PAI · AAMAI · 2026
Aktuaria
Indonesia
CF2 · Materi 2.4

Transformasi Variabel Acak Univariat

2026-02-21 Hard Bobot: 25–35% Hogg-Tanis-Zimmerman (2015) Bab 2.6–2.7; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 1.7; Miller et al. (2014) Bab 5.8–5.10, 7.4
CF2ProbabilitasStatistikaVariabelAcakTransformasiTeknikCDFTeknikMGFJacobianUnivariatCF2Hard

📊 2.4 — Transformasi Variabel Acak Univariat

Ringkasan Cepat

Topik: Transformasi Variabel Acak Univariat | Bobot: ~25–35% | Difficulty: Hard Ref: Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 2.6–2.7; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 1.7; Miller et al. (2014) Bab 5.8–5.10, 7.4 | Prereq: 2.1 Variabel Acak Diskrit, 2.2 Variabel Acak Kontinu, 2.3 Fungsi Pembangkit

Section 0 — Pemetaan Topik

Topik CF2Sub-topik IDSkill DiujiBobotDifficultyPrerequisiteConnected TopicsReferensi
Topik 2: Variabel Acak Univariat2.4Menentukan PMF/PDF dari transformasi Y=g(X)Y = g(X) menggunakan teknik CDF; mengaplikasikan teknik Jacobian (change-of-variables) untuk transformasi monoton; menggunakan teknik MGF untuk mengidentifikasi distribusi hasil transformasi; menangani transformasi non-monoton dengan dekomposisi interval; menentukan support YY yang benar setelah transformasi25–35%Hard2.1 Variabel Acak Diskrit, 2.2 Variabel Acak Kontinu, 2.3 Fungsi Pembangkit2.5 Distribusi Diskrit Umum, 2.6 Distribusi Kontinu Umum, 3.8 Transformasi Variabel Acak Gabungan, 4.2 Distribusi SampelHogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 2.6–2.7; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 1.7; Miller et al. (2014) Bab 5.8–5.10, 7.4

Section 1 — Intuisi

Seorang aktuaris seringkali tidak langsung mengobservasi besaran yang diinginkan, melainkan suatu fungsi darinya. Misalnya, kerugian asuransi XX mungkin mengikuti distribusi Eksponensial, tetapi yang dikenakan kepada nasabah adalah kerugian setelah deductible dan kap manfaat — yaitu Y=min(max(Xd,0),u)Y = \min(\max(X - d, 0), u) yang merupakan fungsi dari XX. Pertanyaan kritis: jika kita tahu distribusi XX, bagaimana mendapatkan distribusi YY? Inilah pertanyaan inti dari transformasi variabel acak: mengubah distribusi satu variabel menjadi distribusi variabel lain yang merupakan fungsinya.

Ada tiga senjata utama untuk menjawab pertanyaan ini. Teknik CDF adalah yang paling universal dan aman: cari dulu FY(y)=P(Yy)=P(g(X)y)F_Y(y) = P(Y \leq y) = P(g(X) \leq y), ekspresikan ini dalam CDF XX yang sudah diketahui, lalu diferensiasikan untuk mendapat fY(y)f_Y(y). Teknik Jacobian adalah jalan pintas elegan yang hanya berlaku ketika transformasi gg bersifat monoton (naik atau turun secara ketat) — ia menggunakan “rasio perubahan” antara domain XX dan YY untuk langsung mengonversi PDF. Teknik MGF memanfaatkan keunikan MGF: jika MGF dari Y=g(X)Y = g(X) dapat dihitung dan bentuknya cocok dengan MGF distribusi yang dikenal, distribusi YY teridentifikasi tanpa perlu mencari PDF secara eksplisit.

Pemilihan teknik yang tepat adalah kunci efisiensi di exam. Teknik CDF selalu bisa digunakan namun kadang panjang. Teknik Jacobian sangat cepat tetapi mensyaratkan monotonisitas — jika transformasi tidak monoton (misalnya Y=X2Y = X^2 untuk XX yang bisa negatif), harus dipakai dekomposisi interval sebelum Jacobian diterapkan di setiap bagian. Teknik MGF paling cepat tetapi hanya mengidentifikasi distribusi tanpa memberikan bentuk PDF eksplisit. Mengetahui kapan menggunakan masing-masing teknik adalah pembeda antara kandidat yang kehabisan waktu dan yang bisa menyelesaikan soal dengan mulus.

Section 2 — Definisi Formal

Definisi Matematis

Diberikan variabel acak XX dengan PDF fX(x)f_X(x) dan CDF FX(x)F_X(x). Misalkan Y=g(X)Y = g(X) untuk suatu fungsi g:RRg: \mathbb{R} \to \mathbb{R}.

Teknik CDF (Universal):

kemudian fY(y)=ddyFY(y)f_Y(y) = \dfrac{d}{dy} F_Y(y) di setiap titik yy di mana FYF_Y terdiferensialkan.

Teknik Jacobian (Transformasi Monoton Naik, gg strictly increasing):

Teknik Jacobian (Transformasi Monoton Turun, gg strictly decreasing):

(Formula identik — nilai absolut dari Jacobian membuat tanda tidak masalah.)

Teknik MGF:

Jika MY(t)M_Y(t) cocok dengan MGF distribusi yang dikenal, gunakan Uniqueness Theorem.

Variabel & Parameter

SimbolMaknaCatatan
XXVariabel acak asalPDF: fX(x)f_X(x), CDF: FX(x)F_X(x), support: X\mathcal{X}
Y=g(X)Y = g(X)Variabel acak hasil transformasiPDF: fY(y)f_Y(y), CDF: FY(y)F_Y(y), support: Y\mathcal{Y}
ggFungsi transformasiHarus terukur (measurable); untuk Jacobian, harus monoton
g1g^{-1}Fungsi invers dari ggHanya ada jika gg bijektif (monoton ketat) pada support XX
ddyg1(y)\left\|\dfrac{d}{dy}g^{-1}(y)\right\|Jacobian (nilai absolut turunan invers)Faktor koreksi “rasio perubahan” dalam change-of-variables
X\mathcal{X}Support variabel asal XX{x:fX(x)>0}\{x : f_X(x) > 0\}
Y\mathcal{Y}Support variabel hasil YY{y:xX,  g(x)=y}=g(X)\{y : \exists\, x \in \mathcal{X},\; g(x) = y\} = g(\mathcal{X})

Rumus Utama

FY(y)=P(g(X)y)={x:g(x)y}fX(x)dxF_Y(y) = P(g(X) \leq y) = \int_{\{x\,:\,g(x)\leq y\}} f_X(x)\, dx

Label: CDF Teknik CDF — set integrasi {x:g(x)y}\{x : g(x) \leq y\} bergantung pada bentuk gg; untuk gg monoton naik ini adalah (,g1(y)](-\infty, g^{-1}(y)], untuk monoton turun adalah [g1(y),)[g^{-1}(y), \infty).

