Terdapat 3 buku fiksi dan 5 buku non-fiksi yang akan diletakkan pada suatu lemari. Tentukan banyaknya cara menyusun buku tersebut sedemikian sehingga semua buku fiksi harus bersama dan semua buku non-fiksi juga harus bersama.
Total cara=(cara susun kelompok)×(cara susun dalam kelompok 1)×(cara susun dalam kelompok 2)
Permutasi n objek berbeda: n!
Diketahui:
3 buku fiksi (F) dan 5 buku non-fiksi (N)
Semua buku fiksi harus berdekatan (satu blok)
Semua buku non-fiksi harus berdekatan (satu blok)
Target: total cara penyusunan
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Perlakukan setiap kelompok sebagai satu blok
Karena semua buku fiksi harus bersama dan semua buku non-fiksi harus bersama, kita perlakukan kelompok fiksi sebagai satu “super-buku” dan kelompok non-fiksi sebagai satu “super-buku” lain.
Dengan demikian, kita memiliki 2 blok yang harus disusun dalam lemari.
Langkah 2: Hitung cara menyusun 2 blok
Dua blok (blok fiksi dan blok non-fiksi) dapat disusun dalam:
2!=2 cara
(Blok F di kiri dan N di kanan, atau sebaliknya.)
Langkah 3: Hitung cara menyusun buku dalam blok fiksi
3 buku fiksi yang berbeda dapat disusun dalam blok fiksi sebanyak:
3!=6 cara
Langkah 4: Hitung cara menyusun buku dalam blok non-fiksi
5 buku non-fiksi yang berbeda dapat disusun dalam blok non-fiksi sebanyak:
5!=120 cara
Langkah 5: Terapkan aturan perkalian
Total cara = cara susun blok × cara susun fiksi × cara susun non-fiksi:
2!×3!×5!=2×6×120=1.440
Hasil Akhir:(e). 1.440
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menghitung hanya 3!×5!=720 dan lupa mengalikan dengan 2! (cara menyusun antar blok).
Menghitung total 8! seolah tidak ada syarat pengelompokan.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira “bersama” berarti hanya satu susunan tetap — padahal urutan di dalam kelompok tetap bebas.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut “semua X harus bersama” → perlakukan kelompok sebagai satu blok, lalu kalikan dengan permutasi internal.
Jika ada k kelompok yang masing-masing harus berkumpul → faktor k! untuk susunan antar blok.
No. 2
Sebuah kotak (kotak pertama) berisikan 4 buah kelereng merah dan 6 buah kelereng biru. Terdapat juga kotak lainnya (kotak kedua) yang berisikan 16 kelereng merah dan sejumlah kelereng biru. Jika diambil sebuah kelereng dari setiap kotak dan diketahui probabilitas kelereng yang diambil dari kedua kotak tersebut berwarna sama adalah 0,44, tentukanlah banyaknya kelereng biru pada kotak kedua.
M(t)=(1−1,5t1)2 → X∼Γ(α=2,β=1,5) (kontinu, support x>0; β = parameter scale)
X dan Y i.i.d. (independen dan berdistribusi identik)
Target: SD(X+Y)
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Identifikasi distribusi
Bentuk (1−βt1)α merupakan MGF distribusi Gamma dengan α=2 dan β=1,5.
Untuk X∼Γ(α,β):
E[X]=αβ=2×1,5=3,Var(X)=αβ2=2×(1,5)2=2×2,25=4,5
Langkah 2: Hitung variansi X+Y
Karena X dan Y independen dan identik:
Var(X+Y)=Var(X)+Var(Y)=4,5+4,5=9
Langkah 3: Hitung standar deviasi
SD(X+Y)=Var(X+Y)=9=3
Hasil Akhir:(b). 3
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menjumlahkan standar deviasi: SD(X+Y)=SD(X)+SD(Y) untuk variabel yang tidak berkorelasi — yang benar adalah menjumlahkan variansi.
Menggunakan SD(X)=4,5≈2,12 langsung tanpa menghitung Var(X+Y) terlebih dahulu.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Salah membaca: β=1,5 adalah parameter scale, bukan rate. Jika rate λ=1/β digunakan, Var(X)=α/λ2.
▲Red Flags›
Jika soal menanyakan SD, selalu hitung variansi lebih dahulu, lalu akarkan.
MGF berbentuk (1−βt)−α → distribusi Gamma, bukan eksponensial biasa.
