PAI · AAMAI · 2026
Aktuaria
Indonesia
CF2 · Materi 4.2

Distribusi Sampel

2026-02-21 Hard Bobot: 20–30% Hogg-Tanis-Zimmerman (2015) Bab 5.3–5.5; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 3.3–3.6; Miller et al. (2014) Bab 8.3–8.5; Walpole et al. (2012) Bab 8.2–8.5
CF2InferensStatistikDistribusiSampelChiKuadratTDistribusiFDistribusiNormalSampelTopikEmpat

📊 4.2 — Distribusi Sampel

Ringkasan Cepat

Topik: Distribusi Sampel — Chi-Kuadrat, tt, dan FF dari Sampel Normal | Bobot: ~20–30% | Difficulty: Hard Ref: Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 5.3–5.5; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 3.3–3.6; Miller et al. (2014) Bab 8.3–8.5; Walpole et al. (2012) Bab 8.2–8.5 | Prereq: 2.6 Distribusi Kontinu Umum, 2.4 Transformasi Variabel Acak Univariat, 4.1 Penarikan Sampel Acak

Section 0 — Pemetaan Topik

Topik CF2Sub-topik IDSkill DiujiBobotDifficultyPrerequisiteConnected TopicsReferensi
Topik 4: Inferensi Statistik4.2Menurunkan dan menggunakan distribusi Chi-Kuadrat χ2(ν)\chi^2(\nu), distribusi-tt Student t(ν)t(\nu), dan distribusi-FF F(ν1,ν2)F(\nu_1,\nu_2); menghubungkan distribusi-distribusi ini dengan sampel dari populasi Normal; menghitung probabilitas menggunakan sifat dan tabel distribusi sampel; membuktikan distribusi (n1)S2/σ2χ2(n1)(n-1)S^2/\sigma^2 \sim \chi^2(n-1); mengidentifikasi kebebasan Xˉ\bar{X} dari S2S^2 untuk populasi Normal; menggunakan relasi antar-distribusi (t2Ft^2 \sim F, χ2\chi^2 sebagai Gamma khusus)20–30%Hard2.6 Distribusi Kontinu Umum, 2.4 Transformasi Variabel Acak Univariat, 4.1 Penarikan Sampel Acak4.3 Teorema Limit Pusat (CLT), 4.5 Estimasi Parameter, 4.7 Pengujian Hipotesis, 4.8 Interval KepercayaanHogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 5.3–5.5; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 3.3–3.6; Miller et al. (2014) Bab 8.3–8.5; Walpole et al. (2012) Bab 8.2–8.5

Section 1 — Intuisi

Saat bekerja dengan sampel dari populasi Normal, tiga distribusi baru muncul secara alami dari statistik sampel yang paling fundamental — mean sampel Xˉ\bar{X}, variansi sampel S2S^2, dan rasio keduanya. Distribusi-distribusi ini bukan sekadar kurva matematis abstrak: masing-masing adalah jawaban atas satu pertanyaan aktuaria yang konkret.

Distribusi Chi-Kuadrat χ2(ν)\chi^2(\nu) menjawab: “Bagaimana distribusi jumlah kuadrat dari ν\nu variabel Normal standar independen?” Ia muncul secara alami dari (n1)S2/σ2(n-1)S^2/\sigma^2 — rasio yang mengukur seberapa jauh variansi sampel dari variansi populasi. Jika σ2\sigma^2 diketahui, χ2\chi^2 digunakan langsung; jika tidak, ia adalah fondasi untuk interval kepercayaan variansi dan uji kecocokan distribusi.

Distribusi-tt Student t(ν)t(\nu) menjawab: “Bagaimana mendistribusikan Xˉ\bar{X} jika σ2\sigma^2 tidak diketahui dan harus diestimasi dari data?” Dalam praktik, σ2\sigma^2 populasi hampir tidak pernah diketahui — kita hanya punya S2S^2. Maka daripada Z=(Xˉμ)/(σ/n)Z = (\bar{X}-\mu)/(\sigma/\sqrt{n}) (yang memerlukan σ\sigma diketahui), kita gunakan T=(Xˉμ)/(S/n)T = (\bar{X}-\mu)/(S/\sqrt{n}). Distribusi ini memiliki ekor lebih tebal dari Normal standar, mencerminkan ketidakpastian tambahan karena estimasi σ2\sigma^2.

Distribusi-FF F(ν1,ν2)F(\nu_1,\nu_2) menjawab: “Bagaimana membandingkan variansi dari dua populasi Normal yang berbeda?” Ia adalah rasio dua Chi-Kuadrat independen yang dibagi derajat kebebasannya masing-masing — alat statistik untuk uji homogenitas variansi antara dua kelompok, misalnya membandingkan risiko dua portofolio asuransi.

Ketiga distribusi ini saling terhubung erat: t2(ν)=F(1,ν)t^2(\nu) = F(1,\nu); χ2(ν)=Γ(ν/2,2)\chi^2(\nu) = \Gamma(\nu/2, 2); F(ν1,ν2)F(\nu_1,\nu_2) diturunkan dari dua χ2\chi^2 independen. Memahami jaring hubungan ini memungkinkan penyelesaian soal dari berbagai arah — dan kerap menjadi shortcut paling efisien di ujian.

Section 2 — Definisi Formal

Definisi Matematis

Misalkan Z,Z1,Z2,Z, Z_1, Z_2, \ldots adalah variabel acak N(0,1)N(0,1) independen, dan X1,,Xni.i.d.N(μ,σ2)X_1,\ldots,X_n \overset{\text{i.i.d.}}{\sim} N(\mu,\sigma^2).

Distribusi Chi-Kuadrat: χ2(ν)=i=1νZi2,Zii.i.d.N(0,1)\chi^2(\nu) = \sum_{i=1}^{\nu} Z_i^2, \quad Z_i \overset{\text{i.i.d.}}{\sim} N(0,1)

Distribusi-tt Student: T=ZV/νdi mana ZN(0,1),  Vχ2(ν),  ZVT = \frac{Z}{\sqrt{V/\nu}} \quad \text{di mana } Z \sim N(0,1),\; V \sim \chi^2(\nu),\; Z \perp V

Distribusi-FF: F=U/ν1V/ν2di mana Uχ2(ν1),  Vχ2(ν2),  UVF = \frac{U/\nu_1}{V/\nu_2} \quad \text{di mana } U \sim \chi^2(\nu_1),\; V \sim \chi^2(\nu_2),\; U \perp V

Teorema Sampel Normal (Fisher’s Theorem): Untuk X1,,Xni.i.d.N(μ,σ2)X_1,\ldots,X_n \overset{\text{i.i.d.}}{\sim} N(\mu,\sigma^2): XˉN ⁣(μ,σ2n),(n1)S2σ2χ2(n1),XˉS2\bar{X} \sim N\!\left(\mu, \frac{\sigma^2}{n}\right), \qquad \frac{(n-1)S^2}{\sigma^2} \sim \chi^2(n-1), \qquad \bar{X} \perp S^2

Variabel & Parameter

SimbolMaknaCatatan
ν\nuDerajat kebebasan (degrees of freedom) distribusi χ2\chi^2 dan ttParameter positif; untuk sampel: ν=n1\nu = n-1
ν1,ν2\nu_1, \nu_2Derajat kebebasan numerator dan denominator distribusi FFKeduanya positif; urutan penting: F(ν1,ν2)F(ν2,ν1)F(\nu_1,\nu_2) \neq F(\nu_2,\nu_1)
χα2(ν)\chi^2_\alpha(\nu)Persentil ke-(1α)(1-\alpha) dari χ2(ν)\chi^2(\nu)P(χ2(ν)>χα2(ν))=αP(\chi^2(\nu) > \chi^2_\alpha(\nu)) = \alpha
tα(ν)t_\alpha(\nu)Persentil ke-(1α)(1-\alpha) dari t(ν)t(\nu)P(t(ν)>tα(ν))=αP(t(\nu) > t_\alpha(\nu)) = \alpha; simetris: t1α(ν)=tα(ν)t_{1-\alpha}(\nu) = -t_\alpha(\nu)
Fα(ν1,ν2)F_\alpha(\nu_1,\nu_2)Persentil ke-(1α)(1-\alpha) dari F(ν1,ν2)F(\nu_1,\nu_2)P(F>Fα(ν1,ν2))=αP(F > F_\alpha(\nu_1,\nu_2)) = \alpha
S2S^2Variansi sampel1n1(XiXˉ)2\frac{1}{n-1}\sum(X_i-\bar{X})^2; estimator tak-bias σ2\sigma^2
Sp2S_p^2Variansi pooled (dua sampel)Sp2=(n11)S12+(n21)S22n1+n22S_p^2 = \frac{(n_1-1)S_1^2+(n_2-1)S_2^2}{n_1+n_2-2}

Rumus Utama — Chi-Kuadrat χ2(ν)\chi^2(\nu)

χ2(ν)=i=1νZi2,Zii.i.d.N(0,1)\chi^2(\nu) = \sum_{i=1}^{\nu} Z_i^2, \quad Z_i \overset{\text{i.i.d.}}{\sim} N(0,1)

Label: Definisi via Normal Standar — penjumlahan ν\nu kuadrat Normal standar independen.

f(x;ν)=12ν/2Γ(ν/2)xν/21ex/2,x>0f(x;\nu) = \frac{1}{2^{\nu/2}\,\Gamma(\nu/2)}\, x^{\nu/2-1}\, e^{-x/2}, \quad x > 0

Label: PDF Chi-Kuadrat — ini adalah Gamma(α=ν/2,  β=2)(\alpha = \nu/2,\; \beta = 2) dalam parametrisasi skala; berlaku χ2(ν)=Γ(ν/2,2)\chi^2(\nu) = \Gamma(\nu/2, 2).

