2026-02-21Calculation-IntensiveBobot: 25–35%Hogg-Tanis-Zimmerman (2015) Bab 3.1–3.4; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 1.6–1.7; Miller et al. (2014) Bab 6.1–6.5, 7.1–7.3, 7.5–7.6
Topik: Distribusi Kontinu Umum (Uniform, Eksponensial, Gamma, Normal) | Bobot: ~25–35% | Difficulty: Calculation-Intensive
Ref: Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 3.1–3.4; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 1.6–1.7; Miller et al. (2014) Bab 6.1–6.5, 7.1–7.3, 7.5–7.6 | Prereq:2.2 Variabel Acak Kontinu, 2.3 Fungsi Pembangkit, 2.4 Transformasi Variabel Acak Univariat
Section 0 — Pemetaan Topik
Topik CF2
Sub-topik ID
Skill Diuji
Bobot
Difficulty
Prerequisite
Connected Topics
Referensi
Topik 2: Variabel Acak Univariat
2.6
Mengidentifikasi dan menggunakan distribusi Uniform, Eksponensial, Gamma, dan Normal; menghitung PDF, CDF, E[X], Var(X) untuk keempat distribusi; menggunakan sifat memoryless Eksponensial; menurunkan distribusi Gamma dari penjumlahan Eksponensial i.i.d.; menerapkan transformasi standarisasi Normal dan tabel Φ; mengenali hubungan antar-distribusi (Eksponensial↔Gamma, Normal↔Chi-Kuadrat); menangani dua parametrisasi Gamma (laju vs skala)
Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 3.1–3.4; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 1.6–1.7; Miller et al. (2014) Bab 6.1–6.5, 7.1–7.3, 7.5–7.6
Section 1 — Intuisi
Dunia aktuaria dipenuhi dengan besaran kontinu — waktu tunggu hingga klaim, besarnya kerugian, skor kredit, tingkat imbal hasil aset. Keempat distribusi di topik ini bukan sekadar formula: masing-masing adalah model matematika dari mekanisme alam yang berbeda, dan memahami mekanismenya memudahkan identifikasi dan penggunaan yang tepat.
Uniform adalah distribusi “tidak tahu apa-apa” — semua nilai dalam interval (a,b) sama-sama mungkin, tanpa informasi tambahan apapun. Eksponensial adalah distribusi waktu tunggu antara kejadian yang terjadi secara acak dengan laju konstan — ia adalah padanan kontinu dari distribusi Geometrik diskrit, dan seperti Geometrik, memiliki sifat memoryless yang istimewa: jika mesin belum rusak setelah t jam, distribusi waktu hingga kerusakan berikutnya persis sama seolah mesin baru saja dinyalakan. Gamma menggeneralisasi Eksponensial: ia memodelkan waktu tunggu hingga kejadian ke-α (dengan α integer) atau, secara umum, jumlah dari variabel Eksponensial i.i.d. — sangat berguna untuk memodelkan aggregate claims atau loss severity. Normal adalah distribusi paling universal: ia muncul sebagai limit penjumlahan variabel acak i.i.d. apapun (Teorema Limit Pusat), membuat hampir seluruh statistika inferensial berpusat padanya.
Hubungan antar-distribusi ini bukan sekadar trivia — ia adalah alat kerja aktif di exam. Eksponensial adalah kasus khusus Gamma (α=1). Penjumlahan n Eksponensial i.i.d. adalah Gamma(n, β). Kuadrat Normal standar adalah Chi-Kuadrat(1). Penjumlahan kuadrat n Normal standar independen adalah Chi-Kuadrat(n). Menguasai jaring hubungan ini memungkinkan identifikasi distribusi penjumlahan menggunakan MGF tanpa derivasi panjang — dan ini persis yang sering diuji di CF2.
Section 2 — Definisi Formal
ℹRingkasan Empat Distribusi Kontinu›
Tabel master — semua formula PDF, CDF, mean, variansi, dan MGF untuk referensi cepat.
Uniform: Semua nilai dalam (a,b) sama-sama mungkin — tidak ada kecenderungan ke nilai tertentu. PDF konstan.
Eksponensial: Kejadian terjadi dengan laju konstan λ; waktu antar-kejadian independen. Sifat memoryless adalah konsekuensi dari asumsi laju konstan ini.
