Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 2.1–2.4; Miller et al. (2014) Bab 3.7–3.8, 5.8–5.10
Section 1 — Intuisi
Bayangkan sebuah perusahaan reasuransi yang menanggung portofolio kontrak dari ratusan perusahaan asuransi jiwa. Setiap perusahaan asuransi memiliki jumlah klaimN yang terjadi dalam satu tahun, dan setiap klaim ke-i memiliki besarnya klaimXi. Pertanyaan paling fundamental bagi aktuaris reasuransi adalah: berapa distribusi dari total klaim agregatS=X1+X2+⋯+XN? Ini bukan penjumlahan biasa — karena batas atas penjumlahannya sendiri adalah variabel acak N, bukan konstanta. Inilah jantung dari distribusi majemuk: penjumlahan sejumlah acak variabel acak yang saling independen.
Konsep distribusi majemuk muncul dalam dua varian yang berkaitan erat. Distribusi majemuk (compound distribution) dalam arti sempit adalah distribusi dari S=∑i=1NXi di mana N adalah variabel acak (frekuensi klaim) dan Xi adalah variabel acak identik dan independen (besaran klaim), independen dari N. Distribusi campuran (mixture distribution) adalah varian lain: distribusi dari X yang bersyarat pada parameter acak Θ — ketika parameter distribusi itu sendiri tidak deterministik melainkan mengikuti distribusi tertentu. Kedua konsep ini terhubung erat dan sering muncul bersama dalam pemodelan aktuaria.
Kepentingan topik ini dalam aktuaria tidak bisa dilebih-lebihkan. Jumlah klaim N bisa dimodelkan sebagai Poisson, Binomial, atau Negatif Binomial. Besaran klaim Xi bisa Eksponensial, Gamma, atau Pareto. Kombinasi keduanya menghasilkan distribusi S yang — walaupun seringkali tidak memiliki bentuk tertutup yang sederhana — momennya dapat dihitung dengan elegan menggunakan 3.4 Nilai Harapan dan Variansi Bersyarat (Hukum Ekspektasi Total dan Variansi Total), dan fungsi pembangkitnya memiliki struktur yang indah: MS(t)=GN(MX(t)) dan GS(t)=GN(GX(t)). Formula-formula ini adalah senjata utama yang diuji di CF2.
Section 2 — Definisi Formal
ℹDefinisi Matematis›
Distribusi Majemuk — Penjumlahan Acak (Compound Sum):
Misalkan N adalah variabel acak non-negatif bernilai bilangan bulat (frekuensi), dan X1,X2,… adalah barisan variabel acak i.i.d. (independent and identically distributed) yang independen dari N (besaran). Definisikan:
S=i=1∑NXi,dengan konvensi S=0 jika N=0
Distribusi dari S disebut distribusi majemuk dengan frekuensi N dan besaran X.
Distribusi Campuran (Mixture Distribution):
Misalkan X∣Θ=θ memiliki distribusi fX∣Θ(x∣θ), dan Θ adalah variabel acak dengan distribusi fΘ(θ) (distribusi prior/pencampur). Distribusi marginal X adalah:
Label: Variansi Distribusi Majemuk — dari Hukum Variansi Total: komponen within =E[N]Var(X) (variansi besaran dalam setiap kondisi N) dan komponen between =Var(N)(E[X])2 (variansi akibat fluktuasi frekuensi).
MS(t)=GN(MX(t))
Label: MGF Distribusi Majemuk — hasil komposisi PGF frekuensi dengan MGF besaran; berlaku karena E[etS∣N=n]=(MX(t))n sehingga MS(t)=E[(MX(t))N]=GN(MX(t)).
GS(z)=GN(GX(z))
Label: PGF Distribusi Majemuk — kasus khusus ketika X diskrit non-negatif; komposisi PGF-PGF; berguna untuk menurunkan PMF S melalui ekspansi deret.
