menanyakan “berapa cara menyusun” atau memilih posisi yang berbeda (ketua, sekretaris, dll.), wajib gunakan P(n,k)P(n,k), bukan (nk)\binom{n}{k}.
  2. Dilarang mengasumsikan “tanpa pengembalian” secara default. Selalu baca soal dengan cermat: apakah objek dikembalikan setelah dipilih? Pengambilan koin berulang kali adalah “dengan pengembalian”; pemilihan nasabah dari daftar biasanya “tanpa pengembalian”.
  3. Dilarang menghitung NN dan n(A)n(A) dengan metode yang berbeda (misalnya NN dihitung dengan memperhatikan urutan tetapi n(A)n(A) dihitung tanpa urutan). Konsistensi metode antara pembilang dan penyebut adalah syarat mutlak agar rasio n(A)/Nn(A)/N valid.

Section 4 — Contoh Soal

Soal A — Fundamental

Sebuah perusahaan asuransi memiliki 8 agen penjualan. Perusahaan ingin membentuk sebuah panitia yang terdiri dari 3 agen untuk menghadiri konferensi nasional. Berapa banyak panitia berbeda yang bisa dibentuk? Jika satu agen bernama Budi pasti harus ikut dalam panitia, berapa banyak pilihan panitia yang tersisa?

Solusi Soal A

1. Identifikasi Variabel

  • Total agen: n=8n = 8
  • Ukuran panitia: k=3k = 3
  • Pertanyaan (a): semua panitia 3 orang dari 8 agen
  • Pertanyaan (b): Budi sudah fix, pilih 2 dari 7 agen tersisa

2. Identifikasi Distribusi / Model

  • Membentuk panitia: urutan tidak penting (anggota panitia setara), tanpa pengembalian (satu agen tidak bisa menjadi dua anggota) — gunakan kombinasi (nk)\binom{n}{k}.

3. Setup Persamaan

(a) Total panitia:

N=(83)=8!3!5!N = \binom{8}{3} = \frac{8!}{3!\,5!}

(b) Budi sudah terpilih; sisa 2 kursi dari 7 agen lainnya:

n(A)=(72)=7!2!5!n(A) = \binom{7}{2} = \frac{7!}{2!\,5!}

4. Eksekusi Aljabar

(a):

(83)=8×7×63×2×1=3366=56\binom{8}{3} = \frac{8 \times 7 \times 6}{3 \times 2 \times 1} = \frac{336}{6} = 56

(b):

(72)=7×62×1=422=21\binom{7}{2} = \frac{7 \times 6}{2 \times 1} = \frac{42}{2} = 21

Probabilitas panitia terpilih memuat Budi (jika pemilihan acak equiprobable):

P(Budi terpilih)=n(A)N=2156=38=0.375P(\text{Budi terpilih}) = \frac{n(A)}{N} = \frac{21}{56} = \frac{3}{8} = 0.375

5. Verification

Cek simetri: P(Budi terpilih)=3/8P(\text{Budi terpilih}) = 3/8 masuk akal karena dari 8 agen, setiap agen memiliki probabilitas 3/83/8 masuk panitia berukuran 3 (setiap agen “duduki” 33 dari 88 kursi). ✓

Cek alternatif: (83)=(85)=56\binom{8}{3} = \binom{8}{5} = 56 (simetri kombinasi, memilih 3 masuk == memilih 5 tidak masuk). ✓

Cek: P(Budi terpilih)=k/n=3/8P(\text{Budi terpilih}) = k/n = 3/8 — untuk model equally likely, probabilitas satu individu spesifik masuk dalam sampel ukuran kk dari nn selalu k/nk/n. ✓

Exam Tips — Soal A
  • Target waktu: 5–7 menit.
  • Common trap: Menggunakan permutasi P(8,3)=336P(8,3) = 336 alih-alih (83)=56\binom{8}{3} = 56 karena “lupa” bahwa panitia tidak punya hierarki. Ini menghasilkan NN enam kali lebih besar dari seharusnya.
  • Shortcut: Untuk menghitung (nk)\binom{n}{k} dengan cepat: tulis kk faktor menurun dari nn di pembilang, dan k!k! di penyebut. Misalnya (83)=(8×7×6)/(3×2×1)\binom{8}{3} = (8 \times 7 \times 6)/(3 \times 2 \times 1). Jangan expand faktorial penuh.
  • Shortcut probabilitas: P(satu individu spesifik masuk sampel acak ukuran k dari n)=k/nP(\text{satu individu spesifik masuk sampel acak ukuran } k \text{ dari } n) = k/n — hafal pola ini, langsung tanpa hitung.

