Distribusi Diskrit Umum
📊 2.5 — Distribusi Diskrit Umum
Ringkasan Cepat›
Topik: Distribusi Diskrit Umum (Bernoulli, Binomial, Poisson, Geometrik, Hipergeometrik, Binomial Negatif) | Bobot: ~25–35% | Difficulty: Calculation-Intensive Ref: Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 2.2–2.5, 3.1–3.3; Miller et al. (2014) Bab 5.1–5.7, 6.1–6.5, 7.1–7.3 | Prereq: 2.1 Variabel Acak Diskrit, 2.3 Fungsi Pembangkit, 1.3 Metode Enumerasi
Section 0 — Pemetaan Topik
| Topik CF2 | Sub-topik ID | Skill Diuji | Bobot | Difficulty | Prerequisite | Connected Topics | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Topik 2: Variabel Acak Univariat | 2.5 | Mengidentifikasi distribusi yang tepat dari deskripsi soal; menghitung PMF, CDF, , untuk enam distribusi diskrit; menurunkan dan menggunakan MGF/PGF masing-masing distribusi; mengenali hubungan antar-distribusi (Bernoulli↔Binomial, Geometrik↔Binomial Negatif, Binomial↔Poisson); menangani dua parametrisasi Geometrik dan Binomial Negatif | 25–35% | Calculation-Intensive | 2.1 Variabel Acak Diskrit, 2.3 Fungsi Pembangkit, 1.3 Metode Enumerasi | 2.3 Fungsi Pembangkit, 2.4 Transformasi Variabel Acak Univariat, 3.5 Independensi dan Korelasi, 3.7 Distribusi Majemuk (Compound Distribution), 4.5 Estimasi Parameter | Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 2.2–2.5, 3.1–3.3; Miller et al. (2014) Bab 5.1–5.7, 6.1–6.5, 7.1–7.3 |
Section 1 — Intuisi
Di dunia aktuaria, hampir semua kejadian diskrit yang dapat dihitung — jumlah klaim dalam sebulan, jumlah nasabah yang gagal bayar, jumlah kecelakaan di suatu ruas jalan — mengikuti pola probabilistik yang sudah sangat dipelajari. Keenam distribusi diskrit di topik ini bukan sekadar formula hafalan; masing-masing lahir dari mekanisme pembangkit kejadian yang berbeda dan memiliki konteks yang khas. Memahami mengapa suatu mekanisme menghasilkan distribusi tertentu adalah kunci untuk mengidentifikasi distribusi yang tepat dalam soal — jauh lebih andal daripada sekadar mengenali kata kunci.
Bayangkan sebuah eksperimen dasar: lempar koin sekali, sukses atau gagal. Ini adalah Bernoulli — sel darah merah paling sederhana dari statistika diskrit. Lakukan eksperimen Bernoulli ini kali secara independen dan hitung total sukses: lahirlah Binomial. Kini bayangkan populasi terbatas (misalnya 20 nasabah, 8 di antaranya berisiko tinggi) dan kita menarik sampel tanpa pengembalian — tidak bisa diasumsikan independen lagi: inilah Hipergeometrik. Sekarang alih-alih menentukan jumlah percobaan di muka, kita tanya: “berapa percobaan sampai sukses pertama?” — jawabannya Geometrik; generalkan ke sukses ke-: Binomial Negatif. Terakhir, jika kejadian terjadi secara acak dalam kontinum waktu atau ruang dengan laju rata-rata dan kita menghitung berapa kejadian dalam interval tertentu — itulah Poisson, distribusi yang muncul sebagai limit Binomial ketika , , .
Keenam distribusi ini saling terhubung: Bernoulli adalah kasus khusus Binomial (); penjumlahan Bernoulli independen menghasilkan Binomial; penjumlahan Geometrik independen menghasilkan Binomial Negatif; Binomial mendekati Poisson dalam limit tertentu. Memahami jaring hubungan ini memungkinkan identifikasi distribusi yang cepat, penggunaan MGF untuk verifikasi, dan penalaran tentang distribusi penjumlahan — ketiganya sangat sering diuji di CF2.