E[S2]=μNE[X2]+μN(μN−1)μX2
Label: Momen Kedua Distribusi Majemuk — berguna untuk menghitung Var(S) secara alternatif via Var(S)=E[S2]−(E[S])2; diturunkan dari kondisioning pada N.
fX(x)=∫ΘfX∣Θ(x∣θ)fΘ(θ)dθ
Label: Marginalisasi Distribusi Campuran — PDF marginal X diperoleh dengan mengintegrasikan distribusi bersyarat terhadap distribusi parameter acak; persis operasi marginalisasi dari 3.2 Distribusi Marginal.
Asumsi Eksplisit
Independensi Xi dan N: Besaran klaim X1,X2,… harus independen dari frekuensi N. Jika terdapat ketergantungan (misalnya bencana alam menyebabkan sekaligus banyak klaim kecil atau sedikit klaim besar), model distribusi majemuk dasar tidak berlaku.
Identik dan independen (Xi i.i.d.): Semua besaran klaim harus memiliki distribusi yang sama. Jika setiap klaim memiliki distribusi berbeda (misalnya berbeda-beda per tertanggung), diperlukan model yang lebih kompleks.
S=0 ketika N=0: Ini adalah konvensi baku; tanpanya, distribusi S tidak terdefinisi untuk kemungkinan N=0.
Existensi momen:E[S] dan Var(S) terdefinisi jika E[N]<∞, E[X2]<∞, dan Var(N)<∞.
Section 3 — Jembatan Logika
◈Dari Definisi ke Rumus›
Untuk memahami rumus momen distribusi majemuk, kondisikan pada nilai N. Jika N=n (diketahui), maka S=X1+X2+⋯+Xn adalah jumlah dari n variabel acak i.i.d. — situasi yang sudah dikenal dari 3.5 Independensi dan Korelasi: E[S∣N=n]=nμX dan Var(S∣N=n)=nσX2. Dalam bentuk variabel acak: E[S∣N]=NμX dan Var(S∣N)=NσX2. Sekarang terapkan 3.4 Nilai Harapan dan Variansi Bersyarat:
Hukum Ekspektasi Total:E[S]=E[E[S∣N]]=E[NμX]=μXE[N]=μXμN
Hukum Variansi Total (EVE’s Law):Var(S)=withinE[Var(S∣N)]+betweenVar(E[S∣N])=E[NσX2]+Var(NμX)=σX2E[N]+μX2Var(N)=μNσX2+σN2μX2
◈Derivasi MGF via Kondisioning — Rumus Komposisi›
Derivasi MS(t)=GN(MX(t)) adalah salah satu hasil paling elegan dalam teori probabilitas. Mulai dengan kondisioning pada N:
MS(t)=E[etS]=E[E[etS∣N]]
Untuk N=n tetap: S=X1+⋯+Xn sehingga etS=etX1⋯etXn. Karena Xi i.i.d. dan independen dari N:
Dalam bentuk variabel acak: E[etS∣N]=(MX(t))N. Ambil ekspektasi terhadap N:
MS(t)=E[(MX(t))N]=GN(MX(t))
di mana di langkah terakhir digunakan definisi PGF: GN(z)=E[zN] dengan z=MX(t).
Distribusi Majemuk Standar yang Diuji di CF2:
(1) Poisson-Gamma → Binomial Negatif:
Jika X∣Λ∼Poisson(Λ) dan Λ∼Γ(α,β) (shape α, rate β), maka distribusi marginal X adalah Binomial NegatifNB(r,p) dengan r=α dan p=β/(1+β):
P(X=x)=(xx+α−1)(1+ββ)α(1+β1)x,x=0,1,2,…
Momen: E[X]=α/β dan Var(X)=α(1+β)/β2>E[X] (overdispersi).
(2) Binomial-Beta → Beta-Binomial:
Jika X∣P∼B(n,P) dan P∼Beta(α,β), maka distribusi marginal X adalah Beta-Binomial dengan:
P(X=x)=(xn)B(α,β)B(α+x,β+n−x),x=0,1,…,n
di mana B(⋅,⋅) adalah fungsi Beta.
