PAI · AAMAI · 2026
Aktuaria
Indonesia
CF1 · Materi 2.6

Varying Interest Rates

Thu Feb 19 2026 00:00:00 GMT+0000 (Coordinated Universal Time) Hard Bobot: 20–30% Vaaler Bab 3–4, Kellison Bab 3–4
CF1MatematikaKeuanganAnnuityVaryingInterestPresentValueFutureValueEquationOfValue

📘 2.6 — Varying Interest Rates

Ringkasan Cepat

Topik: Varying Interest Rates | Bobot: ~20–30% | Difficulty: Hard Ref: Vaaler Bab 3–4, Kellison Bab 3–4 | Prereq: 2.1 Annuity-Immediate and Annuity-Due, 1.2 Effective, Nominal, and Force of Interest, 1.4 Accumulation and Present Value

Section 0 — Pemetaan Topik

Topik CF1Sub-topik IDSkill DiujiBobotDifficultyPrerequisiteConnected TopicsReferensi
Topik 2: Anuitas dan Nilai Arus Kas2.6Menghitung PV dan FV anuitas saat suku bunga berbeda tiap periode; menyusun accumulation factor gabungan; menghitung PV anuitas dengan rate yang berubah setelah periode tertentu; interpretasi soal yang menyebut rate berbeda per sub-interval20–30%Hard2.1 Annuity-Immediate and Annuity-Due, 1.2 Effective, Nominal, and Force of Interest, 1.4 Accumulation and Present Value2.3 Varying Annuities, 2.5 Deferred Annuities, 3.1 Spot Rates and Forward Rates, 5.1 Bond PricingVaaler Bab 3–4, Kellison Bab 3–4

Section 1 — Intuisi

Bayangkan kamu menyimpan dana pensiun selama 30 tahun. Pada 10 tahun pertama, bunga tabungan 8% per tahun karena kebijakan moneter yang longgar. Kemudian terjadi krisis: Bank Sentral menaikkan suku bunga, dan 10 tahun berikutnya kamu mendapat 12% per tahun. Lalu di 10 tahun terakhir, bunga kembali turun menjadi 6%. Berapa total akumulasi tabungan kamu? Jelas, kamu tidak bisa menggunakan satu formula s30is_{\overline{30}|i} dengan satu nilai ii — karena ii berubah-ubah. Inilah essensi dari Varying Interest Rates: suku bunga tidak selalu konstan sepanjang masa investasi, dan kita perlu cara sistematis untuk menghitung PV dan FV dalam kondisi ini.

Intuisi dasarnya sederhana: setiap pembayaran atau arus kas di-discount (atau di-accumulate) menggunakan suku bunga yang berlaku pada periode bersangkutan. Uang Rp 1.000 yang kamu terima pada akhir tahun ke-15 harus di-discount melewati periode tahun 15→14 dengan rate tahun ke-15, lalu melewati tahun 14→13 dengan rate tahun ke-14, dan seterusnya. Tidak bisa semua dikalikan satu faktor diskonto yang seragam. Proses ini adalah perkalian beruntun dari faktor-faktor diskonto tiap periode — seperti mengalikan v1×v2××v15v_1 \times v_2 \times \cdots \times v_{15} di mana setiap vk=1/(1+ik)v_k = 1/(1+i_k).

Dalam konteks ujian CF1, soal-soal topik ini menguji kemampuanmu untuk: (1) mengenali bahwa rate berubah-ubah, (2) memilah arus kas ke sub-interval yang tepat, dan (3) menyusun accumulation atau discount factor yang benar untuk tiap arus kas. Ini adalah topik yang sering dikombinasikan dengan 2.5 Deferred Annuities dan merupakan fondasi penting untuk memahami 3.1 Spot Rates and Forward Rates di Topik 3.

Section 2 — Definisi Formal

Definisi Matematis

Misalkan suku bunga efektif pada periode ke-kk (yaitu dari t=k1t = k-1 ke t=kt = k) adalah iki_k, untuk k=1,2,,nk = 1, 2, \ldots, n.

Accumulation Factor dari t=0t=0 ke t=nt=n:

A(0,n)=k=1n(1+ik)=(1+i1)(1+i2)(1+in)A(0, n) = \prod_{k=1}^{n}(1 + i_k) = (1+i_1)(1+i_2)\cdots(1+i_n)

Discount Factor dari t=nt=n ke t=0t=0:

1A(0,n)=k=1nvk=v1v2vn,vk=11+ik\frac{1}{A(0,n)} = \prod_{k=1}^{n} v_k = v_1 \cdot v_2 \cdots v_n, \quad v_k = \frac{1}{1+i_k}

Present Value dari anuitas-immediate dengan payment RR per periode dan rate iki_k pada periode kk:

PV=t=1nR(k=1tvk)=Rt=1n1k=1t(1+ik)PV = \sum_{t=1}^{n} R \cdot \left(\prod_{k=1}^{t} v_k\right) = R \sum_{t=1}^{n} \frac{1}{\prod_{k=1}^{t}(1+i_k)}

Future Value (dievaluasi di t=nt=n):

FV=t=1nRk=t+1n(1+ik)FV = \sum_{t=1}^{n} R \cdot \prod_{k=t+1}^{n}(1+i_k)