fY(y)=fX ⁣(g1(y))dg1(y)dy,yYf_Y(y) = f_X\!\left(g^{-1}(y)\right) \cdot \left|\frac{d\,g^{-1}(y)}{dy}\right|, \quad y \in \mathcal{Y}

Label: Formula Jacobian Univariat — berlaku jika dan hanya jika gg monoton ketat (strictly monotone) pada X\mathcal{X}; Jacobian dg1/dy|d g^{-1}/dy| adalah faktor koreksi volume/panjang akibat perubahan variabel.

fY(y)=kfX(xk)dgk1(y)dy,yYf_Y(y) = \sum_{k} f_X(x_k) \cdot \left|\frac{d\,g^{-1}_k(y)}{dy}\right|, \quad y \in \mathcal{Y}

Label: Jacobian untuk Transformasi Non-Monoton — jika gg non-monoton, bagi X\mathcal{X} menjadi sub-interval X1,X2,\mathcal{X}_1, \mathcal{X}_2, \ldots di mana gg monoton ketat di setiap sub-interval; gk1g^{-1}_k adalah invers gg pada sub-interval ke-kk; jumlahkan kontribusi dari semua inversnya.

Y=g(X)={g(x):xX}\mathcal{Y} = g(\mathcal{X}) = \{g(x) : x \in \mathcal{X}\}

Label: Support Variabel Hasil — support YY adalah image dari support XX di bawah gg; selalu tentukan ini sebelum menuliskan fY(y)f_Y(y).

Asumsi Eksplisit

  • Teknik CDF: Tidak ada asumsi khusus tentang gg — paling umum dan selalu dapat diterapkan. Diferensiabilitas FYF_Y diperlukan untuk mendapat fYf_Y via diferensiasi.
  • Teknik Jacobian: gg harus strictly monotone (naik atau turun) pada seluruh support X\mathcal{X}. Jika tidak, dekomposisi interval wajib dilakukan terlebih dahulu.
  • Teknik MGF: MY(t)M_Y(t) harus terdefinisi pada interval terbuka di sekitar t=0t = 0. Hanya mengidentifikasi distribusi YY — tidak memberikan bentuk fYf_Y secara eksplisit kecuali dari tabel distribusi.
  • Transformasi diskrit: Untuk XX diskrit dengan Y=g(X)Y = g(X), PMF YY diperoleh langsung dengan menjumlahkan probabilitas semua nilai xx yang memetakan ke yy yang sama: pY(y)={x:g(x)=y}pX(x)p_Y(y) = \sum_{\{x:\,g(x)=y\}} p_X(x).

Section 3 — Jembatan Logika

Dari Definisi ke Rumus

Mengapa teknik CDF bekerja? Mulai dari definisi CDF: FY(y)=P(Yy)=P(g(X)y)F_Y(y) = P(Y \leq y) = P(g(X) \leq y). Pertidaksamaan g(X)yg(X) \leq y mendefinisikan suatu himpunan nilai xx yang memenuhinya — himpunan ini adalah {x:g(x)y}\{x : g(x) \leq y\}. Dengan mengintegrasikan fXf_X di atas himpunan ini, kita mendapat FY(y)F_Y(y). Lalu diferensiasi terhadap yy menghasilkan fY(y)f_Y(y). Kunci: pertidaksamaan g(x)yg(x) \leq y harus diinversikan dengan hati-hati — untuk gg monoton naik menjadi xg1(y)x \leq g^{-1}(y), untuk gg monoton turun menjadi xg1(y)x \geq g^{-1}(y) (tanda berubah!).

Mengapa formula Jacobian berbentuk seperti itu? Ini adalah Teorema Substitusi dari kalkulus yang diterapkan ke probabilitas. Dalam integrasi biasa: jika y=g(x)y = g(x), maka dy=g(x)dxdy = g'(x)\,dx, sehingga dx=dy/g(x)=(dg1/dy)dydx = dy / g'(x) = (dg^{-1}/dy)\,dy. Secara probabilistik: “panjang” interval infinitesimal [x,x+dx][x, x+dx] di domain XX harus sama dengan “panjang” probabilitas yang setara di domain YY: fX(x)dx=fY(y)dy    fY(y)=fX(x)dxdy=fX(g1(y))dg1dyf_X(x)\,|dx| = f_Y(y)\,|dy| \implies f_Y(y) = f_X(x) \cdot \left|\frac{dx}{dy}\right| = f_X(g^{-1}(y)) \cdot \left|\frac{dg^{-1}}{dy}\right|

Support dan Domain
  • Support Y\mathcal{Y} wajib ditentukan sebelum menuliskan fY(y)f_Y(y). Support Y=g(X)\mathcal{Y} = g(\mathcal{X}) — image dari support asal di bawah gg. Kesalahan support adalah kesalahan paling umum di soal transformasi.
  • Contoh kritis: Jika XExp(λ)X \sim \text{Exp}(\lambda) (support x>0x > 0) dan Y=X2Y = X^2, maka Y={x2:x>0}=(0,)\mathcal{Y} = \{x^2 : x > 0\} = (0, \infty). Tetapi jika XN(0,1)X \sim N(0,1) (support (,)(-\infty, \infty)) dan Y=X2Y = X^2, maka Y=[0,)\mathcal{Y} = [0, \infty) — dan transformasi non-monoton sehingga perlu dekomposisi.
  • Batas support berubah: Transformasi linear Y=aX+bY = aX + b menggeser support: jika X(c,d)X \in (c, d), maka Y(ac+b,ad+b)Y \in (ac+b, ad+b) untuk a>0a > 0, atau Y(ad+b,ac+b)Y \in (ad+b, ac+b) untuk a<0a < 0.

Derivasi Formula Jacobian dari Teknik CDF (untuk gg monoton naik):

Mulai dari teknik CDF:

FY(y)=P(Yy)=P(g(X)y)F_Y(y) = P(Y \leq y) = P(g(X) \leq y)

Karena gg monoton naik, g(X)y    Xg1(y)g(X) \leq y \iff X \leq g^{-1}(y):

FY(y)=P(Xg1(y))=FX(g1(y))F_Y(y) = P(X \leq g^{-1}(y)) = F_X(g^{-1}(y))

Diferensiasikan terhadap yy (aturan rantai):

fY(y)=ddyFX(g1(y))=fX(g1(y))dg1(y)dyf_Y(y) = \frac{d}{dy} F_X(g^{-1}(y)) = f_X(g^{-1}(y)) \cdot \frac{d\,g^{-1}(y)}{dy}

Karena gg monoton naik, g1g^{-1} juga monoton naik sehingga dg1/dy>0dg^{-1}/dy > 0, dan nilai absolut tidak mengubah apapun:

fY(y)=fX(g1(y))dg1(y)dy\boxed{f_Y(y) = f_X(g^{-1}(y)) \cdot \left|\frac{d\,g^{-1}(y)}{dy}\right|}