Section 2 — Definisi Formal
Ringkasan Enam Distribusi Diskrit›
Tabel master — semua formula PMF, mean, variansi, dan MGF untuk referensi cepat.
Tabel Master Distribusi Diskrit
| Distribusi | Notasi | PMF | Support | |||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Bernoulli | ||||||
| Binomial | ||||||
| Poisson | ||||||
| Geometrik (A) | ||||||
| Geometrik (B) | ||||||
| Hipergeometrik | Tidak ada bentuk sederhana | |||||
| Bin. Negatif (A) | ||||||
| Bin. Negatif (B) |
Variabel & Parameter
| Simbol | Makna | Rentang Valid |
|---|---|---|
| Probabilitas sukses dalam satu percobaan Bernoulli | ||
| Probabilitas gagal | ||
| Jumlah percobaan (Binomial) atau ukuran sampel (Hipergeometrik) | ||
| Laju rata-rata kejadian (Poisson) | ||
| Ukuran populasi (Hipergeometrik) | ||
| Jumlah elemen “sukses” di populasi (Hipergeometrik) | ||
| Jumlah sukses yang ditarget (Binomial Negatif) atau jumlah sukses total (Binomial Negatif) |
Rumus Utama per Distribusi
Bernoulli
Binomial
Hubungan dengan Bernoulli: Jika , maka .
Sifat aditif: Jika dan independen, maka .
Aproksimasi Poisson: Jika , , dan , maka .
Poisson
Sifat khas: — kesamaan mean dan variansi adalah penanda distribusi Poisson.
Sifat aditif: Jika dan independen, maka .
Geometrik
Parametrisasi A — = jumlah percobaan hingga sukses pertama (inklusif):
Parametrisasi B — = jumlah kegagalan sebelum sukses pertama:
Sifat memoryless (tanpa ingatan):
Ini adalah satu-satunya distribusi diskrit yang memiliki sifat memoryless.
Hipergeometrik
Faktor koreksi populasi terbatas (FPC):
Perhatikan: selalu, sehingga variansi Hipergeometrik selalu lebih kecil dari variansi Binomial dengan .
Hubungan dengan Binomial: Ketika dengan , maka .
Binomial Negatif
Parametrisasi A — = jumlah percobaan hingga sukses ke- (inklusif):
Parametrisasi B — = jumlah kegagalan sebelum sukses ke-:
Hubungan dengan Geometrik: Jika (Parametrisasi A), maka (Parametrisasi A).
Kasus khusus: pada Parametrisasi A.
Asumsi Eksplisit
- Bernoulli & Binomial: Setiap percobaan independen, probabilitas sukses konstan di setiap percobaan, hanya dua outcome (sukses/gagal).
- Poisson: Kejadian terjadi secara independen; laju konstan; probabilitas lebih dari satu kejadian dalam interval infinitesimal adalah (dapat diabaikan).
- Geometrik & Binomial Negatif: Percobaan independen, konstan, percobaan dilanjutkan hingga sukses ke-.
- Hipergeometrik: Pengambilan tanpa pengembalian dari populasi terbatas — percobaan tidak independen. Ini adalah perbedaan kritis dengan Binomial.
Section 3 — Jembatan Logika
Dari Mekanisme ke Formula›
Setiap distribusi lahir dari cara kita menghitung kejadian. Kunci identifikasi:
— ” percobaan independen, hitung sukses” → Binomial (jumlah sukses diketahui di muka, percobaan diketahui di muka).
— “Hitung sampai sukses pertama / ke-” → Geometrik / Binomial Negatif (jumlah percobaan yang tidak diketahui di muka — percobaan berlanjut sampai target terpenuhi).
— “Populasi terbatas, sampel tanpa pengembalian” → Hipergeometrik (tidak ada independensi antar percobaan).
— “Kejadian acak dalam waktu/ruang, laju ” → Poisson (tidak ada konsep “jumlah percobaan” — kontinum waktu/ruang).