(pembayaran di tt di-accumulate ke t=nt=n menggunakan rate periode t+1,t+2,,nt+1, t+2, \ldots, n)

Variabel & Parameter

SimbolMaknaCatatan
iki_kSuku bunga efektif pada periode ke-kk (dari t=k1t=k-1 ke t=kt=k)Dapat berbeda untuk setiap kk
vkv_kFaktor diskonto periode ke-kk =1/(1+ik)= 1/(1+i_k)Berbeda tiap periode
nnJumlah total periodeInteger positif
RRBesar pembayaran per periode (bisa level atau varying)Bila level, sama untuk semua tt
A(0,n)A(0,n)Accumulation factor dari t=0t=0 ke t=nt=n=k=1n(1+ik)= \prod_{k=1}^n (1+i_k)
A(t1,t2)A(t_1, t_2)Accumulation factor dari t1t_1 ke t2t_2=k=t1+1t2(1+ik)= \prod_{k=t_1+1}^{t_2}(1+i_k)
PVPVPresent value seluruh arus kas (di t=0t=0)Focal date t=0t=0
FVFVFuture value seluruh arus kas (di t=nt=n)Focal date t=nt=n

Rumus Utama

Accumulation factor antar dua titik waktu:

A(t1,t2)=k=t1+1t2(1+ik),0t1<t2nA(t_1, t_2) = \prod_{k=t_1+1}^{t_2}(1+i_k), \quad 0 \le t_1 < t_2 \le n

Label: Mengukur pertumbuhan 1 unit uang dari t1t_1 ke t2t_2 dengan rate berbeda tiap periode dalam rentang tersebut.

Hubungan accumulation factor:

A(0,n)=A(0,m)A(m,n),untuk 0<m<nA(0, n) = A(0, m) \cdot A(m, n), \quad \text{untuk } 0 < m < n

Label: Sifat perkalian — bisa “memecah” accumulation factor di titik mana pun.

PV pembayaran tunggal RR yang jatuh di t=kt=k:

PVk=R1A(0,k)=Rj=1k(1+ij)PV_k = R \cdot \frac{1}{A(0,k)} = \frac{R}{\prod_{j=1}^{k}(1+i_j)}

Label: Dasar dari semua kalkulasi PV dengan varying rates — discount tiap cash flow secara terpisah.

PV anuitas-immediate level (RR per periode) dengan iki_k berbeda tiap periode:

PV=Rt=1n1k=1t(1+ik)PV = R \cdot \sum_{t=1}^{n} \frac{1}{\prod_{k=1}^{t}(1+i_k)}

Label: Tidak ada formula tertutup sederhana — harus dihitung term by term, kecuali untuk struktur khusus (misalnya, rate konstan per blok periode).

FV anuitas-immediate level pada t=nt=n:

FV=Rt=1nk=t+1n(1+ik)FV = R \cdot \sum_{t=1}^{n} \prod_{k=t+1}^{n}(1+i_k)

Label: Pembayaran di tt di-accumulate ke t=nt=n menggunakan rate periode setelah tt.

Hubungan PV dan FV:

FV=PVA(0,n)=PVk=1n(1+ik)FV = PV \cdot A(0,n) = PV \cdot \prod_{k=1}^{n}(1+i_k)

Label: Relasi universal — selalu berlaku berapapun struktur iki_k.

Kasus khusus: dua tingkat rate, blok pertama mm periode dengan ii, blok kedua (nm)(n-m) periode dengan jj:

PV=Rami+RanmjvimPV = R \cdot a_{\overline{m}|i} + R \cdot a_{\overline{n-m}|j} \cdot v_i^m

di mana vi=1/(1+i)v_i = 1/(1+i).

Label: Pendekatan blok — hitung PV tiap blok anuitas normal lalu discount blok kedua ke t=0t=0.

Asumsi Eksplisit

  • Rate per periode diketahui: Setiap iki_k dinyatakan eksplisit atau dapat diturunkan dari informasi nominal yang diberikan.
  • Effective rate per periode: iki_k adalah suku bunga efektif; jika diberikan nominal, konversi terlebih dahulu.
  • Level payments: Pembayaran RR sama untuk semua periode (kecuali digabungkan dengan 2.3 Varying Annuities).
  • Timing annuity-immediate: Pembayaran di akhir setiap periode (kecuali dinyatakan annuity-due).
  • No-default: Semua pembayaran terjadi sesuai jadwal.

Section 3 — Jembatan Logika

Dari Time Diagram ke Equation of Value

Dalam kasus konstan, kita bisa merangkum v+v2++vnv + v^2 + \cdots + v^n menjadi ania_{\overline{n}|i} karena setiap faktor diskonto identik. Ketika iki_k berbeda tiap periode, setiap term dalam penjumlahan harus dihitung secara eksplisit karena faktor diskonto dari t=kt=k ke t=0t=0 adalah produk dari faktor diskonto individual yang berbeda:

PV=R[11+i1+1(1+i1)(1+i2)++1k=1n(1+ik)]PV = R\left[\frac{1}{1+i_1} + \frac{1}{(1+i_1)(1+i_2)} + \cdots + \frac{1}{\prod_{k=1}^n(1+i_k)}\right]

Setiap suku dalam tanda kurung mewakili satu arus kas. Tidak ada simplifikasi menjadi formula tertutup seperti (1vn)/i(1-v^n)/i karena tidak ada vv tunggal yang berlaku untuk semua periode.