Soal B — Exam-Typical

Sebuah kantor cabang asuransi memiliki 5 analis klaim pria dan 4 analis klaim wanita. Manajemen ingin membentuk tim kerja beranggotakan 4 orang. Tentukan probabilitas bahwa tim terpilih terdiri dari: (a) tepat 2 pria dan 2 wanita, (b) paling sedikit 3 pria, (c) semua anggota berjenis kelamin sama.

Solusi Soal B

1. Identifikasi Variabel

  • 5 pria (PP), 4 wanita (WW), total n=9n = 9
  • Tim berukuran k=4k = 4; urutan tidak penting, tanpa pengembalian
  • Total cara memilih tim: N=(94)N = \binom{9}{4}

2. Identifikasi Distribusi / Model

  • Model equally likely; gunakan kombinasi untuk menghitung n(A)n(A) tiap kasus.
  • Ini adalah situasi sampling hipergeometrik (terhubung ke 2.5 Distribusi Diskrit Umum).

3. Setup Persamaan

N=(94)=9!4!5!N = \binom{9}{4} = \frac{9!}{4!\,5!}

(a) Tepat 2 pria dan 2 wanita: pilih 2 dari 5 pria DAN 2 dari 4 wanita (prinsip perkalian):

n(Aa)=(52)×(42)n(A_a) = \binom{5}{2} \times \binom{4}{2}

(b) Paling sedikit 3 pria: tepat 3 pria + tepat 4 pria (prinsip penjumlahan, saling eksklusif):

n(Ab)=(53)(41)+(54)(40)n(A_b) = \binom{5}{3}\binom{4}{1} + \binom{5}{4}\binom{4}{0}

(c) Semua sama: semua 4 pria ATAU semua 4 wanita:

n(Ac)=(54)(40)+(50)(44)n(A_c) = \binom{5}{4}\binom{4}{0} + \binom{5}{0}\binom{4}{4}

4. Eksekusi Aljabar

N=(94)=9×8×7×64×3×2×1=302424=126N = \binom{9}{4} = \frac{9 \times 8 \times 7 \times 6}{4 \times 3 \times 2 \times 1} = \frac{3024}{24} = 126

(a):

n(Aa)=(52)×(42)=10×6=60n(A_a) = \binom{5}{2} \times \binom{4}{2} = 10 \times 6 = 60 P(Aa)=60126=10210.476P(A_a) = \frac{60}{126} = \frac{10}{21} \approx 0.476

(b):

(53)(41)=10×4=40\binom{5}{3}\binom{4}{1} = 10 \times 4 = 40 (54)(40)=5×1=5\binom{5}{4}\binom{4}{0} = 5 \times 1 = 5 n(Ab)=40+5=45,P(Ab)=45126=5140.357n(A_b) = 40 + 5 = 45, \quad P(A_b) = \frac{45}{126} = \frac{5}{14} \approx 0.357

(c):

(54)(40)=5×1=5,(50)(44)=1×1=1\binom{5}{4}\binom{4}{0} = 5 \times 1 = 5, \quad \binom{5}{0}\binom{4}{4} = 1 \times 1 = 1 n(Ac)=5+1=6,P(Ac)=6126=1210.048n(A_c) = 5 + 1 = 6, \quad P(A_c) = \frac{6}{126} = \frac{1}{21} \approx 0.048

5. Verification

Hitung semua kemungkinan komposisi gender (0P+4W, 1P+3W, 2P+2W, 3P+1W, 4P+0W) dan verifikasi total:

KomposisiCaraNilai
0P + 4W(50)(44)\binom{5}{0}\binom{4}{4}11
1P + 3W(51)(43)\binom{5}{1}\binom{4}{3}5×4=205 \times 4 = 20
2P + 2W(52)(42)\binom{5}{2}\binom{4}{2}10×6=6010 \times 6 = 60
3P + 1W(53)(41)\binom{5}{3}\binom{4}{1}10×4=4010 \times 4 = 40
4P + 0W(54)(40)\binom{5}{4}\binom{4}{0}5×1=55 \times 1 = 5
Total1+20+60+40+5=1261+20+60+40+5 = \mathbf{126} \checkmark
Exam Tips — Soal B
  • Target waktu: 10–12 menit.
  • Common trap (b): Menghitung “paling sedikit 3 pria” sebagai 1P(paling banyak 2 pria)1 - P(\text{paling banyak 2 pria}) menggunakan komplemen — valid tapi lebih panjang. Lebih cepat langsung jumlahkan kasus 3P dan 4P.
  • Common trap: Menggunakan prinsip penjumlahan untuk (a) padahal seharusnya prinsip perkalian. “2 pria dan 2 wanita” berarti dua keputusan yang dilakukan bersama (perkalian), bukan dua alternatif yang saling eksklusif (penjumlahan).
  • Kunci verifikasi: Tabel semua komposisi gender dengan totalnya harus =N=126= N = 126. Ini adalah sanity check paling kuat dan hanya butuh 1–2 menit ekstra.

Soal C — Challenging

Sebuah perusahaan reasuransi memiliki 12 kontrak yang terdiri dari 5 kontrak jenis Properti (P), 4 kontrak jenis Jiwa (J), dan 3 kontrak jenis Marine (M). Seorang auditor memilih 5 kontrak secara acak untuk diperiksa.

(a) Berapa probabilitas tepat 2 kontrak Properti, 2 kontrak Jiwa, dan 1 kontrak Marine terpilih?

(b) Berapa probabilitas paling sedikit 1 kontrak Marine terpilih?

(c) Misalkan dari 5 kontrak yang terpilih, auditor secara acak memilih 2 di antaranya untuk diperiksa secara mendalam (deep audit). Jika diketahui semua 5 kontrak yang lolos seleksi pertama adalah dari jenis Properti atau Jiwa (tidak ada Marine), berapa probabilitas kedua kontrak yang dipilih untuk deep audit berasal dari jenis yang sama?

Solusi Soal C

1. Identifikasi Variabel

  • 5 kontrak P, 4 kontrak J, 3 kontrak M; total n=12n = 12
  • Sampel pertama: k=5k = 5; model equally likely, tanpa pengembalian
  • Total cara: N=(125)N = \binom{12}{5}

2. Identifikasi Distribusi / Model

  • (a) dan (b): kombinasi multi-kelompok (hipergeometrik multivariat)
  • (b): komplemen lebih efisien (1P(tidak ada Marine)1 - P(\text{tidak ada Marine}))
  • (c): probabilitas bersyarat yang dihitung via enumerasi langsung (preview 1.4 Probabilitas Bersyarat)

3. Setup Persamaan

N=(125)=12!5!7!N = \binom{12}{5} = \frac{12!}{5!\,7!}

(a) Tepat 2P, 2J, 1M: pilih dari masing-masing kelompok (prinsip perkalian):

n(Aa)=(52)(42)(31)n(A_a) = \binom{5}{2}\binom{4}{2}\binom{3}{1}

(b) Gunakan komplemen — “paling sedikit 1M” =1= 1 - “tidak ada M”:

n(Abc)=(5+45)(30)=(95)(30)n(A_b^c) = \binom{5+4}{5}\binom{3}{0} = \binom{9}{5}\binom{3}{0}

(c) Kondisi: 5 kontrak terpilih semua dari P dan J (tidak ada M). Ada (95)=126\binom{9}{5} = 126 cara. Dari 5 terpilih (campuran P dan J), pilih 2 untuk deep audit; hitung P(keduanya jenis sama)P(\text{keduanya jenis sama}).