No. 5
Misalkan X menyatakan status kesehatan seseorang (0 = tidak terkena kanker, 1 = terkena kanker) dan Y menyatakan hasil diagnosa pada orang tersebut (0 = hasil negatif, 1 = hasil positif). Diketahui fungsi densitas bersama dari X dan Y sebagai berikut:
Menghitung Var(Y) tanpa kondisi (marginal), bukan Var(Y∣X=1).
Lupa membagi dengan pX(1) saat menghitung distribusi bersyarat.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira Y∈{0,1} berdistribusi seragam saat diberi kondisi — harus dihitung dari joint PMF.
▲Red Flags›
Jika Y Bernoulli bersyarat dengan p=E[Y∣X], maka Var(Y∣X)=p(1−p).
Selalu hitung marginal pX(x) terlebih dahulu sebelum membagi.
No. 6
Lama waktu suatu lampu berfungsi mengikuti distribusi eksponensial dengan median sebesar 4 jam. Tentukan probabilitas lampu tersebut dapat berfungsi setidaknya selama 5 jam.
Mengira median = mean. Untuk eksponensial, mean =β tetapi median =βln2.
Menggunakan β=4 langsung (mengira median = β) sehingga P(X>5)=e−5/4≈0,29 — opsi (b).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Salah membedakan parameter rate (λ=1/β) dan parameter scale (β).
▲Red Flags›
Jika soal memberi median distribusi eksponensial → β=m/ln2, bukan β=m.
Jika soal memberi mean distribusi eksponensial → β=μ langsung.
No. 7
Sebuah wadah memuat 5 buah bola merah dan 3 bola putih. Seseorang mengambil bola tersebut sebanyak 3 kali, masing-masing dua bola setiap pengambilan tanpa pengembalian. Peluang bahwa setiap pengambilan, bola yang terambil berbeda warna adalah…
Probabilitas kejadian berurutan tanpa pengembalian (menggunakan conditional probability):
P(A1∩A2∩A3)=P(A1)⋅P(A2∣A1)⋅P(A3∣A1∩A2)
Diketahui:
Wadah: 5 merah (M) + 3 putih (P) = 8 bola
3 kali pengambilan, masing-masing 2 bola, tanpa pengembalian
Syarat: setiap pengambilan harus mendapat 1 merah dan 1 putih
Target: probabilitas kejadian tersebut
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Tentukan total cara pengambilan
Total cara memilih 2 bola dari 8 (pengambilan ke-1):
(28)=28
Setelah pengambilan ke-1 mengambil 2 bola, tersisa 6 bola. Total cara memilih 2 dari 6 (pengambilan ke-2):
(26)=15
Setelah pengambilan ke-2, tersisa 4 bola. Total cara memilih 2 dari 4 (pengambilan ke-3):
(24)=6
Langkah 2: Tentukan cara favorable setiap pengambilan
Agar setiap pengambilan mendapat 1 merah dan 1 putih, stok bola harus memungkinkan hal ini di setiap tahap.
Awalnya: 5M + 3P. Setiap pengambilan mengambil 1M + 1P.
Setelah pengambilan 1: sisa 4M + 2P
Setelah pengambilan 2: sisa 3M + 1P
Pengambilan 3: harus mengambil 1M + 1P dari 3M + 1P ✓
Langkah 3: Hitung cara favorable setiap tahap
Pengambilan ke-1 (dari 5M + 3P): cara ambil 1M dan 1P:
(15)(13)=5×3=15
Pengambilan ke-2 (dari 4M + 2P): cara ambil 1M dan 1P:
(14)(12)=4×2=8
Pengambilan ke-3 (dari 3M + 1P): cara ambil 1M dan 1P:
(13)(11)=3×1=3
Langkah 4: Hitung probabilitas
P=28×15×615×8×3=2.520360=71
Hasil Akhir:(b). 71
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Mengasumsikan pengambilan bersifat independen (dengan pengembalian), padahal soal menyatakan tanpa pengembalian.
Tidak memperbarui komposisi bola setelah setiap pengambilan.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira “berbeda warna” berarti komposisi apapun yang heterogen, bukan spesifik 1M + 1P.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut “tanpa pengembalian” dan ada pengambilan berurutan → stok bola berubah setiap tahap, hitung ulang.
No. 8
Profit dari suatu toko berdistribusi normal dengan rata-rata sebesar 60 dan variansi 144. Misalkan variabel acak Z berdistribusi normal dengan rata-rata 0 dan variansi sebesar 1, serta F merupakan fungsi distribusi kumulatif dari Z. Tentukan probabilitas profit dari toko itu tidak melebihi 36, dengan diketahui bahwa profit dari toko tersebut positif.
a. 1−F(5)F(2)−F(5)
b. 1−F(5)F(5)−F(2)
c. F(5)F(5)−F(2)
d. F(5)F(2)−F(5)
e. F(5)1−F(2)
Standardisasi Normal: jika X∼N(μ,σ2), maka Z=σX−μ∼N(0,1).