Focal Date
  • Untuk PV: Focal date di t=0t=0. Setiap pembayaran di t=kt=k di-discount ke t=0t=0 melalui perkalian v1v2vkv_1 \cdot v_2 \cdots v_k.
  • Untuk FV: Focal date di t=nt=n. Setiap pembayaran di t=kt=k di-accumulate ke t=nt=n melalui perkalian (1+ik+1)(1+ik+2)(1+in)(1+i_{k+1})(1+i_{k+2})\cdots(1+i_n).
  • Konsistensi: FV =PV×A(0,n)= PV \times A(0,n) selalu berlaku, terlepas dari struktur iki_k.
  • Strategi pemilihan focal date: Pilih focal date yang meminimalkan jumlah faktor yang harus dikalikan. Jika soal bertanya PV, pilih t=0t=0; jika FV, pilih t=nt=n.

Derivasi dari Prinsip Dasar — Mengapa Produk, Bukan Pangkat:

Dalam kasus konstan, A(0,n)=(1+i)nA(0,n) = (1+i)^n karena setiap periode identik dan kita tinggal mengangkat (1+i)(1+i) ke pangkat nn.

Dalam kasus varying, periode 1 mengakumulasi dengan i1i_1, periode 2 dengan i2i_2, dst. Maka akumulasi dari t=0t=0 ke t=3t=3 (misalnya) adalah:

A(0,3)=(1+i1)(1+i2)(1+i3)A(0,3) = (1+i_1) \cdot (1+i_2) \cdot (1+i_3)

Ini bukan (1+i)3(1+i)^3 kecuali i1=i2=i3=ii_1 = i_2 = i_3 = i. Secara umum:

A(0,n)=k=1n(1+ik)A(0,n) = \prod_{k=1}^{n}(1+i_k)

Kasus Khusus Penting — Dua Blok Rate:

Jika ik=ii_k = i untuk k=1,,mk = 1, \ldots, m dan ik=ji_k = j untuk k=m+1,,nk = m+1, \ldots, n, maka:

A(0,n)=(1+i)m(1+j)nmA(0,n) = (1+i)^m \cdot (1+j)^{n-m}

PV anuitas-immediate level dengan nn pembayaran:

PV=Rami+RvimanmjPV = R \cdot a_{\overline{m}|i} + R \cdot v_i^m \cdot a_{\overline{n-m}|j}

Justifikasi: mm pembayaran pertama membentuk annuity-immediate biasa di rate ii. Kemudian (nm)(n-m) pembayaran berikutnya, jika dievaluasi pada t=mt=m, membentuk annuity-immediate biasa di rate jj dengan nilai RanmjR \cdot a_{\overline{n-m}|j}. Untuk memindahkan nilai ini ke t=0t=0, kalikan dengan vim=1/(1+i)mv_i^m = 1/(1+i)^m.

Dilarang
  1. Dilarang menggunakan rata-rata ii sebagai pengganti. Menggunakan iˉ=(mi+(nm)j)/n\bar{i} = (m \cdot i + (n-m) \cdot j)/n dalam formula aniˉa_{\overline{n}|\bar{i}} tidak menghasilkan jawaban yang benar. PV bukan fungsi linear dari rate.
  2. Dilarang mencampur unit waktu rate dan payment. Jika pembayaran bulanan, iki_k harus rate per bulan. Jika rate diberikan secara tahunan, konversi dulu sebelum digunakan.
  3. Dilarang mengasumsikan simetri discount dan accumulation factor yang berbeda. A(0,m)A(m,n)=A(0,n)A(0,m) \cdot A(m,n) = A(0,n) benar, tetapi A(t,0)1/A(0,t)A(t,0) \ne 1/A(0,t) hanya jika rate-nya berasal dari period yang sama — pastikan arah waktu konsisten.

Section 4 — Contoh Soal

Soal A — Fundamental

Sebuah investasi menghasilkan arus kas berikut: Rp 500.000 pada akhir tahun ke-1, Rp 500.000 pada akhir tahun ke-2, dan Rp 500.000 pada akhir tahun ke-3. Suku bunga efektif per tahun adalah 8% pada tahun ke-1, 10% pada tahun ke-2, dan 12% pada tahun ke-3. Hitung present value seluruh arus kas di t=0t = 0.