4. Eksekusi Aljabar

N=(125)=12×11×10×9×85×4×3×2×1=95040120=792N = \binom{12}{5} = \frac{12 \times 11 \times 10 \times 9 \times 8}{5 \times 4 \times 3 \times 2 \times 1} = \frac{95040}{120} = 792

(a):

n(Aa)=(52)(42)(31)=10×6×3=180n(A_a) = \binom{5}{2}\binom{4}{2}\binom{3}{1} = 10 \times 6 \times 3 = 180 P(Aa)=180792=5220.227P(A_a) = \frac{180}{792} = \frac{5}{22} \approx 0.227

(b):

n(Abc)=(95)=9×8×7×64×3×2×1=302424=126n(A_b^c) = \binom{9}{5} = \frac{9 \times 8 \times 7 \times 6}{4 \times 3 \times 2 \times 1} = \frac{3024}{24} = 126 P(Ab)=1126792=1744=37440.841P(A_b) = 1 - \frac{126}{792} = 1 - \frac{7}{44} = \frac{37}{44} \approx 0.841

(c) Kondisi: 5 terpilih adalah campuran P dan J saja. Misalkan pp kontrak Properti dan 5p5-p kontrak Jiwa, di mana p{1,2,3,4,5}p \in \{1,2,3,4,5\} (karena ada 5P dan 4J, maka 5p4    p15-p \leq 4 \implies p \geq 1; juga p5p \leq 5).

Namun soal (c) meminta probabilitas bersyarat — diberikan bahwa 5 yang terpilih sudah diketahui (tidak ada M) tetapi komposisi P vs J-nya tidak ditetapkan. Kita perlu merata-ratakan atas semua komposisi P-J yang mungkin.

Total cara 5 kontrak dari P∪J (9 kontrak): (95)=126\binom{9}{5} = 126.

Untuk tiap komposisi pp Properti dan (5p)(5-p) Jiwa: cara memilih = (5p)(45p)\binom{5}{p}\binom{4}{5-p}.

Cara valid (5p4    p15-p \leq 4 \implies p \geq 1, dan p5p \leq 5): p{1,2,3,4,5}p \in \{1,2,3,4,5\}.

Untuk deep audit: pilih 2 dari 5; total cara = (52)=10\binom{5}{2} = 10.

Cara keduanya jenis sama = (p2)+(5p2)\binom{p}{2} + \binom{5-p}{2}.

Probabilitas bersyarat keduanya sama diberikan komposisi pp:

q(p)=(p2)+(5p2)(52)=(p2)+(5p2)10q(p) = \frac{\binom{p}{2} + \binom{5-p}{2}}{\binom{5}{2}} = \frac{\binom{p}{2} + \binom{5-p}{2}}{10}

Probabilitas tak-bersyarat (rata-ratakan atas komposisi):

pp(5p)(45p)\binom{5}{p}\binom{4}{5-p}(p2)+(5p2)\binom{p}{2}+\binom{5-p}{2}
1(51)(44)=5\binom{5}{1}\binom{4}{4} = 50+6=60 + 6 = 6
2(52)(43)=40\binom{5}{2}\binom{4}{3} = 401+3=41 + 3 = 4
3(53)(42)=60\binom{5}{3}\binom{4}{2} = 603+1=43 + 1 = 4
4(54)(41)=20\binom{5}{4}\binom{4}{1} = 206+0=66 + 0 = 6
5(55)(40)=1\binom{5}{5}\binom{4}{0} = 110+0=1010 + 0 = 10
Total126126

Probabilitas gabungan (kedua tahap acak):

P(same typeno Marine)=5×6+40×4+60×4+20×6+1×10126×10P(\text{same type} \mid \text{no Marine}) = \frac{5 \times 6 + 40 \times 4 + 60 \times 4 + 20 \times 6 + 1 \times 10}{126 \times 10} =30+160+240+120+101260=5601260=490.444= \frac{30 + 160 + 240 + 120 + 10}{1260} = \frac{560}{1260} = \frac{4}{9} \approx 0.444

5. Verification

Cek total komposisi: 5+40+60+20+1=126=(95)5 + 40 + 60 + 20 + 1 = 126 = \binom{9}{5}

Cek batas: P[0,1]P \in [0,1], 4/90.4444/9 \approx 0.444 masuk akal untuk probabilitas “keduanya sama” dari campuran dua jenis. ✓