Gamma: Penjumlahan α waktu tunggu Eksponensial i.i.d. dengan laju λ (interpretasi untuk α∈Z+); untuk α>0 real, definisi diberikan via PDF dengan fungsi Gamma.
Normal: Tidak ada asumsi mekanistik khusus — universalitasnya dijamin oleh CLT. PDF simetris, unimodal, dengan ekor yang menurun lebih cepat dari distribusi lainnya.
Section 3 — Jembatan Logika
◈Dari Definisi ke Rumus›
Mengapa E[Exp(λ)]=1/λ? Intuisinya: jika rata-rata 3 kejadian per jam (λ=3), waktu rata-rata antar-kejadian adalah 1/3 jam. Secara formal:
E[X]=∫0∞x⋅λe−λxdx=λ∫0∞xe−λxdx
Integrasi per bagian (u=x, dv=λe−λxdx) menghasilkan 1/λ.
Mengapa Gamma adalah penjumlahan Eksponensial? MGF Exp(λ) adalah λ/(λ−t). Untuk penjumlahan α buah Eksponensial i.i.d.: [λ/(λ−t)]α — ini persis MGF Γ(α,λ). Uniqueness Theorem memastikan distribusinya adalah Gamma.
Mengapa Normal memiliki MGF eμt+σ2t2/2? Ini diturunkan dari integral Gaussian: ∫−∞∞etx⋅σ2π1e−(x−μ)2/(2σ2)dx. Lengkapkan kuadrat di eksponen: tx−(x−μ)2/(2σ2)=−2σ2(x−μ−σ2t)2+μt+2σ2t2. Faktor eμt+σ2t2/2 keluar dari integral; sisa integral adalah PDF Normal yang terintegrasi ke 1.
◈Support dan Domain›
Uniform U(a,b): Support terbatas (a,b); PDF =0 di luar. Persentil ke-p adalah a+p(b−a) — rumus linear sederhana.
Eksponensial dan Gamma: Support (0,∞); tidak mungkin bernilai negatif — cocok untuk waktu, biaya, kerugian. PDF dimulai dari f(0+)=λ (Eksponensial) atau 0 (Gamma dengan α>1) atau ∞ (Gamma dengan α<1).
Normal: Support (−∞,∞); bisa negatif — tidak cocok untuk besaran yang harus non-negatif (waktu, kerugian) kecuali sebagai aproksimasi jika μ≫σ.
Konvergensi MGF: Eksponensial dan Gamma hanya konvergen untuk t<λ (atau t<1/β); Normal konvergen untuk semua t∈R.
Ini adalah MGF N(0,1) — maka Z∼N(0,1) oleh Uniqueness Theorem.
Jaring Hubungan Antar-Distribusi:
Exp(λ)=Γ(1,λ)jumlah n iidΓ(n,λ)N(0,1)X2χ2(1)=Γ(21,2)jumlah n iidχ2(n)=Γ(2n,2)N(μ,σ2)(X−μ)/σN(0,1)CLTlimit penjumlahan iid apapun✘Dilarang›
Dilarang mencampur parametrisasi laju (λ) dan skala (β=1/λ) dalam satu perhitungan tanpa konversi eksplisit. Menulis E[X]=λ untuk Eksponensial dengan parametrisasi laju adalah kesalahan — yang benar E[X]=1/λ. Selalu nyatakan parametrisasi yang digunakan di awal solusi.
Dilarang menerapkan sifat aditif Gamma untuk variabel dengan parameter λ (atau β) yang berbeda. Γ(α1,λ1)+Γ(α2,λ2) tidak terdistribusi Gamma jika λ1=λ2 — distribusi penjumlahannya tidak memiliki bentuk tertutup yang sederhana.
Dilarang menggunakan Φ(z) tanpa standarisasi terlebih dahulu. Untuk X∼N(μ,σ2), P(X≤x)=Φ(x) — harus dikonversi ke Φ(σx−μ). Lupa membagi dengan σ adalah kesalahan paling sering di soal Normal.
Section 4 — Contoh Soal
Soal A — Fundamental
Waktu pelayanan seorang nasabah di loket asuransi berdistribusi Eksponensial dengan rata-rata 5 menit.