Solusi Soal A

1. Identifikasi Variabel

  • R=500,000R = 500{,}000 (pembayaran di akhir tahun ke-1, 2, 3)
  • i1=0.08i_1 = 0.08, i2=0.10i_2 = 0.10, i3=0.12i_3 = 0.12
  • Focal date: t=0t = 0
  • n=3n = 3 pembayaran

2. Time Diagram

t=0        t=1          t=2          t=3
 |----------|------------|------------|
            [500.000]    [500.000]    [500.000]
  ← i₁=8% →← i₂=10% →← i₃=12% →

3. Equation of Value (Focal Date t=0t = 0)

PV=R1+i1+R(1+i1)(1+i2)+R(1+i1)(1+i2)(1+i3)PV = \frac{R}{1+i_1} + \frac{R}{(1+i_1)(1+i_2)} + \frac{R}{(1+i_1)(1+i_2)(1+i_3)}

4. Eksekusi Aljabar

Hitung discount factor kumulatif:

11+i1=11.08=0.925926\frac{1}{1+i_1} = \frac{1}{1.08} = 0.925926

1(1+i1)(1+i2)=11.08×1.10=11.188=0.841751\frac{1}{(1+i_1)(1+i_2)} = \frac{1}{1.08 \times 1.10} = \frac{1}{1.188} = 0.841751

1(1+i1)(1+i2)(1+i3)=11.08×1.10×1.12=11.33056=0.751563\frac{1}{(1+i_1)(1+i_2)(1+i_3)} = \frac{1}{1.08 \times 1.10 \times 1.12} = \frac{1}{1.33056} = 0.751563

Maka:

PV=500,000×(0.925926+0.841751+0.751563)PV = 500{,}000 \times (0.925926 + 0.841751 + 0.751563)

PV=500,000×2.519240PV = 500{,}000 \times 2.519240

PV=Rp  1,259,620\boxed{PV = Rp\; 1{,}259{,}620}

5. Verification

Jika rate konstan 10% (rata-rata kasar), a310%=2.4869a_{\overline{3}|10\%} = 2.4869, sehingga PV ≈ Rp 1.243.450. Hasil kita Rp 1.259.620 lebih besar — masuk akal karena rate tahun pertama (8%) lebih rendah dari rata-rata, membuat discount untuk pembayaran terdekat lebih kecil sehingga PV lebih besar. ✓

Exam Tips — Soal A
  • Target waktu: 3–4 menit. Soal ini “hanya” tiga term, jadi hitung satu per satu tanpa formula khusus.
  • Common trap: Menggunakan (1+iˉ)t(1+\bar{i})^t di mana iˉ=(8%+10%+12%)/3=10%\bar{i} = (8\%+10\%+12\%)/3 = 10\% — ini salah dan tidak memberikan jawaban yang benar.
  • Shortcut: Bangun tabel kumulatif: hitung A(0,1)A(0,1), lalu A(0,2)=A(0,1)×(1+i2)A(0,2) = A(0,1) \times (1+i_2), lalu A(0,3)=A(0,2)×(1+i3)A(0,3) = A(0,2) \times (1+i_3). Invert untuk discount factor.

Soal B — Exam-Typical

Dana pensiun menerima setoran Rp 2.000.000 per tahun di akhir setiap tahun selama 10 tahun. Suku bunga efektif adalah 6% per tahun untuk tahun ke-1 sampai ke-4, dan 9% per tahun untuk tahun ke-5 sampai ke-10. Hitung present value dari seluruh arus kas setoran tersebut di t=0t=0.

Solusi Soal B

1. Identifikasi Variabel

  • R=2,000,000R = 2{,}000{,}000
  • i=6%i = 6\% untuk periode k=1,2,3,4k = 1, 2, 3, 4 (Blok I)
  • j=9%j = 9\% untuk periode k=5,6,,10k = 5, 6, \ldots, 10 (Blok II)
  • m=4m = 4 (jumlah periode Blok I), nm=6n - m = 6 (jumlah periode Blok II)
  • Focal date: t=0t = 0

2. Time Diagram

t=0    t=1...t=4              t=5...t=10
 |---[i=6%]---|--------[i=9%]---------|
      [R][R][R][R]     [R][R][R][R][R][R]
      ← Blok I, 4 pmt →← Blok II, 6 pmt →

3. Equation of Value (Focal Date t=0t = 0)

PV=Ra46%+Ra69%v6%4PV = R \cdot a_{\overline{4}|6\%} + R \cdot a_{\overline{6}|9\%} \cdot v_{6\%}^{4}

4. Eksekusi Aljabar

Hitung a46%a_{\overline{4}|6\%}:

a46%=1(1.06)40.06=10.7920940.06=0.2079060.06=3.465106a_{\overline{4}|6\%} = \frac{1 - (1.06)^{-4}}{0.06} = \frac{1 - 0.792094}{0.06} = \frac{0.207906}{0.06} = 3.465106

Hitung a69%a_{\overline{6}|9\%}:

a69%=1(1.09)60.09=10.5962670.09=0.4037330.09=4.485922a_{\overline{6}|9\%} = \frac{1 - (1.09)^{-6}}{0.09} = \frac{1 - 0.596267}{0.09} = \frac{0.403733}{0.09} = 4.485922

Hitung v6%4=(1.06)4=0.792094v_{6\%}^{4} = (1.06)^{-4} = 0.792094

Gabungkan:

PV=2,000,000×[3.465106+4.485922×0.792094]PV = 2{,}000{,}000 \times \left[3.465106 + 4.485922 \times 0.792094\right]

=2,000,000×[3.465106+3.553139]= 2{,}000{,}000 \times \left[3.465106 + 3.553139\right]