E[χ2(ν)]=ν,Var(χ2(ν))=2νE[\chi^2(\nu)] = \nu, \qquad \text{Var}(\chi^2(\nu)) = 2\nu

Label: Mean dan Variansi Chi-Kuadrat — mean = derajat kebebasan; variansi = dua kali derajat kebebasan.

Mχ2(ν)(t)=(12t)ν/2,t<12M_{\chi^2(\nu)}(t) = (1-2t)^{-\nu/2}, \quad t < \frac{1}{2}

Label: MGF Chi-Kuadrat — bentuk Gamma( nu/2,β=2)(\ nu/2, \beta=2); sifat aditif: χ2(ν1)+χ2(ν2)χ2(ν1+ν2)\chi^2(\nu_1) + \chi^2(\nu_2) \sim \chi^2(\nu_1+\nu_2) untuk variabel independen.

(n1)S2σ2χ2(n1)\frac{(n-1)S^2}{\sigma^2} \sim \chi^2(n-1)

Label: Distribusi Variansi Sampel — hasil kunci dari Fisher’s Theorem; derajat kebebasan n1n-1, bukan nn, karena satu derajat kebebasan “digunakan” untuk mengestimasi μ\mu dengan Xˉ\bar{X}.

Rumus Utama — Distribusi-tt Student t(ν)t(\nu)

T=ZV/ν,ZN(0,1),  Vχ2(ν),  ZVT = \frac{Z}{\sqrt{V/\nu}}, \quad Z \sim N(0,1),\; V \sim \chi^2(\nu),\; Z \perp V

Label: Definisi Distribusi-tt — rasio Normal standar dengan akar Chi-Kuadrat yang dinormalisasi.

f(t;ν)=Γ ⁣(ν+12)νπ  Γ ⁣(ν2)(1+t2ν)(ν+1)/2,tRf(t;\nu) = \frac{\Gamma\!\left(\frac{\nu+1}{2}\right)}{\sqrt{\nu\pi}\;\Gamma\!\left(\frac{\nu}{2}\right)} \left(1+\frac{t^2}{\nu}\right)^{-(\nu+1)/2}, \quad t \in \mathbb{R}

Label: PDF Distribusi-tt — simetris di nol; ekor lebih tebal dari Normal standar; mendekati N(0,1)N(0,1) saat ν\nu \to \infty.

E[T]=0  (ν>1),Var(T)=νν2  (ν>2)E[T] = 0\; (\nu > 1), \qquad \text{Var}(T) = \frac{\nu}{\nu-2}\; (\nu > 2)

Label: Mean dan Variansi Distribusi-tt — mean nol (simetris); variansi >1> 1 (ekor lebih tebal dari Normal); untuk ν2\nu \leq 2 variansi tidak terdefinisi.

T=XˉμS/nt(n1)T = \frac{\bar{X} - \mu}{S/\sqrt{n}} \sim t(n-1)

Label: Statistik-tt Sampel — digunakan saat σ2\sigma^2 tidak diketahui; penyebut menggunakan SS (standar deviasi sampel), bukan σ\sigma (standar deviasi populasi).

Rumus Utama — Distribusi-FF F(ν1,ν2)F(\nu_1,\nu_2)

F=U/ν1V/ν2,Uχ2(ν1),  Vχ2(ν2),  UVF = \frac{U/\nu_1}{V/\nu_2}, \quad U \sim \chi^2(\nu_1),\; V \sim \chi^2(\nu_2),\; U \perp V

Label: Definisi Distribusi-FF — rasio dua Chi-Kuadrat independen yang masing-masing dibagi derajat kebebasannya.

E[F]=ν2ν22  (ν2>2),Var(F)=2ν22(ν1+ν22)ν1(ν22)2(ν24)  (ν2>4)E[F] = \frac{\nu_2}{\nu_2 - 2}\; (\nu_2 > 2), \qquad \text{Var}(F) = \frac{2\nu_2^2(\nu_1+\nu_2-2)}{\nu_1(\nu_2-2)^2(\nu_2-4)}\; (\nu_2 > 4)

Label: Mean dan Variansi Distribusi-FF — mean bergantung hanya pada ν2\nu_2 (derajat kebebasan denominator).

S12/σ12S22/σ22F(n11,  n21)\frac{S_1^2/\sigma_1^2}{S_2^2/\sigma_2^2} \sim F(n_1-1,\; n_2-1)

Label: Statistik-FF Dua Sampel — digunakan untuk membandingkan variansi dua populasi Normal independen.

Relasi Antar-Distribusi

χ2(ν)=Γ ⁣(ν2,  β=2)\chi^2(\nu) = \Gamma\!\left(\frac{\nu}{2},\; \beta=2\right) t2(ν)F(1,ν)t^2(\nu) \sim F(1, \nu) F(ν1,ν2)=1F(ν2,ν1)(invers distribusi)F(\nu_1,\nu_2) = \frac{1}{F(\nu_2,\nu_1)} \quad \text{(invers distribusi)} F1α(ν1,ν2)=1Fα(ν2,ν1)F_{1-\alpha}(\nu_1,\nu_2) = \frac{1}{F_\alpha(\nu_2,\nu_1)} t(ν)νN(0,1),χ2(ν)/νν1t(\nu) \xrightarrow{\nu \to \infty} N(0,1), \qquad \chi^2(\nu)/\nu \xrightarrow{\nu \to \infty} 1

Asumsi Eksplisit

  • Chi-Kuadrat: Setiap ZiZ_i harus N(0,1)N(0,1) dan independen. Sifat aditif mensyaratkan independensi.
  • Distribusi-tt: ZZ dan VV harus independen. Ini terpenuhi secara otomatis untuk statistik T=(Xˉμ)/(S/n)T = (\bar{X}-\mu)/(S/\sqrt{n}) dari sampel Normal karena Fisher’s Theorem menjamin XˉS2\bar{X} \perp S^2.
  • Distribusi-FF: UU dan VV harus independen. Untuk uji dua sampel, dua sampel harus independen satu sama lain.
  • Populasi Normal: Distribusi χ2\chi^2, tt, dan FF berlaku eksak hanya untuk sampel dari populasi Normal. Untuk populasi non-Normal, distribusi ini hanya pendekatan (valid untuk nn besar via CLT untuk distribusi tt).
  • Fisher’s Theorem: Kebebasan Xˉ\bar{X} dan S2S^2 adalah properti eksklusif distribusi Normal — untuk distribusi lain, Xˉ\bar{X} dan S2S^2 umumnya berkorelasi.

Section 3 — Jembatan Logika

Dari Definisi ke Rumus

Mengapa (n1)S2/σ2χ2(n1)(n-1)S^2/\sigma^2 \sim \chi^2(n-1) bukan χ2(n)\chi^2(n)?

Kita mulai dari identitas: i=1n(Xiμσ)2=(n1)S2σ2+(Xˉμσ/n)2\sum_{i=1}^n \left(\frac{X_i - \mu}{\sigma}\right)^2 = \frac{(n-1)S^2}{\sigma^2} + \left(\frac{\bar{X}-\mu}{\sigma/\sqrt{n}}\right)^2

Ruas kiri adalah jumlah nn kuadrat Normal standar independen → χ2(n)\chi^2(n).

Suku kedua ruas kanan: (Xˉμσ/n)2χ2(1)\left(\frac{\bar{X}-\mu}{\sigma/\sqrt{n}}\right)^2 \sim \chi^2(1) karena XˉN(μ,σ2/n)\bar{X} \sim N(\mu,\sigma^2/n).