(3) Compound Poisson (Penjumlahan Acak Poisson):
Jika N∼Poisson(λ) dan Xi i.i.d. dengan MGF MX(t):
MS(t)=GN(MX(t))=eλ(MX(t)−1)
karena GN(z)=eλ(z−1) untuk Poisson. Momen: E[S]=λμX dan Var(S)=λE[X2].
✘Dilarang›
Dilarang mengabaikan kasus N=0: Dalam distribusi majemuk, P(S=0)≥P(N=0)>0 umumnya. Saat menghitung PMF atau CDF dari S, kontribusi dari N=0 (yang memberikan S=0) harus selalu disertakan.
Dilarang membalik argumen dalam komposisi MGF/PGF: Rumus yang benar adalah MS(t)=GN(MX(t)) — PGF dari frekuensiN dievaluasi pada MGF besaranX. Membaliknya menjadi GX(MN(t)) adalah kesalahan fatal tanpa makna probabilistik yang jelas.
Dilarang menggunakan rumus momen E[S]=μNμX tanpa verifikasi independensi N dan Xi: Jika N dan Xi tidak independen (misalnya bencana menyebabkan korelasi antara jumlah dan besaran klaim), rumus ini tidak berlaku dan momen harus dihitung dari distribusi joint yang sebenarnya.
Section 4 — Contoh Soal
Soal A — Fundamental
Sebuah perusahaan asuransi kendaraan memiliki model klaim sebagai berikut. Jumlah klaim N dalam satu bulan mengikuti distribusi Poisson dengan mean λ=3. Besarnya setiap klaim Xi (dalam juta rupiah) berdistribusi Eksponensial dengan mean μX=2 (yaitu X∼Exp(1/2), parameter laju 1/2), independen satu sama lain dan dari N. Definisikan S=∑i=1NXi sebagai total klaim bulanan.
(a) Hitung E[S] dan Var(S).
(b) Tentukan MGF dari S.
(a) Mean dan Variansi S:E[S]=μN⋅μX=3⋅2=6 juta rupiah
Var(S)=μNσX2+σN2μX2=3(4)+3(4)=12+12=24
Catatan: untuk Poisson μN=σN2=λ=3, sehingga Var(S)=λ(E[X2])=3×8=24 (rumus alternatif untuk Compound Poisson).
(b) MGF dari S:
MGF dari X∼Exp(1/2) (laju 1/2):MX(t)=1/2−t1/2=1−2t1,t<21
PGF dari N∼Poisson(λ):GN(z)=eλ(z−1)=e3(z−1)
MGF dari S:MS(t)=GN(MX(t))=exp(3(1−2t1−1))=exp(3⋅1−2t2t)=exp(1−2t6t),t<21
5. Verification
E[S]=6 juta rupiah: rata-rata 3 klaim per bulan, masing-masing rata-rata 2 juta — total 6 juta. Masuk akal. ✓
Var(S)=24: lebih besar dari Var(S∣N=3)=3×4=12 karena ada tambahan variansi akibat fluktuasi frekuensi N — komponen between =3×4=12. ✓
MS(0)=e0=1 ✓
MS′(0)=E[S]=6: cek dengan diferensiasi MS(t)=e6t/(1−2t) di t=0: turunan =MS(t)⋅(1−2t)26; di t=0: 1⋅6=6 ✓
▲Exam Tips — Soal A›
Target waktu: 6–8 menit.
Rumus Compound Poisson yang wajib dihafal: Jika N∼Poisson(λ), maka Var(S)=λE[X2] (bukan λVar(X)). Ini karena μN=σN2=λ, sehingga Var(S)=λσX2+λμX2=λ(σX2+μX2)=λE[X2].
Common trap — MGF Eksponensial: MGF dari X∼Exp(λrate) adalah MX(t)=λrate/(λrate−t) untuk t<λrate. Pastikan konsisten antara parametrisasi laju dan skala.
Shortcut verifikasi:MS′(0) harus sama dengan E[S] yang sudah dihitung di bagian (a). Ini cek cepat tanpa perlu menurunkan ulang.