Derivasi untuk gg monoton turun:

Karena gg monoton turun, g(X)y    Xg1(y)g(X) \leq y \iff X \geq g^{-1}(y):

FY(y)=P(Xg1(y))=1FX(g1(y))F_Y(y) = P(X \geq g^{-1}(y)) = 1 - F_X(g^{-1}(y))

Diferensiasikan terhadap yy:

fY(y)=fX(g1(y))dg1(y)dyf_Y(y) = -f_X(g^{-1}(y)) \cdot \frac{d\,g^{-1}(y)}{dy}

Karena gg monoton turun, dg1/dy<0dg^{-1}/dy < 0, sehingga dg1/dy>0-dg^{-1}/dy > 0:

fY(y)=fX(g1(y))dg1(y)dyf_Y(y) = f_X(g^{-1}(y)) \cdot \left|\frac{d\,g^{-1}(y)}{dy}\right|

Formula identik — nilai absolut Jacobian menyatukan kedua kasus.

Dilarang
  1. Dilarang mengaplikasikan formula Jacobian langsung pada transformasi non-monoton (misalnya Y=X2Y = X^2 untuk X(,)X \in (-\infty, \infty)) tanpa terlebih dahulu membagi domain XX menjadi sub-interval di mana gg monoton ketat. Mengabaikan dekomposisi akan menghasilkan PDF yang tidak valid (tidak terintegrasi ke 1).
  2. Dilarang melupakan menentukan support Y\mathcal{Y} sebelum menuliskan fY(y)f_Y(y). Menuliskan rumus fY(y)f_Y(y) yang benar tetapi dengan domain yang salah adalah jawaban yang salah — nilai probabilitas akan keliru jika diintegrasi di luar support yang benar.
  3. Dilarang mengabaikan perubahan tanda pertidaksamaan saat menginversikan transformasi monoton turun. Jika gg monoton turun, maka g(X)y    Xg1(y)g(X) \leq y \iff X \geq g^{-1}(y) — tanda \leq berubah menjadi \geq. Mengabaikan ini menyebabkan FY(y)=FX(g1(y))F_Y(y) = F_X(g^{-1}(y)) (salah) alih-alih 1FX(g1(y))1 - F_X(g^{-1}(y)) (benar).

Section 4 — Contoh Soal

Soal A — Fundamental

Misalkan XU(0,1)X \sim U(0, 1), yaitu fX(x)=1f_X(x) = 1 untuk 0<x<10 < x < 1.

Definisikan Y=lnXY = -\ln X.

(a) Tentukan support Y\mathcal{Y}. (b) Gunakan teknik CDF untuk mendapatkan fY(y)f_Y(y). (c) Identifikasi distribusi YY. (d) Hitung E[Y]E[Y] dan Var(Y)\text{Var}(Y) langsung dari distribusi yang teridentifikasi.

Solusi Soal A

1. Identifikasi Variabel

  • XU(0,1)X \sim U(0,1): fX(x)=1f_X(x) = 1, FX(x)=xF_X(x) = x untuk x(0,1)x \in (0,1)
  • Transformasi: g(x)=lnxg(x) = -\ln x, monoton turun pada (0,1)(0,1) karena g(x)=1/x<0g'(x) = -1/x < 0
  • Target: support Y\mathcal{Y}, fY(y)f_Y(y), identifikasi distribusi, E[Y]E[Y], Var(Y)\text{Var}(Y)

2. Identifikasi Distribusi / Model Transformasi Y=lnXY = -\ln X dari Uniform adalah teknik klasik yang menghasilkan distribusi Eksponensial — ini adalah hasil yang sangat penting dan sering diuji di CF2.

3. Setup Persamaan

CDF dari definisi: FY(y)=P(Yy)=P(lnXy)F_Y(y) = P(Y \leq y) = P(-\ln X \leq y)

Inversikan pertidaksamaan untuk mendapat batas integrasi dalam XX.

4. Eksekusi Aljabar

(a) Support Y\mathcal{Y}:

Ketika x0+x \to 0^+: lnx+-\ln x \to +\infty. Ketika x1x \to 1^-: lnx0+-\ln x \to 0^+. Y={lnx:x(0,1)}=(0,+)\mathcal{Y} = \{-\ln x : x \in (0,1)\} = (0, +\infty)

(b) PDF via teknik CDF:

P(lnXy)=P(lnXy)=P(Xey)P(-\ln X \leq y) = P(\ln X \geq -y) = P(X \geq e^{-y})

Karena FX(x)=xF_X(x) = x pada (0,1)(0,1) dan ey(0,1)e^{-y} \in (0,1) untuk y>0y > 0: FY(y)=1FX(ey)=1eyF_Y(y) = 1 - F_X(e^{-y}) = 1 - e^{-y}

Diferensiasikan: fY(y)=ddy(1ey)=ey,y>0f_Y(y) = \frac{d}{dy}(1 - e^{-y}) = e^{-y}, \quad y > 0

(c) Identifikasi distribusi:

fY(y)=eyf_Y(y) = e^{-y} untuk y>0y > 0 adalah PDF distribusi Exp(λ=1)\text{Exp}(\lambda = 1).

Y=lnXExp(1)\boxed{Y = -\ln X \sim \text{Exp}(1)}

(d) E[Y]E[Y] dan Var(Y)\text{Var}(Y):

Dari properti Exp(λ)\text{Exp}(\lambda): E[Y]=1/λ=1E[Y] = 1/\lambda = 1 dan Var(Y)=1/λ2=1\text{Var}(Y) = 1/\lambda^2 = 1.

5. Verification

  • FY(0)=1e0=0F_Y(0) = 1 - e^0 = 0 ✓; limyFY(y)=1\lim_{y\to\infty} F_Y(y) = 1
  • fY(y)=ey>0f_Y(y) = e^{-y} > 0 untuk y>0y > 0 ✓; 0eydy=1\int_0^\infty e^{-y}\,dy = 1
  • Langkah inversi: lnXy    lnXy    Xey-\ln X \leq y \iff \ln X \geq -y \iff X \geq e^{-y} — tanda pertidaksamaan berubah dua kali (sekali karena perkalian 1-1, sekali karena ln\ln monoton naik), hasil akhir tanda \geq
  • Hasil YExp(1)Y \sim \text{Exp}(1) adalah hasil baku yang benar — transformasi invers dari Exp\text{Exp} ke U(0,1)U(0,1) (yaitu X=eYX = e^{-Y}) digunakan dalam inverse transform method untuk simulasi ✓
Exam Tips — Soal A

Target waktu: 6–8 menit Common trap: Melupakan perubahan tanda pertidaksamaan. P(lnXy)P(-\ln X \leq y) harus diinversikan menjadi P(Xey)P(X \geq e^{-y}), bukan P(Xey)P(X \leq e^{-y}). Satu kesalahan tanda di sini membalik seluruh jawaban: FY(y)=eyF_Y(y) = e^{-y} (salah) vs 1ey1 - e^{-y} (benar). Shortcut: Begitu FY(y)=1eyF_Y(y) = 1 - e^{-y} ditemukan, langsung kenali sebagai CDF Exp(1)\text{Exp}(1) — tidak perlu menghitung integral normalisasi ulang.