Support dan Domain›
Support yang salah adalah kesalahan paling sering dalam soal CF2 distribusi diskrit:
- Binomial: — bisa nol sukses, maksimal sukses.
- Poisson: — tak terbatas atas, bisa nol.
- Geometrik (Param A): — dimulai dari 1 (minimal 1 percobaan).
- Geometrik (Param B): — dimulai dari 0 (bisa nol kegagalan).
- Hipergeometrik: — batas bawah tidak selalu 0!
- Binomial Negatif (Param A): — minimal percobaan (satu per sukses).
- Binomial Negatif (Param B): — bisa nol kegagalan.
Derivasi PMF Binomial dari Prinsip Dasar:
Dalam percobaan independen, kita ingin tepat sukses. Pilih posisi mana dari yang menjadi sukses: ada cara. Untuk setiap susunan tersebut, probabilitasnya adalah (untuk sukses) dikali (untuk gagal):
Derivasi PMF Poisson dari Limit Binomial:
Dalam interval kecil, setiap interval ada kejadian dengan probabilitas . Maka :
Ambil : dan , sehingga:
Derivasi Sifat Memoryless Geometrik:
Untuk Parametrisasi B, :
(Menggunakan ekor Geometrik: untuk Param B.)
Jaring Hubungan Antar-Distribusi:
Dilarang›
- Dilarang menggunakan formula Binomial untuk sampling tanpa pengembalian dari populasi terbatas. Binomial mengasumsikan independensi antar percobaan — tanpa pengembalian melanggar ini. Gunakan Hipergeometrik jika populasi terbatas dan sampling tanpa pengembalian.
- Dilarang mencampur parametrisasi Geometrik dan Binomial Negatif dalam satu perhitungan tanpa konsistensi. Parametrisasi A ( = jumlah percobaan, support mulai 1 atau ) memiliki mean atau ; Parametrisasi B ( = jumlah kegagalan, support mulai 0) memiliki mean atau . Mencampur keduanya menghasilkan answer yang salah satu unit.
- Dilarang mengaplikasikan aproksimasi Poisson untuk Binomial secara sembarangan. Aproksimasi hanya valid jika besar (), kecil (), dan moderat (). Di luar rentang ini, gunakan Binomial eksak.
Section 4 — Contoh Soal
Soal A — Fundamental
Sebuah perusahaan asuransi mengetahui bahwa probabilitas seorang nasabah mengajukan klaim dalam satu tahun adalah . Perusahaan memiliki 12 nasabah independen.
(a) Berapa probabilitas tepat 2 nasabah mengajukan klaim? (b) Berapa probabilitas paling banyak 1 nasabah mengajukan klaim? (c) Hitung dan . (d) Berapa probabilitas sedikitnya 2 nasabah mengajukan klaim?
Solusi Soal A›
1. Identifikasi Variabel
- nasabah independen
- (probabilitas klaim per nasabah)
- = jumlah nasabah yang mengajukan klaim
2. Identifikasi Distribusi / Model percobaan independen, konstan, hitung sukses → Binomial: .
3. Setup Persamaan
4. Eksekusi Aljabar
(a) :
(b) :
(c) dan :
(d) :
5. Verification
- : dari 12 nasabah dengan , rata-rata 1–2 klaim masuk akal ✓
- : nilai tertinggi di sekitar mean (), wajar jika besar ✓
- ✓
- : untuk Binomial selalu karena ✓
Exam Tips — Soal A›
Target waktu: 7–9 menit Common trap: Menghitung dengan menjumlahkan — ini memakan waktu lama. Selalu gunakan komplemen: . Shortcut: Hafal bahwa untuk Binomial — lebih cepat dari jika sudah dihitung.
Soal B — Exam-Typical
Sebuah call center menerima panggilan darurat rata-rata 4 panggilan per jam secara acak dan independen. Anggap distribusi Poisson berlaku.