Soal B — Exam-Typical
Jumlah klaim N dalam satu periode berdistribusi Poisson bersyarat: N∣Λ∼Poisson(Λ) di mana parameter Λ sendiri adalah variabel acak dengan Λ∼Γ(α=2,β=3) (parametrisasi shape-rate, sehingga E[Λ]=α/β=2/3 dan Var(Λ)=α/β2=2/9).
(a) Identifikasi distribusi marginal dari N beserta parameternya, menggunakan hasil Poisson-Gamma.
(b) Hitung E[N] dan Var(N) menggunakan Hukum Ekspektasi Total dan Variansi Total.
(c) Verifikasi bahwa hasil di (b) konsisten dengan momen distribusi yang ditemukan di (a).
Var(N)=8/9>E[N]=2/3: Binomial Negatif selalu memiliki variansi lebih besar dari meannya (overdispersi dibanding Poisson murni). Ini adalah sifat khas dari distribusi campuran — ketidakpastian parameter acak Λ menambah variansi. ✓
Komponen within (E[Λ]=2/3) = komponen antara variasi “Poisson murni” yang diharapkan.
Komponen between (Var(Λ)=2/9) = tambahan variansi akibat heterogenitas Λ. ✓
p=3/4: probabilitas sukses yang tinggi mengindikasikan relatif sedikit kegagalan (klaim) sebelum mencapai r=2 “sukses” — konsisten dengan E[N]=2/3<1. ✓
▲Exam Tips — Soal B›
Target waktu: 7–9 menit.
Pola Poisson-Gamma wajib dihafal:N∣Λ∼Poisson(Λ), Λ∼Γ(α,β)⇒N∼NB(α,β/(1+β)). Selalu nyatakan parametrisasi NB yang digunakan (ada beberapa konvensi).
Rumus momen via Hukum Total vs momen distribusi NB: Di exam, menghitung momen via Hukum Ekspektasi/Variansi Total seringkali lebih cepat daripada mengingat rumus momen NB — cukup ingat E[N]=E[Λ] dan Var(N)=E[Λ]+Var(Λ).
Common trap — parametrisasi Gamma: Perhatikan apakah soal menggunakan parametrisasi shape-rate (α,β) atau shape-scale (α,θ) di mana θ=1/β. Rumus E[Λ] berbeda: α/β (rate) vs αθ (scale).
Soal C — Challenging
Misalkan S=∑i=1NXi di mana N∼Geom(p) (dengan PMF P(N=n)=(1−p)np untuk n=0,1,2,…, yaitu jumlah kegagalan sebelum sukses pertama) dan Xi∼iidBernoulli(q), independen dari N. Semua Xi bernilai 0 atau 1.
(a) Hitung E[S] dan Var(S).
(b) Tentukan PGF dari S, yaitu GS(z)=GN(GX(z)).
(c) Dari PGF, identifikasi distribusi dari S beserta parameternya.
(d) Hitung P(S=0) dan P(S=2).
Ini konsisten dengan p∗ di atas (verifikasi aljabar ditinggalkan).
P(S=2)=(1−p∗)2p∗=(p+q(1−p)q(1−p))2⋅p+q(1−p)p
5. Verification
GS(1)=p/(p+q(1−p)−q(1−p))=p/p=1 ✓
GS′(1)=E[S]=q(1−p)/p: diferensiasi GS(z) di z=1 harus menghasilkan E[S] ✓
Untuk q=1 (semua Xi=1): S=N∼Geom(p) dan p∗=p/(p+1⋅(1−p))=p/1=p — konsisten karena S=N∼Geom(p) ✓
Untuk q=0 (semua Xi=0): S=0 selalu, p∗=p/(p+0)=1, sehingga P(S=0)=1 — konsisten ✓
▲Exam Tips — Soal C›
Target waktu: 15–18 menit.