Soal B — Exam-Typical

Misalkan XX memiliki PDF fX(x)=3x2f_X(x) = 3x^2 untuk 0<x<10 < x < 1.

Definisikan Y=X2Y = X^2.

(a) Tentukan support Y\mathcal{Y}. (b) Gunakan teknik Jacobian untuk mendapatkan fY(y)f_Y(y). (c) Verifikasi hasil menggunakan teknik CDF. (d) Hitung E[Y]E[Y] langsung dari fY(y)f_Y(y).

Solusi Soal B

1. Identifikasi Variabel

  • fX(x)=3x2f_X(x) = 3x^2 pada (0,1)(0,1); FX(x)=x3F_X(x) = x^3 pada (0,1)(0,1)
  • Transformasi: g(x)=x2g(x) = x^2
  • Periksa monotonisitas: g(x)=2x>0g'(x) = 2x > 0 untuk x(0,1)x \in (0,1)monoton naik
  • Target: support Y\mathcal{Y}, fY(y)f_Y(y) via Jacobian, verifikasi via CDF, E[Y]E[Y]

2. Identifikasi Distribusi / Model Karena g(x)=x2g(x) = x^2 monoton naik pada support (0,1)(0,1) (tidak ada masalah dengan x<0x < 0), teknik Jacobian dapat langsung diterapkan tanpa dekomposisi. Perhatikan: ini berbeda dengan X(1,1)X \in (-1,1) di mana x2x^2 non-monoton.

3. Setup Persamaan

Invers transformasi: y=x2    x=yy = x^2 \implies x = \sqrt{y} (ambil akar positif karena x>0x > 0): g1(y)=yg^{-1}(y) = \sqrt{y}

Turunan invers (Jacobian): ddyg1(y)=ddyy=12y\frac{d}{dy} g^{-1}(y) = \frac{d}{dy}\sqrt{y} = \frac{1}{2\sqrt{y}}

4. Eksekusi Aljabar

(a) Support Y\mathcal{Y}: Y={x2:x(0,1)}=(0,1)\mathcal{Y} = \{x^2 : x \in (0,1)\} = (0, 1)

(b) PDF via Jacobian:

fY(y)=fX(g1(y))dg1(y)dy=fX(y)12yf_Y(y) = f_X(g^{-1}(y)) \cdot \left|\frac{d\,g^{-1}(y)}{dy}\right| = f_X(\sqrt{y}) \cdot \frac{1}{2\sqrt{y}}

Substitusi fX(y)=3(y)2=3yf_X(\sqrt{y}) = 3(\sqrt{y})^2 = 3y:

fY(y)=3y12y=3y2=32y1/2,0<y<1f_Y(y) = 3y \cdot \frac{1}{2\sqrt{y}} = \frac{3\sqrt{y}}{2} = \frac{3}{2} y^{1/2}, \quad 0 < y < 1

(c) Verifikasi via teknik CDF:

Karena gg monoton naik pada (0,1)(0,1): FY(y)=P(X2y)=P(Xy)=FX(y)=(y)3=y3/2F_Y(y) = P(X^2 \leq y) = P(X \leq \sqrt{y}) = F_X(\sqrt{y}) = (\sqrt{y})^3 = y^{3/2}

Diferensiasikan: fY(y)=ddyy3/2=32y1/2f_Y(y) = \frac{d}{dy} y^{3/2} = \frac{3}{2} y^{1/2} \quad \checkmark

Hasil identik — verifikasi berhasil.

(d) E[Y]E[Y]:

E[Y]=01y32y1/2dy=3201y3/2dy=32[y5/25/2]01=3225=35E[Y] = \int_0^1 y \cdot \frac{3}{2} y^{1/2}\, dy = \frac{3}{2} \int_0^1 y^{3/2}\, dy = \frac{3}{2} \cdot \left[\frac{y^{5/2}}{5/2}\right]_0^1 = \frac{3}{2} \cdot \frac{2}{5} = \frac{3}{5}

Verifikasi via LOTUS pada XX: E[Y]=E[X2]=01x23x2dx=301x4dx=315=35E[Y] = E[X^2] = \int_0^1 x^2 \cdot 3x^2\, dx = 3\int_0^1 x^4\, dx = 3 \cdot \frac{1}{5} = \frac{3}{5} \quad \checkmark

5. Verification

  • fY(y)=32y1/2>0f_Y(y) = \frac{3}{2}y^{1/2} > 0 untuk y(0,1)y \in (0,1)
  • 0132y1/2dy=3223=1\int_0^1 \frac{3}{2} y^{1/2}\, dy = \frac{3}{2} \cdot \frac{2}{3} = 1
  • E[Y]=3/5E[Y] = 3/5; dibandingkan E[X]=013x3dx=3/4E[X] = \int_0^1 3x^3\,dx = 3/4; karena x2<xx^2 < x untuk x(0,1)x \in (0,1), wajar E[X2]<E[X]E[X^2] < E[X]
  • Teknik Jacobian dan CDF menghasilkan hasil identik ✓
Exam Tips — Soal B

Target waktu: 8–10 menit Common trap 1: Menggunakan Jacobian untuk Y=X2Y = X^2 tanpa memeriksa support XX. Jika support mencakup nilai negatif (misalnya X(1,1)X \in (-1,1)), maka g(x)=x2g(x) = x^2 tidak monoton dan teknik Jacobian langsung tidak bisa digunakan — harus dekomposisi. Common trap 2: Lupa mensubstitusi fXf_X dengan benar: fX(y)=3(y)2=3yf_X(\sqrt{y}) = 3(\sqrt{y})^2 = 3y, bukan 3y3\sqrt{y} atau 3y23y^2. Shortcut: Selalu gunakan teknik CDF untuk verifikasi silang hasil Jacobian — jika keduanya cocok, confidence tinggi. Ini layak dilakukan dalam 2 menit tambahan.


Soal C — Challenging

Misalkan XX memiliki PDF fX(x)=12πex2/2f_X(x) = \frac{1}{\sqrt{2\pi}} e^{-x^2/2} untuk x(,)x \in (-\infty, \infty), yaitu XN(0,1)X \sim N(0,1).

Definisikan Y=X2Y = X^2.

(a) Jelaskan mengapa teknik Jacobian tidak bisa langsung diterapkan, dan tentukan dekomposisi domain yang tepat. (b) Gunakan teknik Jacobian dengan dekomposisi untuk mendapatkan fY(y)f_Y(y). (c) Identifikasi distribusi YY dan nyatakan parameternya. (d) Gunakan teknik MGF untuk mengkonfirmasi identifikasi distribusi YY.

