Nilai Harapan dan Variansi Bersyarat
📊 3.4 — Nilai Harapan dan Variansi Bersyarat
Ringkasan Cepat›
Topik: Nilai Harapan dan Variansi Bersyarat | Bobot: ~20–30% | Difficulty: Hard Ref: Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 2.1–2.4; Miller et al. (2014) Bab 3.5–3.8, 4.6–4.9 | Prereq: 3.3 Distribusi Bersyarat (Conditional Distribution), 3.2 Distribusi Marginal, 3.1 Distribusi Gabungan (Joint Distribution)
Section 0 — Pemetaan Topik
| Topik CF2 | Sub-topik ID | Skill Diuji | Bobot | Difficulty | Prerequisite | Connected Topics | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Topik 3: Variabel Acak Multivariat | 3.4 | Memahami dan sebagai variabel acak; menerapkan Hukum Ekspektasi Total ; menerapkan Hukum Variansi Total ; mengidentifikasi komponen “within” dan “between” dalam dekomposisi variansi; menghitung dan melalui kondisioning ketika distribusi marginal sulit dihitung langsung | 20–30% | Hard | 3.3 Distribusi Bersyarat (Conditional Distribution), 3.2 Distribusi Marginal, 3.1 Distribusi Gabungan (Joint Distribution), 2.1 Variabel Acak Diskrit, 2.2 Variabel Acak Kontinu | 3.5 Independensi dan Korelasi, 3.7 Distribusi Majemuk (Compound Distribution), 4.5 Estimasi Parameter, 4.8 Uji Hipotesis | Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 2.1–2.4; Miller et al. (2014) Bab 3.5–3.8, 4.6–4.9, 5.8–5.10 |
Section 1 — Intuisi
Pada topik 3.3 Distribusi Bersyarat (Conditional Distribution), kita melihat bahwa — mean bersyarat untuk nilai yang spesifik — adalah sebuah angka yang bergantung pada pilihan . Kini bayangkan kita tidak memilih nilai tertentu, melainkan membiarkan tetap menjadi variabel acak. Maka — mean bersyarat yang dievaluasi pada yang acak — menjadi sebuah variabel acak tersendiri, karena nilainya bervariasi bergantung pada nilai yang terealisasi. Inilah lompatan konseptual terpenting di topik ini: dari angka menjadi variabel acak.
Analogi yang membantu: bayangkan perusahaan asuransi membagi nasabahnya ke dalam kelompok risiko (rendah, sedang, tinggi). Untuk kelompok risiko rendah (), rata-rata klaim tahunan adalah Rp5 juta. Untuk kelompok risiko sedang (), rata-ratanya Rp12 juta. Untuk kelompok risiko tinggi (), rata-ratanya Rp25 juta. Jika seorang nasabah dipilih secara acak tanpa mengetahui kelompok risikonya, “rata-rata klaim yang diharapkan” adalah rata-rata tertimbang dari ketiga angka tersebut — tertimbang oleh probabilitas masing-masing kelompok risiko. Inilah Hukum Ekspektasi Total: . Mean total adalah rata-rata dari mean-mean bersyarat, tertimbang oleh distribusi .
Hukum Variansi Total lalu bertanya: dari mana datangnya variansi total klaim ? Ada dua sumber. Pertama, dalam setiap kelompok risiko, klaim individual bervariasi di sekitar mean kelompoknya — inilah variansi dalam kelompok, diringkas oleh . Kedua, mean kelompok itu sendiri bervariasi antar kelompok — kelompok risiko tinggi punya mean jauh lebih tinggi dari kelompok risiko rendah. Inilah variansi antar kelompok, diringkas oleh . Hukum Variansi Total menyatakan bahwa variansi total adalah jumlah kedua komponen ini: . Dekomposisi ini fundamental dalam aktuaria, analisis ragam (ANOVA), dan pemodelan hierarkis.
Section 2 — Definisi Formal
Definisi Matematis›
Misalkan adalah pasangan variabel acak. Definisikan:
Nilai Harapan Bersyarat sebagai Variabel Acak:
adalah variabel acak yang merupakan fungsi dari .