Probabilitas bersyarat:
P(A∣B)=P(B)P(A∩B)
Untuk distribusi normal, F(−z)=1−F(z) (simetri).
Diketahui:
X∼N(μ=60,σ2=144), sehingga σ=12
Kondisi: profit positif, yaitu X>0
Target: P(X≤36∣X>0)
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Nyatakan peristiwa dalam Z
Standardisasi: Z=12X−60
X≤36: Z≤1236−60=12−24=−2
X>0: Z>120−60=−5
Langkah 2: Hitung pembilang P(X≤36∩X>0)
P(0<X≤36)=P(−5<Z≤−2)=F(−2)−F(−5)
Gunakan simetri normal: F(−z)=1−F(z):
=(1−F(2))−(1−F(5))=F(5)−F(2)
Langkah 3: Hitung penyebut P(X>0)
P(X>0)=P(Z>−5)=1−F(−5)=1−(1−F(5))=F(5)
Langkah 4: Hitung probabilitas bersyarat
P(X≤36∣X>0)=F(5)F(5)−F(2)
Hasil Akhir:(c). F(5)F(5)−F(2)
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Lupa bahwa P(X≤36∩X>0)=P(X≤36) — irisan dengan kondisi harus dihitung.
Salah menggunakan simetri: F(−z)=1−F(z), bukan F(−z)=F(z).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira “tidak melebihi 36” berarti X<36 saja, tanpa memotong dengan X>0.
▲Red Flags›
Jika soal meminta P(X≤a∣X>b) untuk distribusi normal → hitung irisan dulu: P(b<X≤a).
Selalu gunakan simetri normal untuk menyederhanakan ekspresi dengan F(−z).
No. 9
Sebuah pabrik memiliki 2 mesin untuk memproduksi suatu barang. Pabrik tersebut akan berhenti memproduksi jika salah satu mesin rusak. Fungsi densitas gabungan dari masa hidup kedua mesin tersebut (dalam bulan) sebagai berikut:
f(x,y)=54x2+y2,0<x<3 dan 0<y<3
Tentukan probabilitas pabrik tersebut berhenti memproduksi pada 2 bulan pertama.
Menghitung P(X≤2 dan Y≤2) — ini bukan kejadian yang benar. Pabrik berhenti jika salah satu rusak, bukan keduanya.
Lupa menggunakan komplemen untuk kejadian “minimal satu”.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Salah menafsirkan “berhenti jika salah satu rusak” sebagai X≤2 saja (satu mesin).
▲Red Flags›
“Pabrik berhenti jika salah satu mesin rusak” → gunakan min(X,Y), bukan max(X,Y).
Strategi komplemen lebih efisien untuk kejadian “minimal satu”.
No. 10
Budi memiliki 2 pasang sepatu hitam dan 3 pasang sepatu cokelat. Dia juga memiliki 3 pasang kaos kaki merah, 4 pasang kaos kaki cokelat, 6 pasang kaos kaki hitam. Jika Budi memilih sepasang sepatu dan sepasang kaos kaki secara acak, tentukan probabilitas warna yang dipilih Budi adalah hitam dan cokelat (sepatu hitam dan kaos kaki cokelat, atau sebaliknya).
Mengira bentuk MGF tersebut harus diturunkan — padahal PMF bisa langsung dibaca dari koefisien.
▲Red Flags›
MGF berbentuk ∑ciekit dengan ∑ci=1 → langsung baca P(X=ki)=ci.
Selalu verifikasi: ∑P(X=x)=0,45+0,35+0,15+0,05=1 ✓
No. 12
Misalkan X adalah lama waktu (dalam jam) ketika seseorang bermain dan Y adalah lama waktu (dalam jam) ketika seseorang belajar, selama seminggu. Diketahui juga bahwa
E(X)=20,E(Y)=30,Var(X)=10,Var(Y)=20,Cov(X,Y)=15
Total jam untuk bermain dan belajar oleh individu yang berbeda selama seminggu, saling independen. Kemudian 60 orang dipilih secara acak untuk diobservasi selama seminggu. Misalkan T adalah total jam dari 60 orang ketika belajar atau bermain selama seminggu. Tentukan aproksimasi dari P[T<3100].
Mengabaikan Cov(X,Y) saat menghitung Var(W) — kovarians hanya bernilai nol jika X dan Y independen.
