PAI · AAMAI · 2026
Aktuaria
Indonesia
CF1 · Materi 1.4

Accumulation and Present Value

2026-02-20 Medium Bobot: 10–20% Vaaler Bab 1–2, Kellison Bab 1–2
CF1MatematikaKeuanganAccumulationFunctionPresentValueFutureValueVariableInterestCompoundInterestSimpleInterest

📘 1.4 — Accumulation and Present Value

Ringkasan Cepat

Topik: Accumulation and Present Value | Bobot: ~10–20% | Difficulty: Medium Ref: Vaaler Bab 1–2, Kellison Bab 1–2 | Prereq: 1.1 Interest Rates and Discount Rates, 1.2 Effective, Nominal, and Force of Interest

Section 0 — Pemetaan Topik

Topik CF1Sub-topik IDSkill DiujiBobotDifficultyPrerequisiteConnected TopicsReferensi
Topik 1: Nilai Waktu dari Uang1.4Menghitung AV dan PV untuk investasi tunggal dengan bunga konstan maupun variabel per periode; membangun dan menginterpretasi accumulation function a(t)a(t); menghitung PV/AV dengan force of interest yang berubah; membedakan compound vs simple interest; menerapkan discount function v(t)v(t)10–20%Medium1.1 Interest Rates and Discount Rates, 1.2 Effective, Nominal, and Force of Interest1.3 Cash Flow Equations and Inflation, 1.5 NPV, IRR, DWRR, TWRR, 2.4 Continuous Annuities, 2.6 Varying Interest Rates, 3.1 Spot Rates and Forward RatesVaaler Bab 1–2, Kellison Bab 1–2

Section 1 — Intuisi

Bayangkan seseorang menyimpan uang di bank. Pertanyaan paling fundamental adalah: jika kamu menyimpan Rp 1 hari ini, berapa nilainya tt tahun dari sekarang? Jawaban atas pertanyaan ini adalah accumulation function a(t)a(t) — sebuah fungsi yang merangkum seluruh mekanisme pertumbuhan investasi dari waktu ke waktu. Tidak peduli apakah bank menerapkan bunga sederhana, bunga majemuk, atau bahkan tingkat bunga yang berubah-ubah setiap tahunnya — a(t)a(t) selalu bisa menjawab pertanyaan tersebut secara presisi.

Konsep kebalikannya adalah present value (PV): jika seseorang berjanji membayar Rp 1 kepada kamu tt tahun dari sekarang, berapa nilainya hari ini? Ini adalah pertanyaan tentang discount function v(t)=1/a(t)v(t) = 1/a(t) — seberapa besar kita “menghukum” uang di masa depan karena harus menunggu. Semakin tinggi suku bunga dan semakin jauh jangka waktunya, semakin kecil nilai sekarang dari uang masa depan tersebut. Intuisi ini adalah fondasi dari seluruh matematika keuangan.

Yang membuat topik ini kaya adalah variasi mekanisme pertumbuhan. Dalam kenyataan, suku bunga sering berubah — bank mengubah rate-nya, instrumen berbeda punya tenor berbeda, dan obligasi pemerintah memiliki spot rate yang berbeda untuk setiap maturitas. Topik 1.4 mengajarkan cara menangani semua skenario ini secara sistematis: dari kasus paling sederhana (compound interest konstan) hingga yang paling umum (force of interest yang berubah sebagai fungsi waktu). Penguasaan topik ini adalah prasyarat langsung untuk 2.6 Varying Interest Rates, 3.1 Spot Rates and Forward Rates, dan seluruh bab obligasi.

Section 2 — Definisi Formal

Definisi Matematis

Accumulation Function a(t)a(t): nilai akumulasi pada waktu tt dari investasi sebesar 1 unit yang ditanamkan pada t=0t = 0.

Syarat wajib accumulation function yang valid:

a(0)=1,a(t)>0  t0,a(t) non-decreasing untuk i0a(0) = 1, \quad a(t) > 0 \; \forall\, t \geq 0, \quad a(t) \text{ non-decreasing untuk } i \geq 0

Amount Function A(t)A(t): nilai akumulasi dari investasi awal sebesar kk unit:

A(t)=ka(t)A(t) = k \cdot a(t)

Present Value dari 1 unit yang jatuh tempo di tt:

PV=v(t)=1a(t)PV = v(t) = \frac{1}{a(t)}

Present Value dari jumlah XX yang jatuh tempo di tt:

PV=Xv(t)=Xa(t)PV = X \cdot v(t) = \frac{X}{a(t)}

Variabel & Parameter

SimbolMaknaCatatan
a(t)a(t)Accumulation function (dari t=0t=0 ke tt)Selalu a(0)=1a(0)=1
A(t)A(t)Amount function untuk investasi awal kkA(t)=ka(t)A(t) = k \cdot a(t)
v(t)v(t)Discount function =1/a(t)= 1/a(t)Faktor diskonto dari tt ke t=0t=0
kkJumlah investasi awal (principal)Unit moneter
iti_tSuku bunga efektif untuk periode [t1,t][t-1,\, t]Bisa berbeda tiap periode
iiSuku bunga efektif konstan per periodeKasus khusus it=ii_t = i untuk semua tt
δt\delta_tForce of interest pada waktu tt (kontinu)Bisa berupa fungsi tt
δ\deltaForce of interest konstanKasus khusus δt=δ\delta_t = \delta
ttWaktu dalam tahunBisa non-integer untuk compound interest
nnJumlah periode diskretInteger positif

Rumus Utama

Compound Interest — accumulation function:

a(t)=(1+i)ta(t) = (1+i)^t

Label: Kasus paling umum dalam CF1. Berlaku untuk tt non-integer. Bunga dikompoundkan secara kontinu dalam waktu.

Simple Interest — accumulation function:

a(t)=1+ita(t) = 1 + it

Label: Hanya berlaku untuk t0t \geq 0. Tidak ada compounding antar-periode — bunga dihitung hanya atas pokok awal. Digunakan untuk periode sangat pendek atau instrumen pasar uang.