Solusi Soal C

1. Identifikasi Variabel

  • XN(0,1)X \sim N(0,1): fX(x)=12πex2/2f_X(x) = \frac{1}{\sqrt{2\pi}} e^{-x^2/2}, support X=(,)\mathcal{X} = (-\infty, \infty)
  • Transformasi: g(x)=x2g(x) = x^2
  • g(x)=2xg'(x) = 2x: positif untuk x>0x > 0, negatif untuk x<0x < 0non-monoton pada X\mathcal{X}
  • Target: justifikasi dekomposisi, fY(y)f_Y(y) via Jacobian dengan dekomposisi, identifikasi distribusi, konfirmasi via MGF

2. Identifikasi Distribusi / Model Y=X2Y = X^2 di mana XN(0,1)X \sim N(0,1) adalah transformasi klasik yang menghasilkan distribusi Chi-Kuadrat dengan 1 derajat kebebasan, χ2(1)\chi^2(1). Ini adalah hasil paling fundamental yang menghubungkan distribusi Normal dan Chi-Kuadrat di seluruh statistika matematika.

3. Setup Persamaan

Dekomposisi domain: bagi X=(,0)(0,)\mathcal{X} = (-\infty, 0) \cup (0, \infty) menjadi dua sub-interval di mana gg monoton.

Pada X1=(0,)\mathcal{X}_1 = (0, \infty): gg monoton naik; invers g11(y)=yg_1^{-1}(y) = \sqrt{y}

Pada X2=(,0)\mathcal{X}_2 = (-\infty, 0): gg monoton turun; invers g21(y)=yg_2^{-1}(y) = -\sqrt{y}

4. Eksekusi Aljabar

(a) Mengapa Jacobian langsung tidak bisa diterapkan:

g(x)=x2g(x) = x^2 tidak monoton pada (,)(-\infty, \infty): untuk setiap y>0y > 0, terdapat dua nilai xx yang memetakan ke yy, yaitu x=yx = \sqrt{y} dan x=yx = -\sqrt{y}. Fungsi gg tidak bijektif sehingga invers tunggal g1g^{-1} tidak ada. Formula Jacobian tunggal hanya berlaku untuk transformasi bijektif (monoton ketat).

Dekomposisi: X1=(0,)\mathcal{X}_1 = (0, \infty) di mana g1(x)=x2g_1(x) = x^2 monoton naik, dan X2=(,0)\mathcal{X}_2 = (-\infty, 0) di mana g2(x)=x2g_2(x) = x^2 monoton turun.

Support hasil: Y=g(X)={x2:xR}=(0,)\mathcal{Y} = g(\mathcal{X}) = \{x^2 : x \in \mathbb{R}\} = (0, \infty).

(b) PDF via Jacobian dengan dekomposisi:

Kontribusi dari X1=(0,)\mathcal{X}_1 = (0, \infty) (monoton naik, g11(y)=yg_1^{-1}(y) = \sqrt{y}): dg11dy=12y>0\frac{d\,g_1^{-1}}{dy} = \frac{1}{2\sqrt{y}} > 0 Kontribusi1=fX(y)12y=12πey/212y\text{Kontribusi}_1 = f_X(\sqrt{y}) \cdot \frac{1}{2\sqrt{y}} = \frac{1}{\sqrt{2\pi}} e^{-y/2} \cdot \frac{1}{2\sqrt{y}}

Kontribusi dari X2=(,0)\mathcal{X}_2 = (-\infty, 0) (monoton turun, g21(y)=yg_2^{-1}(y) = -\sqrt{y}): dg21dy=12y<0,dg21dy=12y\frac{d\,g_2^{-1}}{dy} = -\frac{1}{2\sqrt{y}} < 0, \quad \left|\frac{d\,g_2^{-1}}{dy}\right| = \frac{1}{2\sqrt{y}} Kontribusi2=fX(y)12y=12πe(y)2/212y=12πey/212y\text{Kontribusi}_2 = f_X(-\sqrt{y}) \cdot \frac{1}{2\sqrt{y}} = \frac{1}{\sqrt{2\pi}} e^{-(-\sqrt{y})^2/2} \cdot \frac{1}{2\sqrt{y}} = \frac{1}{\sqrt{2\pi}} e^{-y/2} \cdot \frac{1}{2\sqrt{y}}

Catatan: kedua kontribusi sama karena fXf_X simetris terhadap 0 (fX(y)=fX(y)f_X(-\sqrt{y}) = f_X(\sqrt{y})).

Jumlahkan: fY(y)=Kontribusi1+Kontribusi2=212πey/212yf_Y(y) = \text{Kontribusi}_1 + \text{Kontribusi}_2 = 2 \cdot \frac{1}{\sqrt{2\pi}} e^{-y/2} \cdot \frac{1}{2\sqrt{y}}

fY(y)=12π1yey/2=12πy1/2ey/2,y>0f_Y(y) = \frac{1}{\sqrt{2\pi}} \cdot \frac{1}{\sqrt{y}} \cdot e^{-y/2} = \frac{1}{\sqrt{2\pi}} \cdot y^{-1/2} \cdot e^{-y/2}, \quad y > 0

Susun ulang: fY(y)=121/2Γ(1/2)y1/21ey/2,y>0f_Y(y) = \frac{1}{2^{1/2}\,\Gamma(1/2)}\, y^{1/2 - 1}\, e^{-y/2}, \quad y > 0

(menggunakan Γ(1/2)=π\Gamma(1/2) = \sqrt{\pi} sehingga 2π=21/2π=21/2Γ(1/2)\sqrt{2\pi} = 2^{1/2} \cdot \sqrt{\pi} = 2^{1/2}\,\Gamma(1/2)).

(c) Identifikasi distribusi:

PDF distribusi Gamma Γ(α,β)\Gamma(\alpha, \beta) dengan parametrisasi skala β\beta: f(y)=1βαΓ(α)yα1ey/β,y>0f(y) = \frac{1}{\beta^\alpha\,\Gamma(\alpha)}\, y^{\alpha-1}\, e^{-y/\beta}, \quad y > 0

Cocokkan: α1=1/2    α=1/2\alpha - 1 = -1/2 \implies \alpha = 1/2 dan β=2\beta = 2.

Distribusi Γ(1/2,2)\Gamma(1/2, 2) adalah definisi dari Chi-Kuadrat dengan 1 derajat kebebasan: Y=X2χ2(1)\boxed{Y = X^2 \sim \chi^2(1)}

(d) Konfirmasi via teknik MGF:

MGF distribusi χ2(ν)\chi^2(\nu) adalah (12t)ν/2(1 - 2t)^{-\nu/2} untuk t<1/2t < 1/2. Untuk ν=1\nu = 1: MY(t)=(12t)1/2M_Y(t) = (1-2t)^{-1/2}.