Dari Fisher’s Theorem, Xˉ\bar{X} dan S2S^2 independen, sehingga dua suku di ruas kanan independen. Maka berdasarkan sifat aditif χ2\chi^2 (terbalik): χ2(n)=χkiri2+χ2(1)    χkiri2=(n1)S2σ2χ2(n1)\chi^2(n) = \chi^2_{\text{kiri}} + \chi^2(1) \implies \chi^2_{\text{kiri}} = \frac{(n-1)S^2}{\sigma^2} \sim \chi^2(n-1)

Kehilangan satu derajat kebebasan (dari nn ke n1n-1) mencerminkan bahwa mengestimasi μ\mu dengan Xˉ\bar{X} mengimposes satu kendala linear pada deviasi XiXˉX_i - \bar{X}: (XiXˉ)=0\sum(X_i - \bar{X}) = 0 selalu.

Tabel Perbandingan Tiga Distribusi Sampel
Propertiχ2(ν)\chi^2(\nu)t(ν)t(\nu)F(ν1,ν2)F(\nu_1,\nu_2)
Support(0,)(0,\infty)(,)(-\infty,\infty)(0,)(0,\infty)
SimetriTidak simetris (right-skewed)Simetris di nolTidak simetris
Meanν\nu00 (ν>1\nu>1)ν2/(ν22)\nu_2/(\nu_2-2) (ν2>2\nu_2>2)
Variansi2ν2\nuν/(ν2)\nu/(\nu-2) (ν>2\nu>2)Kompleks (ν2>4\nu_2>4)
Limit Normalχ2(ν)/ν1\chi^2(\nu)/\nu \to 1t(ν)N(0,1)t(\nu) \to N(0,1)F(1,ν)χ2(1)F(1,\nu) \to \chi^2(1)
Konteks sampel(n1)S2/σ2(n-1)S^2/\sigma^2(Xˉμ)/(S/n)(\bar{X}-\mu)/(S/\sqrt{n})S12/S22S_1^2/S_2^2 (jika σ12=σ22\sigma_1^2=\sigma_2^2)
df sampeln1n-1n1n-1n11n_1-1, n21n_2-1

Derivasi Distribusi-tt dari Komponen:

T=XˉμS/nT = \frac{\bar{X}-\mu}{S/\sqrt{n}}

Tulis ulang dalam bentuk standar. Bagi pembilang dan penyebut dengan σ/n\sigma/\sqrt{n}:

T=(Xˉμ)/(σ/n)S2/σ2=ZV/(n1)T = \frac{(\bar{X}-\mu)/(\sigma/\sqrt{n})}{\sqrt{S^2/\sigma^2}} = \frac{Z}{\sqrt{V/(n-1)}}

di mana Z=(Xˉμ)/(σ/n)N(0,1)Z = (\bar{X}-\mu)/(\sigma/\sqrt{n}) \sim N(0,1) dan V=(n1)S2/σ2χ2(n1)V = (n-1)S^2/\sigma^2 \sim \chi^2(n-1).

Karena ZVZ \perp V (Fisher’s Theorem), ini tepat memenuhi definisi t(n1)t(n-1):

T=ZV/(n1)t(n1)T = \frac{Z}{\sqrt{V/(n-1)}} \sim t(n-1)

Derivasi Distribusi-FF untuk Dua Sampel:

Untuk X1(1),,Xn1(1)i.i.d.N(μ1,σ12)X_1^{(1)},\ldots,X_{n_1}^{(1)} \overset{\text{i.i.d.}}{\sim} N(\mu_1,\sigma_1^2) dan X1(2),,Xn2(2)i.i.d.N(μ2,σ22)X_1^{(2)},\ldots,X_{n_2}^{(2)} \overset{\text{i.i.d.}}{\sim} N(\mu_2,\sigma_2^2) independen:

U=(n11)S12σ12χ2(n11),V=(n21)S22σ22χ2(n21),UVU = \frac{(n_1-1)S_1^2}{\sigma_1^2} \sim \chi^2(n_1-1), \quad V = \frac{(n_2-1)S_2^2}{\sigma_2^2} \sim \chi^2(n_2-1), \quad U \perp V F=U/(n11)V/(n21)=S12/σ12S22/σ22F(n11,n21)F = \frac{U/(n_1-1)}{V/(n_2-1)} = \frac{S_1^2/\sigma_1^2}{S_2^2/\sigma_2^2} \sim F(n_1-1,\, n_2-1)

Jika H0:σ12=σ22H_0: \sigma_1^2 = \sigma_2^2 maka F=S12/S22F(n11,n21)F = S_1^2/S_2^2 \sim F(n_1-1, n_2-1) di bawah H0H_0.

Relasi Persentil FF dan Invers:

F1α(ν1,ν2)=1Fα(ν2,ν1)F_{1-\alpha}(\nu_1,\nu_2) = \frac{1}{F_\alpha(\nu_2,\nu_1)}

Ini berguna ketika tabel hanya menyediakan nilai α\alpha kecil (ekor kanan) dan kita membutuhkan persentil ekor kiri. Contoh: F0,95(5,10)=1/F0,05(10,5)F_{0{,}95}(5,10) = 1/F_{0{,}05}(10,5).

Dilarang
  1. Dilarang menggunakan distribusi-tt tanpa asumsi populasi Normal (atau nn besar). Statistik T=(Xˉμ)/(S/n)T = (\bar{X}-\mu)/(S/\sqrt{n}) hanya mengikuti distribusi t(n1)t(n-1) eksak untuk populasi Normal. Untuk populasi non-Normal dengan nn kecil, distribusinya bukan tt — gunakan metode non-parametrik atau bootstrap.
  2. Dilarang mencampur derajat kebebasan. Untuk χ2\chi^2: df =n1= n-1 (bukan nn). Untuk tt: df =n1= n-1 (bukan nn). Untuk FF dua sampel: df numerator =n11= n_1-1, df denominator =n21= n_2-1 — urutan momennen dan denominator harus konsisten dengan statistik yang dihitung.
  3. Dilarang mengasumsikan Xˉ\bar{X} dan S2S^2 independen untuk populasi non-Normal. Kebebasan XˉS2\bar{X} \perp S^2 adalah properti eksklusif distribusi Normal. Untuk distribusi lain (Eksponensial, Gamma, dll.), Xˉ\bar{X} dan S2S^2 berkorelasi.

Section 4 — Contoh Soal

Soal A — Fundamental

Dari sampel acak X1,,X16X_1,\ldots,X_{16} dari N(μ=50,  σ2=25)N(\mu=50,\;\sigma^2=25), definisikan Xˉ\bar{X} dan S2S^2 sebagai mean dan variansi sampel.

(a) Nyatakan distribusi Xˉ\bar{X} secara eksak. (b) Hitung P(48Xˉ52,5)P(48 \leq \bar{X} \leq 52{,}5). (c) Nyatakan distribusi 15S225\frac{15S^2}{25} dan hitung E ⁣[15S225]E\!\left[\frac{15S^2}{25}\right] serta Var ⁣(15S225)\text{Var}\!\left(\frac{15S^2}{25}\right). (d) Hitung P(S240)P(S^2 \leq 40), yaitu probabilitas bahwa variansi sampel tidak melampaui 40. (e) Nyatakan distribusi statistik T=Xˉ50S/4T = \dfrac{\bar{X}-50}{S/4} dan jelaskan mengapa dapat menggunakan distribusi ini.

Solusi Soal A

1. Identifikasi Variabel

  • Xii.i.d.N(μ=50,σ2=25)X_i \overset{\text{i.i.d.}}{\sim} N(\mu=50,\, \sigma^2=25), sehingga σ=5\sigma=5
  • n=16n = 16; df =n1=15= n-1 = 15
  • Xˉ\bar{X} = mean sampel; S2S^2 = variansi sampel

2. Identifikasi Distribusi / Model Populasi Normal eksak → distribusi Xˉ\bar{X} Normal eksak; (n1)S2/σ2χ2(n1)(n-1)S^2/\sigma^2 \sim \chi^2(n-1); T=(Xˉμ)/(S/n)t(n1)T = (\bar{X}-\mu)/(S/\sqrt{n}) \sim t(n-1).

3. Setup Persamaan

Fisher’s Theorem: XˉN(μ,σ2/n)\bar{X} \sim N(\mu, \sigma^2/n) dan (n1)S2/σ2χ2(n1)(n-1)S^2/\sigma^2 \sim \chi^2(n-1), XˉS2\bar{X} \perp S^2.

4. Eksekusi Aljabar

(a) Distribusi Xˉ\bar{X}: XˉN ⁣(50,  2516)=N ⁣(50,  1,5625)\bar{X} \sim N\!\left(50,\; \frac{25}{16}\right) = N\!\left(50,\; 1{,}5625\right) Standar error: SE(Xˉ)=σ/n=5/4=1,25\text{SE}(\bar{X}) = \sigma/\sqrt{n} = 5/4 = 1{,}25.