=2,000,000×7.018245= 2{,}000{,}000 \times 7.018245

PV=Rp  14,036,490\boxed{PV = Rp\; 14{,}036{,}490}

5. Verification

Jika rate konstan 6% untuk semua 10 tahun: a106%=7.360087a_{\overline{10}|6\%} = 7.360087, PV ≈ Rp 14.720.174. Dengan rate 9% di paruh kedua (rate lebih tinggi → discount lebih besar → PV lebih kecil), hasil Rp 14.036.490 < Rp 14.720.174. Arah ini benar. ✓

Exam Tips — Soal B
  • Target waktu: 5–7 menit. Ini adalah struktur paling umum yang diujikan untuk topik ini.
  • Common trap #1: Mendiscount blok kedua menggunakan v9%4v_{9\%}^4 alih-alih v6%4v_{6\%}^4. PV blok kedua di t=4t=4 dihitung dengan rate 9%, tetapi untuk memindahkannya dari t=4t=4 ke t=0t=0, harus menggunakan rate yang berlaku di periode t=0t=0 hingga t=4t=4, yaitu 6%.
  • Common trap #2: Menganggap Ra69%R \cdot a_{\overline{6}|9\%} sudah berada di t=0t=0. Padahal nilai ini berada di t=4t=4 (satu periode sebelum pembayaran pertama Blok II di t=5t=5), jadi harus di-discount 4 periode dengan rate 6%.
  • Shortcut mnemonic: “Nilai anuitas blok berikutnya selalu berada di satu periode SEBELUM pembayaran pertama blok itu.”

Soal C — Challenging

Seorang individu menerima pembayaran sebesar Rp 1.000.000 per tahun di akhir setiap tahun selama 8 tahun. Suku bunga efektif adalah 5% per tahun untuk tahun ke-1 sampai ke-3, 8% per tahun untuk tahun ke-4 sampai ke-6, dan 6% per tahun untuk tahun ke-7 sampai ke-8. Hitung future value dari seluruh arus kas tersebut di t=8t = 8.

Solusi Soal C

1. Identifikasi Variabel

  • R=1,000,000R = 1{,}000{,}000
  • i1=i2=i3=5%i_1 = i_2 = i_3 = 5\%; i4=i5=i6=8%i_4 = i_5 = i_6 = 8\%; i7=i8=6%i_7 = i_8 = 6\%
  • Focal date: t=8t = 8
  • Tiga blok: Blok I (t=1,2,3t=1,2,3), Blok II (t=4,5,6t=4,5,6), Blok III (t=7,8t=7,8)

2. Time Diagram

t=0  t=1 t=2 t=3  t=4 t=5 t=6  t=7 t=8
 |--[5%]--|----[8%]----|---[6%]--|
    [R][R][R]  [R][R][R]   [R][R]
    ←Blok I→  ←Blok II→  ←Blok III→
                                   ↑ FV di sini

3. Equation of Value (Focal Date t=8t = 8)

Strategi: accumulate setiap blok ke t=8t=8 secara terpisah.

FV=Rs35%A(3,8)+Rs38%A(6,8)+Rs26%FV = R \cdot s_{\overline{3}|5\%} \cdot A(3,8) + R \cdot s_{\overline{3}|8\%} \cdot A(6,8) + R \cdot s_{\overline{2}|6\%}

di mana: A(3,8)=(1.08)3(1.06)2,A(6,8)=(1.06)2A(3,8) = (1.08)^3 \cdot (1.06)^2, \quad A(6,8) = (1.06)^2

4. Eksekusi Aljabar

Blok I — FV di t=3t=3, lalu accumulate ke t=8t=8:

s35%=(1.05)310.05=1.15762510.05=3.152500s_{\overline{3}|5\%} = \frac{(1.05)^3 - 1}{0.05} = \frac{1.157625 - 1}{0.05} = 3.152500

A(3,8)=(1.08)3×(1.06)2=1.259712×1.123600=1.415282A(3,8) = (1.08)^3 \times (1.06)^2 = 1.259712 \times 1.123600 = 1.415282

FVBlok I=1,000,000×3.152500×1.415282=1,000,000×4.461727=4,461,727FV_{\text{Blok I}} = 1{,}000{,}000 \times 3.152500 \times 1.415282 = 1{,}000{,}000 \times 4.461727 = 4{,}461{,}727

Blok II — FV di t=6t=6, lalu accumulate ke t=8t=8:

s38%=(1.08)310.08=1.25971210.08=3.246400s_{\overline{3}|8\%} = \frac{(1.08)^3 - 1}{0.08} = \frac{1.259712 - 1}{0.08} = 3.246400

A(6,8)=(1.06)2=1.123600A(6,8) = (1.06)^2 = 1.123600

FVBlok II=1,000,000×3.246400×1.123600=1,000,000×3.647372=3,647,372FV_{\text{Blok II}} = 1{,}000{,}000 \times 3.246400 \times 1.123600 = 1{,}000{,}000 \times 3.647372 = 3{,}647{,}372

Blok III — FV langsung di t=8t=8:

s26%=(1.06)210.06=1.12360010.06=2.060000s_{\overline{2}|6\%} = \frac{(1.06)^2 - 1}{0.06} = \frac{1.123600 - 1}{0.06} = 2.060000