(a) Tentukan PDF dan CDF dengan parametrisasi laju λ.
(b) Hitung probabilitas pelayanan selesai dalam 3 menit pertama.
(c) Diketahui pelayanan sudah berlangsung 3 menit. Berapa probabilitas pelayanan akan selesai dalam 2 menit ke depan? Gunakan sifat memoryless.
(d) Hitung median dan persentil ke-90 dari waktu pelayanan.
(e) Hitung E[X], Var(X), dan SD(X).
✓Solusi Soal A›
1. Identifikasi Variabel
E[X]=5 menit → parametrisasi laju: λ=1/5=0,2 per menit
X = waktu pelayanan (menit)
2. Identifikasi Distribusi / Model
Waktu tunggu dengan laju konstan → X∼Exp(λ=0,2).
3. Setup Persamaan
PDF: f(x)=λe−λx
CDF: F(x)=1−e−λx
Median: F(m)=0,5⟹1−e−λm=0,5
4. Eksekusi Aljabar
(a) PDF dan CDF:f(x)=0,2e−0,2x,x>0F(x)=1−e−0,2x,x>0
E[X]=SD(X)=5 menit: untuk Eksponensial, SD(X)=E[X] selalu — koefisien variasi = 1 ✓
Median =3,466<E[X]=5: untuk distribusi right-skewed, median < mean ✓
P(X≤3)=0,451: kurang dari setengah, konsisten dengan median >3 ✓
Persentil ke-90 =11,51>E[X]=5: ekor kanan Eksponensial memang panjang ✓
▲Exam Tips — Soal A›
Target waktu: 8–10 menit
Common trap 1: Menukar λ dan E[X]. Jika diberikan “rata-rata 5 menit”, maka E[X]=5 dan λ=1/5 — bukanλ=5.
Common trap 2: Untuk memoryless, P(X≤s+t∣X>s)=P(X≤t) — yang penting adalah incrementt yang digunakan, bukan nilai absolut s+t.
Shortcut persentil:xp=−ln(1−p)/λ — hafalkan formula ini; lebih cepat dari menyelesaikan F(x)=p setiap kali.
Soal B — Exam-Typical
Kerugian total (dalam juta rupiah) dari sebuah portofolio asuransi dalam satu kuartal mengikuti distribusi Gamma dengan parameter bentuk α=4 dan parameter skala β=2 (yaitu Γ(4,β=2)).
(a) Tentukan PDF, E[X], dan Var(X).
(b) Interpretasikan distribusi ini sebagai penjumlahan variabel Eksponensial.
(c) Tunjukkan menggunakan MGF bahwa X dapat dinyatakan sebagai penjumlahan 4 variabel Eksponensial i.i.d. dengan rata-rata 2.
(d) Jika Y∼Γ(3,β=2) independen dari X, tentukan distribusi X+Y.
(e) Hitung P(X>10) menggunakan fakta bahwa CDF Gamma untuk α∈Z+ dapat diekspresikan dalam bentuk tertutup via Poisson:
P(X>x)=P(Poisson(βx)<α)=∑k=0α−1k!e−x/β(x/β)k
✓Solusi Soal B›
1. Identifikasi Variabel
X∼Γ(α=4,β=2) (parametrisasi skala)
λ=1/β=0,5 (parametrisasi laju ekuivalen)
Y∼Γ(3,β=2), independen dari X
2. Identifikasi Distribusi / Model
Gamma dengan α integer (distribusi Erlang). Sifat aditif berlaku karena Y memiliki β yang sama.
E[X]=αβ=4×2=8 juta rupiahVar(X)=αβ2=4×4=16 juta rupiah2,SD(X)=4
(b) Interpretasi sebagai penjumlahan Eksponensial:
Γ(4,β=2) adalah distribusi penjumlahan α=4 variabel Eksponensial i.i.d. dengan parameter skala β=2 (yaitu rata-rata 2 per variabel). Secara konkret: jika X1,X2,X3,X4∼iidExp(β=2), maka X1+X2+X3+X4∼Γ(4,β=2).
(c) Verifikasi via MGF:
MGF Exp(β=2): MXi(t)=(1−2t)−1, valid untuk t<1/2.