Strategi PGF: Setelah mendapatkan ekspresi GS(z), selalu usahakan menyederhanakannya ke bentuk standar yang dikenal (Geometrik, Binomial, Poisson, dll.). Kenali bentuk-bentuk PGF standar:
Geometrik Geom(p): p/(1−(1−p)z)
Binomial B(n,p): (1−p+pz)n
Poisson (λ): eλ(z−1)
Binomial Negatif NB(r,p): (p/(1−(1−p)z))r
Common trap — kasus khusus sebagai verifikasi: Cek q=0 dan q=1 sebagai kasus batas untuk memverifikasi konsistensi jawaban — teknik ini sangat efisien dan sering mendeteksi kesalahan aljabar.
Common trap — PGF vs MGF: Komposisi PGF digunakan (GS=GN∘GX) karena X diskrit non-negatif. Jika X kontinu, gunakan MGF: MS(t)=GN(MX(t)).
Section 5 — Verifikasi & Sanity Check
✓Verifikasi Momen Distribusi Majemuk›
E[S]=μNμX harus lebih besar dari 0 jika μN>0 dan μX>0.
Var(S)≥E[N]Var(X): variansi total selalu ≥ variansi yang disebabkan oleh fluktuasi besaran saja (komponen within). Komponen between =Var(N)μX2≥0 selalu menambah variansi.
Khusus Compound Poisson: Var(S)=λE[X2]≥λ(E[X])2=(E[S])2/λ — rasio variansi-mean selalu ≥ mean per klaim.
✓Verifikasi MGF/PGF›
MS(0)=GN(MX(0))=GN(1)=1 selalu ✓
MS′(0)=E[S]=μNμX: diferensiasi MGF di t=0 harus sama dengan mean yang dihitung terpisah.
GS(1)=GN(GX(1))=GN(1)=1 ✓
GS′(1)=E[S]: diferensiasi PGF di z=1 menghasilkan mean.
✓Verifikasi Distribusi Campuran›
Distribusi marginal yang diperoleh dari campuran harus merupakan distribusi valid: semua probabilitas ≥0 dan jumlah = 1.
Momen yang diperoleh via Hukum Total harus konsisten dengan momen distribusi marginal yang teridentifikasi.
Untuk Poisson-Gamma: Var(N)>E[N] (overdispersi dibanding Poisson murni) — ini selalu terpenuhi karena komponen between >0.
Metode Alternatif
Menghitung PMF S secara langsung (untuk kasus sederhana):
P(S=s)=∑n=0∞P(N=n)⋅P(X1+⋯+Xn=s)
Untuk s=0: P(S=0)=P(N=0)+∑n=1∞P(N=n)⋅P(X1=⋯=Xn=0). Metode ini layak untuk nilai s kecil tetapi menjadi tidak praktis untuk distribusi umum.
Menggunakan MGF untuk mengidentifikasi distribusi S:
Setelah mendapatkan MS(t)=GN(MX(t)), bandingkan bentuknya dengan MGF distribusi-distribusi standar:
eμ(et−1): Poisson(μ)
(pet/(1−(1−p)et))r: Geometrik/NB
eλ(et−1) untuk Compound Poisson-Poisson (X∼Poisson): juga Poisson (sifat reproduktif)
Rumus momen kedua alternatif (lebih cepat untuk soal tertentu):
E[S2]=E[N]E[X2]+E[N(N−1)](E[X])2
Sehingga Var(S)=E[S2]−(E[S])2=E[N]E[X2]+E[N(N−1)]μX2−(E[N])2μX2
Distribusi majemuk sebagai “dua tahap ketidakpastian”: Bayangkan proses dua lapis. Tahap pertama: alam “mengocok dadu” untuk menentukan berapa banyak klaim N yang terjadi. Tahap kedua: untuk setiap klaim, alam “mengocok dadu lagi” untuk menentukan besarnya. Total S adalah hasil akhir setelah kedua tahap selesai. Variansi total S mencerminkan ketidakpastian dari kedua sumber: fluktuasi jumlah klaim (komponen between) dan fluktuasi besaran per klaim (komponen within).