Compound interest — future value (FV) dan present value (PV):

FV=k(1+i)t,PV=k(1+i)t=kvtFV = k \cdot (1+i)^t, \qquad PV = \frac{k}{(1+i)^t} = k \cdot v^t

Accumulation dengan suku bunga berbeda per periode diskret:

a(n)=t=1n(1+it)=(1+i1)(1+i2)(1+in)a(n) = \prod_{t=1}^{n}(1 + i_t) = (1+i_1)(1+i_2)\cdots(1+i_n)

Label: Jika suku bunga berubah setiap periode, faktor akumulasi adalah perkalian (bukan penjumlahan) faktor per periode. Digunakan dalam 2.6 Varying Interest Rates dan 3.1 Spot Rates and Forward Rates.

Present Value dengan suku bunga berbeda per periode:

v(n)=1a(n)=t=1n11+it=1(1+i1)(1+i2)(1+in)v(n) = \frac{1}{a(n)} = \prod_{t=1}^{n} \frac{1}{1+i_t} = \frac{1}{(1+i_1)(1+i_2)\cdots(1+i_n)}

Accumulation dengan force of interest konstan δ\delta:

a(t)=eδta(t) = e^{\delta t}

Accumulation dengan force of interest yang berubah δs\delta_s:

a(t)=e0tδsdsa(t) = e^{\int_0^t \delta_s \, ds}

Label: Bentuk paling umum. Jika δs=δ\delta_s = \delta konstan, ini mereduksi ke eδte^{\delta t}.

Hubungan antara a(t)a(t) dan δt\delta_t:

δt=a(t)a(t)=ddtlna(t)\delta_t = \frac{a'(t)}{a(t)} = \frac{d}{dt} \ln a(t)

Label: Force of interest adalah laju pertumbuhan relatif (instantaneous rate of return) dari accumulation function. Ini adalah definisi paling general dari δt\delta_t.

Faktor akumulasi dari t1t_1 ke t2t_2 (bukan dari 00):

a(t1,t2)=a(t2)a(t1)=et1t2δsdsa(t_1, t_2) = \frac{a(t_2)}{a(t_1)} = e^{\int_{t_1}^{t_2} \delta_s \, ds}

Label: Untuk memindahkan nilai dari waktu t1t_1 ke t2t_2, gunakan rasio accumulation function, bukan a(t2)a(t_2) saja.

PV investasi tunggal XX yang jatuh tempo di waktu tt (konteks umum):

PV=Xa(t)=Xe0tδsdsPV = \frac{X}{a(t)} = X \cdot e^{-\int_0^t \delta_s \, ds}

Asumsi Eksplisit

  • Compound Interest Default: Kecuali soal menyebut “simple interest,” selalu gunakan compound interest.
  • Non-negative Interest Rate: i0i \geq 0 (dan umumnya i>0i > 0), sehingga a(t)a(t) non-decreasing.
  • Investasi Awal Tunggal: Topik ini fokus pada satu cash flow awal di t=0t=0, bukan serangkaian pembayaran (lihat 2.1 Annuity-Immediate and Annuity-Due).
  • Tidak Ada Biaya atau Pajak: Frictionless market.
  • Konsistensi Unit Waktu: iti_t, δt\delta_t, dan tt harus dalam unit yang sama.

Section 3 — Jembatan Logika

Dari Time Diagram ke Equation of Value

Setiap kalkulasi AV/PV berakar dari satu prinsip sederhana: memindahkan nilai uang sepanjang garis waktu membutuhkan faktor yang tepat.

  • Memindahkan maju (dari t1t_1 ke t2>t1t_2 > t_1): kalikan dengan a(t1,t2)=a(t2)/a(t1)a(t_1, t_2) = a(t_2)/a(t_1).
  • Memindahkan mundur (dari t2t_2 ke t1<t2t_1 < t_2): bagi dengan a(t1,t2)a(t_1, t_2), atau kalikan v(t1,t2)=a(t1)/a(t2)v(t_1, t_2) = a(t_1)/a(t_2).

Untuk compound interest konstan: a(t1,t2)=(1+i)t2t1a(t_1, t_2) = (1+i)^{t_2 - t_1}. Untuk varying rates: a(t1,t2)=s=t1+1t2(1+is)a(t_1, t_2) = \prod_{s=t_1+1}^{t_2}(1+i_s). Untuk force of interest: a(t1,t2)=et1t2δsdsa(t_1, t_2) = e^{\int_{t_1}^{t_2}\delta_s\,ds}.

Focal Date dan Faktor Akumulasi Partial

Ketika menghitung PV atau AV dengan suku bunga yang berbeda per periode, jangan gunakan a(t)=(1+i)ta(t) = (1+i)^t dengan rata-rata ii. Suku bunga berbeda harus dikalikan secara berurutan. Misalnya, untuk menghitung AV di akhir tahun ke-3 dengan i1=5%i_1 = 5\%, i2=6%i_2 = 6\%, i3=7%i_3 = 7\%:

a(3)=(1.05)(1.06)(1.07)=1.190931a(3) = (1.05)(1.06)(1.07) = 1.190931

Bukan (1+iˉ)3(1+\bar{i})^3 dengan iˉ=(5%+6%+7%)/3=6%\bar{i} = (5\%+6\%+7\%)/3 = 6\%, yang memberikan (1.06)3=1.191016(1.06)^3 = 1.191016 — nilai yang hampir sama tapi secara prinsip salah.

Derivasi a(t)=(1+i)ta(t) = (1+i)^t dari definisi compound interest:

Pada compound interest, bunga per periode dihitung atas nilai akumulasi saat itu (bukan atas pokok awal saja). Jika nilai pada awal periode kk adalah Ak1A_{k-1}, maka di akhir periode kk:

Ak=Ak1(1+i)A_k = A_{k-1}(1+i)

Dengan A0=kA_0 = k (investasi awal), iterasi menghasilkan:

An=k(1+i)n    a(n)=(1+i)nA_n = k(1+i)^n \implies a(n) = (1+i)^n

Untuk waktu kontinu, sama saja: a(t)=(1+i)ta(t) = (1+i)^t (ekstensi natural dari a(n)a(n) ke non-integer tt).