FVBlok III=1,000,000×2.060000=2,060,000FV_{\text{Blok III}} = 1{,}000{,}000 \times 2.060000 = 2{,}060{,}000

Total FV:

FV=4,461,727+3,647,372+2,060,000FV = 4{,}461{,}727 + 3{,}647{,}372 + 2{,}060{,}000

FV=Rp  10,169,099\boxed{FV = Rp\; 10{,}169{,}099}

5. Verification

Dengan 8 pembayaran Rp 1.000.000 dan rate sekitar 6%–8%, FV total Rp 10.169.099 ≈ 10.17× satu pembayaran. Untuk perbandingan, s87%=10.2598s_{\overline{8}|7\%} = 10.2598 (rate rata-rata kasar 7%), FV ≈ Rp 10.259.800. Hasil kita sedikit lebih rendah karena rate awal 5% lebih rendah dan pembayaran awal punya lebih banyak periode untuk tumbuh — rate rendah di awal mengurangi kontribusi blok pertama. Urutan magnitudo masuk akal. ✓

Exam Tips — Soal C
  • Target waktu: 8–10 menit. Soal tiga blok dengan FV memerlukan akurasi kalkulasi yang tinggi.
  • Common trap #1: Menggunakan A(3,8)=(1.08)5A(3,8) = (1.08)^5 (asumsikan semua 5 periode pakai 8%) — ini salah. Dari t=3t=3 ke t=8t=8, hanya periode ke-4, 5, 6 yang menggunakan 8%, sedangkan periode ke-7, 8 menggunakan 6%.
  • Common trap #2: FV blok menggunakan aa_{\overline{\cdot}|} (bukan ss_{\overline{\cdot}|}) lalu di-accumulate — ini akan double-count. FV blok = RsmiblokR \cdot s_{\overline{m}|i_{\text{blok}}} sudah berada di akhir blok tersebut, langsung bisa di-accumulate ke t=nt=n.
  • Shortcut: Bangun FV blok per blok dari kanan ke kiri: mulai Blok III (paling kanan, tidak perlu accumulate lebih lanjut), lalu Blok II, lalu Blok I. Ini mengurangi risiko salah menghitung jumlah periode accumulation.

Section 5 — Verifikasi & Sanity Check

Arah dan Magnitudo FV/PV
  1. FV selalu ≥ jumlah semua pembayaran: Jika ik>0i_k > 0 untuk semua kk, maka FV>n×RFV > n \times R. Jika tidak, ada kesalahan tanda atau rate.
  2. PV selalu ≤ jumlah semua pembayaran: Jika ik>0i_k > 0, maka PV<n×RPV < n \times R. Jika PV ≥ n×Rn \times R, periksa apakah faktor diskonto sudah kurang dari 1.
  3. Rate lebih tinggi → PV lebih rendah, FV lebih tinggi: Jika kamu meningkatkan salah satu iki_k, PV harus turun dan FV harus naik.
Konsistensi PV dan FV
  1. FV=PV×A(0,n)FV = PV \times A(0,n): Setelah menghitung PV dan FV secara terpisah, verifikasi dengan A(0,n)=k=1n(1+ik)A(0,n) = \prod_{k=1}^n (1+i_k).
  2. Dekomposisi blok konsisten: PVtotal=PVBlok I+PVBlok II+PV_{\text{total}} = PV_{\text{Blok I}} + PV_{\text{Blok II}} + \ldots harus sama dengan hasil hitungan langsung.
Limit Case
  1. Jika semua ik=ii_k = i (konstan): Hasilnya harus sama persis dengan RaniR \cdot a_{\overline{n}|i} atau RsniR \cdot s_{\overline{n}|i}. Gunakan ini sebagai self-test implementasi rumus.
  2. Jika n=1n = 1: PV=R/(1+i1)PV = R/(1+i_1) dan FV=RFV = R. Trivial, tetapi berguna untuk verifikasi arah.

Metode Alternatif

Metode Iteratif (Prospektif dari Kanan):

Untuk PV, mulai dari pembayaran terakhir dan akumulasikan mundur:

PV=11+i1(R+11+i2(R+11+i3(R+)))PV = \frac{1}{1+i_1}\left(R + \frac{1}{1+i_2}\left(R + \frac{1}{1+i_3}\left(R + \cdots\right)\right)\right)

Ini setara dengan algoritma Horner — berguna untuk kalkulasi manual berurutan dan mengurangi kesalahan perkalian.

Metode Tabel Akumulatif:

Bangun tabel dengan kolom: tt, iti_t, A(0,t)A(0,t), 1/A(0,t)1/A(0,t), R/A(0,t)R/A(0,t). Jumlahkan kolom terakhir untuk PV. Ini lebih sistematis dan mengurangi kesalahan.

Section 6 — Visualisasi Mental

Time Diagram dengan Blok Rate:

Bayangkan garis waktu dari t=0t=0 ke t=nt=n terbagi menjadi segmen-segmen dengan warna berbeda, masing-masing melambangkan suku bunga yang berlaku. Di setiap titik waktu, ada satu batang vertikal yang mewakili pembayaran. Untuk menghitung PV setiap batang, kamu harus “menarik” batang tersebut ke kiri melalui setiap segmen warna yang dilewatinya — setiap segmen mereduksi nilai batang sesuai faktor diskonto segmen itu.