Distribusi campuran sebagai “populasi yang heterogen”: Untuk distribusi campuran X∣Θ∼f(⋅∣θ), bayangkan populasi nasabah yang secara intrinsik heterogen — setiap nasabah memiliki parameter risiko θ yang berbeda (yang tidak dapat diobservasi langsung). Distribusi marginal X adalah campuran dari semua distribusi individual ini, tertimbang oleh distribusi Θ dalam populasi. Akibatnya, distribusi marginal selalu lebih “tersebar” (overdispersi) dibanding distribusi individual rata-rata — inilah mengapa Binomial Negatif (campuran Poisson) memiliki variansi lebih besar dari Poisson murni.
Visualisasi PMF distribusi majemuk: Untuk S=∑i=1NXi dengan Xi diskrit, PMF dari S adalah campuran tertimbang dari PMF konvolusi: P(S=s)=∑nP(N=n)⋅P(konvolusi ke-n=s). Grafik batang PMF S biasanya memiliki puncak di sekitar μNμX tetapi dengan ekor yang lebih panjang dibanding distribusi normal — mencerminkan overdispersi khas distribusi majemuk.
Hubungan Visual ↔ Rumus
Dua sumber variansi dalam dekomposisi EVE:
Var(S)=variansi besaran(within claims)μNσX2+variansi frekuensi(between periods)σN2μX2
Komposisi fungsi pembangkit mencerminkan struktur dua tahap:
GS(z)=GN(tahap 2: besaranGX(z))⟷tahap 1: frekuensi menggunakan PGF besaran sebagai argumen
Overdispersi dari distribusi campuran:
Var(X)=E[Var(X∣Θ)]+Var(E[X∣Θ])>E[Var(X∣Θ)]⟷marginal lebih tersebar dari kondisional rata-rata
Section 7 — Jebakan Umum
⬡Kesalahan Parametrisasi›
Kesalahan pada Rumus Var(S) untuk Compound Poisson:
Salah:Var(S)=λVar(X) (hanya komponen within)
Benar:Var(S)=λVar(X)+λ(E[X])2=λE[X2]
Untuk Compound Poisson, μN=σN2=λ, sehingga kedua komponen EVE menjadi λσX2 dan λμX2. Rumus kompak λE[X2] hanya berlaku untuk Poisson — untuk frekuensi lain, gunakan rumus umum μNσX2+σN2μX2.
Kesalahan Parametrisasi Gamma dalam Poisson-Gamma:
Hati-hati: Parametrisasi Gamma shape-rate (α,β) menghasilkan E[Λ]=α/β, sedangkan shape-scale (α,θ) menghasilkan E[Λ]=αθ. Selalu periksa konteks soal sebelum mensubstitusikan nilai parameter.
⬡Kesalahan Konseptual›
Mengabaikan kasus N=0 saat menghitung PMF S.P(S=0) mencakup dua skenario: N=0 (tidak ada klaim sama sekali) DAN N>0 tetapi semua Xi=0 (jika X bisa bernilai 0). Sering kali soal menguji kemampuan ini secara eksplisit.
Membalik argumen komposisi PGF/MGF. Rumus yang benar: GS(z)=GN(GX(z)) — PGF frekuensiN dievaluasi pada PGF besaranX. Bukan sebaliknya.
Mengira distribusi campuran (mixture) sama dengan distribusi majemuk (compound sum). Distribusi campuran adalah marginalisasi X=X∣Θ terhadap parameter acak — hasilnya tetap satu variabel acak. Distribusi majemuk adalah penjumlahan S=∑i=1NXi — hasilnya adalah agregat yang bisa bernilai lebih besar dari setiap Xi individual.
Menggunakan rumus E[S]=μNμX ketika N dan Xi tidak independen. Rumus ini hanya berlaku di bawah asumsi independensi penuh antara N dan setiap Xi.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Jumlah klaim mengikuti Poisson bersyarat pada Λ” → ini adalah distribusi campuran, bukan compound sum. Hasil marginalnya adalah Binomial Negatif (Poisson-Gamma), bukan Poisson murni.
“Total klaim S=X1+X2+⋯+XN dengan N acak” → ini adalah compound sum. Terapkan rumus E[S]=μNμX dan Var(S)=μNσX2+σN2μX2.