(b) P(48Xˉ52,5)P(48 \leq \bar{X} \leq 52{,}5):

Standarisasi dengan SE=1,25\text{SE} = 1{,}25: z1=48501,25=21,25=1,60,z2=52,5501,25=2,51,25=2,00z_1 = \frac{48 - 50}{1{,}25} = \frac{-2}{1{,}25} = -1{,}60, \qquad z_2 = \frac{52{,}5 - 50}{1{,}25} = \frac{2{,}5}{1{,}25} = 2{,}00

P(48Xˉ52,5)=Φ(2,00)Φ(1,60)P(48 \leq \bar{X} \leq 52{,}5) = \Phi(2{,}00) - \Phi(-1{,}60) =Φ(2,00)[1Φ(1,60)]=0,9772(10,9452)=0,97720,0548=0,9224= \Phi(2{,}00) - [1-\Phi(1{,}60)] = 0{,}9772 - (1 - 0{,}9452) = 0{,}9772 - 0{,}0548 = 0{,}9224

(c) Distribusi, Mean, dan Variansi dari 15S225\frac{15S^2}{25}:

Dari Fisher’s Theorem dengan n=16n=16, σ2=25\sigma^2=25: (n1)S2σ2=15S225χ2(15)\frac{(n-1)S^2}{\sigma^2} = \frac{15\,S^2}{25} \sim \chi^2(15)

Menggunakan properti χ2(ν)\chi^2(\nu): E ⁣[15S225]=ν=15E\!\left[\frac{15S^2}{25}\right] = \nu = 15 Var ⁣(15S225)=2ν=30\text{Var}\!\left(\frac{15S^2}{25}\right) = 2\nu = 30

(d) P(S240)P(S^2 \leq 40):

Konversikan ke χ2\chi^2: P(S240)=P ⁣(15S22515×4025)=P(χ2(15)24)P(S^2 \leq 40) = P\!\left(\frac{15S^2}{25} \leq \frac{15 \times 40}{25}\right) = P(\chi^2(15) \leq 24)

Dari tabel χ2\chi^2: P(χ2(15)24,996)0,95P(\chi^2(15) \leq 24{,}996) \approx 0{,}95, sehingga P(χ2(15)24)0,945P(\chi^2(15) \leq 24) \approx 0{,}945.

(Nilai eksak: persentil ke-94,5 distribusi χ2(15)\chi^2(15) adalah sekitar 24.)

(e) Distribusi T=(Xˉ50)/(S/4)T = (\bar{X}-50)/(S/4):

Tulis ulang: T=Xˉ50S/16=XˉμS/nT = \dfrac{\bar{X}-50}{S/\sqrt{16}} = \dfrac{\bar{X}-\mu}{S/\sqrt{n}}

Dari Fisher’s Theorem:

  • Pembilang standarisasi: Z=(Xˉ50)/(5/4)N(0,1)Z = (\bar{X}-50)/(5/4) \sim N(0,1)
  • (n1)S2/σ2=15S2/25χ2(15)(n-1)S^2/\sigma^2 = 15S^2/25 \sim \chi^2(15), dan XˉS2\bar{X} \perp S^2

Maka T=Z/(15S2/25)/15=Z/S2/25=Z/(S/5)T = Z/\sqrt{(15S^2/25)/15} = Z/\sqrt{S^2/25} = Z/(S/5) — dan:

T=Xˉ50S/4t(15)T = \frac{\bar{X}-50}{S/4} \sim t(15)

Justifikasi: Distribusi t(n1)t(n-1) berlaku karena: (1) populasi Normal sehingga Xˉ\bar{X} Normal, (2) (n1)S2/σ2χ2(n1)(n-1)S^2/\sigma^2 \sim \chi^2(n-1), dan (3) XˉS2\bar{X} \perp S^2 (Fisher’s Theorem untuk populasi Normal).

5. Verification

  • SE(Xˉ)=5/4=1,25\text{SE}(\bar{X}) = 5/4 = 1{,}25: lebih kecil dari σ=5\sigma=5 karena rata-rata 16 pengamatan lebih stabil ✓
  • E[15S2/25]=15=νE[15S^2/25] = 15 = \nu: konsisten dengan properti χ2(ν)\chi^2(\nu)
  • P(S240)0,945P(S^2 \leq 40) \approx 0{,}945: dengan E[S2]=σ2=25E[S^2] = \sigma^2 = 25 dan nilai 40 cukup di atas mean, probabilitas kumulatif mendekati 1 masuk akal ✓
  • Derajat kebebasan tt: n1=15n-1 = 15, bukan n=16n = 16
Exam Tips — Soal A

Target waktu: 10–12 menit Common trap 1: Standar error Xˉ\bar{X} adalah σ/n=5/4=1,25\sigma/\sqrt{n} = 5/4 = 1{,}25 — bukan σ=5\sigma = 5. Standarisasi harus menggunakan SE\text{SE}, bukan σ\sigma. Common trap 2: Untuk konversi ke χ2\chi^2 di bagian (d): P(S240)=P(χ2(15)15×40/25)=P(χ2(15)24)P(S^2 \leq 40) = P(\chi^2(15) \leq 15\times40/25) = P(\chi^2(15) \leq 24) — kalikan dengan (n1)/σ2(n-1)/\sigma^2, bukan hanya dibagi σ2\sigma^2. Common trap 3: Derajat kebebasan tt dan χ2\chi^2 adalah n1=15n-1 = 15, bukan n=16n = 16. Satu derajat kebebasan “hilang” karena mengestimasi μ\mu dengan Xˉ\bar{X}.


Soal B — Exam-Typical

Seorang aktuaris mengambil sampel n=10n = 10 polis asuransi dan memperoleh xˉ=42\bar{x} = 42 juta rupiah dan s=8s = 8 juta rupiah. Diasumsikan nilai klaim mengikuti distribusi Normal dengan mean μ\mu yang tidak diketahui.

(a) Bangun statistik TT yang berdistribusi t(9)t(9) menggunakan Xˉ\bar{X}, SS, μ\mu, dan nn. (b) Hitung P ⁣(T1,833)P\!\left(T \leq 1{,}833\right) di mana Tt(9)T \sim t(9) (nilai tabel). (c) Hitung P ⁣(Xˉμ4,634)P\!\left(|\bar{X} - \mu| \leq 4{,}634\right) menggunakan distribusi t(9)t(9) dan s=8s=8. (d) Misalkan aktuaris kedua mengambil sampel independen n2=8n_2 = 8 polis dari populasi yang sama dan memperoleh s2=6s_2 = 6. Bangun statistik FF yang membandingkan kedua variansi sampel dan tentukan distribusinya. (e) Gunakan relasi F1α(ν1,ν2)=1/Fα(ν2,ν1)F_{1-\alpha}(\nu_1,\nu_2) = 1/F_\alpha(\nu_2,\nu_1) untuk mencari F0,95(9,7)F_{0{,}95}(9,7) jika diketahui F0,05(7,9)=3,29F_{0{,}05}(7,9) = 3{,}29.

Solusi Soal B

1. Identifikasi Variabel

  • Sampel 1: n1=10n_1=10, xˉ=42\bar{x}=42, s1=8s_1=8; σ2\sigma^2 tidak diketahui
  • Sampel 2: n2=8n_2=8, s2=6s_2=6; dari populasi sama (diasumsikan σ12=σ22\sigma_1^2 = \sigma_2^2)
  • Populasi Normal

2. Identifikasi Distribusi / Model Karena σ2\sigma^2 tidak diketahui: gunakan distribusi tt. Perbandingan variansi: distribusi FF.

3. Setup Persamaan

Statistik-tt: T=(Xˉμ)/(S/n)T = (\bar{X}-\mu)/(S/\sqrt{n})

Statistik-FF: F=S12/S22F = S_1^2/S_2^2 (jika σ12=σ22\sigma_1^2 = \sigma_2^2)

4. Eksekusi Aljabar

(a) Statistik Tt(9)T \sim t(9): T=XˉμS/n=XˉμS/10t(9)T = \frac{\bar{X} - \mu}{S/\sqrt{n}} = \frac{\bar{X} - \mu}{S/\sqrt{10}} \sim t(9)

Derajat kebebasan: n1=101=9n - 1 = 10 - 1 = 9.

(b) P(T1,833)P(T \leq 1{,}833) untuk Tt(9)T \sim t(9):

Dari tabel distribusi-tt: t0,05(9)=1,833t_{0{,}05}(9) = 1{,}833 berarti P(T>1,833)=0,05P(T > 1{,}833) = 0{,}05.

P(T1,833)=10,05=0,95P(T \leq 1{,}833) = 1 - 0{,}05 = 0{,}95

Interpretasi: nilai 1,833 adalah persentil ke-95 dari t(9)t(9).