Cek kasus ekstrem: jika semua 5 adalah P (p=5p=5), probabilitas sama =(52)/(52)=1= \binom{5}{2}/\binom{5}{2} = 1 ✓; dikontribusikan dengan bobot 1/1261/126 yang kecil, konsisten dengan peran kecilnya di rata-rata. ✓

Exam Tips — Soal C
  • Target waktu: 18–22 menit.
  • Common trap (b): Mencoba menghitung langsung P(paling sedikit 1M)P(\text{paling sedikit 1M}) dengan menjumlahkan kasus 1M, 2M, 3M secara terpisah — ini 3 kali lebih lama dari menggunakan komplemen. Selalu pertimbangkan komplemen untuk “paling sedikit” atau “paling banyak”.
  • Common trap (c): Menganggap komposisi P-J dalam 5 yang terpilih sudah diketahui padahal tidak — soal hanya menyatakan tidak ada M, bukan berapa P dan berapa J. Harus merata-ratakan atas semua komposisi yang mungkin menggunakan bobot proporsional.
  • Strategi (c): Kenali ini sebagai hukum ekspektasi total yang diterapkan pada enumerasi (preview 1.6 Teorema Bayes dan Hukum Probabilitas Total): rata-ratakan probabilitas bersyarat atas semua partisi yang mungkin.
  • Manajemen waktu: Pada soal bertingkat seperti ini, jika waktu mepet, prioritaskan (a) dan (b) — keduanya lebih standar dan masing-masing bernilai lebih per menit dibanding (c).

Section 5 — Verifikasi & Sanity Check

Konsistensi Metode N dan n(A)

Pastikan NN dan n(A)n(A) dihitung dengan metode yang sama (keduanya berurutan atau keduanya tidak berurutan):

  1. Jika N=(nk)N = \binom{n}{k} (tanpa urutan), maka n(A)n(A) juga harus dihitung tanpa urutan menggunakan kombinasi.
  2. Jika N=P(n,k)N = P(n,k) (dengan urutan), maka n(A)n(A) juga harus dihitung dengan memperhatikan urutan.
  3. Cek: n(A)Nn(A) \leq N selalu (hasil probabilitas tidak mungkin >1> 1).
Validasi Pembagian Kasus (Prinsip Penjumlahan)

Ketika n(A)n(A) dihitung dengan membagi ke beberapa sub-kasus:

  1. Sub-kasus harus saling eksklusif (tidak ada komposisi yang dihitung dua kali).
  2. Sub-kasus harus exhaustive (mencakup semua kemungkinan di AA).
  3. Jumlah semua sub-kasus (termasuk yang bukan di AA) harus =N= N — gunakan ini sebagai sanity check.
Verifikasi Numerik Kombinasi
  1. (nk)=(nnk)\binom{n}{k} = \binom{n}{n-k} — jika k>n/2k > n/2, hitung (nnk)\binom{n}{n-k} yang lebih kecil.
  2. (n1)=n\binom{n}{1} = n dan (n0)=(nn)=1\binom{n}{0} = \binom{n}{n} = 1 — gunakan untuk cek kasus tepi.
  3. Koefisien multinomial: (nk1,,kr)×k1!××kr!=n!\binom{n}{k_1,\ldots,k_r} \times k_1! \times \cdots \times k_r! = n! — verifikasi self-consistency.

Metode Alternatif

Pendekatan “Slot” untuk Permutasi:

Untuk P(n,k)P(n,k), bayangkan kk “slot” kosong. Slot pertama punya nn pilihan, slot kedua n1n-1, dst. Kalikan semua pilihan. Ini lebih intuitif daripada mengingat rumus faktorial langsung.

Pendekatan Komplemen:

Untuk “paling sedikit satu” atau “paling banyak mm”, sering lebih mudah menghitung komplemen:

P(paling sedikit 1 dari jenis X)=1P(tidak ada dari jenis X)P(\text{paling sedikit 1 dari jenis X}) = 1 - P(\text{tidak ada dari jenis X}) P(paling banyak m dari jenis X)=1P(lebih dari m dari jenis X)P(\text{paling banyak } m \text{ dari jenis X}) = 1 - P(\text{lebih dari } m \text{ dari jenis X})

Identitas Vandermonde (untuk soal multi-kelompok): [ADVANCED]

(m+nr)=k=0r(mk)(nrk)\binom{m+n}{r} = \sum_{k=0}^{r} \binom{m}{k}\binom{n}{r-k}

Berguna untuk memverifikasi total dari tabel komposisi multi-kelompok.