Variansi Bersyarat sebagai Variabel Acak:
Hukum Ekspektasi Total (Law of Total Expectation / Tower Property):
Hukum Variansi Total (Law of Total Variance / Eve’s Law):
Bentuk Diperluas Hukum Ekspektasi Total (untuk fungsi ):
Variabel & Parameter
| Simbol | Makna | Catatan |
|---|---|---|
| Nilai harapan bersyarat — angka | Fungsi deterministik dari ; hasil untuk kondisi spesifik | |
| Nilai harapan bersyarat — variabel acak | Fungsi dari variabel acak ; memiliki distribusi, mean, variansi sendiri | |
| Variansi bersyarat — angka | Fungsi deterministik dari ; selalu | |
| Variansi bersyarat — variabel acak | Fungsi dari variabel acak ; memiliki mean sendiri | |
| Ekspektasi dari variansi bersyarat | Komponen “within-group” dalam dekomposisi variansi; mengukur variabilitas rata-rata di dalam setiap kondisi | |
| Variansi dari ekspektasi bersyarat | Komponen “between-group” dalam dekomposisi variansi; mengukur seberapa besar mean bersyarat bervariasi antar nilai | |
| Variansi marginal total dari | ||
| Fungsi mean bersyarat: | Ketika substitusi ke , hasilnya adalah variabel acak | |
| Fungsi variansi bersyarat: | Ketika substitusi ke , hasilnya adalah variabel acak |
Rumus Utama
Label: Hukum Ekspektasi Total — mean total adalah rata-rata tertimbang dari mean-mean bersyarat, tertimbang oleh distribusi ; rumus ini valid tanpa syarat apapun mengenai independensi.
Label: Hukum Variansi Total (Eve’s Law) — dekomposisi variansi total menjadi komponen rata-rata variansi dalam kondisi dan variansi antar kondisi; kedua komponen selalu .
Label: Rumus Komputasional Komponen Between-Group — variansi dari variabel acak dihitung menggunakan rumus dengan .
Label: Tower Property (Sifat Menara) — untuk tiga variabel acak; ekspektasi bersyarat “level lebih dalam” bisa disederhanakan ke level lebih dangkal; relevan untuk distribusi majemuk di 3.7 Distribusi Majemuk (Compound Distribution).
Label: Sifat Taking Out What is Known — fungsi dari dapat “dikeluarkan” dari ekspektasi bersyarat ketika mengkondisikan pada , karena adalah konstanta given .
Asumsi Eksplisit
- Existensi momen: Hukum Ekspektasi Total mensyaratkan . Hukum Variansi Total mensyaratkan (sehingga ).
- Tidak memerlukan independensi: Kedua hukum berlaku untuk semua pasangan dengan momen yang ada — independensi bukan syarat.
- adalah variabel acak yang terdefinisi: Secara teknis, harus terdefinisi hampir pasti (almost surely); untuk distribusi yang biasa dijumpai di CF2, kondisi ini selalu terpenuhi.
- Kedua komponen Hukum Variansi Total selalu non-negatif: karena variansi bersyarat ; karena variansi selalu .
Section 3 — Jembatan Logika
Dari Definisi ke Rumus›
Kunci memahami topik ini adalah menerima bahwa adalah variabel acak. Begitu penerimaan itu ada, Hukum Ekspektasi Total menjadi sangat natural: kita cukup mengambil ekspektasi dari variabel acak , menggunakan distribusi sebagai bobot. Secara formal: . Substitusi definisi dan gunakan fakta bahwa , kita peroleh — persis mean marginal yang benar.
Untuk Hukum Variansi Total, mulai dari dekomposisi aljabar. Untuk setiap tetap, identitas variansi klasik berlaku: . Ambil ekspektasi terhadap di kedua sisi: . Kurangi dari kedua sisi: . Sisi kiri adalah ; suku terakhir di sisi kanan adalah .