Derivasi hubungan δt=a(t)/a(t)\delta_t = a'(t)/a(t):

Force of interest δt\delta_t didefinisikan sebagai laju pertumbuhan instan (instantaneous rate of return) dari 1 unit investasi. Secara formal:

δt=limh0a(t+h)a(t)ha(t)=a(t)a(t)\delta_t = \lim_{h \to 0} \frac{a(t+h) - a(t)}{h \cdot a(t)} = \frac{a'(t)}{a(t)}

Ini adalah derivative logaritmik dari a(t)a(t):

δt=ddtlna(t)\delta_t = \frac{d}{dt} \ln a(t)

Mengintegralkan kedua sisi dari 00 ke tt:

0tδsds=lna(t)lna(0)=lna(t)\int_0^t \delta_s \, ds = \ln a(t) - \ln a(0) = \ln a(t)

(karena a(0)=1a(0) = 1, sehingga lna(0)=0\ln a(0) = 0). Eksponensiasikan:

a(t)=e0tδsdsa(t) = e^{\int_0^t \delta_s \, ds}

Derivasi ini menghubungkan force of interest (konsep diferensial) dengan accumulation function (konsep integral) secara lengkap.

Mengapa simple interest \neq compound interest untuk t>1t > 1:

Untuk t=1t = 1: keduanya sama — a(1)=1+ia(1) = 1 + i untuk keduanya.

Untuk t>1t > 1: compound interest >> simple interest, karena:

(1+i)t>1+itt>1,  i>0(1+i)^t > 1 + it \quad \forall\, t > 1, \; i > 0

(Ini mengikuti dari konveksitas fungsi (1+i)t(1+i)^t terhadap tt, atau dari AM-GM inequality.)

Untuk 0<t<10 < t < 1: simple interest >> compound interest (berguna untuk interpolasi jangka pendek).

Dilarang
  1. Dilarang menggunakan rata-rata suku bunga dalam perkalian: Jika i1=4%i_1 = 4\% dan i2=6%i_2 = 6\%, maka a(2)=(1.04)(1.06)=1.1024a(2) = (1.04)(1.06) = 1.1024, bukan (1.05)2=1.1025(1.05)^2 = 1.1025. Perbedaannya kecil tetapi secara prinsip selalu salah.
  2. Dilarang menggunakan a(t2)a(t_2) saja untuk memindahkan nilai dari t10t_1 \neq 0: Selalu gunakan a(t2)/a(t1)a(t_2)/a(t_1) sebagai faktor akumulasi dari t1t_1 ke t2t_2. Menggunakan a(t2)a(t_2) saja berarti mendiskonto semua the way back ke t=0t=0, yang tidak tepat.
  3. Dilarang menggunakan simple interest untuk horizon lebih dari 1 periode dalam CF1 kecuali soal menyatakan secara eksplisit: Semua formula standar di CF1 (anuitas, obligasi, amortisasi) menggunakan compound interest.

Section 4 — Contoh Soal

Soal A — Fundamental

Seseorang menginvestasikan Rp 8.000.000 pada t=0t = 0. Suku bunga efektif tahunan adalah i=7.5%i = 7.5\% (compound). Hitung: (a) nilai akumulasi pada t=10t = 10 tahun, (b) present value di t=0t = 0 dari Rp 15.000.000 yang jatuh tempo di t=8t = 8 tahun, dan (c) berapa lama waktu yang diperlukan agar investasi awal Rp 8.000.000 tumbuh menjadi Rp 20.000.000?

Solusi Soal A

1. Identifikasi Variabel

  • Investasi awal: k=8,000,000k = 8{,}000{,}000
  • Suku bunga efektif: i=0.075i = 0.075 per tahun (compound)
  • v=1/1.075v = 1/1.075
  • Bagian (a): cari A(10)A(10)
  • Bagian (b): cari PV dari X=15,000,000X = 15{,}000{,}000 di t=8t = 8
  • Bagian (c): cari tt sehingga A(t)=20,000,000A(t) = 20{,}000{,}000

2. Time Diagram

t=0          t=8      t=10
 |------------|--------|
-8.000.000  15.000.000  A(10) = ?
 PV(b) ←    ↓

3. Equation of Value

(a) A(10)=ka(10)=8,000,000×(1.075)10A(10) = k \cdot a(10) = 8{,}000{,}000 \times (1.075)^{10}

(b) PV=15,000,000×v8=15,000,000×(1.075)8PV = 15{,}000{,}000 \times v^8 = 15{,}000{,}000 \times (1.075)^{-8}

(c) 8,000,000×(1.075)t=20,000,0008{,}000{,}000 \times (1.075)^t = 20{,}000{,}000

4. Eksekusi Aljabar

(a) AV pada t=10t = 10:

A(10)=8,000,000×(1.075)10A(10) = 8{,}000{,}000 \times (1.075)^{10} (1.075)10=2.06103(1.075)^{10} = 2.06103\ldots A(10)=8,000,000×2.06103=16,488,240A(10) = 8{,}000{,}000 \times 2.06103 = \mathbf{16{,}488{,}240}

(b) PV dari Rp 15.000.000 di t=8t = 8:

PV=15,000,000×(1.075)8PV = 15{,}000{,}000 \times (1.075)^{-8} (1.075)8=1(1.075)8=11.78348=0.56069(1.075)^{-8} = \frac{1}{(1.075)^8} = \frac{1}{1.78348} = 0.56069 PV=15,000,000×0.56069=8,410,350PV = 15{,}000{,}000 \times 0.56069 = \mathbf{8{,}410{,}350}