Section 6 — Visualisasi Mental

Pohon Keputusan (Decision Tree) untuk Prinsip Perkalian:

Bayangkan sebuah pohon dengan akar di kiri. Dari akar, ada n1n_1 cabang (pilihan tahap 1). Dari setiap cabang, tumbuh n2n_2 cabang lagi (pilihan tahap 2). Total daun pohon (ujung-ujung cabang) adalah n1×n2n_1 \times n_2. Untuk kk tahap, pohon memiliki kedalaman kk dan total daun n1×n2××nkn_1 \times n_2 \times \cdots \times n_k.

Permutasi P(n,k)P(n,k) adalah pohon dengan kedalaman kk di mana level pertama punya nn cabang, level kedua n1n-1 (satu objek sudah dipakai), dst. Total daun = n(n1)(nk+1)n(n-1)\cdots(n-k+1).

Tabel Dua Dimensi untuk Dua Kelompok:

Untuk memilih dari dua kelompok (misal rr pria dan ss wanita, pilih total kk), bayangkan tabel dengan baris = jumlah pria yang dipilih (00 sampai min(r,k)\min(r,k)) dan kolom = jumlah wanita (kbarisk - \text{baris}, harus s\leq s). Setiap sel memiliki nilai (ri)(ski)\binom{r}{i}\binom{s}{k-i}. Jumlah semua sel = (r+sk)\binom{r+s}{k} (identitas Vandermonde).

Diagram Kotak untuk Kombinasi vs Permutasi:

Untuk memilih 3 dari {A,B,C,D}\{A, B, C, D\}:

  • Permutasi: setiap kotak terurut adalah baris berbeda → P(4,3)=24P(4,3) = 24 baris.
  • Kombinasi: setiap kelompok 3 huruf yang sama (terlepas urutannya) adalah satu baris → (43)=4\binom{4}{3} = 4 kelompok.
  • Rasio: 24/4=6=3!24/4 = 6 = 3! (jumlah susunan 3 objek yang dianggap identik dalam kombinasi).

Hubungan Visual ↔ Rumus

Setiap cabang pohon di level ii berkorespondensi dengan satu faktor dalam prinsip perkalian:

Jumlah daun=n1×n2××nki=1kni\text{Jumlah daun} = n_1 \times n_2 \times \cdots \times n_k \longleftrightarrow \prod_{i=1}^k n_i

Pembagian dengan k!k! dalam (nk)=P(n,k)/k!\binom{n}{k} = P(n,k)/k! berkorespondensi dengan penggabungan daun yang merepresentasikan kumpulan objek yang sama dalam urutan berbeda menjadi satu:

k! daun pohon yang "identik"1 kombinasi unikk! \text{ daun pohon yang "identik"} \longrightarrow 1 \text{ kombinasi unik}

Section 7 — Jebakan Umum

Kesalahan Parametrisasi

Kesalahan 1 — Permutasi vs Kombinasi: Menggunakan (nk)\binom{n}{k} (kombinasi) untuk soal yang membutuhkan P(n,k)P(n,k) (permutasi), atau sebaliknya.

Salah: “Berapa cara memilih Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari 10 orang?” → (103)=120\binom{10}{3} = 120

Benar: Jabatan berbeda = urutan penting → P(10,3)=10×9×8=720P(10,3) = 10 \times 9 \times 8 = 720

Kesalahan 2 — 0!=00! = 0 bukan 11: Banyak kandidat salah menghitung (nn)=n!/(n!0!)=1/(0!)=?\binom{n}{n} = n!/(n! \cdot 0!) = 1/(0!) = ? karena mengira 0!=00! = 0. Konvensi wajib: 0!=10! = 1.

