Transformasi Variabel Acak Univariat
📊 2.4 — Transformasi Variabel Acak Univariat
Ringkasan Cepat›
Topik: Transformasi Variabel Acak Univariat | Bobot: ~25–35% | Difficulty: Hard Ref: Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 2.6–2.7; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 1.7; Miller et al. (2014) Bab 5.8–5.10, 7.4 | Prereq: 2.1 Variabel Acak Diskrit, 2.2 Variabel Acak Kontinu, 2.3 Fungsi Pembangkit
Section 0 — Pemetaan Topik
| Topik CF2 | Sub-topik ID | Skill Diuji | Bobot | Difficulty | Prerequisite | Connected Topics | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Topik 2: Variabel Acak Univariat | 2.4 | Menentukan PMF/PDF dari transformasi menggunakan teknik CDF; mengaplikasikan teknik Jacobian (change-of-variables) untuk transformasi monoton; menggunakan teknik MGF untuk mengidentifikasi distribusi hasil transformasi; menangani transformasi non-monoton dengan dekomposisi interval; menentukan support yang benar setelah transformasi | 25–35% | Hard | 2.1 Variabel Acak Diskrit, 2.2 Variabel Acak Kontinu, 2.3 Fungsi Pembangkit | 2.5 Distribusi Diskrit Umum, 2.6 Distribusi Kontinu Umum, 3.8 Transformasi Variabel Acak Gabungan, 4.2 Distribusi Sampel | Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 2.6–2.7; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 1.7; Miller et al. (2014) Bab 5.8–5.10, 7.4 |
Section 1 — Intuisi
Seorang aktuaris seringkali tidak langsung mengobservasi besaran yang diinginkan, melainkan suatu fungsi darinya. Misalnya, kerugian asuransi mungkin mengikuti distribusi Eksponensial, tetapi yang dikenakan kepada nasabah adalah kerugian setelah deductible dan kap manfaat — yaitu yang merupakan fungsi dari . Pertanyaan kritis: jika kita tahu distribusi , bagaimana mendapatkan distribusi ? Inilah pertanyaan inti dari transformasi variabel acak: mengubah distribusi satu variabel menjadi distribusi variabel lain yang merupakan fungsinya.
Ada tiga senjata utama untuk menjawab pertanyaan ini. Teknik CDF adalah yang paling universal dan aman: cari dulu , ekspresikan ini dalam CDF yang sudah diketahui, lalu diferensiasikan untuk mendapat . Teknik Jacobian adalah jalan pintas elegan yang hanya berlaku ketika transformasi bersifat monoton (naik atau turun secara ketat) — ia menggunakan “rasio perubahan” antara domain dan untuk langsung mengonversi PDF. Teknik MGF memanfaatkan keunikan MGF: jika MGF dari dapat dihitung dan bentuknya cocok dengan MGF distribusi yang dikenal, distribusi teridentifikasi tanpa perlu mencari PDF secara eksplisit.
Pemilihan teknik yang tepat adalah kunci efisiensi di exam. Teknik CDF selalu bisa digunakan namun kadang panjang. Teknik Jacobian sangat cepat tetapi mensyaratkan monotonisitas — jika transformasi tidak monoton (misalnya untuk yang bisa negatif), harus dipakai dekomposisi interval sebelum Jacobian diterapkan di setiap bagian. Teknik MGF paling cepat tetapi hanya mengidentifikasi distribusi tanpa memberikan bentuk PDF eksplisit. Mengetahui kapan menggunakan masing-masing teknik adalah pembeda antara kandidat yang kehabisan waktu dan yang bisa menyelesaikan soal dengan mulus.
Section 2 — Definisi Formal
Definisi Matematis›
Diberikan variabel acak dengan PDF dan CDF . Misalkan untuk suatu fungsi .
Teknik CDF (Universal):
kemudian di setiap titik di mana terdiferensialkan.
Teknik Jacobian (Transformasi Monoton Naik, strictly increasing):
Teknik Jacobian (Transformasi Monoton Turun, strictly decreasing):
(Formula identik — nilai absolut dari Jacobian membuat tanda tidak masalah.)
Teknik MGF:
Jika cocok dengan MGF distribusi yang dikenal, gunakan Uniqueness Theorem.