MGF penjumlahan 4 variabel i.i.d.:
MX1+X2+X3+X4(t)=[(1−2t)−1]4=(1−2t)−4=(1−βt)−αα=4,β=2
Ini tepat MGF Γ(4,β=2). Oleh Uniqueness Theorem: X1+⋯+X4∼Γ(4,2) ✓
(d) Distribusi X+Y:
X∼Γ(4,β=2) dan Y∼Γ(3,β=2) independen, β sama:
MX+Y(t)=(1−2t)−4⋅(1−2t)−3=(1−2t)−7
Ini adalah MGF Γ(7,β=2). Oleh Uniqueness Theorem:
X+Y∼Γ(7,β=2)
(e) P(X>10):
Gunakan hubungan Gamma–Poisson dengan x=10, β=2, α=4:
P(X>10)=∑k=03k!e−10/2(10/2)k=∑k=03k!e−5⋅5k
Ini adalah P(Poisson(5)≤3):
=e−5(0!50+1!51+2!52+3!53)=e−5(1+5+12,5+6125)=e−5(1+5+12,5+20,833)=e−5×39,333=0,006738×39,333=0,2650
5. Verification
E[X]=8 dan SD(X)=4: P(X>10)=P(X>E[X]+0,5SD)≈0,265 — berada di ekor kanan, nilai cukup masuk akal untuk distribusi right-skewed ✓
Γ(4+3,2)=Γ(7,2): α dijumlahkan, β tetap ✓
MGF (1−2t)−7 dievaluasi di t=0: (1−0)−7=1 ✓
▲Exam Tips — Soal B›
Target waktu: 12–14 menit
Common trap 1: Saat menjumlah Gamma, α yang dijumlahkan, bukanβ. Γ(4,2)+Γ(3,2)=Γ(7,2) — bukan Γ(7,4).
Common trap 2:Γ(4)=3!=6, bukan4!=24. Gunakan Γ(n)=(n−1)! untuk integer.
Common trap 3: Hubungan Gamma–Poisson hanya berlaku untuk α∈Z+. Untuk α non-integer, P(X>x) tidak ada bentuk tertutup sederhana.
Shortcut: Bagian (e) yang tampak rumit sebenarnya hanya P(Poisson(5)≤3) — kenali ini segera dan hitung PMF Poisson standar.
Soal C — Challenging
Skor ujian aktuaria (dalam skala 0–100) dari 1.000 peserta dimodelkan dengan distribusi Normal N(μ=68,σ2=144).
(a) Berapa proporsi peserta yang mendapat skor antara 56 dan 80?
(b) Nilai minimum kelulusan ditetapkan agar tepat 15% peserta lulus. Tentukan nilai minimum tersebut.
(c) Misalkan Xˉ adalah rata-rata skor 25 peserta yang dipilih acak. Tentukan distribusi Xˉ dan hitung P(Xˉ>70).
(d) Misalkan X1 dan X2 adalah skor dua peserta yang dipilih secara independen. Tentukan distribusi X1−X2 dan hitung P(∣X1−X2∣>24).
✓Solusi Soal C›
1. Identifikasi Variabel
X∼N(μ=68,σ2=144), sehingga σ=12
Z=(X−68)/12∼N(0,1)
n=25 untuk bagian (c)
2. Identifikasi Distribusi / Model
Standarisasi ke N(0,1) dan gunakan tabel Φ. Sifat aditif Normal untuk bagian (c) dan (d). Untuk (c): Xˉ∼N(μ,σ2/n).
P(∣X1−X2∣>24)=0,157: sekitar 1/6 kemungkinan dua peserta berbeda lebih dari 24 poin ✓
▲Exam Tips — Soal C›
Target waktu: 14–16 menit
Common trap 1: Standarisasi Xˉ: σXˉ=σ/n=12/25=12/5=2,4, bukanσ/n=12/25. Selalu bagi dengan n, bukan n.
Common trap 2: Untuk X1−X2 independen: Var(X1−X2)=Var(X1)+Var(X2)=288 (variansi dijumlahkan meskipun ada tanda minus). Jangan kurangi variansi.
Common trap 3: “Tepat 15% lulus” berarti 15% di atas nilai minimum, bukan di bawah — cari persentil ke-85, bukan ke-15.