(c) P(Xˉμ4,634)P(|\bar{X}-\mu| \leq 4{,}634):

Konversikan ke statistik TT menggunakan s=8s = 8 dan n=10n = 10: P(Xˉμ4,634)=P ⁣(Xˉμ8/104,6348/10)P(|\bar{X}-\mu| \leq 4{,}634) = P\!\left(\left|\frac{\bar{X}-\mu}{8/\sqrt{10}}\right| \leq \frac{4{,}634}{8/\sqrt{10}}\right)

Hitung penyebut: 8/10=8/3,162=2,5308/\sqrt{10} = 8/3{,}162 = 2{,}530.

4,6342,530=1,8311,833\frac{4{,}634}{2{,}530} = 1{,}831 \approx 1{,}833

P(Xˉμ4,634)=P(T1,833)=P(1,833T1,833)P(|\bar{X}-\mu| \leq 4{,}634) = P(|T| \leq 1{,}833) = P(-1{,}833 \leq T \leq 1{,}833) =2Φt(9)(1,833)1=2(0,95)1=0,90= 2\Phi_{t(9)}(1{,}833) - 1 = 2(0{,}95) - 1 = 0{,}90

(menggunakan simetri tt di nol dan hasil bagian (b))

(d) Statistik FF dan distribusinya:

Karena diasumsikan σ12=σ22\sigma_1^2 = \sigma_2^2 (populasi sama): F=S12S22=8262=6436=1691,778F = \frac{S_1^2}{S_2^2} = \frac{8^2}{6^2} = \frac{64}{36} = \frac{16}{9} \approx 1{,}778

Distribusi: FF(n11,n21)=F(9,7)F \sim F(n_1-1,\, n_2-1) = F(9,\, 7).

Catatan: nilai fobs=1,778f_{\text{obs}} = 1{,}778 adalah realisasi terobservasi dari statistik FF.

(e) F0,95(9,7)F_{0{,}95}(9,7) dari relasi invers:

Gunakan: F1α(ν1,ν2)=1/Fα(ν2,ν1)F_{1-\alpha}(\nu_1,\nu_2) = 1/F_\alpha(\nu_2,\nu_1) dengan α=0,05\alpha=0{,}05, ν1=9\nu_1=9, ν2=7\nu_2=7: F0,95(9,7)=F10,05(9,7)=1F0,05(7,9)=13,290,304F_{0{,}95}(9,7) = F_{1-0{,}05}(9,7) = \frac{1}{F_{0{,}05}(7,9)} = \frac{1}{3{,}29} \approx 0{,}304

Interpretasi: P(F(9,7)0,304)=0,05P(F(9,7) \leq 0{,}304) = 0{,}05 — nilai ini adalah persentil ke-5 dari F(9,7)F(9,7).

5. Verification

  • P(T1,833)=0,95P(T \leq 1{,}833) = 0{,}95: konsisten dengan notasi t0,05(9)=1,833t_{0{,}05}(9) = 1{,}833 artinya P(T>1,833)=0,05P(T > 1{,}833) = 0{,}05
  • P(T1,833)=0,90P(|T| \leq 1{,}833) = 0{,}90: interval dua sisi di tingkat 90% menggunakan persentil 95% dari masing-masing ekor ✓
  • F0,95(9,7)=0,304<1F_{0{,}95}(9,7) = 0{,}304 < 1: persentil ke-5 dari distribusi FF yang right-skewed memang <1< 1 (mean F(9,7)=7/5=1,4>1F(9,7) = 7/5 = 1{,}4 > 1, persentil kecil harusnya <1< 1) ✓
  • Derajat kebebasan F(9,7)F(9,7): numerator =n11=9= n_1-1=9, denominator =n21=7= n_2-1=7
Exam Tips — Soal B

Target waktu: 12–14 menit Common trap 1: Relasi invers FF: F0,95(9,7)=1/F0,05(7,9)F_{0{,}95}(9,7) = 1/F_{0{,}05}(7,9)urutan df terbalik di sisi kanan. Banyak kandidat salah menulis 1/F0,05(9,7)1/F_{0{,}05}(9,7) (urutan tidak terbalik). Common trap 2: Untuk bagian (c), pastikan membagi 4,6344{,}634 dengan standar error s/ns/\sqrt{n}, bukan dengan ss saja. Common trap 3: Distribusi F(9,7)F(9,7) untuk S12/S22S_1^2/S_2^2 hanya valid di bawah H0:σ12=σ22H_0: \sigma_1^2 = \sigma_2^2. Jika σ12σ22\sigma_1^2 \neq \sigma_2^2, statistiknya adalah F=(S12/σ12)/(S22/σ22)F = (S_1^2/\sigma_1^2)/(S_2^2/\sigma_2^2).


Soal C — Challenging

Misalkan X1,,Xni.i.d.N(μ,σ2)X_1,\ldots,X_n \overset{\text{i.i.d.}}{\sim} N(\mu,\sigma^2). Definisikan Xˉ\bar{X}, S2S^2, dan Sn2=1ni=1n(XiXˉ)2S_n^2 = \frac{1}{n}\sum_{i=1}^n(X_i-\bar{X})^2 (variansi sampel dengan penyebut nn, bukan n1n-1).

(a) Tunjukkan bahwa i=1n ⁣(Xiμσ)2=(n1)S2σ2+(Xˉμσ/n)2\displaystyle\sum_{i=1}^n\!\left(\frac{X_i-\mu}{\sigma}\right)^2 = \frac{(n-1)S^2}{\sigma^2} + \left(\frac{\bar{X}-\mu}{\sigma/\sqrt{n}}\right)^2 dan identifikasi distribusi masing-masing suku di ruas kanan.

(b) Gunakan dekomposisi pada (a) dan kebebasan Xˉ\bar{X} dari S2S^2 untuk membuktikan bahwa (n1)S2σ2χ2(n1)\dfrac{(n-1)S^2}{\sigma^2} \sim \chi^2(n-1).

(c) Tunjukkan bahwa E[Sn2]=n1nσ2E[S_n^2] = \frac{n-1}{n}\sigma^2 (bias ke bawah) dan E[S2]=σ2E[S^2] = \sigma^2 (tak-bias).

(d) Misalkan Y=cS2/σ2Y = c\,S^2/\sigma^2 berdistribusi χ2(ν)\chi^2(\nu). Tentukan nilai cc dan ν\nu dari nn dan definisikan derajat kebebasan.

(e) Untuk n=25n=25 dan σ2=9\sigma^2=9 (diketahui), tentukan interval [a,b][a,b] simetris sehingga P(aS2b)=0,90P(a \leq S^2 \leq b) = 0{,}90 menggunakan persentil χ2(24)\chi^2(24): χ0,052(24)=36,415\chi^2_{0{,}05}(24) = 36{,}415 dan χ0,952(24)=13,848\chi^2_{0{,}95}(24) = 13{,}848.

Solusi Soal C

1. Identifikasi Variabel

  • Xii.i.d.N(μ,σ2)X_i \overset{\text{i.i.d.}}{\sim} N(\mu,\sigma^2); nn umum
  • S2=1n1(XiXˉ)2S^2 = \frac{1}{n-1}\sum(X_i-\bar{X})^2 (tak-bias); Sn2=1n(XiXˉ)2S_n^2 = \frac{1}{n}\sum(X_i-\bar{X})^2 (MLE, bias)

2. Identifikasi Distribusi / Model Bukti formal Fisher’s Theorem via dekomposisi jumlah kuadrat. Hubungan χ2\chi^2, Γ\Gamma, dan variansi sampel.

3. Setup Persamaan

Identitas aljabar kunci: (Xiμ)2=(XiXˉ)2+n(Xˉμ)2\sum(X_i-\mu)^2 = \sum(X_i-\bar{X})^2 + n(\bar{X}-\mu)^2

4. Eksekusi Aljabar

(a) Dekomposisi jumlah kuadrat:

Mulai dari identitas (Xiμ)=(XiXˉ)+(Xˉμ)(X_i - \mu) = (X_i - \bar{X}) + (\bar{X} - \mu):

i=1n(Xiμ)2=i=1n(XiXˉ)2+2(Xˉμ)i=1n(XiXˉ)=0+n(Xˉμ)2\sum_{i=1}^n(X_i-\mu)^2 = \sum_{i=1}^n(X_i-\bar{X})^2 + 2(\bar{X}-\mu)\underbrace{\sum_{i=1}^n(X_i-\bar{X})}_{=\,0} + n(\bar{X}-\mu)^2

Suku silang hilang karena (XiXˉ)=0\sum(X_i-\bar{X}) = 0 selalu. Bagi dengan σ2\sigma^2: i=1n ⁣(Xiμσ)2=(XiXˉ)2σ2=(n1)S2/σ2+(Xˉμσ/n)2\sum_{i=1}^n\!\left(\frac{X_i-\mu}{\sigma}\right)^2 = \underbrace{\frac{\sum(X_i-\bar{X})^2}{\sigma^2}}_{=\,(n-1)S^2/\sigma^2} + \underbrace{\left(\frac{\bar{X}-\mu}{\sigma/\sqrt{n}}\right)^2}_{}