Sumbu X adalah waktu (t=0t = 0 hingga t=nt = n). Tidak ada sumbu Y tunggal yang bermakna dalam diagram ini — setiap cash flow adalah titik tersendiri. Yang penting adalah lebar segmen (berapa periode tiap rate berlaku) dan tinggi batang (besar pembayaran).

Kurva Discount Factor Kumulatif 1/A(0,t)1/A(0,t) vs tt:

Jika kita plot 1/A(0,t)1/A(0,t) sebagai fungsi tt:

  • Kurva selalu menurun karena setiap periode menambah satu faktor diskonto <1< 1.
  • Kemiringan penurunan berubah di titik transisi rate: jika rate naik (misalnya dari 5% ke 10%), kurva menurun lebih curam setelah titik tersebut.
  • Jika rate turun, kurva menurun lebih landai.
  • Dalam kasus konstan, kurva adalah fungsi eksponensial vtv^t yang halus dan menurun.

Kurva Accumulation Factor A(0,t)A(0,t) vs tt:

Sebaliknya, A(0,t)A(0,t) adalah kurva naik yang mengubah kemiringan di setiap titik transisi rate:

  • Kemiringan lebih curam saat rate tinggi.
  • Kemiringan lebih landai saat rate rendah.
  • Kurva tetap kontinu tetapi tidak mulus — ada “patahan” kemiringan di setiap titik transisi.

Hubungan Visual ↔ Rumus

Luas di bawah batang = kontribusi PV tiap pembayaran:

PVt=R1A(0,t)PV_t = R \cdot \frac{1}{A(0,t)}

Nilai 1/A(0,t)1/A(0,t) adalah tinggi kurva discount factor kumulatif di titik tt. Mengalikan dengan RR memberikan kontribusi PV pembayaran di tt.

Patahan kemiringan = pergantian rate:

Setiap “siku” pada kurva A(0,t)A(0,t) atau 1/A(0,t)1/A(0,t) berkorespondensi langsung dengan titik tt di mana iki_k berubah nilainya. Ini membantu mengidentifikasi apakah kamu sudah menggunakan rate yang benar untuk setiap segmen.

Section 7 — Jebakan Umum

Kesalahan Unit Waktu

Kesalahan: Soal menyebut rate 6% per tahun untuk Blok I dan pembayaran bulanan. Kandidat menggunakan ik=6%i_k = 6\% langsung dalam formula.

Benar: Konversi ke rate per bulan terlebih dahulu: imonthly=(1.06)1/1210.4868%i_{\text{monthly}} = (1.06)^{1/12} - 1 \approx 0.4868\% per bulan. Kemudian gunakan ini sebagai iki_k untuk setiap periode bulan. Jangan pernah mencampur frekuensi rate dan frekuensi pembayaran tanpa konversi.

Kesalahan Konseptual
  1. Menggunakan rate rata-rata: iˉ=kik/n\bar{i} = \sum_k i_k / n tidak menghasilkan PV yang benar. PV bukan fungsi linear dari iki_k. Rata-rata hanya memberikan aproksimasi kasar, bukan jawaban ujian.
  2. Accumulation factor blok yang salah: Untuk mendiscount nilai blok II dari t=mt=m ke t=0t=0, gunakan rate yang berlaku di periode 11 sampai mm (yaitu rate Blok I), bukan rate Blok II. Kesalahan ini sangat umum.
  3. Posisi nilai annuity blok di garis waktu: RamiR \cdot a_{\overline{m}|i} berada di t=0t=0 (satu periode sebelum pembayaran pertama). RakjR \cdot a_{\overline{k}|j} untuk blok mulai dari t=m+1t=m+1 berada di t=mt=m (bukan t=m+1t=m+1 dan bukan t=0t=0).
  4. FV blok bukan PV × accumulation factor yang salah: FV=PV×A(0,n)FV = PV \times A(0,n) menggunakan A(0,n)A(0,n) yang benar, yaitu produk semua (1+ik)(1+i_k) dari k=1k=1 sampai nn — bukan hanya rate akhir atau rate rata-rata.
Kesalahan Interpretasi Soal

Ambiguitas 1: “Rate berubah menjadi 9% setelah tahun ke-4.” Ini berarti i5=9%i_5 = 9\% (yaitu ik=9%i_k = 9\% mulai dari periode yang dimulai pada t=4t=4). Pastikan apakah rate baru berlaku mulai akhir tahun ke-4 atau awal tahun ke-5 — keduanya sama, tetapi cara penomoran periode bisa membingungkan.

Ambiguitas 2: “Selama 4 tahun pertama rate adalah 6%, kemudian 8%.” Jika ada n=7n=7 pembayaran, maka 4 pembayaran pertama di-discount/accumulate dengan 6%, dan 3 pembayaran berikutnya dengan 8% — bukan “4 tahun pertama bernilai sesuatu dan sisanya bernilai sesuatu lain” tanpa mengacu pada jumlah pembayaran.