Shortcut: Kenali langsung bahwa P(μ−kσ<X<μ+kσ) untuk k=1,2,3 adalah aturan empiris 68-95-99,7 — hemat waktu standarisasi untuk soal dengan batas tepat di μ±kσ.
Section 5 — Verifikasi & Sanity Check
✓Validasi PDF Kontinu›
Sebelum menggunakan PDF apapun:
f(x)≥0 di seluruh support — periksa semua parameter positif ✓
∫supportf(x)dx=1 — untuk distribusi standar ini dijamin oleh konstruksi ✓
Support sesuai: Uniform (a,b); Exp/Gamma (0,∞); Normal (−∞,∞) ✓
✓Validasi Mean dan Variansi›
Quick-check konsistensi setelah menghitung:
Eksponensial:SD(X)=E[X]=1/λ — koefisien variasi selalu tepat 1 ✓
Gamma:SD(X)=E[X]/α — semakin besar α, distribusi semakin simetris ✓
Normal: Mean = Median = Modus =μ (distribusi simetris) ✓
Uniform: Median =(a+b)/2=E[X] (distribusi simetris) ✓
✓Validasi Probabilitas Normal›
Setelah menghitung probabilitas Normal:
Verifikasi standarisasi: z=(x−μ)/σ — bagi dengan σ, bukan σ2 ✓
Untuk interval simetris di sekitar μ: gunakan 2Φ(zkanan)−1 ✓
Simetri Φ: Φ(−z)=1−Φ(z) — cek tanda z jika hasil tampak terlalu besar/kecil ✓
Sanity check aturan empiris: hasil harus mendekati 68%, 95%, 99,7% untuk ±1,2,3 SD ✓
✓Validasi Sifat Aditif Gamma›
Sebelum menerapkan sifat aditif:
Kedua variabel harus independen ✓
Parameter λ (atau β) harus identik ✓
Hanya α yang dijumlahkan — λ atau β tetap tidak berubah ✓
Metode Alternatif
Teknik MGF untuk verifikasi distribusi penjumlahan: Kalikan MGF individual, cocokkan dengan MGF tabel — lebih cepat dari integral konvolusi dan dapat digunakan untuk Eksponensial, Gamma, dan Normal sekaligus.
Persentil Eksponensial closed-form:xp=−ln(1−p)/λ — tidak perlu menyelesaikan F(x)=p secara umum setiap kali.
Hubungan Gamma–Poisson untuk CDF: Untuk α∈Z+, gunakan P(X>x)=P(Poisson(x/β)≤α−1) — mengkonversi integral Gamma yang sulit menjadi penjumlahan PMF Poisson yang mudah dihitung.
Section 6 — Visualisasi Mental
Uniform — Persegi Panjang Datar:
PDF adalah garis horizontal di ketinggian 1/(b−a) antara a dan b — bentuk persegi panjang sempurna. Luas = 1. CDF adalah garis lurus miring dari (a,0) ke (b,1). Mean dan median keduanya tepat di tengah interval. Tidak ada ekor — probabilitas di luar (a,b) persis nol.
Eksponensial — Penurunan Eksponensial:
PDF dimulai dari nilai tertinggi λ di x=0+ dan menurun monoton ke nol saat x→∞. Bentuknya concave, selalu miring kanan (right-skewed). Modus ada di x=0. Mean =1/λ> median =ln2/λ — ekor kanan menarik mean ke kanan dari median. CDF: kurva cekung ke atas dari 0 menuju 1.
Gamma — Kurva Bukit Fleksibel:
Untuk α=1: bentuk Eksponensial (monoton turun). Untuk α>1: kurva bukit (unimodal) dengan modus di (α−1)/λ, miring kanan. Semakin besar α, bukit semakin simetris dan mirip Normal. Sumbu X dimulai dari 0, ekor kanan selalu ada.
Normal — Lonceng Simetris:
Kurva lonceng (bell curve) simetris sempurna terhadap μ. Titik infleksi tepat di μ±σ. PDF mencapai puncak di x=μ dengan nilai 1/(σ2π). CDF: kurva S (sigmoid) dari 0 ke 1, titik infleksi di (x=μ,F=0,5).