Hitung langsung dari definisi menggunakan fXf_X: MY(t)=E[etX2]=etx212πex2/2dx=12πex2(12t)/2dxM_Y(t) = E[e^{tX^2}] = \int_{-\infty}^{\infty} e^{tx^2} \cdot \frac{1}{\sqrt{2\pi}} e^{-x^2/2}\, dx = \frac{1}{\sqrt{2\pi}} \int_{-\infty}^{\infty} e^{-x^2(1-2t)/2}\, dx

Kenali sebagai integral Gaussian dengan variansi σ2=1/(12t)\sigma^2 = 1/(1-2t), valid untuk t<1/2t < 1/2: =12π2π12t=112t=(12t)1/2= \frac{1}{\sqrt{2\pi}} \cdot \sqrt{\frac{2\pi}{1-2t}} = \frac{1}{\sqrt{1-2t}} = (1-2t)^{-1/2}

Ini tepat MGF χ2(1)\chi^2(1). Oleh Uniqueness Theorem: Yχ2(1)Y \sim \chi^2(1)

5. Verification

  • fY(y)>0f_Y(y) > 0 untuk y>0y > 0
  • Normalisasi: 012πy1/2ey/2dy=1\int_0^\infty \frac{1}{\sqrt{2\pi}} y^{-1/2} e^{-y/2}\,dy = 1 (dapat diverifikasi via substitusi u=y/2u = y/2, menghasilkan Γ(1/2)/π=1\Gamma(1/2)/\sqrt{\pi} = 1) ✓
  • MGF MY(t)=(12t)1/2M_Y(t) = (1-2t)^{-1/2} cocok dengan MGF χ2(1)\chi^2(1) baku ✓
  • Faktor 2 dalam jumlah kontribusi Jacobian muncul karena simetri fXf_X — untuk distribusi non-simetris, kedua kontribusi umumnya berbeda dan harus dijumlahkan secara terpisah ✓
Exam Tips — Soal C

Target waktu: 15–18 menit Common trap 1: Hanya mengambil satu cabang inversi (x=yx = \sqrt{y} saja) dan melupakan x=yx = -\sqrt{y}. Ini menghasilkan PDF yang hanya setengahnya dan tidak terintegrasi ke 1. Common trap 2: Tidak mencocokkan konstanta normalisasi χ2\chi^2 dengan benar. Ingat: χ2(ν)=Γ(ν/2,2)\chi^2(\nu) = \Gamma(\nu/2, 2), bukan Γ(ν,2)\Gamma(\nu, 2) atau Γ(ν/2,1/2)\Gamma(\nu/2, 1/2). Common trap 3: Dalam integral MGF untuk E[etX2]E[e^{tX^2}], integral Gaussian konvergen hanya untuk t<1/2t < 1/2 — wajib sebutkan syarat ini. Shortcut: Untuk soal transformasi Y=X2Y = X^2 dari distribusi simetris, kedua kontribusi Jacobian pasti sama — jumlahkan dengan mengalikan dua. Untuk distribusi non-simetris, hitung keduanya secara terpisah.

Section 5 — Verifikasi & Sanity Check

Validasi PDF Hasil Transformasi

Setiap fY(y)f_Y(y) yang diperoleh harus memenuhi:

  1. fY(y)0f_Y(y) \geq 0 untuk semua yYy \in \mathcal{Y} — periksa tanda ekspresi di dalam support.
  2. YfY(y)dy=1\int_{\mathcal{Y}} f_Y(y)\, dy = 1 — jika memungkinkan, verifikasi normalisasi secara analitik.
  3. Support Y\mathcal{Y} dinyatakan secara eksplisit dan konsisten dengan g(X)g(\mathcal{X}).
Validasi Teknik CDF

Saat menggunakan teknik CDF:

  1. FY(y)0F_Y(y) \to 0 saat yy mendekati batas bawah Y\mathcal{Y}
  2. FY(y)1F_Y(y) \to 1 saat yy mendekati batas atas Y\mathcal{Y}
  3. Diferensiasi FYF_Y menghasilkan fY0f_Y \geq 0 — jika hasilnya negatif di suatu titik, ada kesalahan pada saat menginversikan pertidaksamaan.
Validasi Teknik Jacobian

Sebelum mengaplikasikan Jacobian:

  1. Verifikasi monotonisitas gg pada support X\mathcal{X} dengan memeriksa tanda g(x)g'(x)
  2. Jika gg tidak monoton pada seluruh X\mathcal{X}: dekomposisi domain wajib dilakukan ✓
  3. Jumlah kontribusi dari semua cabang inversi harus terintegrasi ke 1 ✓
Konsistensi Dua Teknik

Jika waktu memungkinkan, verifikasi silang antara teknik CDF dan Jacobian:

  1. Hitung FY(y)F_Y(y) dari teknik CDF, lalu diferensiasikan → harus sama dengan hasil Jacobian.
  2. Integrasikan fY(y)f_Y(y) dari Jacobian → harus menghasilkan FY(y)F_Y(y) yang konsisten.
  3. E[Y]E[Y] dari fY(y)f_Y(y) harus sama dengan E[g(X)]E[g(X)] yang dihitung via LOTUS dari fX(x)f_X(x).

Metode Alternatif

LOTUS sebagai pengganti transformasi penuh: Jika soal hanya meminta E[Y]E[Y] atau Var(Y)\text{Var}(Y) (bukan PDF fYf_Y), gunakan LOTUS langsung: E[Y]=E[g(X)]=Xg(x)fX(x)dxE[Y] = E[g(X)] = \int_{\mathcal{X}} g(x)\, f_X(x)\, dx Ini jauh lebih efisien daripada menurunkan fYf_Y terlebih dahulu kemudian mengintegrasikannya. Teknik transformasi penuh hanya diperlukan jika fYf_Y atau FYF_Y diminta secara eksplisit, atau jika distribusi YY perlu diidentifikasi.

Teknik MGF sebagai identifikasi cepat: Jika bentuk fYf_Y tidak diperlukan dan soal hanya meminta identifikasi distribusi, hitung MY(t)=E[etg(X)]M_Y(t) = E[e^{tg(X)}] langsung dari fXf_X dan cocokkan dengan tabel MGF standar. Ini seringkali lebih cepat dari teknik CDF atau Jacobian jika integral Gaussiannya dikenali.