Dua Komponen Hukum Variansi Total›
Penting untuk membedakan makna kedua komponen secara intuitif:
Komponen Within-Group:
- Rata-rata dari “seberapa tersebar di dalam tiap kelompok ”
- Mengukur ketidakpastian yang tidak dapat direduksi meski kita mengetahui
- Selalu ; sama dengan 0 hanya jika deterministik given (yaitu untuk suatu fungsi )
Komponen Between-Group:
- Seberapa besar rata-rata bersyarat bervariasi sebagai fungsi dari
- Mengukur ketidakpastian yang dapat direduksi jika kita mengetahui
- Sama dengan 0 jika dan hanya jika hampir pasti — yang terjadi ketika dan tidak berkorelasi (atau independen)
Derivasi Formal Hukum Ekspektasi Total (kasus kontinu):
Mulai dari definisi . Ambil ekspektasi terhadap :
Gunakan fakta dan tukar urutan integrasi (dibenarkan oleh Fubini’s Theorem jika ):
Derivasi Formal Hukum Variansi Total:
Mulai dari identitas . Notasikan dan . Ambil ekspektasi terhadap :
Dari Hukum Ekspektasi Total diterapkan pada : . Jadi:
Tambahkan dan kurangi :
Dilarang›
- Dilarang membalik urutan komponen Hukum Variansi Total: — urutan dan struktur operator ini baku. Menulis atau adalah ekspresi yang tidak bermakna atau salah.
- Dilarang memperlakukan sebagai angka ketika menghitung : adalah variabel acak — ia memiliki distribusi. berarti menghitung variansi variabel acak tersebut menggunakan distribusi : . Mengambil variansi dari angka tetap menghasilkan nol — ini kesalahan fatal.
- Dilarang menyimpulkan : Variansi bersyarat umumnya berbeda dari (dan lebih kecil atau sama dengan) variansi marginal . Kesamaan terjadi hanya ketika dan independen dan komponen between-group = 0.
Section 4 — Contoh Soal
Soal A — Fundamental
Misalkan adalah variabel acak dengan distribusi , . Bersyarat pada , variabel acak memiliki distribusi berikut:
- Jika : dan .
- Jika : dan .
Hitung dan .
Solusi Soal A›
1. Identifikasi Variabel
- diskrit: dengan , .
- , — nilai harapan bersyarat (angka).
- , — variansi bersyarat (angka).
2. Identifikasi Distribusi / Model
- Tidak perlu mengetahui distribusi joint penuh — hanya momen bersyarat yang diperlukan.
- Terapkan Hukum Ekspektasi Total dan Hukum Variansi Total secara langsung.
3. Setup Persamaan
4. Eksekusi Aljabar
Hukum Ekspektasi Total:
Komponen Within-Group — :
Komponen Between-Group — :
Definisikan variabel acak ; maka dengan probabilitas dan dengan probabilitas .
Hukum Variansi Total:
5. Verification
- berada di antara dan , dibobot lebih ke (bobot 0.6) — masuk akal: lebih dekat ke 7 daripada ke 3. ✓
- Kedua komponen positif: dan . ✓
- : variansi total lebih besar dari variansi dalam grup mana pun karena ada tambahan variabilitas antar grup. ✓
Exam Tips — Soal A›
- Target waktu: 4–5 menit.
- Common trap — komponen between-group: Kesalahan paling umum adalah menghitung sebagai — ini salah karena (variansi konstanta). Yang benar: adalah variabel acak yang mengambil nilai atau , dan .
- Shortcut: Setelah mendapatkan , hitung dengan rumus ✓
Soal B — Exam-Typical
Misalkan adalah variabel acak yang menyatakan jumlah klaim, di mana . Parameter sendiri adalah variabel acak dengan dan .
(a) Hitung . (b) Hitung .
Solusi Soal B›
1. Identifikasi Variabel
- : variabel acak parameter (prior); , .
- : bersyarat pada , terdistribusi Poisson.
- Sifat distribusi Poisson: jika , maka dan .
2. Identifikasi Distribusi / Model
- Ini adalah distribusi majemuk (compound/mixture distribution) — lihat 3.7 Distribusi Majemuk (Compound Distribution).
- Kondisioning pada adalah strategi alami: distribusi joint tidak perlu diketahui secara eksplisit; cukup momen bersyarat.
- Terapkan Hukum Ekspektasi Total dan Variansi Total dengan dan .
3. Setup Persamaan
4. Eksekusi Aljabar
Identifikasi momen bersyarat sebagai fungsi dari :
(a) Hukum Ekspektasi Total:
(b) Hukum Variansi Total:
Komponen Within:
Komponen Between:
Total:
5. Verification
- : mean sama dengan mean — masuk akal karena Poisson memiliki mean = parameter. ✓
- : berbeda dari distribusi Poisson murni (di mana variansi = mean). Variansi ekstra sebesar muncul karena ketidakpastian tambahan dari acaknya parameter — ini adalah overdispersion yang khas pada distribusi Poisson-campuran. ✓
- Komponen within : rata-rata “noise” dalam setiap kondisi . ✓
- Komponen between : variabilitas dari rata-rata bersyarat itu sendiri. ✓
Exam Tips — Soal B›
- Target waktu: 5–6 menit.