Hubungan Visual ↔ Rumus
Penurunan eksponensial PDF Eksponensial berkorespondensi dengan:
f(x)=λe−λx⟷nilai awal f(0)=λ, peluruhan dengan konstanta λ
Simetri PDF Normal di sekitar μ berkorespondensi dengan:
Var(X)=λ2α⟷kurva semakin melebar dan semakin simetris saat α↑
Titik infleksi PDF Normal tepat di μ±σ berkorespondensi dengan:
f′′(x)x=μ±σ=0⟷batas transisi dari cekung-ke-atas ke cekung-ke-bawah
Section 7 — Jebakan Umum
⬡Kesalahan Parametrisasi›
Jebakan utama — Dua parametrisasi Eksponensial dan Gamma:
Parametrisasi Laju
Parametrisasi Skala
Parameter
λ (laju, rate)
β=1/λ (skala, scale)
PDF Exp
λe−λx
β1e−x/β
E[Exp]
1/λ
β
MGF Exp
λ/(λ−t)
1/(1−βt)
E[Γ]
α/λ
αβ
Var[Γ]
α/λ2
αβ2
Salah: “Eksponensial dengan mean 5, maka λ=5” — seharusnya λ=1/5.
Benar: Selalu tentukan dahulu parametrisasi yang digunakan; jika diberikan mean, hitung λ=1/mean (parametrisasi laju) atau β=mean (parametrisasi skala).
⬡Kesalahan Konseptual›
Menerapkan sifat aditif Gamma untuk variabel dengan parameter berbeda.Γ(2,3)+Γ(4,5)tidak terdistribusi Gamma — parameter λ (atau β) harus sama. Kesalahan ini sering terjadi ketika soal menyebutkan dua Gamma tanpa menegaskan parameter identik.
Salah standarisasi Normal: membagi dengan σ2 alih-alih σ.z=(x−μ)/σ, bukan (x−μ)/σ2. Jika soal memberikan σ2=144, maka σ=12, dan standarisasinya memakai 12.
Salah menghitung σXˉ untuk distribusi rata-rata sampel.σXˉ=σ/n, bukan σ/n. Menggunakan n alih-alih n adalah kesalahan yang sangat umum di soal CLT.
Lupa bahwa Var(X−Y)=Var(X)+Var(Y) untuk variabel independen. Variansi selisih sama dengan jumlah variansi (bukan selisih variansi) — tanda minus di X−Y tidak memengaruhi variansi.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Rata-rata λ kejadian per satuan waktu” dan parameter Eksponensial/Gamma: jika laju kejadian adalah λ, waktu antar-kejadian mengikuti Exp(λ) dengan mean 1/λ — bukanExp(mean=λ).
“Tepat p% di atas nilai c” → cari persentil ke-(100−p), bukan ke-p. Kata “di atas” berarti ekor kanan.
“Standar deviasi σ” vs “variansi σ2”: notasi N(μ,σ2) menggunakan variansi sebagai parameter kedua. Jika soal menyebut “standar deviasi 12”, maka σ=12 dan σ2=144.
“Distribusi Xˉ” untuk sampel besar tanpa distribusi Normal asal: gunakan CLT — Xˉ≈N(μ,σ2/n) tanpa perlu asal-usul distribusi Normal. Ini berbeda dari kasus di mana X sendiri Normal.
▲Red Flags›
Soal menyebutkan “waktu tunggu”, “waktu antar-kejadian”, atau “lifetime”: Eksponensial atau Gamma adalah kandidat utama. Periksa apakah ada satu kejadian (Eksponensial) atau ke-α (Gamma).
Soal menyebutkan “tidak bergantung pada histori” atau “memoryless”: Hanya Eksponensial (kontinu) yang memiliki sifat ini — Gamma dengan α>1tidak memoryless.
Soal memberikan parameter dalam satuan yang berbeda (per jam vs per menit): Konversikan ke satuan yang konsisten sebelum menghitung. λ=3 per jam =3/60 per menit.
MGF yang diberikan berbentuk (⋅)−α atau eμt+σ2t2/2: Kenali segera sebagai Gamma atau Normal tanpa harus menurunkan PDF.