Section 6 — Visualisasi Mental

Visualisasi Teknik CDF — Memetakan Himpunan Level:

Bayangkan garis bilangan R\mathbb{R} untuk XX (sumbu bawah) dan garis bilangan R\mathbb{R} untuk YY (sumbu atas), dihubungkan oleh kurva y=g(x)y = g(x). Untuk menghitung FY(y0)=P(Yy0)F_Y(y_0) = P(Y \leq y_0): tarik garis horizontal y=y0y = y_0 pada sumbu YY, tentukan semua nilai xx di sumbu XX yang memetakan ke nilai yy0y \leq y_0 (himpunan level set), lalu integrasikan fXf_X di atas himpunan tersebut. Untuk gg monoton naik: himpunan tersebut adalah (,g1(y0)](-\infty, g^{-1}(y_0)] — setengah kiri. Untuk gg monoton turun: himpunan adalah [g1(y0),)[g^{-1}(y_0), \infty) — setengah kanan (tanda berubah!). Untuk g=x2g = x^2: himpunan adalah [y0,y0][-\sqrt{y_0}, \sqrt{y_0}] — interval simetris di sekitar nol.

Visualisasi Teknik Jacobian — “Peregangan” Interval:

Bayangkan interval infinitesimal [x,x+dx][x, x+dx] di domain XX yang “diregangkan” atau “dikompres” menjadi interval [y,y+dy][y, y+dy] di domain YY oleh transformasi gg. Lebar dx|dx| di domain XX berkorespondensi dengan lebar dy=g(x)dx|dy| = |g'(x)|\,|dx| di domain YY. Karena massa probabilitas harus konservatif: fX(x)dx=fY(y)dyf_X(x)|dx| = f_Y(y)|dy|, sehingga fY(y)=fX(x)/g(x)f_Y(y) = f_X(x)/|g'(x)|. Dinyatakan dalam yy: fY(y)=fX(g1(y))dg1/dyf_Y(y) = f_X(g^{-1}(y)) \cdot |dg^{-1}/dy|. Jika gg “meregangkan” interval (Jacobian kecil <1< 1), maka fY<fXf_Y < f_X — kerapatan menurun. Jika gg “mengkompres” (Jacobian besar >1> 1), maka fY>fXf_Y > f_X — kerapatan meningkat.

Hubungan Visual ↔ Rumus

Perubahan lebar interval infinitesimal berkorespondensi dengan Jacobian:

fY(y)dy=fX(x)dxfY(y)=fX(g1(y))dg1dyf_Y(y)\,|dy| = f_X(x)\,|dx| \longleftrightarrow f_Y(y) = f_X(g^{-1}(y)) \cdot \left|\frac{dg^{-1}}{dy}\right|

Himpunan level set untuk CDF berkorespondensi dengan:

FY(y)={x:g(x)y}fX(x)dxluas di bawah fX pada level setF_Y(y) = \int_{\{x:\,g(x)\leq y\}} f_X(x)\,dx \longleftrightarrow \text{luas di bawah } f_X \text{ pada level set}

Dua cabang untuk Y=X2Y = X^2 (XRX \in \mathbb{R}) berkorespondensi dengan:

fY(y)=fX(y)12y+fX(y)12ykontribusi cabang kanan + kirif_Y(y) = f_X(\sqrt{y}) \cdot \frac{1}{2\sqrt{y}} + f_X(-\sqrt{y}) \cdot \frac{1}{2\sqrt{y}} \longleftrightarrow \text{kontribusi cabang kanan + kiri}

Section 7 — Jebakan Umum

Kesalahan Parametrisasi

Kesalahan utama — Mengabaikan bahwa χ2(ν)=Γ(ν/2,2)\chi^2(\nu) = \Gamma(\nu/2, 2), bukan Γ(ν,2)\Gamma(\nu, 2):

  • Salah: Yχ2(1)Y \sim \chi^2(1) memiliki PDF Γ(α=1,β=2)\Gamma(\alpha=1, \beta=2)
  • Benar: Yχ2(1)Y \sim \chi^2(1) memiliki PDF Γ(α=1/2,β=2)\Gamma(\alpha=1/2, \beta=2)
  • Koreksi: selalu konversikan derajat kebebasan ν\nu ke parameter Gamma via α=ν/2\alpha = \nu/2, bukan α=ν\alpha = \nu.

Kesalahan kedua — Menggunakan g(x)|g'(x)| alih-alih dg1/dy|dg^{-1}/dy| dalam formula Jacobian:

  • Formula Jacobian univariat adalah fY(y)=fX(g1(y))dg1(y)/dyf_Y(y) = f_X(g^{-1}(y)) \cdot |dg^{-1}(y)/dy|
  • Ekuivalen: fY(y)=fX(x)/g(x)f_Y(y) = f_X(x) / |g'(x)| di mana x=g1(y)x = g^{-1}(y)
  • Salah: Menulis fY(y)=fX(g1(y))g(y)f_Y(y) = f_X(g^{-1}(y)) \cdot |g'(y)| — menggunakan gg' bukan dg1/dy|dg^{-1}/dy|
Kesalahan Konseptual
  1. Menerapkan Jacobian pada transformasi non-monoton tanpa dekomposisi. Y=X2Y = X^2 untuk X(,)X \in (-\infty,\infty) tidak bisa ditangani dengan satu invers — jika hanya mengambil x=yx = \sqrt{y} dan melupakan x=yx = -\sqrt{y}, hasil PDF tidak ternormalisasi (fYdy=1/2\int f_Y\,dy = 1/2, bukan 1).
  2. Tidak memperbarui support Y\mathcal{Y} setelah transformasi. Menuliskan fY(y)f_Y(y) dengan support X\mathcal{X} (support XX) alih-alih g(X)g(\mathcal{X}) (support YY) — ini kesalahan fatal yang sering tidak disadari.
  3. Menukar antara g(x)g'(x) dan dg1/dydg^{-1}/dy. Keduanya berhubungan via dg1/dy=1/g(g1(y))dg^{-1}/dy = 1/g'(g^{-1}(y)), tetapi mensubstitusi satu ke tempat lain tanpa konversi menghasilkan jawaban salah. Untuk menghindari kebingungan: selalu ekspresikan invers g1(y)g^{-1}(y) secara eksplisit, lalu diferensiasikan hasilnya terhadap yy.
  4. Menggunakan LOTUS ketika fYf_Y diminta, bukan E[Y]E[Y]. LOTUS memberikan nilai harapan, bukan PDF. Jika soal meminta fY(y)f_Y(y) atau FY(y)F_Y(y), harus gunakan teknik CDF atau Jacobian.
Kesalahan Interpretasi Soal
  • “Tentukan distribusi YY bisa berarti dua hal: (a) identifikasi nama dan parameter distribusi, atau (b) berikan fY(y)f_Y(y) secara eksplisit. Lihat konteks — jika soal minta “distribusi”, cukup sebutkan nama dan parameter; jika minta “PDF”, berikan ekspresi lengkap.
  • “Transformasi monoton” — soal mungkin tidak menyebutkan ini secara eksplisit; kandidat harus sendiri memeriksa tanda g(x)g'(x) sebelum memilih teknik. Jangan asumsikan monoton.
  • Notasi g1g^{-1} — dalam konteks transformasi variabel acak, g1(y)g^{-1}(y) adalah invers fungsi (nilai xx sehingga g(x)=yg(x) = y), bukan 1/g(y)1/g(y). Kebingungan notasi ini cukup sering terjadi.
Red Flags
  • Transformasi berbentuk Y=X2Y = X^2, Y=XY = |X|, Y=sinXY = \sin X: Segera periksa monotonisitas. Semua contoh ini non-monoton pada domain penuh bilangan real — dekomposisi domain hampir pasti diperlukan.
  • Support XX mencakup nilai positif dan negatif, transformasi genap (g(x)=g(x)g(-x) = g(x)): Selalu ada dua cabang invers yang harus dijumlahkan.
  • Soal meminta fYf_Y tanpa petunjuk teknik mana yang digunakan: Pilih teknik CDF sebagai default yang paling aman, lalu pertimbangkan Jacobian jika transformasi jelas monoton dan invers mudah dihitung.
  • Soal menyebutkan “identifikasi distribusi”: Pertimbangkan teknik MGF — mungkin lebih cepat daripada menurunkan fYf_Y penuh.
  • Batas support berbentuk fungsi dari parameter: Jika X=(0,θ)\mathcal{X} = (0, \theta) dan Y=g(X)Y = g(X), maka Y\mathcal{Y} bergantung pada θ\theta — pastikan batas support Y\mathcal{Y} dinyatakan dalam θ\theta.