Variabel & Parameter
| Simbol | Makna | Catatan |
|---|---|---|
| Variabel acak asal | PDF: , CDF: , support: | |
| Variabel acak hasil transformasi | PDF: , CDF: , support: | |
| Fungsi transformasi | Harus terukur (measurable); untuk Jacobian, harus monoton | |
| Fungsi invers dari | Hanya ada jika bijektif (monoton ketat) pada support | |
| Jacobian (nilai absolut turunan invers) | Faktor koreksi “rasio perubahan” dalam change-of-variables | |
| Support variabel asal | ||
| Support variabel hasil |
Rumus Utama
Label: CDF Teknik CDF — set integrasi bergantung pada bentuk ; untuk monoton naik ini adalah , untuk monoton turun adalah .
Label: Formula Jacobian Univariat — berlaku jika dan hanya jika monoton ketat (strictly monotone) pada ; Jacobian adalah faktor koreksi volume/panjang akibat perubahan variabel.
Label: Jacobian untuk Transformasi Non-Monoton — jika non-monoton, bagi menjadi sub-interval di mana monoton ketat di setiap sub-interval; adalah invers pada sub-interval ke-; jumlahkan kontribusi dari semua inversnya.
Label: Support Variabel Hasil — support adalah image dari support di bawah ; selalu tentukan ini sebelum menuliskan .
Asumsi Eksplisit
- Teknik CDF: Tidak ada asumsi khusus tentang — paling umum dan selalu dapat diterapkan. Diferensiabilitas diperlukan untuk mendapat via diferensiasi.
- Teknik Jacobian: harus strictly monotone (naik atau turun) pada seluruh support . Jika tidak, dekomposisi interval wajib dilakukan terlebih dahulu.
- Teknik MGF: harus terdefinisi pada interval terbuka di sekitar . Hanya mengidentifikasi distribusi — tidak memberikan bentuk secara eksplisit kecuali dari tabel distribusi.
- Transformasi diskrit: Untuk diskrit dengan , PMF diperoleh langsung dengan menjumlahkan probabilitas semua nilai yang memetakan ke yang sama: .
Section 3 — Jembatan Logika
Dari Definisi ke Rumus›
Mengapa teknik CDF bekerja? Mulai dari definisi CDF: . Pertidaksamaan mendefinisikan suatu himpunan nilai yang memenuhinya — himpunan ini adalah . Dengan mengintegrasikan di atas himpunan ini, kita mendapat . Lalu diferensiasi terhadap menghasilkan . Kunci: pertidaksamaan harus diinversikan dengan hati-hati — untuk monoton naik menjadi , untuk monoton turun menjadi (tanda berubah!).
Mengapa formula Jacobian berbentuk seperti itu? Ini adalah Teorema Substitusi dari kalkulus yang diterapkan ke probabilitas. Dalam integrasi biasa: jika , maka , sehingga . Secara probabilistik: “panjang” interval infinitesimal di domain harus sama dengan “panjang” probabilitas yang setara di domain :
Support dan Domain›
- Support wajib ditentukan sebelum menuliskan . Support — image dari support asal di bawah . Kesalahan support adalah kesalahan paling umum di soal transformasi.
- Contoh kritis: Jika (support ) dan , maka . Tetapi jika (support ) dan , maka — dan transformasi non-monoton sehingga perlu dekomposisi.
- Batas support berubah: Transformasi linear menggeser support: jika , maka untuk , atau untuk .
Derivasi Formula Jacobian dari Teknik CDF (untuk monoton naik):
Mulai dari teknik CDF:
Karena monoton naik, :
Diferensiasikan terhadap (aturan rantai):
Karena monoton naik, juga monoton naik sehingga , dan nilai absolut tidak mengubah apapun:
Derivasi untuk monoton turun:
Karena monoton turun, :
Diferensiasikan terhadap :
Karena monoton turun, , sehingga :
Formula identik — nilai absolut Jacobian menyatukan kedua kasus.
Dilarang›
- Dilarang mengaplikasikan formula Jacobian langsung pada transformasi non-monoton (misalnya untuk ) tanpa terlebih dahulu membagi domain menjadi sub-interval di mana monoton ketat. Mengabaikan dekomposisi akan menghasilkan PDF yang tidak valid (tidak terintegrasi ke 1).
- Dilarang melupakan menentukan support sebelum menuliskan . Menuliskan rumus yang benar tetapi dengan domain yang salah adalah jawaban yang salah — nilai probabilitas akan keliru jika diintegrasi di luar support yang benar.
- Dilarang mengabaikan perubahan tanda pertidaksamaan saat menginversikan transformasi monoton turun. Jika monoton turun, maka — tanda berubah menjadi . Mengabaikan ini menyebabkan (salah) alih-alih (benar).