- Common trap: Mengira karena ” adalah Poisson”. secara marginal bukan Poisson murni — ia adalah campuran Poisson. Variansi marginal selalu lebih besar dari mean marginal untuk Poisson-campuran (overdispersion).
- Pola umum untuk soal distribusi majemuk: Ketika dan acak, selalu berlaku: dan . Pola ini layak dihafal untuk soal CF2 bertopik distribusi majemuk.
- Shortcut kunci: Kenali bahwa dan langsung dari sifat Poisson, tanpa perlu menghitung distribusi joint.
Soal C — Challenging
Misalkan memiliki PDF joint:
(a) Tentukan dan . (b) Hitung menggunakan Hukum Ekspektasi Total. (c) Hitung menggunakan Hukum Variansi Total.
Solusi Soal C›
1. Identifikasi Variabel
- Support joint: , (rectangular semi-infinite).
- Strategi: identifikasi distribusi bersyarat dari bentuk fungsional PDF joint terhadap .
2. Identifikasi Distribusi / Model
PDF Marginal :
Jadi (parameter laju 1), dengan dan .
PDF Bersyarat :
Ini adalah PDF distribusi (laju , atau skala ): .
3. Setup Persamaan
Sifat distribusi Eksponensial: jika (laju , skala ), maka:
Sebagai variabel acak (fungsi dari ):
4. Eksekusi Aljabar
(a) Dari sifat Eksponensial di atas:
(b) Hukum Ekspektasi Total:
karena memiliki .
(c) Hukum Variansi Total:
Komponen Within:
Komponen Between:
Total:
5. Verification
Verifikasi langsung dari marginal :
Hitung secara langsung dari joint: .
Integrasi dalam (terhadap ): .
Integrasi luar: ✓ (konsisten dengan Hukum Ekspektasi Total)
Cek komponen within: . Untuk : ✓
Cek komponen between: karena dan ✓
Sanity check: untuk — variansi total memang lebih besar dari variansi dalam kondisi yang “tipikal” (karena ada komponen between). ✓
Exam Tips — Soal C›
- Target waktu: 12–15 menit.
- Strategi kunci: Identifikasi distribusi bersyarat dari bentuk terhadap (perlakukan sebagai konstanta). Di sini, langsung teridentifikasi sebagai kernel Eksponensial dengan skala . Identifikasi ini menghindarkan integrasi manual.
- Common trap — parametrisasi Eksponensial: Pastikan konsisten antara parametrisasi laju (: mean , variansi ) dan parametrisasi skala (: mean , variansi ). Di soal ini, skala , sehingga mean dan variansi .
- Common trap — vs : Komponen within membutuhkan , bukan . Gunakan — jangan asumsikan .
Section 5 — Verifikasi & Sanity Check
Verifikasi Hukum Ekspektasi Total›
- dari Hukum Ekspektasi Total harus sama dengan yang dihitung langsung dari distribusi marginal (jika marginal bisa dihitung).
- Cek sederhana: harus berada di antara dan — mean total tidak boleh keluar dari rentang mean bersyarat.
Verifikasi Hukum Variansi Total›
- Kedua komponen harus non-negatif: dan .
- Akibatnya: — variansi total selalu rata-rata variansi bersyarat.
- Jika dan independen: (karena adalah konstanta), sehingga — variansi total = rata-rata variansi bersyarat.
Cek Kasus Khusus›
- Jika (linear dalam ), maka dan — dapat diturunkan langsung dari sifat ekspektasi dan variansi transformasi linear.
- Jika konstan (tidak bergantung ), maka komponen within dan komponen between .
Metode Alternatif
Menghitung langsung dari joint tanpa Hukum Ekspektasi Total:
Ini setara, tetapi seringkali lebih panjang. Hukum Ekspektasi Total lebih efisien ketika distribusi bersyarat mudah diidentifikasi.