(c) Waktu untuk tumbuh ke Rp 20.000.000:

(1.075)t=20,000,0008,000,000=2.5(1.075)^t = \frac{20{,}000{,}000}{8{,}000{,}000} = 2.5 tln(1.075)=ln(2.5)t \cdot \ln(1.075) = \ln(2.5) t=ln(2.5)ln(1.075)=0.916290.07232=12.673 tahunt = \frac{\ln(2.5)}{\ln(1.075)} = \frac{0.91629}{0.07232} = \mathbf{12.673 \text{ tahun}}

5. Verification

(a) Cek kewajaran: 8,000,000×2=16,000,0008{,}000{,}000 \times 2 = 16{,}000{,}000 sesuai doubling time 70/7.5=9.33\approx 70/7.5 = 9.33 tahun (Rule of 70). Pada t=10t=10 (> doubling time), nilai >> Rp 16 juta. ✓

(b) Cek: PV harus lebih kecil dari nilai nominalnnya (Rp 15 juta). Rp 8.410.350 << 15.000.000. ✓

(c) Cek: (1.075)12.673e12.673×0.07232=e0.91629=2.5(1.075)^{12.673} \approx e^{12.673 \times 0.07232} = e^{0.91629} = 2.5. Maka A=8,000,000×2.5=20,000,000A = 8{,}000{,}000 \times 2.5 = 20{,}000{,}000. ✓

Exam Tips — Soal A
  • Target waktu: 3–4 menit.
  • Common trap (c): Mencoba menyelesaikan (1.075)t=2.5(1.075)^t = 2.5 dengan aljabar linear — tidak bisa. Wajib gunakan logaritma: t=ln(2.5)/ln(1.075)t = \ln(2.5)/\ln(1.075).
  • Shortcut Rule of 70: Untuk estimasi kasar doubling time: tdouble70/i%t_{double} \approx 70/i_{\%}. Tidak untuk jawaban final, hanya untuk sanity check.
  • Kalkulator: Pastikan mode kalkulator dalam desimal, bukan persen, saat memasukkan i=0.075i = 0.075.

Soal B — Exam-Typical

Sebuah investasi tumbuh dengan suku bunga efektif tahunan yang berbeda setiap tahun: i1=5%i_1 = 5\%, i2=7%i_2 = 7\%, i3=4%i_3 = 4\%, i4=8%i_4 = 8\%, i5=6%i_5 = 6\%.

(a) Hitung nilai akumulasi dari Rp 10.000.000 yang diinvestasikan pada t=0t = 0 setelah 5 tahun.

(b) Seorang investor berbeda menempatkan Rp 10.000.000 pada t=0t = 0 dalam instrumen yang memberikan compound interest konstan i=6%i = 6\% per tahun selama 5 tahun. Bandingkan hasilnya. Manakah yang lebih menguntungkan, dan mengapa hasilnya tidak sama meskipun rata-rata rate kedua instrumen tampak identik?

Solusi Soal B

1. Identifikasi Variabel

  • Investasi awal: k=10,000,000k = 10{,}000{,}000
  • Suku bunga per tahun: i1=0.05i_1=0.05, i2=0.07i_2=0.07, i3=0.04i_3=0.04, i4=0.08i_4=0.08, i5=0.06i_5=0.06
  • Instrumen pembanding: i=6%i = 6\% konstan selama 5 tahun
  • Cari: A(5)A(5) untuk keduanya dan bandingkan

2. Time Diagram

t=0     t=1      t=2      t=3      t=4      t=5
 |-------|--------|--------|--------|--------|
 k    ×(1.05)  ×(1.07)  ×(1.04)  ×(1.08)  ×(1.06)

3. Equation of Value

Instrumen A (varying):

AA(5)=10,000,000×(1+i1)(1+i2)(1+i3)(1+i4)(1+i5)A_A(5) = 10{,}000{,}000 \times (1+i_1)(1+i_2)(1+i_3)(1+i_4)(1+i_5)

Instrumen B (konstan):

AB(5)=10,000,000×(1.06)5A_B(5) = 10{,}000{,}000 \times (1.06)^5

4. Eksekusi Aljabar

Instrumen A:

aA(5)=(1.05)(1.07)(1.04)(1.08)(1.06)a_A(5) = (1.05)(1.07)(1.04)(1.08)(1.06)

Hitung bertahap:

(1.05)(1.07)=1.1235(1.05)(1.07) = 1.1235 1.1235×1.04=1.168441.1235 \times 1.04 = 1.16844 1.16844×1.08=1.2619151.16844 \times 1.08 = 1.261915 1.261915×1.06=1.3376301.261915 \times 1.06 = 1.337630 AA(5)=10,000,000×1.337630=13,376,300A_A(5) = 10{,}000{,}000 \times 1.337630 = \mathbf{13{,}376{,}300}

Instrumen B:

aB(5)=(1.06)5=1.338226a_B(5) = (1.06)^5 = 1.338226 AB(5)=10,000,000×1.338226=13,382,260A_B(5) = 10{,}000{,}000 \times 1.338226 = \mathbf{13{,}382{,}260}

Perbandingan:

AB(5)AA(5)=13,382,26013,376,300=5,960 (Rp)A_B(5) - A_A(5) = 13{,}382{,}260 - 13{,}376{,}300 = \mathbf{5{,}960} \text{ (Rp)}

Instrumen B (konstan 6%) lebih unggul tipis: Rp 5.960 lebih tinggi.

Mengapa tidak sama meskipun rata-rata rate = 6%?