Section 4 — Contoh Soal
Soal A — Fundamental
Misalkan , yaitu untuk .
Definisikan .
(a) Tentukan support . (b) Gunakan teknik CDF untuk mendapatkan . (c) Identifikasi distribusi . (d) Hitung dan langsung dari distribusi yang teridentifikasi.
Solusi Soal A›
1. Identifikasi Variabel
- : , untuk
- Transformasi: , monoton turun pada karena
- Target: support , , identifikasi distribusi, ,
2. Identifikasi Distribusi / Model Transformasi dari Uniform adalah teknik klasik yang menghasilkan distribusi Eksponensial — ini adalah hasil yang sangat penting dan sering diuji di CF2.
3. Setup Persamaan
CDF dari definisi:
Inversikan pertidaksamaan untuk mendapat batas integrasi dalam .
4. Eksekusi Aljabar
(a) Support :
Ketika : . Ketika : .
(b) PDF via teknik CDF:
Karena pada dan untuk :
Diferensiasikan:
(c) Identifikasi distribusi:
untuk adalah PDF distribusi .
(d) dan :
Dari properti : dan .
5. Verification
- ✓; ✓
- untuk ✓; ✓
- Langkah inversi: — tanda pertidaksamaan berubah dua kali (sekali karena perkalian , sekali karena monoton naik), hasil akhir tanda ✓
- Hasil adalah hasil baku yang benar — transformasi invers dari ke (yaitu ) digunakan dalam inverse transform method untuk simulasi ✓
Exam Tips — Soal A›
Target waktu: 6–8 menit Common trap: Melupakan perubahan tanda pertidaksamaan. harus diinversikan menjadi , bukan . Satu kesalahan tanda di sini membalik seluruh jawaban: (salah) vs (benar). Shortcut: Begitu ditemukan, langsung kenali sebagai CDF — tidak perlu menghitung integral normalisasi ulang.
Soal B — Exam-Typical
Misalkan memiliki PDF untuk .
Definisikan .
(a) Tentukan support . (b) Gunakan teknik Jacobian untuk mendapatkan . (c) Verifikasi hasil menggunakan teknik CDF. (d) Hitung langsung dari .
Solusi Soal B›
1. Identifikasi Variabel
- pada ; pada
- Transformasi:
- Periksa monotonisitas: untuk — monoton naik ✓
- Target: support , via Jacobian, verifikasi via CDF,
2. Identifikasi Distribusi / Model Karena monoton naik pada support (tidak ada masalah dengan ), teknik Jacobian dapat langsung diterapkan tanpa dekomposisi. Perhatikan: ini berbeda dengan di mana non-monoton.
3. Setup Persamaan
Invers transformasi: (ambil akar positif karena ):
Turunan invers (Jacobian):
4. Eksekusi Aljabar
(a) Support :
(b) PDF via Jacobian:
Substitusi :
(c) Verifikasi via teknik CDF:
Karena monoton naik pada :
Diferensiasikan:
Hasil identik — verifikasi berhasil.
(d) :
Verifikasi via LOTUS pada :
5. Verification
- untuk ✓
- ✓
- ; dibandingkan ; karena untuk , wajar ✓
- Teknik Jacobian dan CDF menghasilkan hasil identik ✓
Exam Tips — Soal B›
Target waktu: 8–10 menit Common trap 1: Menggunakan Jacobian untuk tanpa memeriksa support . Jika support mencakup nilai negatif (misalnya ), maka tidak monoton dan teknik Jacobian langsung tidak bisa digunakan — harus dekomposisi. Common trap 2: Lupa mensubstitusi dengan benar: , bukan atau . Shortcut: Selalu gunakan teknik CDF untuk verifikasi silang hasil Jacobian — jika keduanya cocok, confidence tinggi. Ini layak dilakukan dalam 2 menit tambahan.
Soal C — Challenging
Misalkan memiliki PDF untuk , yaitu .
Definisikan .
(a) Jelaskan mengapa teknik Jacobian tidak bisa langsung diterapkan, dan tentukan dekomposisi domain yang tepat. (b) Gunakan teknik Jacobian dengan dekomposisi untuk mendapatkan . (c) Identifikasi distribusi dan nyatakan parameternya. (d) Gunakan teknik MGF untuk mengkonfirmasi identifikasi distribusi .