Kesalahan Konseptual
  1. Mencampur prinsip perkalian dan penjumlahan. Prinsip perkalian untuk tahap yang dilakukan bersama (AND); prinsip penjumlahan untuk alternatif yang saling eksklusif (OR). Salah memilih menghasilkan angka yang jauh meleset.
  2. Tidak memperhatikan asumsi “dengan/tanpa pengembalian”. Melempar dadu dua kali: N=62=36N = 6^2 = 36 (dengan pengembalian, urutan penting). Memilih 2 orang dari 6: N=(62)=15N = \binom{6}{2} = 15 (tanpa pengembalian, urutan tidak penting). Keduanya “memilih 2 dari 6” tetapi formula berbeda total.
  3. Menghitung NN dan n(A)n(A) dengan metode berbeda. Misalnya, NN dihitung dengan urutan (permutasi) tetapi n(A)n(A) dihitung tanpa urutan (kombinasi). Rasio n(A)/Nn(A)/N akan salah karena “satuan” berbeda.
  4. Mengabaikan constraint domain saat menghitung sub-kasus. Dalam soal Soal C bagian (c), pp harus memenuhi 5p45-p \leq 4 (tidak lebih dari 4 Jiwa). Mengabaikan ini menghasilkan kasus mustahil seperti (45)=0\binom{4}{5} = 0 yang — meskipun akhirnya 0 — menunjukkan ada kekeliruan logika.
Kesalahan Interpretasi Soal
  • “Disusun” atau “diatur” \leftrightarrow urutan penting → gunakan permutasi P(n,k)P(n,k).
  • “Dipilih” atau “dibentuk” atau “kelompok” \leftrightarrow urutan tidak penting → gunakan kombinasi (nk)\binom{n}{k}.
  • “Berbeda” (distinct outcomes) dalam soal: pastikan beda di sini berarti urutan dianggap — misal, “4 digit berbeda” bisa berarti permutasi.
  • “Setidaknya satu” atau “paling sedikit” \leftrightarrow hampir selalu lebih mudah dengan komplemen.
  • “Tepat kk \leftrightarrow hitung langsung kasus tersebut dengan kombinasi multi-kelompok, jangan pakai komplemen.
Red Flags
  • Kata “jabatan”, “posisi”, “peringkat”, “urutan”: Ini berarti objek yang dipilih punya peran berbeda → urutan penting → permutasi.
  • Kata “tim”, “panitia”, “komite”, “kelompok”, “himpunan”: Anggota setara → urutan tidak penting → kombinasi.
  • Soal multi-kelompok (pria/wanita, jenis A/B/C): Selalu gunakan prinsip perkalian untuk memilih dari masing-masing kelompok secara independen, lalu kalikan.
  • Angka sangat besar di pembilang atau penyebut: Pertimbangkan menyederhanakan dengan memfaktorkan sebelum mengalikan penuh — mencegah overflow dan kesalahan aritmetika.
  • Hasil P(A)>1P(A) > 1: Pasti ada inkonsistensi metode antara n(A)n(A) dan NN (satu berurutan, satu tidak). Cek ulang keduanya.

Section 8 — Ringkasan Eksekutif

Must-Remember
  1. Empat kasus dasar: Urutan penting, tanpa pengembalian:P(n,k)=n!(nk)!\text{Urutan penting, tanpa pengembalian:}\quad P(n,k) = \frac{n!}{(n-k)!} Urutan tidak penting, tanpa pengembalian:(nk)=n!k!(nk)!\text{Urutan tidak penting, tanpa pengembalian:}\quad \binom{n}{k} = \frac{n!}{k!\,(n-k)!} Urutan penting, dengan pengembalian:nk\text{Urutan penting, dengan pengembalian:}\quad n^k
  2. Hubungan permutasi–kombinasi: (nk)=P(n,k)k!\binom{n}{k} = \frac{P(n,k)}{k!}
  3. Koefisien multinomial: (nk1,k2,,kr)=n!k1!k2!kr!,ki=n\binom{n}{k_1, k_2, \ldots, k_r} = \frac{n!}{k_1!\,k_2!\,\cdots\,k_r!}, \quad \sum k_i = n
  4. Probabilitas model equally likely: P(A)=n(A)N;N dan n(A) wajib dihitung dengan metode yang samaP(A) = \frac{n(A)}{N}; \quad N \text{ dan } n(A) \text{ wajib dihitung dengan metode yang sama}
  5. Komplemen untuk “paling sedikit/banyak”: P(paling sedikit 1)=1P(tidak ada)P(\text{paling sedikit 1}) = 1 - P(\text{tidak ada})