Soal meminta P(X>x) untuk Gamma dengan α integer: Gunakan hubungan Gamma–Poisson untuk mendapat bentuk tertutup yang bisa dihitung tanpa tabel Gamma khusus.
Section 8 — Ringkasan Eksekutif
≡Must-Remember›
Eksponensial — waktu tunggu satu kejadian, memoryless, SD=E[X]:
X∼Exp(λ):E[X]=λ1,Var(X)=λ21,F(x)=1−e−λx,xp=−λln(1−p)
Gamma — penjumlahan α Eksponensial i.i.d., sifat aditif jika λ sama:
X∼Γ(α,λ):E[X]=λα,Var(X)=λ2α,MX(t)=(λ−tλ)α
Normal — simetris, standarisasi ke N(0,1), variansi aditif untuk independen:
X∼N(μ,σ2):P(X≤x)=Φ(σx−μ),Xˉ∼N(μ,nσ2)
Uniform — semua nilai sama-rata, persentil linear:
X∼U(a,b):E[X]=2a+b,Var(X)=12(b−a)2,xp=a+p(b−a)
Jaring hubungan kritis:Exp(λ)=Γ(1,λ);∑i=1nExpi(λ)∼Γ(n,λ);χ2(ν)=Γ(2ν,21)
Kapan Digunakan
Uniform: “Dipilih secara acak dari interval (a,b)”, “tidak ada informasi lebih lanjut tentang distribusi dalam rentang tertentu”.
Eksponensial: “Waktu tunggu”, “waktu antar-kejadian Poisson”, “lifetime dengan laju kegagalan konstan”, “memoryless”.
Gamma: “Waktu hingga kejadian ke-α”, “penjumlahan α waktu tunggu Eksponensial”, “aggregate loss dengan α klaim individual Eksponensial”.
Normal: “Skor”, “pengukuran fisik”, “rata-rata sampel besar (CLT)”, ”n besar apapun distribusi asalnya”.
Kapan TIDAK Boleh Digunakan
Jangan Normal untuk besaran yang harus non-negatif (waktu, biaya) kecuali μ≫σ dan aproksimasi dapat dibenarkan.
Jangan Eksponensial jika laju kegagalan tidak konstan (misalnya meningkat seiring waktu — gunakan Weibull [BEYOND CF2]).
Jangan sifat aditif Gamma jika parameter λ (atau β) berbeda — distribusi penjumlahannya bukan Gamma.
Jangan standarisasi Normal dengan membagi σ2 — selalu bagi dengan σ=σ2.
Untuk distribusi rata-rata sampel dari distribusi non-Normal dengan n kecil: CLT belum berlaku — gunakan distribusi eksak atau teknik dari 4.2 Distribusi Sampel.
Quick Decision Tree
graph TD A["Variabel acak X kontinu<br>Identifikasi distribusinya"] --> B["Apakah support terbatas pada interval a,b?"] B -->|"Ya"| C["Uniform U(a,b)<br>E = (a+b)/2, Var = (b-a)^2/12"] B -->|"Tidak"| D["Apakah X non-negatif<br>support 0 sampai tak hingga?"] D -->|"Ya"| E["Waktu tunggu atau lifetime?"] D -->|"Tidak, support R"| F["Normal N(mu, sigma^2)<br>Standarisasi ke Z = (X-mu)/sigma"] E -->|"Satu kejadian atau memoryless"| G["Eksponensial Exp(lambda)<br>E = 1/lambda, Var = 1/lambda^2<br>F(x) = 1 - e^(-lambda*x)"] E -->|"Kejadian ke-alpha atau<br>penjumlahan Eksponensial"| H["Gamma G(alpha, lambda)<br>E = alpha/lambda, Var = alpha/lambda^2"] H --> I["Apakah alpha = 1?"] I -->|"Ya"| G I -->|"Tidak"| J["Gamma umum<br>Cek apakah alpha integer<br>untuk hubungan Gamma-Poisson"] F --> K["Standarisasi:<br>z = (x - mu) / sigma<br>Gunakan tabel Phi"] G --> L["Sifat memoryless:<br>P(X > s+t | X > s) = P(X > t)"]
❝Follow-up Options›
“Berikan soal variasi: identifikasi dan gunakan distribusi Gamma untuk menghitung aggregate loss dalam pemodelan klaim aktuaria”