Solusi Soal C›
1. Identifikasi Variabel
- : , support
- Transformasi:
- : positif untuk , negatif untuk → non-monoton pada
- Target: justifikasi dekomposisi, via Jacobian dengan dekomposisi, identifikasi distribusi, konfirmasi via MGF
2. Identifikasi Distribusi / Model di mana adalah transformasi klasik yang menghasilkan distribusi Chi-Kuadrat dengan 1 derajat kebebasan, . Ini adalah hasil paling fundamental yang menghubungkan distribusi Normal dan Chi-Kuadrat di seluruh statistika matematika.
3. Setup Persamaan
Dekomposisi domain: bagi menjadi dua sub-interval di mana monoton.
Pada : monoton naik; invers
Pada : monoton turun; invers
4. Eksekusi Aljabar
(a) Mengapa Jacobian langsung tidak bisa diterapkan:
tidak monoton pada : untuk setiap , terdapat dua nilai yang memetakan ke , yaitu dan . Fungsi tidak bijektif sehingga invers tunggal tidak ada. Formula Jacobian tunggal hanya berlaku untuk transformasi bijektif (monoton ketat).
Dekomposisi: di mana monoton naik, dan di mana monoton turun.
Support hasil: .
(b) PDF via Jacobian dengan dekomposisi:
Kontribusi dari (monoton naik, ):
Kontribusi dari (monoton turun, ):
Catatan: kedua kontribusi sama karena simetris terhadap 0 ().
Jumlahkan:
Susun ulang:
(menggunakan sehingga ).
(c) Identifikasi distribusi:
PDF distribusi Gamma dengan parametrisasi skala :
Cocokkan: dan .
Distribusi adalah definisi dari Chi-Kuadrat dengan 1 derajat kebebasan:
(d) Konfirmasi via teknik MGF:
MGF distribusi adalah untuk . Untuk : .
Hitung langsung dari definisi menggunakan :
Kenali sebagai integral Gaussian dengan variansi , valid untuk :
Ini tepat MGF . Oleh Uniqueness Theorem: ✓
5. Verification
- untuk ✓
- Normalisasi: (dapat diverifikasi via substitusi , menghasilkan ) ✓
- MGF cocok dengan MGF baku ✓
- Faktor 2 dalam jumlah kontribusi Jacobian muncul karena simetri — untuk distribusi non-simetris, kedua kontribusi umumnya berbeda dan harus dijumlahkan secara terpisah ✓
Exam Tips — Soal C›
Target waktu: 15–18 menit Common trap 1: Hanya mengambil satu cabang inversi ( saja) dan melupakan . Ini menghasilkan PDF yang hanya setengahnya dan tidak terintegrasi ke 1. Common trap 2: Tidak mencocokkan konstanta normalisasi dengan benar. Ingat: , bukan atau . Common trap 3: Dalam integral MGF untuk , integral Gaussian konvergen hanya untuk — wajib sebutkan syarat ini. Shortcut: Untuk soal transformasi dari distribusi simetris, kedua kontribusi Jacobian pasti sama — jumlahkan dengan mengalikan dua. Untuk distribusi non-simetris, hitung keduanya secara terpisah.
Section 5 — Verifikasi & Sanity Check
Validasi PDF Hasil Transformasi›
Setiap yang diperoleh harus memenuhi:
- untuk semua — periksa tanda ekspresi di dalam support.
- — jika memungkinkan, verifikasi normalisasi secara analitik.
- Support dinyatakan secara eksplisit dan konsisten dengan .
Validasi Teknik CDF›
Saat menggunakan teknik CDF:
- saat mendekati batas bawah ✓
- saat mendekati batas atas ✓
- Diferensiasi menghasilkan — jika hasilnya negatif di suatu titik, ada kesalahan pada saat menginversikan pertidaksamaan.
Validasi Teknik Jacobian›
Sebelum mengaplikasikan Jacobian:
- Verifikasi monotonisitas pada support dengan memeriksa tanda ✓
- Jika tidak monoton pada seluruh : dekomposisi domain wajib dilakukan ✓
- Jumlah kontribusi dari semua cabang inversi harus terintegrasi ke 1 ✓
Konsistensi Dua Teknik›
Jika waktu memungkinkan, verifikasi silang antara teknik CDF dan Jacobian:
- Hitung dari teknik CDF, lalu diferensiasikan → harus sama dengan hasil Jacobian.
- Integrasikan dari Jacobian → harus menghasilkan yang konsisten.
- dari harus sama dengan yang dihitung via LOTUS dari .