Red Flags
  • “Interest rate changes after year X”: Wajib split menjadi dua atau lebih blok. Jangan gunakan satu formula ania_{\overline{n}|i} konstan.
  • “Different rates for different periods”: Baca jumlah periodenya masing-masing dengan saksama, pastikan total periodenya = nn.
  • Soal meminta FV dengan tiga blok rate: Sangat rentan salah pada A(t1,t2)A(t_1, t_2) — tuliskan secara eksplisit mana saja periode yang masuk ke dalam setiap accumulation factor.
  • Rate dinyatakan nominal: Selalu konversi ke effective rate per periode pembayaran sebelum melakukan kalkulasi apapun.
  • “Nilai ekuivalen pada t=mt = m (bukan 0 atau n)”: Pilih focal date di t=mt=m dan discount/accumulate semua arus kas ke sana.

Section 8 — Ringkasan Eksekutif

Must-Remember
  1. Accumulation factor kumulatif: A(0,n)=k=1n(1+ik)A(0,n) = \prod_{k=1}^{n}(1+i_k)
  2. PV satu pembayaran RR di t=kt=k: PVk=Rj=1k(1+ij)PV_k = \frac{R}{\prod_{j=1}^{k}(1+i_j)}
  3. PV total anuitas-immediate: PV=Rt=1n1k=1t(1+ik)PV = R \sum_{t=1}^{n} \frac{1}{\prod_{k=1}^{t}(1+i_k)}
  4. Strategi dua blok (rate ii untuk mm periode, rate jj untuk nmn-m periode): PV=Rami+Ranmj(1+i)mPV = R \cdot a_{\overline{m}|i} + R \cdot a_{\overline{n-m}|j} \cdot (1+i)^{-m}
  5. Hubungan universal PV dan FV: FV=PVk=1n(1+ik)FV = PV \cdot \prod_{k=1}^{n}(1+i_k)

Kapan Digunakan

  • Trigger keywords: “rate berubah setelah tahun ke-XX,” “suku bunga berbeda per periode,” “two different interest rates,” “rate pada tahun pertama … dan tahun berikutnya …,” “varying rate.”
  • Tipe skenario soal:
    • Hitung PV atau FV anuitas ketika rate berubah di satu titik (dua blok).
    • Hitung PV atau FV dengan tiga atau lebih blok rate.
    • Soal gabungan: varying rate + unknown payment atau unknown nn.
    • Soal yang menyamar sebagai soal 3.1 Spot Rates and Forward Rates: sebenarnya menghitung PV dengan spot rates berbeda tiap maturity, yang ekuivalen dengan varying rates.

Kapan TIDAK Boleh Digunakan

  • Jika rate konstan sepanjang anuitas: Gunakan langsung ania_{\overline{n}|i} atau snis_{\overline{n}|i} dari 2.1 Annuity-Immediate and Annuity-Due.
  • Jika yang berubah adalah besar pembayaran, bukan rate: Gunakan 2.3 Varying Annuities (geometric atau arithmetic).
  • Jika rate berubah secara kontinu: Gunakan 2.4 Continuous Annuities dengan force of interest δ(t)\delta(t) yang merupakan fungsi waktu [BEYOND CF1].

Quick Decision Tree

graph TD
    A["Apakah suku bunga konstan sepanjang anuitas?"] -->|"Ya"| B["Gunakan formula standard&#10;a(n,i) atau s(n,i)"]
    A -->|"Tidak, berubah per periode/blok"| C["Berapa banyak blok rate yang berbeda?"]
    C -->|"2 blok"| D["Split jadi 2 bagian ➜ lihat Formula 1"]
    C -->|"3+ blok atau tiap periode beda"| E["Hitung term by term ➜ lihat Formula 2"]
    D --> F["Soal tanya PV atau FV?"]
    E --> F
    F -->|"PV"| G["Discount ke t=0 ➜ lihat Formula 3"]
    F -->|"FV"| H["Accumulate ke t=n ➜ lihat Formula 4"]
    H --> I["Verifikasi ➜ lihat Formula 5"]
    G --> I

Legenda Formula

Formula 1 — Split 2 blok: PV=Rami+RanmjvimPV = R \cdot a_{\overline{m}|i} + R \cdot a_{\overline{n-m}|j} \cdot v_i^m

Formula 2 — Term by term: PV=tRA(0,t)PV = \sum_{t} \frac{R}{A(0,t)}

Formula 3 — Discount ke t=0: PV=tRtA(0,t)PV = \sum_{t} \frac{R_t}{A(0,t)}

Formula 4 — Accumulate ke t=n: FV=tRtA(t,n)FV = \sum_{t} R_t \cdot A(t,n)

Formula 5 — Verifikasi: FV=PVA(0,n)FV = PV \cdot A(0,n)


Follow-up Options
  1. “Berikan contoh soal variasi di mana rate dinyatakan sebagai nominal convertible semiannually, bukan effective annual”
  2. “Jelaskan hubungan 2.6 Varying Interest Rates dengan 3.1 Spot Rates and Forward Rates
  3. “Buat flashcard 1-halaman untuk topik ini”

📖 Ref: Vaaler Bab 3–4, Kellison Bab 3–4 | 🗓️ 2026-02-19 | #CF1 #Annuity #VaryingInterest #PresentValue #FutureValue