Section 8 — Ringkasan Eksekutif

Must-Remember
  1. Teknik CDF — universal, selalu bisa digunakan: FY(y)=P(g(X)y)fY(y)=ddyFY(y)F_Y(y) = P(g(X) \leq y) \longrightarrow f_Y(y) = \frac{d}{dy}F_Y(y)
  2. Teknik Jacobian — hanya untuk gg monoton ketat pada X\mathcal{X}: fY(y)=fX ⁣(g1(y))dg1(y)dy,yg(X)f_Y(y) = f_X\!\left(g^{-1}(y)\right) \cdot \left|\frac{d\,g^{-1}(y)}{dy}\right|, \quad y \in g(\mathcal{X})
  3. Teknik Jacobian dengan dekomposisi — untuk gg non-monoton: fY(y)=kfX(xk)dgk1(y)dy,jumlahkan semua cabang inversf_Y(y) = \sum_{k} f_X(x_k) \cdot \left|\frac{d\,g_k^{-1}(y)}{dy}\right|, \quad \text{jumlahkan semua cabang invers}
  4. Perubahan tanda pertidaksamaan untuk gg monoton turun: g(X)y   dan   g monoton turun    Xg1(y)g(X) \leq y \;\text{ dan }\; g \text{ monoton turun} \implies X \geq g^{-1}(y)
  5. Support Y\mathcal{Y} wajib ditentukan sebelum menuliskan fYf_Y: Y=g(X)={g(x):xX}\mathcal{Y} = g(\mathcal{X}) = \{g(x) : x \in \mathcal{X}\}

Kapan Digunakan

  • Trigger keywords: “distribusi dari Y=g(X)Y = g(X)”, “PDF dari transformasi”, “tentukan distribusi”, “transformasi variabel acak”, “ubah variabel”, “change of variable”.
  • Tipe skenario soal:
    • Diberikan fXf_X dan transformasi Y=g(X)Y = g(X); diminta fYf_Y atau FYF_Y secara eksplisit.
    • Identifikasi distribusi YY dari penjumlahan, perkalian, atau fungsi lain dari variabel acak dikenal.
    • Menurunkan distribusi Chi-Kuadrat, tt, atau FF dari Normal melalui transformasi.
    • Menentukan distribusi rata-rata sampel atau statistik sampel dari distribusi dasar.

Kapan TIDAK Boleh Digunakan

  • Jika hanya E[Y]E[Y] atau Var(Y)\text{Var}(Y) yang diminta: Gunakan LOTUS dari 2.2 Variabel Acak Kontinu — lebih efisien daripada menurunkan fYf_Y penuh terlebih dahulu.
  • Jika YY adalah penjumlahan variabel acak independen: Pertimbangkan teknik MGF dari 2.3 Fungsi Pembangkit sebagai alternatif yang lebih cepat.
  • Jika transformasi melibatkan dua atau lebih variabel acak (misalnya Y=X1/X2Y = X_1/X_2 atau Y=X1+X2Y = X_1 + X_2): gunakan teknik transformasi multivariat dengan Jacobian matriks dari 3.8 Transformasi Variabel Acak Gabungan.

Quick Decision Tree

graph TD
    A["Diberikan Y = g(X), diminta distribusi Y"] --> B["Apa yang diminta?"]
    B --> B1["Hanya E[Y] atau Var(Y)?"]
    B --> B2["PDF f_Y atau CDF F_Y eksplisit?"]
    B --> B3["Identifikasi nama distribusi saja?"]
    B1 --> C1["Gunakan LOTUS:<br>E[g(X)] = integral g(x)*f_X(x) dx<br>Tidak perlu cari f_Y"]
    B3 --> C3["Hitung M_Y(t) = E[e^tg(X)]<br>Cocokkan dengan MGF baku<br>Kutip Uniqueness Theorem"]
    B2 --> D["Periksa monotonisitas g<br>pada support X"]
    D -->|"g monoton ketat"| E["Teknik Jacobian langsung:<br>f_Y(y) = f_X(g_inv(y)) * |d g_inv / dy|<br>Tentukan support Y = g(X) terlebih dahulu"]
    D -->|"g tidak monoton"| F["Dekomposisi domain X<br>menjadi sub-interval monoton"]
    F --> G["Hitung kontribusi Jacobian<br>dari setiap cabang invers"]
    G --> H["Jumlahkan semua kontribusi:<br>f_Y(y) = sum kontribusi_k"]
    D -->|"Monotonisitas tidak jelas"| I["Gunakan Teknik CDF sebagai default:<br>F_Y(y) = P(g(X) <= y)<br>Inversikan pertidaksamaan<br>lalu diferensiasikan"]
    E --> J["Verifikasi: normalisasi = 1?<br>Teknik CDF menghasilkan hasil sama?"]
    H --> J
    I --> J

Follow-up Options
  1. “Berikan contoh soal variasi transformasi non-monoton lainnya, misalnya Y=XY = |X| atau Y=sinXY = \sin X pada interval tertentu”
  2. “Jelaskan hubungan 2.4 Transformasi Variabel Acak Univariat dengan 3.8 Transformasi Variabel Acak Gabungan untuk kasus dua variabel”
  3. “Buat flashcard 1-halaman untuk topik ini”

📖 Ref: Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 2.6–2.7; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 1.7; Miller et al. (2014) Bab 5.8–5.10, 7.4 | 🗓️ 2026-02-21 | #CF2 #VariabelAcak #Transformasi #TeknikCDF #Jacobian #TeknikMGF #Univariat