Menghitung dari definisi:
di mana (dari Hukum Ekspektasi Total diterapkan pada ). Ini ekuivalen dengan Hukum Variansi Total tetapi membutuhkan perhitungan secara eksplisit.
Rumus praktis untuk soal distribusi majemuk standar:
Jika :
Jika dengan konstan:
Section 6 — Visualisasi Mental
Bayangkan populasi yang terbagi dalam sub-kelompok berdasarkan : Setiap sub-kelompok memiliki distribusi sendiri — dengan mean dan variansi . Hukum Ekspektasi Total mengatakan: untuk mendapat mean populasi total, rata-ratakan mean tiap sub-kelompok, dibobot oleh ukuran sub-kelompok (yaitu ). Ini persis seperti menghitung rata-rata keseluruhan dari rata-rata grup dalam statistika deskriptif.
Visualisasi dekomposisi variansi — diagram batang bertumpuk: Bayangkan batang vertikal dengan tinggi . Batang ini terbagi menjadi dua segmen: segmen bawah dengan tinggi (komponen within — “noise dalam grup”) dan segmen atas dengan tinggi (komponen between — “variasi antar grup”). Semakin informatif dalam menjelaskan , semakin besar segmen atas relatif terhadap total — artinya sebagian besar variansi dapat “dijelaskan” oleh .
Analogi ANOVA: Dalam analisis ragam satu arah, dekomposisi variansi Total = Within + Between adalah fondasi dari uji-F. Hukum Variansi Total adalah versi probabilistik dari dekomposisi yang sama: .
Hubungan Visual ↔ Rumus
Mean total = rata-rata tertimbang mean sub-kelompok:
Dekomposisi variansi — dua sumber ketidakpastian:
Ketika sangat informatif tentang (korelasi kuat): komponen between , komponen within relatif terhadap total.
Ketika : komponen between , (trivially consistent).
Section 7 — Jebakan Umum
Kesalahan Parametrisasi›
Kesalahan Struktur Operator pada Hukum Variansi Total:
Salah:
Benar:
Mnemonic: “EVE’s Law” — Expectation of Variance + Variance of Expectation. Urutan operator: komponen pertama adalah , komponen kedua adalah — bukan sebaliknya, bukan campuran.
Kesalahan Konseptual›
- Mengira karena ” adalah nilai yang diharapkan”. Ini salah — adalah variabel acak (fungsi dari yang acak), bukan konstanta. Ia memiliki variansi yang tidak nol kecuali konstan hampir pasti.
- Menghitung sebagai . Ini adalah kesalahan Jensen — karena variansi bersyarat adalah fungsi non-linear dari umumnya.
- Mengabaikan komponen between ketika mean bersyarat “tampak mendekati” mean marginal. Komponen between bisa kecil tetapi tidak nol — selalu hitung kedua komponen secara eksplisit.
- Mengira Hukum Variansi Total hanya berlaku untuk diskrit. Kedua hukum berlaku untuk diskrit, kontinu, maupun campuran — perbedaannya hanya pada cara menghitung ekspektasi terhadap (penjumlahan vs integrasi).
Kesalahan Interpretasi Soal›
- “Hitung ” ketika distribusi joint diberikan → pertimbangkan apakah kondisioning pada salah satu variabel memudahkan perhitungan sebelum mencoba menghitung variansi marginal langsung.
- “Bersyarat pada , distribusi adalah Poisson()” → segera kenali dan ; jangan hitung ulang dari PMF Poisson.
- Soal menyebut “distribusi campuran” atau “model hierarkis” → ini adalah sinyal kuat untuk menggunakan Hukum Ekspektasi Total dan Variansi Total dengan kondisioning pada parameter acak.
- “Hitung ” → ini sama dengan — gunakan Hukum Ekspektasi Total langsung; tidak perlu menghitung distribusi secara eksplisit.
Red Flags›
- Soal memberikan dan secara eksplisit tanpa meminta distribusi joint → sinyal langsung untuk menerapkan kedua hukum; tidak ada informasi tambahan yang diperlukan.
- Soal menyebut distribusi Poisson dengan parameter acak → pola dan hampir pasti yang diuji.
- Soal menyebut distribusi Normal dengan mean acak → pola dan hampir pasti yang diuji.
- Kata kunci “total variance”, “within-group”, “between-group”, “unexplained variation” → Hukum Variansi Total dan interpretasi kedua komponennya sedang diuji.