Metode Alternatif
LOTUS sebagai pengganti transformasi penuh: Jika soal hanya meminta atau (bukan PDF ), gunakan LOTUS langsung: Ini jauh lebih efisien daripada menurunkan terlebih dahulu kemudian mengintegrasikannya. Teknik transformasi penuh hanya diperlukan jika atau diminta secara eksplisit, atau jika distribusi perlu diidentifikasi.
Teknik MGF sebagai identifikasi cepat: Jika bentuk tidak diperlukan dan soal hanya meminta identifikasi distribusi, hitung langsung dari dan cocokkan dengan tabel MGF standar. Ini seringkali lebih cepat dari teknik CDF atau Jacobian jika integral Gaussiannya dikenali.
Section 6 — Visualisasi Mental
Visualisasi Teknik CDF — Memetakan Himpunan Level:
Bayangkan garis bilangan untuk (sumbu bawah) dan garis bilangan untuk (sumbu atas), dihubungkan oleh kurva . Untuk menghitung : tarik garis horizontal pada sumbu , tentukan semua nilai di sumbu yang memetakan ke nilai (himpunan level set), lalu integrasikan di atas himpunan tersebut. Untuk monoton naik: himpunan tersebut adalah — setengah kiri. Untuk monoton turun: himpunan adalah — setengah kanan (tanda berubah!). Untuk : himpunan adalah — interval simetris di sekitar nol.
Visualisasi Teknik Jacobian — “Peregangan” Interval:
Bayangkan interval infinitesimal di domain yang “diregangkan” atau “dikompres” menjadi interval di domain oleh transformasi . Lebar di domain berkorespondensi dengan lebar di domain . Karena massa probabilitas harus konservatif: , sehingga . Dinyatakan dalam : . Jika “meregangkan” interval (Jacobian kecil ), maka — kerapatan menurun. Jika “mengkompres” (Jacobian besar ), maka — kerapatan meningkat.
Hubungan Visual ↔ Rumus
Perubahan lebar interval infinitesimal berkorespondensi dengan Jacobian:
Himpunan level set untuk CDF berkorespondensi dengan:
Dua cabang untuk () berkorespondensi dengan:
Section 7 — Jebakan Umum
Kesalahan Parametrisasi›
Kesalahan utama — Mengabaikan bahwa , bukan :
- Salah: memiliki PDF
- Benar: memiliki PDF
- Koreksi: selalu konversikan derajat kebebasan ke parameter Gamma via , bukan .
Kesalahan kedua — Menggunakan alih-alih dalam formula Jacobian:
- Formula Jacobian univariat adalah
- Ekuivalen: di mana
- Salah: Menulis — menggunakan bukan
Kesalahan Konseptual›
- Menerapkan Jacobian pada transformasi non-monoton tanpa dekomposisi. untuk tidak bisa ditangani dengan satu invers — jika hanya mengambil dan melupakan , hasil PDF tidak ternormalisasi (, bukan 1).
- Tidak memperbarui support setelah transformasi. Menuliskan dengan support (support ) alih-alih (support ) — ini kesalahan fatal yang sering tidak disadari.
- Menukar antara dan . Keduanya berhubungan via , tetapi mensubstitusi satu ke tempat lain tanpa konversi menghasilkan jawaban salah. Untuk menghindari kebingungan: selalu ekspresikan invers secara eksplisit, lalu diferensiasikan hasilnya terhadap .
- Menggunakan LOTUS ketika diminta, bukan . LOTUS memberikan nilai harapan, bukan PDF. Jika soal meminta atau , harus gunakan teknik CDF atau Jacobian.
Kesalahan Interpretasi Soal›
- “Tentukan distribusi ” bisa berarti dua hal: (a) identifikasi nama dan parameter distribusi, atau (b) berikan secara eksplisit. Lihat konteks — jika soal minta “distribusi”, cukup sebutkan nama dan parameter; jika minta “PDF”, berikan ekspresi lengkap.
- “Transformasi monoton” — soal mungkin tidak menyebutkan ini secara eksplisit; kandidat harus sendiri memeriksa tanda sebelum memilih teknik. Jangan asumsikan monoton.
- Notasi — dalam konteks transformasi variabel acak, adalah invers fungsi (nilai sehingga ), bukan . Kebingungan notasi ini cukup sering terjadi.
Red Flags›
- Transformasi berbentuk , , : Segera periksa monotonisitas. Semua contoh ini non-monoton pada domain penuh bilangan real — dekomposisi domain hampir pasti diperlukan.
- Support mencakup nilai positif dan negatif, transformasi genap (): Selalu ada dua cabang invers yang harus dijumlahkan.