Rata-rata aritmetika iˉ=(5+7+4+8+6)/5=30/5=6%\bar{i} = (5+7+4+8+6)/5 = 30/5 = 6\%. Namun, accumulation function menggunakan produk faktor-faktor, bukan jumlah. Yang relevan adalah geometric mean rate iˉG\bar{i}_G:

(1+iˉG)5=(1.05)(1.07)(1.04)(1.08)(1.06)=1.337630(1 + \bar{i}_G)^5 = (1.05)(1.07)(1.04)(1.08)(1.06) = 1.337630 iˉG=(1.337630)1/51=1.0598741=5.9874%\bar{i}_G = (1.337630)^{1/5} - 1 = 1.059874 - 1 = 5.9874\%

Geometric mean 5.9874%<6%5.9874\% < 6\% (arithmetic mean) — selalu berlaku iˉGiˉ\bar{i}_G \leq \bar{i} dengan kesetaraan hanya jika semua rate sama (AM-GM inequality). Sehingga instrumen dengan rate konstan =iˉ= \bar{i} selalu lebih menguntungkan atau sama dibanding instrumen dengan rate bervariasi yang rata-ratanya sama.

5. Verification

Cek: geometric mean harus \leq arithmetic mean. 5.9874%6%5.9874\% \leq 6\%. ✓ Cek: ABAAA_B \geq A_A. 13,382,26013,376,30013{,}382{,}260 \geq 13{,}376{,}300. ✓ Selisih kecil (Rp 5.960 dari Rp 10 juta = 0.06%) — wajar karena variasi rate-nya tidak terlalu besar.

Exam Tips — Soal B
  • Target waktu: 5–6 menit.
  • Common trap: Mengira rate rata-rata aritmetika 6% → a(5)=(1.06)5a(5) = (1.06)^5 untuk instrumen A. Ini salah. Varying rates harus dikalikan satu per satu, bukan dirata-ratakan dulu.
  • Insight penting (sering diuji): “Compound interest rate of ii for all periods” selalu menghasilkan AV \geq “varying rates yang rata-ratanya ii” karena iˉGiˉ\bar{i}_G \leq \bar{i} (AM-GM). Ini adalah properti konveksitas fungsi eksponensial.
  • Hitung bertahap: Untuk menghindari kesalahan perkalian panjang, kalikan dua faktor per langkah dan catat hasilnya.

Soal C — Challenging

Force of interest diberikan sebagai:

δt={0.05+0.01t0t40.090.005(t4)4<t8\delta_t = \begin{cases} 0.05 + 0.01t & 0 \leq t \leq 4 \\ 0.09 - 0.005(t-4) & 4 < t \leq 8 \end{cases}

(a) Hitung accumulation function a(8)a(8) — nilai akumulasi dari 1 unit yang diinvestasikan di t=0t = 0 hingga t=8t = 8.

(b) Hitung present value di t=0t = 0 dari Rp 25.000.000 yang jatuh tempo di t=8t = 8.

(c) Tentukan force of interest ekuivalen konstan δ\delta^* yang memberikan akumulasi yang sama selama 8 tahun.

Solusi Soal C

1. Identifikasi Variabel

  • Force of interest: piecewise linear, dua zona: [0,4][0,4] dan (4,8](4,8]
  • Di t=0t=0: δ0=0.05+0.01(0)=0.05\delta_0 = 0.05 + 0.01(0) = 0.05
  • Di t=4t=4: δ4=0.05+0.01(4)=0.09\delta_4 = 0.05 + 0.01(4) = 0.09 (dari zona 1); dan 0.090.005(44)=0.090.09 - 0.005(4-4) = 0.09 (dari zona 2) — kontinu di t=4t=4. ✓
  • Di t=8t=8: δ8=0.090.005(84)=0.090.020=0.07\delta_8 = 0.09 - 0.005(8-4) = 0.09 - 0.020 = 0.07
  • Cari: a(8)a(8), PV, dan δ\delta^*

2. Time Diagram

t=0    t=4              t=8
 |------|----------------|
 δ tumbuh               δ menyusut
 0.05 → 0.09            0.09 → 0.07

AV = ?                  PV = 25.000.000
↑ akumulasi             ↓ diskonto ke t=0

3. Equation of Value

(a) Accumulation function:

a(8)=e08δtdt=e04δtdt+48δtdta(8) = e^{\int_0^8 \delta_t \, dt} = e^{\int_0^4 \delta_t \, dt + \int_4^8 \delta_t \, dt}

(b) Present value:

PV=25,000,000a(8)=25,000,000×e08δtdtPV = \frac{25{,}000{,}000}{a(8)} = 25{,}000{,}000 \times e^{-\int_0^8 \delta_t\,dt}

(c) Force of interest ekuivalen:

eδ×8=a(8)    δ=lna(8)8=08δtdt8e^{\delta^* \times 8} = a(8) \implies \delta^* = \frac{\ln a(8)}{8} = \frac{\int_0^8 \delta_t\,dt}{8}

4. Eksekusi Aljabar

Integral zona 1: 04(0.05+0.01t)dt\int_0^4 (0.05 + 0.01t)\,dt

=[0.05t+0.01t22]04=[0.05t+0.005t2]04= \left[0.05t + \frac{0.01t^2}{2}\right]_0^4 = \left[0.05t + 0.005t^2\right]_0^4 =0.05(4)+0.005(16)=0.20+0.08=0.28= 0.05(4) + 0.005(16) = 0.20 + 0.08 = 0.28

Integral zona 2: 48[0.090.005(t4)]dt\int_4^8 \left[0.09 - 0.005(t-4)\right]dt

Substitusi u=t4u = t - 4, du=dtdu = dt; batas: u=0u=0 sampai u=4u=4:

04(0.090.005u)du=[0.09u0.005u22]04\int_0^4 (0.09 - 0.005u)\,du = \left[0.09u - \frac{0.005u^2}{2}\right]_0^4 =[0.09u0.0025u2]04=0.09(4)0.0025(16)=0.360.04=0.32= \left[0.09u - 0.0025u^2\right]_0^4 = 0.09(4) - 0.0025(16) = 0.36 - 0.04 = 0.32

Total integral:

08δtdt=0.28+0.32=0.60\int_0^8 \delta_t\,dt = 0.28 + 0.32 = 0.60

(a) Accumulation function:

a(8)=e0.60=1.822121.8221a(8) = e^{0.60} = 1.82212\ldots \approx \mathbf{1.8221}

(b) Present Value:

PV=25,000,0001.82212=25,000,000×0.54881=13,720,250PV = \frac{25{,}000{,}000}{1.82212} = 25{,}000{,}000 \times 0.54881 = \mathbf{13{,}720{,}250}

(c) Force of interest ekuivalen konstan:

δ=08δtdt8=0.608=0.075=7.5% per tahun\delta^* = \frac{\int_0^8 \delta_t\,dt}{8} = \frac{0.60}{8} = \mathbf{0.075} = 7.5\% \text{ per tahun}

Verifikasi: e0.075×8=e0.60=1.8221=a(8)e^{0.075 \times 8} = e^{0.60} = 1.8221 = a(8). ✓

Ekuivalensi dengan effective annual rate: i=e0.0751=7.789%i^* = e^{0.075} - 1 = 7.789\%.

5. Verification

Cek kewajaran δ\delta^*: force of interest bergerak dari 5% ke 9% lalu turun ke 7%. Rata-rata sederhana (5+9+7)/37%\approx (5+9+7)/3 \approx 7\%δ=7.5%\delta^* = 7.5\% sedikit lebih tinggi karena periode rate tinggi (zona naik) sama panjangnya dengan zona turun, dan rata-ratanya 7.5% dari masing-masing zona. ✓

Cek PV: 1.8221×13,720,25025,000,0001.8221 \times 13{,}720{,}250 \approx 25{,}000{,}000. ✓

Cek kontinuitas δt\delta_t di t=4t=4: Zona 1: δ4=0.05+0.04=0.09\delta_4 = 0.05 + 0.04 = 0.09. Zona 2: δ4+=0.090=0.09\delta_{4^+} = 0.09 - 0 = 0.09. Kontinu. ✓ (Penting untuk memastikan fungsi force of interest well-defined.)

Exam Tips — Soal C
  • Target waktu: 8–10 menit.
  • Common trap 1: Lupa memisahkan integral menjadi dua zona dan mengintegralkan satu fungsi tunggal untuk seluruh [0,8][0,8]. Selalu periksa titik-titik breakpoint fungsi δt\delta_t.
  • Common trap 2: Keliru arah diskonto — menggunakan e+0.60e^{+0.60} (akumulasi) sebagai faktor PV. Untuk PV, gunakan eδe^{-\int \delta}.
  • Insight bagian (c): Force of interest konstan ekuivalen δ\delta^* adalah rata-rata integral dari δt\delta_t — yaitu δ=1T0Tδtdt\delta^* = \frac{1}{T}\int_0^T \delta_t\,dt. Ini adalah “time-weighted average” force of interest.
  • Substitusi u=tt0u = t - t_0: Selalu lakukan substitusi variabel jika batas integral tidak mulai dari 0 — ini menghindari kesalahan tanda dan batas.

Section 5 — Verifikasi & Sanity Check

Properti Wajib Accumulation Function
  1. a(0)=1a(0) = 1 selalu: Jika nilai a(0)1a(0) \neq 1, ada kesalahan definisi atau substitusi.
  2. a(t)a(t) non-decreasing untuk i0i \geq 0: Jika a(t2)<a(t1)a(t_2) < a(t_1) untuk t2>t1t_2 > t_1 dengan i0i \geq 0, ada kesalahan.
  3. Konsistensi dengan force of interest: Selalu cek δt=a(t)/a(t)\delta_t = a'(t)/a(t) — jika δt\delta_t berubah tanda, a(t)a(t) mungkin non-monoton.
Konsistensi AV dan PV
  1. PV < nilai nominal (untuk i>0i > 0 dan t>0t > 0): PV=X/a(t)<XPV = X/a(t) < X. Jika PV \geq nilai nominal, ada error.
  2. AV > investasi awal (untuk i>0i > 0 dan t>0t > 0): A(t)=ka(t)>kA(t) = k \cdot a(t) > k.
  3. Round-trip check: PV×a(t)=XPV \times a(t) = X. Akumulasikan kembali PV selama tt tahun harus menghasilkan XX.
Varying Rates
  1. Perkalian, bukan penjumlahan: a(n)=(1+it)a(n) = \prod(1+i_t), bukan (1+it)\sum(1+i_t).
  2. Geometric mean \leq arithmetic mean: iˉGiˉ\bar{i}_G \leq \bar{i}. Jika dihitung sebaliknya, ada error.
  3. Partial accumulation: Untuk memindahkan dari t1t_1 ke t2t_2: gunakan a(t2)/a(t1)a(t_2)/a(t_1), bukan a(t2t1)a(t_2-t_1) (ini hanya valid jika rate konstan).
Force of Interest
  1. Cek integral: 0tδsds\int_0^t \delta_s\,ds harus bernilai positif untuk δs>0\delta_s > 0 — artinya a(t)>1a(t) > 1. ✓
  2. Cek kontinuitas: Jika δt\delta_t piecewise, pastikan tidak ada diskontinuitas yang “tidak masuk akal” (dalam soal CF1, δt\delta_t biasanya kontinu atau piecewise dengan batas yang jelas).
  3. δ\delta^* sebagai rata-rata: Force of interest konstan ekuivalen =1T0Tδtdt= \frac{1}{T}\int_0^T \delta_t\,dt — selalu bisa dicek dengan membagi total integral dengan panjang interval.

Metode Alternatif

Accumulation Factor Decomposition:

Untuk varying rates, faktor akumulasi dari t=0t=0 ke t=nt=n bisa didekomposisi menjadi produk faktor-faktor partial:

a(n)=a(0,t1)a(t1,t2)a(t2,n)a(n) = a(0, t_1) \cdot a(t_1, t_2) \cdot a(t_2, n)

di mana a(tj,tj+1)=(1+ij+1)a(t_j, t_{j+1}) = (1+i_{j+1}) untuk compound interest diskret per tahun.