“Hitung P(S>c) untuk threshold c” → ini adalah probabilitas ekor distribusi majemuk; jarang memiliki bentuk tertutup. Di CF2, biasanya diselesaikan melalui MGF/PGF atau aproksimasi normal (CLT).
“Identifikasi distribusi S dari PGF-nya” → kenali bentuk PGF standar: Geometrik, Binomial, Poisson, NB. Bentuk p/(1−(1−p)z) adalah PGF Geometrik; (pz/(1−(1−p)z))r atau (p/(1−(1−p)z))r adalah PGF NB tergantung konvensi.
▲Red Flags›
Soal menyebut ”N acak” dalam penjumlahan: Langsung kenali sebagai compound sum — terapkan rumus momen dan komposisi PGF/MGF.
Soal menyebut “parameter distribusi sendiri adalah variabel acak”: Ini adalah distribusi campuran — kondisioning pada parameter, lalu marginalisasi via Hukum Total.
Overdispersi: Var(S)>E[S] untuk data klaim riil → indikasi kuat bahwa model Poisson murni tidak cukup dan distribusi majemuk/campuran diperlukan.
Soal meminta MGF S dan frekuensi adalah Poisson: Gunakan MS(t)=eλ(MX(t)−1) langsung — tidak perlu substitusi ulang dari PGF Poisson setiap kali.
Komposisi PGF menghasilkan PGF distribusi yang dikenal: Catat pola: Geometrik ∘ Bernoulli = Geometrik; NB ∘ Bernoulli = NB; Poisson ∘ Poisson = Poisson (sifat reproduktif Compound Poisson).
Section 8 — Ringkasan Eksekutif
≡Must-Remember›
Mean distribusi majemuk:E[S]=E[N]⋅E[X]=μNμX
Variansi distribusi majemuk (EVE’s Law) — dua komponen:Var(S)=withinE[N]⋅Var(X)+betweenVar(N)⋅(E[X])2=μNσX2+σN2μX2
Jika Xi tidak i.i.d.: Rumus E[S]=μNμX dan Var(S)=μNσX2+σN2μX2 membutuhkan Xi identik dan independen. Untuk besaran klaim yang heterogen, diperlukan formula yang lebih umum.
Jika soal hanya tentang distribusi bersyarat S∣N=n: Ini adalah distribusi dari penjumlahan n variabel i.i.d. biasa — gunakan teknik konvolusi atau MGF dari 3.8 Transformasi Variabel Acak Gabungan.
Quick Decision Tree
graph TD A["Soal melibatkan penjumlahan atau parameter acak"] --> B["Apa jenis model yang dihadapi?"] B --> C["S = sum X_i dengan N acak<br>(Compound Sum)"] B --> D["X | Theta ~ f(x|theta), Theta acak<br>(Mixture Distribution)"] C --> E["Hitung momen S"] C --> F["Hitung MGF atau PGF dari S"] E --> G["E[S] = mu_N * mu_X<br>Var(S) = mu_N * Var(X) + Var(N) * (mu_X)^2<br>Jika N Poisson: Var(S) = lambda * E[X^2]"] F --> H["Frekuensi N diskrit, besaran X kontinu:<br>M_S(t) = G_N(M_X(t))"] F --> I["Frekuensi N diskrit, besaran X diskrit:<br>G_S(z) = G_N(G_X(z))"] I --> J["Cocokkan bentuk G_S(z)<br>dengan PGF distribusi dikenal"] D --> K["Hitung momen marginal via Hukum Total:<br>E[X] = E[E[X|Theta]]<br>Var(X) = E[Var(X|Theta)] + Var(E[X|Theta])"] D --> L["Identifikasi distribusi marginal X:<br>Poisson-Gamma? -> NB<br>Binomial-Beta? -> Beta-Binomial"]
❝Follow-up Options›
“Buktikan secara detail bahwa Poisson(Λ) dengan Λ∼Γ(α,β) menghasilkan Binomial Negatif, termasuk penurunan PMF-nya melalui integrasi”