Kapan Digunakan

  • Trigger keywords: “berapa cara”, “berapa banyak”, “dipilih secara acak”, “disusun”, “dibentuk”, “tepat kk”, “paling sedikit”, “paling banyak”, “komite”, “tim”, “kode”, “urutan”, “peringkat”.
  • Tipe skenario soal:
    • Hitung NN (ruang sampel) dan n(A)n(A) (ukuran kejadian) lalu bentuk rasio probabilitas.
    • Tentukan apakah situasi membutuhkan permutasi atau kombinasi berdasarkan deskripsi verbal.
    • Multi-kelompok: pilih dari beberapa kategori berbeda menggunakan prinsip perkalian antar kelompok.
    • Soal “tepat kk” dari populasi campuran — inti distribusi Hipergeometrik (2.5 Distribusi Diskrit Umum).

Kapan TIDAK Boleh Digunakan

  • Jangan gunakan formula kombinasi ketika probabilitas tiap titik sampel tidak sama — model equally likely tidak berlaku, dan n(A)/Nn(A)/N memberi hasil yang salah.
  • Jangan gunakan prinsip perkalian ketika tahap-tahap tidak independen tanpa mengadjust jumlah pilihan di setiap tahap (itulah mengapa permutasi tanpa pengembalian menggunakan n,n1,n2,n, n-1, n-2, \ldots bukan n,n,n,n, n, n, \ldots).
  • Jika distribusi eksplisit diberikan (bukan model equally likely): beralih ke teknik distribusi langsung di 2.1 Variabel Acak Diskrit atau 2.5 Distribusi Diskrit Umum.

Quick Decision Tree

graph TD
    A["Soal meminta menghitung jumlah cara<br>atau probabilitas dari pemilihan objek"] --> B["Apakah semua titik sampel equiprobable?"]
    B -->|"Ya"| C["P(A) = n(A) / N<br>Hitung N dan n(A) dengan metode SAMA"]
    B -->|"Tidak"| D["Gunakan probabilitas eksplisit<br>dari distribusi yang diberikan"]
    C --> E["Untuk menghitung N atau n(A):<br>Apakah urutan penting?"]
    E -->|"Ya (jabatan, peringkat, kode)"| F["Apakah dengan pengembalian?"]
    E -->|"Tidak (tim, panitia, kelompok)"| G["Apakah dengan pengembalian?"]
    F -->|"Ya"| F1["n^k"]
    F -->|"Tidak"| F2["P(n,k) = n! / (n-k)!"]
    G -->|"Ya"| G1["C(n+k-1, k)<br>(jarang di CF2)"]
    G -->|"Tidak"| G2["C(n,k) = n! / (k!(n-k)!)"]
    G2 --> H["Apakah ada beberapa kelompok berbeda?"]
    H -->|"Ya"| I["Gunakan prinsip PERKALIAN<br>antar kelompok:<br>C(n1,k1) x C(n2,k2) x ..."]
    H -->|"Tidak"| J["Gunakan C(n,k) langsung"]
    I --> K["Pertimbangkan komplemen<br>untuk 'paling sedikit/banyak'"]
    J --> K
    F2 --> K
    F1 --> K
    K --> L["Verifikasi: n(A) <= N,<br>jumlah semua kasus = N"]

Follow-up Options
  1. “Berikan contoh soal variasi koefisien multinomial dalam konteks distribusi klaim multi-lini asuransi”
  2. “Jelaskan hubungan 1.3 Metode Enumerasi dengan 2.5 Distribusi Diskrit Umum — bagaimana kombinasi menjadi fondasi distribusi Binomial dan Hipergeometrik”
  3. “Buat flashcard 1-halaman untuk topik ini”

📖 Ref: Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 1.3; Miller et al. (2014) Bab 2.4–2.6 | 🗓️ 2026-02-21 | #CF2 #Probabilitas #Enumerasi #Permutasi #Kombinasi #PrinsipPerkalian #KoefisienBinomial