- Soal meminta tanpa petunjuk teknik mana yang digunakan: Pilih teknik CDF sebagai default yang paling aman, lalu pertimbangkan Jacobian jika transformasi jelas monoton dan invers mudah dihitung.
- Soal menyebutkan “identifikasi distribusi”: Pertimbangkan teknik MGF — mungkin lebih cepat daripada menurunkan penuh.
- Batas support berbentuk fungsi dari parameter: Jika dan , maka bergantung pada — pastikan batas support dinyatakan dalam .
Section 8 — Ringkasan Eksekutif
Must-Remember›
- Teknik CDF — universal, selalu bisa digunakan:
- Teknik Jacobian — hanya untuk monoton ketat pada :
- Teknik Jacobian dengan dekomposisi — untuk non-monoton:
- Perubahan tanda pertidaksamaan untuk monoton turun:
- Support wajib ditentukan sebelum menuliskan :
Kapan Digunakan
- Trigger keywords: “distribusi dari ”, “PDF dari transformasi”, “tentukan distribusi”, “transformasi variabel acak”, “ubah variabel”, “change of variable”.
- Tipe skenario soal:
- Diberikan dan transformasi ; diminta atau secara eksplisit.
- Identifikasi distribusi dari penjumlahan, perkalian, atau fungsi lain dari variabel acak dikenal.
- Menurunkan distribusi Chi-Kuadrat, , atau dari Normal melalui transformasi.
- Menentukan distribusi rata-rata sampel atau statistik sampel dari distribusi dasar.
Kapan TIDAK Boleh Digunakan
- Jika hanya atau yang diminta: Gunakan LOTUS dari 2.2 Variabel Acak Kontinu — lebih efisien daripada menurunkan penuh terlebih dahulu.
- Jika adalah penjumlahan variabel acak independen: Pertimbangkan teknik MGF dari 2.3 Fungsi Pembangkit sebagai alternatif yang lebih cepat.
- Jika transformasi melibatkan dua atau lebih variabel acak (misalnya atau ): gunakan teknik transformasi multivariat dengan Jacobian matriks dari 3.8 Transformasi Variabel Acak Gabungan.
Quick Decision Tree
graph TD
A["Diberikan Y = g(X), diminta distribusi Y"] --> B["Apa yang diminta?"]
B --> B1["Hanya E[Y] atau Var(Y)?"]
B --> B2["PDF f_Y atau CDF F_Y eksplisit?"]
B --> B3["Identifikasi nama distribusi saja?"]
B1 --> C1["Gunakan LOTUS:<br>E[g(X)] = integral g(x)*f_X(x) dx<br>Tidak perlu cari f_Y"]
B3 --> C3["Hitung M_Y(t) = E[e^tg(X)]<br>Cocokkan dengan MGF baku<br>Kutip Uniqueness Theorem"]
B2 --> D["Periksa monotonisitas g<br>pada support X"]
D -->|"g monoton ketat"| E["Teknik Jacobian langsung:<br>f_Y(y) = f_X(g_inv(y)) * |d g_inv / dy|<br>Tentukan support Y = g(X) terlebih dahulu"]
D -->|"g tidak monoton"| F["Dekomposisi domain X<br>menjadi sub-interval monoton"]
F --> G["Hitung kontribusi Jacobian<br>dari setiap cabang invers"]
G --> H["Jumlahkan semua kontribusi:<br>f_Y(y) = sum kontribusi_k"]
D -->|"Monotonisitas tidak jelas"| I["Gunakan Teknik CDF sebagai default:<br>F_Y(y) = P(g(X) <= y)<br>Inversikan pertidaksamaan<br>lalu diferensiasikan"]
E --> J["Verifikasi: normalisasi = 1?<br>Teknik CDF menghasilkan hasil sama?"]
H --> J
I --> J
Follow-up Options›
- “Berikan contoh soal variasi transformasi non-monoton lainnya, misalnya atau pada interval tertentu”
- “Jelaskan hubungan 2.4 Transformasi Variabel Acak Univariat dengan 3.8 Transformasi Variabel Acak Gabungan untuk kasus dua variabel”
- “Buat flashcard 1-halaman untuk topik ini”
📖 Ref: Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 2.6–2.7; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 1.7; Miller et al. (2014) Bab 5.8–5.10, 7.4 | 🗓️ 2026-02-21 | #CF2 #VariabelAcak #Transformasi #TeknikCDF #Jacobian #TeknikMGF #Univariat