Identifikasi distribusi masing-masing:

  • Ruas kiri: Zi2\sum Z_i^2 di mana Zi=(Xiμ)/σi.i.d.N(0,1)Z_i = (X_i-\mu)/\sigma \overset{\text{i.i.d.}}{\sim} N(0,1)χ2(n)\chi^2(n)
  • Suku kedua ruas kanan: (Xˉμσ/n)2=ZXˉ2\left(\frac{\bar{X}-\mu}{\sigma/\sqrt{n}}\right)^2 = Z_{\bar{X}}^2 di mana ZXˉN(0,1)Z_{\bar{X}} \sim N(0,1)χ2(1)\chi^2(1)
  • Suku pertama ruas kanan: (n1)S2/σ2(n-1)S^2/\sigma^2 — akan ditentukan distribusinya di bagian (b)

(b) Bukti (n1)S2σ2χ2(n1)\frac{(n-1)S^2}{\sigma^2} \sim \chi^2(n-1):

Dari dekomposisi di (a): Qn=Qn1+Q1Q_n = Q_{n-1} + Q_1 di mana:

  • Qn=Zi2χ2(n)Q_n = \sum Z_i^2 \sim \chi^2(n)
  • Q1=ZXˉ2χ2(1)Q_1 = Z_{\bar{X}}^2 \sim \chi^2(1)
  • Qn1=(n1)S2/σ2Q_{n-1} = (n-1)S^2/\sigma^2

Fisher’s Theorem (diterima sebagai fakta untuk populasi Normal) menyatakan XˉS2\bar{X} \perp S^2, sehingga Q1Qn1Q_1 \perp Q_{n-1}.

Hitung MGF Qn1Q_{n-1} menggunakan sifat aditif χ2\chi^2 (terbalik): jika Qn=Qn1+Q1Q_n = Q_{n-1} + Q_1 dan keduanya independen: MQn(t)=MQn1(t)MQ1(t)M_{Q_n}(t) = M_{Q_{n-1}}(t) \cdot M_{Q_1}(t) (12t)n/2=MQn1(t)(12t)1/2(1-2t)^{-n/2} = M_{Q_{n-1}}(t) \cdot (1-2t)^{-1/2} MQn1(t)=(12t)n/2/(12t)1/2=(12t)(n1)/2M_{Q_{n-1}}(t) = (1-2t)^{-n/2} / (1-2t)^{-1/2} = (1-2t)^{-(n-1)/2}

Ini adalah MGF χ2(n1)\chi^2(n-1). Oleh Uniqueness Theorem: (n1)S2σ2χ2(n1)\frac{(n-1)S^2}{\sigma^2} \sim \chi^2(n-1) \quad \checkmark

(c) Bias Sn2S_n^2 dan tak-bias S2S^2:

Karena (n1)S2/σ2χ2(n1)(n-1)S^2/\sigma^2 \sim \chi^2(n-1) dengan E[χ2(n1)]=n1E[\chi^2(n-1)] = n-1: E ⁣[(n1)S2σ2]=n1    E[S2]=σ2(tak-bias) ✓E\!\left[\frac{(n-1)S^2}{\sigma^2}\right] = n-1 \implies E[S^2] = \sigma^2 \quad \text{(tak-bias) ✓}

Hubungan Sn2S_n^2 dan S2S^2: Sn2=n1nS2S_n^2 = \frac{n-1}{n} S^2, sehingga: E[Sn2]=n1nE[S2]=n1nσ2<σ2(bias ke bawah) ✓E[S_n^2] = \frac{n-1}{n} E[S^2] = \frac{n-1}{n}\,\sigma^2 < \sigma^2 \quad \text{(bias ke bawah) ✓}

Bias: E[Sn2]σ2=σ2/nE[S_n^2] - \sigma^2 = -\sigma^2/n (mendekati nol untuk nn besar).

(d) Nilai cc dan ν\nu:

Dari hasil (b): (n1)S2σ2χ2(n1)\frac{(n-1)S^2}{\sigma^2} \sim \chi^2(n-1).

Maka Y=cS2/σ2χ2(ν)Y = c\,S^2/\sigma^2 \sim \chi^2(\nu) mensyaratkan: c=n1,ν=n1c = n-1, \qquad \nu = n-1

Derajat kebebasan ν=n1\nu = n-1 mencerminkan bahwa dari nn deviasi XiXˉX_i-\bar{X}, hanya n1n-1 yang bebas karena kendala (XiXˉ)=0\sum(X_i-\bar{X}) = 0.

(e) Interval [a,b][a,b] untuk P(aS2b)=0,90P(a \leq S^2 \leq b) = 0{,}90 dengan n=25n=25, σ2=9\sigma^2=9:

Konversikan ke χ2(24)\chi^2(24) menggunakan (n1)S2/σ2=24S2/9(n-1)S^2/\sigma^2 = 24S^2/9: P(aS2b)=P ⁣(24a9χ2(24)24b9)=0,90P(a \leq S^2 \leq b) = P\!\left(\frac{24a}{9} \leq \chi^2(24) \leq \frac{24b}{9}\right) = 0{,}90

Pilih interval simetris dalam arti probabilitas ekor masing-masing =0,05= 0{,}05: P(χ2(24)24a/9)=0,05    24a9=χ0,952(24)=13,848P(\chi^2(24) \leq 24a/9) = 0{,}05 \implies \frac{24a}{9} = \chi^2_{0{,}95}(24) = 13{,}848 a=13,848×924=124,63224=5,193a = \frac{13{,}848 \times 9}{24} = \frac{124{,}632}{24} = 5{,}193

P(χ2(24)24b/9)=0,95    24b9=χ0,052(24)=36,415P(\chi^2(24) \leq 24b/9) = 0{,}95 \implies \frac{24b}{9} = \chi^2_{0{,}05}(24) = 36{,}415 b=36,415×924=327,73524=13,655b = \frac{36{,}415 \times 9}{24} = \frac{327{,}735}{24} = 13{,}655

P(5,193S213,655)=0,90\boxed{P(5{,}193 \leq S^2 \leq 13{,}655) = 0{,}90}

5. Verification

  • Dekomposisi: χ2(n)=χ2(n1)+χ2(1)\chi^2(n) = \chi^2(n-1) + \chi^2(1): n=(n1)+1n = (n-1) + 1 ✓ (derajat kebebasan aditif)
  • E[S2]=σ2=9E[S^2] = \sigma^2 = 9: interval [5,193,13,655][5{,}193, 13{,}655] mencakup nilai 99 di dalamnya ✓
  • Interval S2S^2 tidak simetris di sekitar E[S2]=9E[S^2]=9: 95,193=3,8079-5{,}193=3{,}807 dan 13,6559=4,65513{,}655-9=4{,}655 — distribusi χ2\chi^2 right-skewed sehingga interval S2S^2 tidak simetris ✓
  • Rumus: batas bawah =χα/2,bawah2σ2/(n1)= \chi^2_{\alpha/2, \text{bawah}} \cdot \sigma^2/(n-1); batas atas =χα/2,atas2σ2/(n1)= \chi^2_{\alpha/2, \text{atas}} \cdot \sigma^2/(n-1)
Exam Tips — Soal C

Target waktu: 18–22 menit Common trap 1: Persentil χ2\chi^2 untuk interval dua sisi: P(aχ2b)=0,90P(a \leq \chi^2 \leq b) = 0{,}90 menggunakan persentil ke-5 (χ0,952\chi^2_{0{,}95}) sebagai batas bawah dan persentil ke-95 (χ0,052\chi^2_{0{,}05}) sebagai batas atas — notasi χα2\chi^2_\alpha berarti P(χ2>χα2)=αP(\chi^2 > \chi^2_\alpha) = \alpha. Banyak kandidat terbalik mana persentil atas dan bawah. Common trap 2: Untuk konversi P(S2b)P(χ2(24)24b/9)P(S^2 \leq b) \to P(\chi^2(24) \leq 24b/9) — kalikan S2S^2 dengan (n1)/σ2=24/9(n-1)/\sigma^2 = 24/9, bukan hanya 1/σ2=1/91/\sigma^2 = 1/9. Common trap 3: Interval untuk S2S^2 tidak simetris di sekitar σ2\sigma^2 karena distribusi χ2\chi^2 right-skewed. Jangan menggunakan interval simetris σ2±c\sigma^2 \pm c — gunakan transformasi χ2\chi^2 yang benar.