(a) Berapa probabilitas tepat 6 panggilan dalam satu jam? (b) Berapa probabilitas paling sedikit 1 panggilan dalam 30 menit? (c) Seorang operator baru mulai bertugas. Berapa probabilitas panggilan ke-3 yang ia terima adalah panggilan darurat ke-1 yang ia tangani, jika probabilitas sebuah panggilan adalah “darurat” (bukan rutin) adalah ? Gunakan distribusi yang tepat. (d) Hitung dan untuk jumlah panggilan dalam 45 menit.
Solusi Soal B›
1. Identifikasi Variabel
- Laju: panggilan/jam
- Target (a): = panggilan dalam 1 jam →
- Target (b): = panggilan dalam 30 menit → (laju proporsional)
- Target (c): = percobaan hingga “darurat” pertama, → Geometrik
- Target (d): = panggilan dalam 45 menit →
2. Identifikasi Distribusi / Model Bagian (a), (b), (d): Poisson dengan laju yang disesuaikan proporsional dengan interval waktu. Bagian (c): percobaan independen hingga sukses pertama → Geometrik Parametrisasi A (, = panggilan ke- adalah darurat pertama).
3. Setup Persamaan
Sifat Poisson: jika per satuan waktu, maka dalam interval satuan: .
4. Eksekusi Aljabar
(a) , :
(b) dalam 30 menit, :
(c) dengan Param A:
“Panggilan ke-3 adalah darurat pertama” berarti dua pertama bukan darurat, ketiga adalah darurat:
(d) dan dalam 45 menit, :
5. Verification
- Untuk Poisson: — selalu periksa kesamaan ini ✓
- : modus Poisson(4) ada di dan ; lebih kecil dari , masuk akal ✓
- : dengan rata-rata 2 panggilan per 30 menit, probabilitas minimal 1 panggilan harusnya tinggi ✓
- : dua kegagalan berturut-turut sebelum sukses dengan , probabilitas moderat ✓
Exam Tips — Soal B›
Target waktu: 10–12 menit Common trap 1: Lupa menskalakan proporsional saat interval waktu berubah. Untuk 30 menit dari laju 4/jam: , bukan . Common trap 2: Untuk bagian (c), artinya percobaan ke-3 sukses — gunakan , bukan (itu Parametrisasi B dengan support berbeda). Shortcut: Untuk : selalu gunakan komplemen — ini lebih cepat dari menjumlahkan deret.
Soal C — Challenging
Dari populasi 20 polis asuransi, diketahui 8 polis berisiko tinggi (high-risk) dan 12 polis berisiko rendah (low-risk). Seorang auditor memilih 5 polis secara acak tanpa pengembalian untuk diperiksa.
(a) Tentukan distribusi (jumlah polis high-risk yang terpilih) beserta PMF lengkapnya. (b) Hitung dan . (c) Berapa probabilitas tepat 2 polis high-risk terpilih? (d) Bandingkan dengan variansi Binomial dan jelaskan perbedaannya secara intuitif. (e) Misalkan auditor mengembalikan setiap polis sebelum mengambil yang berikutnya. Distribusi apa yang berlaku, dan berapa probabilitas tepat 2 polis high-risk terpilih? Bandingkan dengan hasil (c).
Solusi Soal C›
1. Identifikasi Variabel
- (populasi), (high-risk), (sampel)
- Tanpa pengembalian → Hipergeometrik:
- Support:
2. Identifikasi Distribusi / Model Bagian (a)–(d): Hipergeometrik (tanpa pengembalian, populasi terbatas). Bagian (e): Binomial (dengan pengembalian → independen, konstan).
3. Setup Persamaan
PMF Hipergeometrik:
4. Eksekusi Aljabar
Hitung .
(a) PMF lengkap:
| 0 | 1 | 792 | |
| 1 | 8 | 495 | |
| 2 | 28 | 220 | |
| 3 | 56 | 66 | |
| 4 | 70 | 12 | |
| 5 | 56 | 1 |
Cek: ✓, sehingga ✓
(b) dan :
(c) :
(d) Perbandingan dengan Variansi Binomial:
Binomial dengan :
Hipergeometrik:
karena FPC .