- Soal menanyakan ketika didefinisikan melalui proses dua tahap (misalnya: pertama pilih , lalu tentukan berdasarkan ) → selalu kondisikan pada dan terapkan Hukum Variansi Total.
Section 8 — Ringkasan Eksekutif
Must-Remember›
- adalah variabel acak — fungsi dari ; perlakukan seperti variabel acak biasa saat mengambil ekspektasi atau variansi darinya.
- Hukum Ekspektasi Total (Tower Property):
- Hukum Variansi Total (Eve’s Law) — hafal urutan EVE:
- Pola Poisson-campuran — wajib hafal:
- Komponen between via rumus variansi:
Kapan Digunakan
- Trigger keywords: “hitung melalui kondisioning”, “hukum ekspektasi total”, “total variance”, “dekomposisi variansi”, “distribusi campuran”, “model hierarkis”, “parameter acak”, “bersyarat pada , distribusi adalah…”.
- Tipe skenario soal:
- Diberikan momen bersyarat ( dan ) dan distribusi ; hitung dan .
- Distribusi campuran: bersyarat pada parameter acak , terdistribusi Poisson, Gamma, Normal, dll.; hitung momen marginal .
- Diberikan PDF/PMF joint; identifikasi distribusi bersyarat, lalu gunakan kedua hukum untuk menghitung momen marginal.
- Interpretasikan komponen within vs between dalam konteks risiko aktuaria.
Kapan TIDAK Boleh Digunakan
- Jika distribusi marginal sudah diketahui secara eksplisit dan sederhana: Hitung dan langsung dari marginal — tidak perlu kondisioning.
- Jika soal hanya menanyakan atau untuk nilai spesifik: Ini adalah perhitungan momen bersyarat biasa dari 3.3 Distribusi Bersyarat (Conditional Distribution), bukan penerapan kedua hukum.
- Jika dan independen: dan , sehingga Hukum Variansi Total hanya menghasilkan tautologi — tidak ada informasi baru yang diperoleh dari kondisioning.
Quick Decision Tree
graph TD
A["Soal melibatkan X dengan kondisi pada Y"] --> B["Apa yang diminta?"]
B --> C["E[X] marginal"]
B --> D["Var(X) marginal"]
B --> E["Interpretasi dekomposisi variansi"]
C --> F["Hukum Ekspektasi Total:<br>E[X] = E[E[X|Y]]"]
F --> G["Identifikasi E[X|Y=y] sebagai fungsi y<br>lalu ambil ekspektasi terhadap Y"]
D --> H["Hukum Variansi Total (EVE):<br>Var(X) = E[Var(X|Y)] + Var(E[X|Y])"]
H --> I["Hitung komponen WITHIN:<br>E[Var(X|Y)] = integral Var(X|Y=y) f_Y(y) dy"]
H --> J["Hitung komponen BETWEEN:<br>Var(E[X|Y]) = E[(E[X|Y])^2] - (E[X])^2"]
E --> K["Within = variabilitas tidak bisa direduksi<br>Between = variabilitas yang dijelaskan oleh Y"]
G --> L["Apakah distribusi bersyarat dikenal?<br>(Poisson, Normal, Gamma, Exp, ...)"]
L -->|"Ya"| M["Gunakan rumus momen<br>distribusi tersebut langsung"]
L -->|"Tidak"| N["Hitung via integrasi LOTUS bersyarat:<br>integral x f_X|Y(x|y) dx"]
Follow-up Options›
- “Berikan contoh soal distribusi campuran Gamma-Poisson (distribusi Binomial Negatif) menggunakan Hukum Variansi Total”
- “Jelaskan hubungan 3.4 Nilai Harapan dan Variansi Bersyarat dengan 3.7 Distribusi Majemuk (Compound Distribution) dalam konteks pemodelan klaim agregat”
- “Buat flashcard 1-halaman untuk topik ini”
📖 Ref: Hogg-McKean-Craig (2019) Bab 2.1–2.4; Miller et al. (2014) Bab 3.5–3.8, 4.6–4.9, 5.8–5.10 | 🗓️ 2026-02-21 | #CF2 #Multivariat #NilaiHarapanBersyarat #VariansiBersyarat #LawOfTotalExpectation #LawOfTotalVariance #EVE