Section 5 — Verifikasi & Sanity Check

Validasi Identifikasi Distribusi Sampel

Sebelum menggunakan distribusi χ2\chi^2, tt, atau FF:

  1. Populasi harus Normal (atau aproksimasi untuk nn besar) ✓
  2. Derajat kebebasan harus benar: χ2\chi^2 dan tt menggunakan n1n-1; FF menggunakan n11n_1-1 dan n21n_2-1
  3. Independensi yang diperlukan terpenuhi: XˉS2\bar{X} \perp S^2 (Fisher’s Theorem, hanya untuk Normal); dua sampel independen untuk FF
Validasi Persentil dan Probabilitas
  1. Notasi χα2(ν)\chi^2_\alpha(\nu): P(χ2(ν)>χα2(ν))=αP(\chi^2(\nu) > \chi^2_\alpha(\nu)) = \alpha — ini adalah ekor kanan; nilai lebih besar untuk α\alpha lebih kecil ✓
  2. Notasi tα(ν)t_\alpha(\nu): P(t(ν)>tα(ν))=αP(t(\nu) > t_\alpha(\nu)) = \alpha — karena simetri: t1α(ν)=tα(ν)t_{1-\alpha}(\nu) = -t_\alpha(\nu)
  3. Untuk interval dua sisi P(Tc)=1αP(|T| \leq c) = 1-\alpha: gunakan c=tα/2(ν)c = t_{\alpha/2}(\nu)
  4. Relasi invers FF: F1α(ν1,ν2)=1/Fα(ν2,ν1)F_{1-\alpha}(\nu_1,\nu_2) = 1/F_\alpha(\nu_2,\nu_1)urutan df terbalik
Validasi Konversi Statistik

Untuk menghitung probabilitas tentang S2S^2:

  1. Konversikan: P(S2c)=P ⁣(χ2(n1)(n1)cσ2)P(S^2 \leq c) = P\!\left(\chi^2(n-1) \leq \frac{(n-1)c}{\sigma^2}\right)
  2. Untuk statistik T=(Xˉμ)/(S/n)T = (\bar{X}-\mu)/(S/\sqrt{n}): derajat kebebasan =n1= n-1, penyebut menggunakan SS (bukan σ\sigma) ✓
  3. Untuk statistik F=S12/S22F = S_1^2/S_2^2 (jika σ12=σ22\sigma_1^2=\sigma_2^2): df =(n11,n21)= (n_1-1, n_2-1)

Metode Alternatif

Menggunakan relasi χ2=Γ\chi^2 = \Gamma untuk menghitung probabilitas: χ2(ν)=Γ(ν/2,β=2)\chi^2(\nu) = \Gamma(\nu/2, \beta=2), sehingga probabilitas χ2\chi^2 dapat dihitung via tabel Gamma atau hubungan Gamma–Poisson untuk ν\nu genap (ν/2Z+\nu/2 \in \mathbb{Z}^+).

Menggunakan t2F(1,ν)t^2 \sim F(1,\nu) untuk konversi: P(T>c)=P(T2>c2)=P(F(1,ν)>c2)P(|T| > c) = P(T^2 > c^2) = P(F(1,\nu) > c^2) — berguna ketika tabel FF lebih lengkap dari tabel tt.

Simetri distribusi tt untuk probabilitas dua sisi: P(Tc)=2P(Tc)1=2Φt(c)1P(|T| \leq c) = 2P(T \leq c) - 1 = 2\Phi_t(c) - 1 menggunakan simetri di nol.

Section 6 — Visualisasi Mental

Chi-Kuadrat — Histogram Ekor Kanan:

PDF χ2(ν)\chi^2(\nu) adalah kurva yang mulai dari 0, naik ke modus di max(ν2,0)\max(\nu-2, 0), lalu turun dengan ekor kanan panjang. Untuk ν=1\nu=1 atau ν=2\nu=2: modus di 0, menurun monoton. Untuk ν\nu besar: mendekati Normal N(ν,2ν)N(\nu, 2\nu). Selalu non-negatif karena merupakan jumlah kuadrat. Semakin besar ν\nu, kurva semakin “datar” dan bergeser ke kanan.

Distribusi-tt — Lonceng Lebih Gemuk:

Bentuknya mirip Normal standar — lonceng simetris di nol — tetapi ekor lebih tebal. Untuk ν=1\nu=1 (Cauchy): ekor sangat tebal, tidak memiliki mean. Untuk ν=5\nu=5: sudah cukup mirip Normal. Untuk ν30\nu \geq 30: hampir tidak bisa dibedakan dari N(0,1)N(0,1). Implikasi: interval kepercayaan menggunakan tt lebih lebar dari menggunakan zz — mencerminkan ketidakpastian tambahan karena σ2\sigma^2 tidak diketahui.

Distribusi-FF — Asimetris Positif:

Support (0,)(0,\infty), right-skewed. Untuk ν1,ν2\nu_1,\nu_2 besar: mendekati Normal. Perhatikan bahwa F(ν1,ν2)=1/F(ν2,ν1)F(\nu_1,\nu_2) = 1/F(\nu_2,\nu_1) — membalik distribusi berarti membalik urutan df. Kurva dimulai dari 0, naik ke modus di (ν12)/ν1ν2/(ν2+2)(\nu_1-2)/\nu_1 \cdot \nu_2/(\nu_2+2) (jika ν1>2\nu_1>2), lalu menurun dengan ekor kanan.

Hubungan Visual ↔ Rumus

Pelebaran ekor distribusi-tt dibanding Normal berkorespondensi dengan:

Var(t(ν))=νν2>1ekor lebih tebal dari N(0,1) yang Var=1\text{Var}(t(\nu)) = \frac{\nu}{\nu-2} > 1 \longleftrightarrow \text{ekor lebih tebal dari } N(0,1) \text{ yang Var}=1

Distribusi χ2\chi^2 mendekati Normal untuk ν\nu besar berkorespondensi dengan:

2χ22ν1N(0,1) untuk ν besarkurva semakin simetris\sqrt{2\chi^2} - \sqrt{2\nu-1} \approx N(0,1) \text{ untuk } \nu \text{ besar} \longleftrightarrow \text{kurva semakin simetris}

Relasi invers distribusi-FF berkorespondensi dengan:

F(ν1,ν2)=U/ν1V/ν2=1V/ν2÷U/ν1=1F(ν2,ν1)balik pecahan = balik distribusiF(\nu_1,\nu_2) = \frac{U/\nu_1}{V/\nu_2} = \frac{1}{V/\nu_2 \div U/\nu_1} = \frac{1}{F(\nu_2,\nu_1)} \longleftrightarrow \text{balik pecahan = balik distribusi}

Section 7 — Jebakan Umum

Kesalahan Parametrisasi

Jebakan utama — Derajat kebebasan yang salah:

Statistikdf BENARdf SALAH yang umum
(n1)S2/σ2(n-1)S^2/\sigma^2χ2(n1)\chi^2(n-1)χ2(n)\chi^2(n)
(Xˉμ)/(S/n)(\bar{X}-\mu)/(S/\sqrt{n})t(n1)t(n-1)t(n)t(n) atau N(0,1)N(0,1)
S12/S22S_1^2/S_2^2 (jika σ12=σ22\sigma_1^2=\sigma_2^2)F(n11,n21)F(n_1-1, n_2-1)F(n1,n2)F(n_1, n_2)
F1α(ν1,ν2)F_{1-\alpha}(\nu_1,\nu_2)=1/Fα(ν2,ν1)= 1/F_\alpha(\nu_2,\nu_1)=1/Fα(ν1,ν2)= 1/F_\alpha(\nu_1,\nu_2) (tidak terbalik)

Penyebab: Kehilangan satu df karena mengestimasi μ\mu dengan Xˉ\bar{X}; imposes kendala (XiXˉ)=0\sum(X_i-\bar{X})=0.