“Rule of 70 / 72” untuk estimasi doubling time:

tdouble70i%(Rule of 70)atautdouble72i%(Rule of 72)t_{double} \approx \frac{70}{i_{\%}} \quad \text{(Rule of 70)} \qquad \text{atau} \qquad t_{double} \approx \frac{72}{i_{\%}} \quad \text{(Rule of 72)}

Rule of 72 sedikit lebih akurat untuk ii di kisaran 6–10%. Hanya untuk estimasi cepat — tidak untuk jawaban final.

Logaritma Natural untuk Solve tt:

Jika unknown adalah tt dalam persamaan (1+i)t=k(1+i)^t = k:

t=lnkln(1+i)=lnkδt = \frac{\ln k}{\ln(1+i)} = \frac{\ln k}{\delta}

Section 6 — Visualisasi Mental

Grafik a(t)a(t) untuk Berbagai Mekanisme Bunga:

Bayangkan grafik dengan sumbu X = waktu tt dan sumbu Y = a(t)a(t) (nilai akumulasi dari 1 unit). Semua kurva berawal dari titik yang sama: (0,1)(0, 1).

  • Compound interest a(t)=(1+i)ta(t) = (1+i)^t: Kurva exponential — cembung ke atas (convex), semakin curam seiring waktu. Ini adalah kurva default CF1.
  • Simple interest a(t)=1+ita(t) = 1+it: Kurva linear — garis lurus dengan kemiringan ii. Untuk t<1t < 1: berada di atas kurva compound. Untuk t>1t > 1: berada di bawah kurva compound.
  • Force of interest bervariasi a(t)=e0tδsdsa(t) = e^{\int_0^t \delta_s\,ds}: Bentuk kurva bergantung pada δt\delta_t. Jika δt\delta_t meningkat terhadap tt, kurva semakin curam (super-exponential). Jika δt\delta_t menurun, kurva melambat.

Titik kritis: Untuk i=10%i = 10\%, kurva compound dan simple bersilangan tepat di t=1t=1 (keduanya memberikan a(1)=1.1a(1) = 1.1). Setelah t=1t=1, compound selalu di atas simple.

Grafik v(t)=1/a(t)v(t) = 1/a(t) (Discount Function):

Sumbu X = tt, sumbu Y = v(t)v(t). Ini adalah cerminan (inverse) dari a(t)a(t):

  • Kurva mulai dari (0,1)(0, 1) dan monoton menurun mendekati nol saat tt \to \infty.
  • Kurva concave (cekung ke atas) untuk compound interest.
  • Semakin tinggi ii, kurva v(t)v(t) semakin cepat turun — menggambarkan “hukuman” lebih berat untuk menunggu.

Grafik δt\delta_t vs tt (Force of Interest):

Untuk Soal C: grafik δt\delta_t berbentuk trapesium — naik linear dari 5% ke 9% pada [0,4][0,4], lalu turun linear dari 9% ke 7% pada [4,8][4,8]. Area di bawah kurva δt\delta_t vs tt adalah 08δtdt=0.60\int_0^8 \delta_t\,dt = 0.60 — langsung terbaca sebagai lna(8)\ln a(8).

Hubungan Visual ↔ Rumus

Area di bawah kurva δt\delta_t = logaritma dari faktor akumulasi:

Area=0tδsds=lna(t)a(t)=eArea\text{Area} = \int_0^t \delta_s\,ds = \ln a(t) \quad \longleftrightarrow \quad a(t) = e^{\text{Area}}

Kemiringan kurva a(t)a(t) di titik tt = δt×a(t)\delta_t \times a(t):

a(t)=δta(t)δt=a(t)a(t)a'(t) = \delta_t \cdot a(t) \quad \longleftrightarrow \quad \delta_t = \frac{a'(t)}{a(t)}

Jarak vertikal antara kurva compound dan simple = keuntungan compounding:

(1+i)t(1+it)>0untuk t>1convexity of (1+i)t(1+i)^t - (1+it) > 0 \quad \text{untuk } t > 1 \quad \longleftrightarrow \quad \text{convexity of }(1+i)^t

Section 7 — Jebakan Umum

Kesalahan Unit Waktu

Contoh Salah: Rate tahunan i=12%i = 12\%, investasi dihitung selama 18 bulan. Menggunakan a(18)=(1.12)18a(18) = (1.12)^{18} — salah karena tt harus dalam tahun jika ii per tahun.

Benar: t=18 bulan=1.5 tahunt = 18 \text{ bulan} = 1.5 \text{ tahun}. Maka a(1.5)=(1.12)1.5=1.1849a(1.5) = (1.12)^{1.5} = 1.1849\ldots. Atau konversi ii ke bulanan dulu: ibulan=(1.12)1/121i_{\text{bulan}} = (1.12)^{1/12} - 1, lalu a(18)=(1+ibulan)18a(18) = (1+i_{\text{bulan}})^{18}.

Kesalahan Konseptual
  1. Menggunakan a(t2)a(t_2) bukan a(t2)/a(t1)a(t_2)/a(t_1) untuk perpindahan dari t10t_1 \neq 0: Faktor akumulasi dari t1t_1 ke t2t_2 adalah selalu a(t2)/a(t1)a(t_2)/a(t_1). Hanya jika t1=0t_1 = 0 kita bisa menggunakan a(t2)a(t_2) secara langsung.
  2. Mencampurkan simple dan compound interest dalam satu soal: Jika soal tidak menyebut jenis bunga, default selalu compound. Jangan gunakan simple interest formula untuk horizon > 1 periode.
  3. Mengasumsikan a(t1+t2)=a(t1)×a(t2)a(t_1 + t_2) = a(t_1) \times a(t_2) hanya untuk compound interest konstan: Untuk varying rates, ini tidak berlaku kecuali rate kebetulan sama di kedua interval.
  4. Salah tanda eksponensial untuk PV: PV=XeδdtPV = X \cdot e^{-\int\delta\,dt} (tanda negatif di eksponen). Menggunakan tanda positif memberikan AV, bukan PV.
Kesalahan Interpretasi Soal

Ambiguitas “nilai sekarang” vs “nilai pada t=0t=0”: Keduanya sama jika focal date adalah t=0t=0. Namun jika soal menyebut “nilai sekarang pada t=3t=3” (mis. refinancing), artinya PV dihitung di t=3t=3, bukan t=0t=0.