Intuisi: Tanpa pengembalian, jika sudah memilih banyak polis high-risk, probabilitas memilih high-risk lagi pada draw berikutnya menurun — ada mekanisme “auto-koreksi” yang mengurangi fluktuasi. Sebaliknya, sampling dengan pengembalian (Binomial) tidak “mengingat” apa yang sudah dipilih, sehingga variabilitasnya lebih tinggi.
(e) Dengan pengembalian — Binomial :
Perbandingan: vs .
Hipergeometrik menghasilkan probabilitas lebih tinggi di karena variansinya lebih kecil (distribusi lebih terkonsentrasi di sekitar mean).
5. Verification
- (sudah dicek dari numerator: ) ✓
- : dari 5 pilihan, proporsi high-risk , sehingga ✓
- : selalu berlaku untuk Hipergeometrik ✓
- Mode PMF ada di (probabilitas tertinggi ), konsisten dengan ✓
Exam Tips — Soal C›
Target waktu: 14–16 menit Common trap 1: Support Hipergeometrik tidak selalu mulai dari 0. Gunakan sebagai batas bawah. Di sini , jadi kebetulan mulai 0 — tetapi ini tidak selalu demikian. Common trap 2: Menghitung dengan kalkulator salah (angka besar, rawan salah ketik). Verifikasi: . Shortcut FPC: — jauh lebih cepat daripada formula panjang jika sudah diketahui.
Section 5 — Verifikasi & Sanity Check
Validasi PMF›
Untuk semua distribusi diskrit, sebelum menggunakan PMF:
- untuk semua — periksa parameter valid (, , dll.) ✓
- — untuk distribusi standar ini dijamin oleh definisi; untuk PMF yang diberikan eksplisit, verifikasi selalu ✓
- Support sesuai tabel — terutama batas bawah Geometrik dan Hipergeometrik ✓
Validasi Mean dan Variansi›
Quick-check konsistensi setelah menghitung:
- Binomial: selalu ✓
- Poisson: — kesamaan ini adalah penanda wajib ✓
- HGeom vs Binom: selalu karena FPC ✓
- Geometrik: untuk Param A — periksa rasio ✓
Identifikasi Distribusi yang Tepat›
Dua pertanyaan diagnostik sebelum memilih distribusi:
- Apakah populasi terbatas dan sampling tanpa pengembalian? → Hipergeometrik (bukan Binomial)
- Apakah jumlah percobaan diketahui di muka atau tidak? → Diketahui: Binomial/Hipergeometrik; Tidak diketahui (hitung sampai sukses ke-): Geometrik/Binomial Negatif
Metode Alternatif
MGF untuk identifikasi distribusi penjumlahan: Jika soal meminta distribusi penjumlahan variabel i.i.d., kalikan MGF individual dan cocokkan bentuknya:
- → Binomial
- → Poisson
- → NB Param A
Aproksimasi Poisson untuk Binomial: Jika , , gunakan sebagai aproksimasi — perhitungan lebih cepat karena tidak ada besar.
Section 6 — Visualisasi Mental
PMF Binomial — Kurva Lonceng Diskrit:
Bayangkan histogram batang di atas bilangan bulat . Untuk : histogram simetris, puncak di . Untuk : histogram miring kanan (right-skewed), puncak di sekitar , ekor kanan lebih panjang. Untuk : histogram miring kiri. Semakin besar (dengan tetap), histogram mendekati kurva Normal — ini adalah CLT untuk Binomial.
PMF Poisson — Batang Menurun dengan Ekor Kanan:
Histogram di atas , tidak terbatas ke kanan. Modus ada di (dan jika bulat). Untuk kecil (): modus di , batang terbesar paling kiri. Untuk besar: histogram mendekati Normal — menjadi semakin simetris.