Kesalahan Konseptual
  1. Menggunakan Z=(Xˉμ)/(σ/n)Z = (\bar{X}-\mu)/(\sigma/\sqrt{n}) saat σ2\sigma^2 tidak diketahui. Jika σ2\sigma^2 tidak diketahui dan diestimasi dengan S2S^2, statistik yang benar adalah T=(Xˉμ)/(S/n)t(n1)T = (\bar{X}-\mu)/(S/\sqrt{n}) \sim t(n-1) — bukan N(0,1)N(0,1). Perbedaannya signifikan untuk nn kecil.
  2. Mengasumsikan XˉS2\bar{X} \perp S^2 untuk populasi non-Normal. Ini hanya berlaku untuk populasi Normal (Fisher’s Theorem). Untuk distribusi lain, Xˉ\bar{X} dan S2S^2 dapat berkorelasi.
  3. Terbalik arah persentil χ2\chi^2 untuk interval dua sisi. Untuk P(c1χ2(ν)c2)=1αP(c_1 \leq \chi^2(\nu) \leq c_2) = 1-\alpha: batas bawah c1=χ1α/22(ν)c_1 = \chi^2_{1-\alpha/2}(\nu) (persentil ke-α/2\alpha/2, nilai kecil) dan batas atas c2=χα/22(ν)c_2 = \chi^2_{\alpha/2}(\nu) (persentil ke-(1α/2)(1-\alpha/2), nilai besar). Notasi χα2\chi^2_\alpha adalah nilai dengan probabilitas ekor kanan α\alpha — bukan persentil ke-α\alpha.
  4. Salah urutan df dalam relasi invers FF. F0,95(9,7)=1/F0,05(7,9)F_{0{,}95}(9,7) = 1/F_{0{,}05}(7,9) — urutan df di kedua sisi TERBALIK. Kesalahan umum: menulis 1/F0,05(9,7)1/F_{0{,}05}(9,7) tanpa membalik urutan.
Kesalahan Interpretasi Soal
  • σ2\sigma^2 tidak diketahui”: Otomatis gunakan tt, bukan ZZ. Ini adalah petunjuk wajib untuk distribusi tt.
  • “Bandingkan variansi dua populasi”: Otomatis distribusi FF; pastikan identifikasi mana yang menjadi numerator/denominator karena F(ν1,ν2)F(ν2,ν1)F(\nu_1,\nu_2) \neq F(\nu_2,\nu_1).
  • “Interval untuk σ2\sigma^2 atau S2S^2”: Gunakan transformasi χ2\chi^2: P(c1(n1)S2/σ2c2)P(c_1 \leq (n-1)S^2/\sigma^2 \leq c_2).
  • “Distribusi eksak” vs “aproksimasi”: Untuk populasi Normal: tt, χ2\chi^2, FF berlaku eksak untuk nn berapapun. Untuk populasi non-Normal: hanya berlaku sebagai aproksimasi untuk nn besar (via CLT untuk tt).
Red Flags
  • Soal menyebut ”σ2\sigma^2 tidak diketahui” dengan populasi Normal: Distribusi tt wajib — bukan ZZ.
  • Soal meminta interval kepercayaan atau uji untuk σ2\sigma^2: Distribusi χ2\chi^2 dengan (n1)S2/σ2χ2(n1)(n-1)S^2/\sigma^2 \sim \chi^2(n-1).
  • Soal memberikan dua variansi sampel S12S_1^2 dan S22S_2^2: Distribusi FF untuk perbandingan.
  • Soal meminta persentil ekor kiri distribusi FF: Gunakan relasi invers dengan membalik df.
  • Soal menyebut ”nn kecil” (misal n<30n < 30) dan populasi Normal: Distribusi tt atau χ2\chi^2 berlaku eksak — jangan aproksimasi dengan Normal.
  • Soal meminta distribusi T2T^2: T2F(1,n1)T^2 \sim F(1, n-1) — gunakan relasi t2F(1,ν)t^2 \sim F(1,\nu).

Section 8 — Ringkasan Eksekutif

Must-Remember
  1. Fisher’s Theorem — fondasi semua distribusi sampel Normal: Xii.i.d.N(μ,σ2)    XˉN ⁣(μ,σ2n),    (n1)S2σ2χ2(n1),    XˉS2X_i \overset{\text{i.i.d.}}{\sim} N(\mu,\sigma^2) \implies \bar{X} \sim N\!\left(\mu,\frac{\sigma^2}{n}\right),\;\; \frac{(n-1)S^2}{\sigma^2}\sim\chi^2(n-1),\;\; \bar{X}\perp S^2
  2. Chi-Kuadrat — jumlah kuadrat Normal standar, relasi Gamma: χ2(ν)=i=1νZi2,E=ν,Var=2ν,χ2(ν)=Γ(ν/2,2)\chi^2(\nu) = \sum_{i=1}^\nu Z_i^2,\quad E=\nu,\quad \text{Var}=2\nu,\quad \chi^2(\nu)=\Gamma(\nu/2,\,2)
  3. Distribusi-tt — ketika σ2\sigma^2 tidak diketahui: T=XˉμS/nt(n1),ekor lebih tebal dari N(0,1),t(ν)N(0,1) saat νT = \frac{\bar{X}-\mu}{S/\sqrt{n}} \sim t(n-1),\quad \text{ekor lebih tebal dari }N(0,1),\quad t(\nu)\to N(0,1)\text{ saat }\nu\to\infty
  4. Distribusi-FF — rasio dua variansi sampel: F=S12/σ12S22/σ22F(n11,n21),F1α(ν1,ν2)=1Fα(ν2,ν1)F = \frac{S_1^2/\sigma_1^2}{S_2^2/\sigma_2^2} \sim F(n_1-1,n_2-1),\quad F_{1-\alpha}(\nu_1,\nu_2) = \frac{1}{F_\alpha(\nu_2,\nu_1)}
  5. Relasi kunci antar-distribusi: t2(ν)F(1,ν),χ2(ν1)+χ2(ν2)χ2(ν1+ν2) (independen),χ2(ν)=Γ(ν/2,2)t^2(\nu) \sim F(1,\nu),\quad \chi^2(\nu_1)+\chi^2(\nu_2)\sim\chi^2(\nu_1+\nu_2)\text{ (independen)},\quad \chi^2(\nu)=\Gamma(\nu/2,2)

Kapan Digunakan

  • Chi-Kuadrat: Inferensi tentang σ2\sigma^2 (interval kepercayaan, uji); distribusi statistik (n1)S2/σ2(n-1)S^2/\sigma^2; uji kecocokan distribusi (goodness of fit); uji independensi tabel kontingensi.
  • Distribusi-tt: Inferensi tentang μ\mu ketika σ2\sigma^2 tidak diketahui; interval kepercayaan dan uji satu sampel atau dua sampel (berpasangan atau independen).
  • Distribusi-FF: Perbandingan variansi dua populasi; uji homogenitas variansi; ANOVA.

Kapan TIDAK Boleh Digunakan

  • Jangan tt atau χ2\chi^2 eksak untuk populasi non-Normal dengan nn kecil — distribusi tidak valid. Gunakan metode non-parametrik atau bootstrap.
  • Jangan Z=(Xˉμ)/(σ/n)Z = (\bar{X}-\mu)/(\sigma/\sqrt{n}) jika σ2\sigma^2 tidak diketahui — gunakan tt dengan SS.
  • Jangan FF jika dua sampel tidak independen (misalnya data berpasangan before-after) — gunakan uji tt berpasangan.
  • Jangan asumsikan XˉS2\bar{X} \perp S^2 untuk populasi non-Normal — properti eksklusif Normal.

Quick Decision Tree

graph TD
    A["Sampel dari populasi Normal<br>n, X-bar, S^2 tersedia"] --> B["Inferensi tentang apa?"]
    B --> C["Mean mu"]
    B --> D["Variansi sigma^2"]
    B --> E["Perbandingan dua variansi"]
    C --> F["Apakah sigma^2 diketahui?"]
    F -->|"Ya"| G["Z = (X-bar - mu) / (sigma/sqrt(n))<br>~ N(0,1)"]
    F -->|"Tidak"| H["T = (X-bar - mu) / (S/sqrt(n))<br>~ t(n-1)"]
    D --> I["Chi-Kuadrat:<br>(n-1)S^2/sigma^2 ~ chi^2(n-1)<br>df = n-1"]
    E --> J["F = (S1^2/sigma1^2) / (S2^2/sigma2^2)<br>~ F(n1-1, n2-1)<br>Jika H0: sigma1^2=sigma2^2 maka F=S1^2/S2^2"]
    H --> K["df = n-1, bukan n<br>Ekor lebih tebal dari Normal<br>Untuk n besar: t approx N(0,1)"]
    I --> L["Interval untuk sigma^2:<br>Gunakan persentil chi^2<br>Interval tidak simetris di sekitar sigma^2"]
    J --> M["Persentil F ekor kiri:<br>F_{1-alpha}(v1,v2) = 1/F_alpha(v2,v1)<br>Balik KEDUA df"]

Follow-up Options
  1. “Berikan soal variasi: turunkan interval kepercayaan 95% untuk μ\mu menggunakan distribusi tt dan untuk σ2\sigma^2 menggunakan distribusi χ2\chi^2 dari data sampel yang diberikan”
  2. “Jelaskan hubungan 4.2 Distribusi Sampel dengan 4.7 Pengujian Hipotesis — bagaimana χ2\chi^2, tt, dan FF digunakan sebagai statistik uji”
  3. “Buat flashcard 1-halaman untuk topik ini”

📖 Ref: Hogg-Tanis-Zimm (2015) Bab 5.3–5.5; Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 3.3–3.6; Miller et al. (2014) Bab 8.3–8.5; Walpole et al. (2012) Bab 8.2–8.5 | 🗓️ 2026-02-21 | #CF2 #InferensStatistik #DistribusiSampel #ChiKuadrat #TDistribusi #FDistribusi #NormalSampel