Ambiguitas “effective rate” vs “nominal rate”: Frasa “bunga 12% per tahun” tanpa keterangan = effective i=12%i=12\%. “Bunga 12% per tahun dikompoundkan bulanan” = nominal i(12)=12%i^{(12)} = 12\% → efektif =(1.01)12112%= (1.01)^{12}-1 \neq 12\%.

Red Flags
  • Kata “simple interest”: Ganti formula ke a(t)=1+ita(t) = 1 + it. Jangan gunakan (1+i)t(1+i)^t.
  • Suku bunga berbeda per periode: Trigger perkalian bertahap (1+i1)(1+i2)(1+i_1)(1+i_2)\cdots — bukan pangkat rata-rata.
  • “Force of interest δt\delta_t” sebagai fungsi tt: Trigger integral δtdt\int \delta_t\,dt. Pisahkan berdasarkan zona fungsi.
  • Unknown adalah tt (waktu): Trigger logaritma — t=ln()/ln(1+i)t = \ln(\cdot)/\ln(1+i). Tidak bisa diselesaikan aljabar biasa.
  • “Equivalent constant rate”: Jika soal minta rate konstan yang ekuivalen dengan skenario varying, cari geometric mean (untuk rate diskret) atau rata-rata integral (untuk force of interest).

Section 8 — Ringkasan Eksekutif

Must-Remember
  1. Accumulation function — compound interest: a(t)=(1+i)t,A(t)=k(1+i)ta(t) = (1+i)^t, \qquad A(t) = k \cdot (1+i)^t
  2. Present value — compound interest: PV=X(1+i)t=XvtPV = \frac{X}{(1+i)^t} = X \cdot v^t
  3. Varying rates per periode — kalikan berurutan: a(n)=(1+i1)(1+i2)(1+in)a(n) = (1+i_1)(1+i_2)\cdots(1+i_n)
  4. Accumulation dengan force of interest: a(t)=e0tδsds,δt=a(t)a(t)a(t) = e^{\int_0^t \delta_s\,ds}, \qquad \delta_t = \frac{a'(t)}{a(t)}
  5. Faktor akumulasi partial (dari t1t_1 ke t2t_2): a(t1,t2)=a(t2)a(t1)=et1t2δsdsa(t_1, t_2) = \frac{a(t_2)}{a(t_1)} = e^{\int_{t_1}^{t_2}\delta_s\,ds}

Kapan Digunakan

  • Trigger keywords: “invested at t=0t=0,” “lump-sum investment,” “grows at rate ii,” “accumulates to,” “present value of single payment,” “varying interest rates,” “force of interest δt\delta_t,” “how long until.”
  • Tipe skenario soal:
    • Menghitung AV atau PV dari investasi tunggal (satu cash flow).
    • Menentukan waktu tt yang diperlukan untuk mencapai target nilai.
    • Menghitung accumulation dengan rate berbeda per tahun.
    • Menghitung PV/AV dengan force of interest berupa fungsi tt.
    • Menentukan “equivalent constant rate” dari skenario rate bervariasi.

Kapan TIDAK Boleh Digunakan

  • Jika ada serangkaian pembayaran periodik: Gunakan 2.1 Annuity-Immediate and Annuity-Due — topik 1.4 hanya untuk cash flow tunggal.
  • Jika soal minta yield dari serangkaian cash flows (tidak tunggal): Gunakan 1.5 NPV, IRR, DWRR, TWRR.
  • Untuk simple interest dengan tt fraksional non-trivial: Gunakan a(t)=1+ita(t) = 1 + it — bukan (1+i)t(1+i)^t (walaupun secara teknis compound interest bisa untuk non-integer tt, simple interest kadang dipakai untuk periode kurang dari 1 tahun di instrumen tertentu).

Quick Decision Tree

graph TD
    A["Berapa banyak cash flow<br>yang terlibat?"] -->|"Satu cash flow"| B["Compound atau simple interest?"]
    A -->|"Lebih dari satu"| Z["Gunakan Equation of Value<br>— lihat 1.3 atau Topik 2"]
    B -->|"Compound (default)"| C["Rate konstan atau bervariasi?"]
    B -->|"Simple (eksplisit di soal)"| D["a(t) = 1 + i*t<br>Hanya untuk t pendek"]
    C -->|"Rate konstan i"| E["a(t) = (1+i)^t<br>PV = X / (1+i)^t"]
    C -->|"Rate i_t berbeda tiap periode"| F["a(n) = prod (1+i_t)<br>Kalikan berurutan"]
    C -->|"Force of interest delta_t"| G["a(t) = exp(integral delta_t dt)<br>Pisahkan per zona"]
    E --> H["Unknown adalah t?"]
    H -->|"Ya"| I["t = ln(X/k) / ln(1+i)<br>Gunakan logaritma"]
    H -->|"Tidak"| J["Substitusi langsung,<br>hitung AV atau PV"]
    F --> J
    G --> J

Follow-up Options
  1. “Berikan contoh soal accumulation dengan simple interest untuk periode fraksional kurang dari 1 tahun”
  2. “Jelaskan hubungan 1.4 Accumulation and Present Value dengan 3.1 Spot Rates and Forward Rates melalui konsep forward accumulation factor”
  3. “Buat flashcard 1-halaman untuk semua varian accumulation function dan kondisi penggunaannya”

📖 Ref: Vaaler Bab 1–2, Kellison Bab 1–2 | 🗓️ 2026-02-20 | #CF1 #AccumulationFunction #PresentValue #FutureValue #VariableInterest #ForceOfInterest