PMF Geometrik — Monoton Menurun:
Histogram di atas (Param A): batang monoton menurun — probabilitas tertinggi di (sukses langsung pada percobaan pertama), lalu turun eksponensial. Ini adalah manifestasi visual dari sifat memoryless: distribusi “selalu terlihat sama” dari titik manapun, seperti grafik yang hanya bergeser.
Hubungan Visual ↔ Rumus
Simetri PMF Binomial berkorespondensi dengan:
Puncak histogram Poisson di modus berkorespondensi dengan:
Penurunan eksponensial PMF Geometrik berkorespondensi dengan:
Section 7 — Jebakan Umum
Kesalahan Parametrisasi›
Kesalahan utama — Dua parametrisasi Geometrik dan Binomial Negatif:
| Parametrisasi A | Parametrisasi B | |
|---|---|---|
| Geometrik | = jumlah percobaan (support ) | = jumlah kegagalan (support ) |
| Mean | ||
| Binomial Negatif | = jumlah percobaan (support ) | = jumlah kegagalan (support ) |
| Mean |
Salah: Menggunakan mean padahal soal mendefinisikan sebagai jumlah kegagalan (seharusnya mean ).
Benar: Selalu baca definisi di soal sebelum menggunakan formula — bukan sekadar “nama distribusi”.
Kesalahan Konseptual›
- Menggunakan Binomial untuk sampling tanpa pengembalian. Kata kunci “tanpa pengembalian” (without replacement) dari populasi terbatas → Hipergeometrik. Binomial mengasumsikan setiap percobaan independen dengan konstan — ini tidak terpenuhi tanpa pengembalian.
- Mengasumsikan Poisson hanya untuk waktu. Poisson berlaku untuk kejadian dalam ruang, area, volume, atau waktu — tidak terbatas pada konteks temporal. “Jumlah cacat per meter kain” dan “jumlah bintang per derajat persegi” keduanya bisa Poisson.
- Mengira mode Poisson selalu di . Untuk non-bulat, modus adalah . Untuk bulat, ada dua modus: dan (karena ).
- Salah menghitung batas bawah support Hipergeometrik. Support bawah adalah , bukan selalu 0. Jika (lebih banyak yang diambil dari yang tersedia), batas bawah positif. Contoh: , , → batas bawah .
Kesalahan Interpretasi Soal›
- “Rata-rata kejadian per satuan waktu” → Poisson, bukan Binomial. Tidak ada jumlah percobaan yang eksplisit — ini adalah ciri khas Poisson.
- “Hitung percobaan hingga sukses ke-” → Binomial Negatif, bukan Binomial. Di Binomial, tetap dan (sukses) acak; di Binomial Negatif, tetap dan (percobaan atau kegagalan) acak.
- “Tanpa pengembalian” (without replacement) → Hipergeometrik. Jika kata ini tidak ada, default ke Binomial untuk percobaan independen dengan konstan.
- “Sukses pertama” → Geometrik. “Sukses ke-” () → Binomial Negatif. Keduanya sering dikira sama.
Red Flags›
- Soal menyebut “tanpa pengembalian” atau “dari populasi ”: Langsung evaluasi Hipergeometrik. Pastikan , , teridentifikasi dengan jelas.
- Soal menyebut “rata-rata per [satuan]”: Hampir pasti Poisson. Periksa apakah interval waktu/ruang berbeda dari yang diberikan — jika ya, skalakan proporsional.
- Soal menyebut “pertama kali”, “hingga”, “sampai”: Geometrik atau Binomial Negatif. Tentukan apakah dihitung sebagai percobaan atau kegagalan untuk memilih parametrisasi.
- Soal memberikan : Ini adalah penanda Poisson yang sangat kuat — jika dua nilai ini sama, distribusi hampir pasti Poisson.
- Soal menyebut “independen” secara eksplisit untuk sampling: Ini petunjuk Binomial (bukan Hipergeometrik); “tanpa pengembalian” → Hipergeometrik.
Section 8 — Ringkasan Eksekutif
Must-Remember›
- Binomial — percobaan independen, hitung sukses:
- Poisson — kejadian acak dalam kontinum, :
- Geometrik — hitung percobaan/kegagalan hingga sukses pertama (dua parametrisasi!):
- Hipergeometrik — sampling tanpa pengembalian dari populasi terbatas, variansi lebih kecil dari Binomial:
- Binomial Negatif — penjumlahan Geometrik i.i.d., mean dan variansi kali Geometrik:
Kapan Digunakan
- Binomial: ” percobaan independen”, ” konstan”, “dengan pengembalian”, jumlah percobaan diketahui di muka.
- Poisson: “rata-rata per satuan”, “kejadian acak dalam waktu/ruang/area”, tidak ada jumlah percobaan eksplisit.
- Geometrik: “hingga sukses pertama”, “percobaan pertama yang berhasil”, “waktu tunggu pertama”.
- Hipergeometrik: “tanpa pengembalian”, “dari populasi ”, ” elemen sukses di populasi”.
- Binomial Negatif: “hingga sukses ke-” (), “penjumlahan waktu tunggu Geometrik”.
Kapan TIDAK Boleh Digunakan
- Jangan Binomial jika sampling tanpa pengembalian → gunakan Hipergeometrik.
- Jangan Geometrik Param A jika soal mendefinisikan sebagai jumlah kegagalan → gunakan Param B.
- Jangan Poisson untuk aproksimasi Binomial jika kecil atau tidak mendekati 0 — gunakan Binomial eksak.
- Jangan Binomial Negatif jika jumlah percobaan sudah ditetapkan di muka → gunakan Binomial.
- Untuk distribusi penjumlahan variabel i.i.d. dari distribusi di atas, pertimbangkan 2.3 Fungsi Pembangkit (MGF) untuk identifikasi distribusi hasil.
Quick Decision Tree
graph TD
A["Variabel acak X diskrit<br>Identifikasi distribusinya"] --> B["Apakah ada populasi terbatas<br>dan sampling TANPA pengembalian?"]
B -->|"Ya"| C["Hipergeometrik HGeom(N,K,n)<br>E = nK/N<br>Var lebih kecil dari Binomial"]
B -->|"Tidak"| D["Apakah jumlah percobaan n<br>diketahui di muka?"]
D -->|"Ya"| E["Binomial B(n,p)<br>E = np, Var = npq"]
D -->|"Tidak"| F["Apakah ada laju rata-rata lambda<br>dalam kontinum waktu/ruang?"]
F -->|"Ya"| G["Poisson(lambda)<br>E = Var = lambda"]
F -->|"Tidak"| H["Hitung percobaan/kegagalan<br>hingga sukses ke-r?"]
H -->|"r = 1 sukses pertama"| I["Geometrik Geom(p)<br>Param A: E = 1/p<br>Param B: E = q/p"]
H -->|"r > 1 sukses ke-r"| J["Binomial Negatif NB(r,p)<br>Param A: E = r/p<br>Param B: E = rq/p"]
E --> K["n besar, p kecil,<br>np moderat?"]
K -->|"Ya"| L["Pertimbangkan aproksimasi<br>Poisson(lambda=np)"]
K -->|"Tidak"| M["Gunakan Binomial eksak"]
Follow-up Options›
- “Berikan soal variasi: identifikasi distribusi dari deskripsi naratif soal aktuaria tanpa petunjuk eksplisit”
- “Jelaskan hubungan 2.5 Distribusi Diskrit Umum dengan 3.7 Distribusi Majemuk (Compound Distribution) dalam konteks pemodelan klaim agregat”
- “Buat flashcard 1-halaman untuk topik ini”
📖 Ref: Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 2.2–2.5, 3.1–3.3; Miller et al. (2014) Bab 5.1–5.7, 6.1–6.5, 7.1–7.3 | 🗓️ 2026-02-21 | #CF2 #VariabelAcak #Diskrit #Bernoulli #Binomial #Poisson #Geometrik #Hipergeometrik #BinomialNegatif