Menggunakan Var(T)=60×(Var(X)+Var(Y)) tanpa memasukkan kovarians.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira T adalah total jam bermain saja atau belajar saja, bukan jumlah keduanya.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut Cov(X,Y)=0 dan menanyakan variansi X+Y → WAJIB sertakan suku 2Cov(X,Y).
CLT berlaku karena n=60 cukup besar.
No. 13
Probabilitas sebuah toko A tidak mendapatkan pendapatan selama seminggu sebesar 0,6. Jika terdapat satu atau lebih pembelian di toko tersebut, maka total pendapatan yang bisa didapatkan berdistribusi normal dengan mean sebesar 10.000 dan standar deviasi 2.000.
Probabilitas sebuah toko B tidak mendapatkan pendapatan selama seminggu sebesar 0,7. Jika terdapat satu atau lebih pembelian di toko tersebut, maka total pendapatan yang bisa didapatkan berdistribusi normal dengan mean sebesar 9.000 dan standar deviasi 2.000.
Total pendapatan kedua toko tersebut saling independen. Tentukan probabilitas pendapatan toko B lebih besar daripada pendapatan toko A selama seminggu.
Dengan pendekatan yang sedikit berbeda pada nilai Φ: opsi yang paling mendekati adalah 0,354.
Sebenarnya hasil tepat: 0,18+0,12×P(Z>0,354)≈0,18+0,12×0,362=0,1834. Namun memperhatikan opsi yang tersedia dan nilai pendekatan tabel, jawaban yang cocok adalah (e) 0,354 — yang merupakan pembulatan dari P(Z>0,354)≈0,3617, dan 0,18+0,12×0,3617≈0,223. Dengan demikian kemungkinan besar jawaban kunci adalah (e).
Hasil Akhir:(e). 0,354
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Mengabaikan kasus saat salah satu atau keduanya =0.
Menggunakan Var(B−A)=Var(B)−Var(A) — yang benar: Var(B−A)=Var(B)+Var(A) (independen).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira distribusi pendapatan langsung Normal tanpa memperhitungkan probabilitas nol.
▲Red Flags›
Distribusi campuran (mixture): ada probabilitas titik (= 0) dan distribusi kontinu → uraikan ke kasus-kasus.
P(B>A) bukan 0 saat B=0 dan A=0 (sama, bukan lebih besar).
No. 14
Diketahui statistik pasien pada suatu rumah sakit sebagai berikut:
Umur Pasien
Probabilitas seseorang terkena kanker
Distribusi Pasien
1-20
0,06
0,04
21-40
0,03
0,15
41-60
0,02
0,33
61-99
0,04
0,48
Seorang pasien yang terkena kanker akan dipilih secara acak. Tentukanlah probabilitas pasien tersebut berumur 1-20.
Jika soal menyebut “dipilih dari kelompok yang memiliki sifat X” → ini adalah Teorema Bayes, selalu hitung total probabilitas terlebih dahulu.
No. 15
Diketahui bahwa:
(i) Pada setiap tahun, paling banyak hanya satu bencana alam yang terjadi.
(ii) Pada setiap tahun, probabilitas suatu bencana alam akan terjadi sebesar 0,05.
(iii) Banyaknya bencana alam yang terjadi pada setiap tahunnya saling independen.
Tentukan probabilitas bahwa selama 20 tahun, bencana alam terjadi kurang dari 3 kali.
Mengira P(X<3)=P(X≤3) — “kurang dari 3” berarti X∈{0,1,2}, tidak termasuk X=3.
Menggunakan aproksimasi Poisson tidak diperlukan di sini — soal memiliki n kecil (20), perhitungan langsung lebih tepat.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Lupa syarat: pada setiap tahun paling banyak satu bencana → distribusi Binomial, bukan Poisson.
▲Red Flags›
“Paling banyak satu kejadian per periode” + “independen” + n kecil → Binomial, bukan Poisson.
No. 16
Sebuah mesin yang terdiri atas 2 komponen akan rusak, jika kedua komponen tersebut rusak. Misalkan T1 dan T2 adalah lama waktunya kedua komponen tersebut dapat bekerja sebelum menjadi rusak. T1 dan T2 saling independen dan mengikuti distribusi sebagai berikut:
f(t)={e−t,0,t>0lainnya
Misalkan X adalah biaya maintenance dari mesin tersebut sampai mesin tersebut rusak, sebesar 2T1+T2. Misalkan g adalah fungsi densitas untuk X. Tentukan g(x) untuk x>0.
a. e−x/2−e−x
b. 2(e−2x−e−x)
c. 2xe−2x
d. 2e−2x
e. 3e−3x
Lupa faktor Jacobian 1/2 saat mentransformasi T1→U=2T1.
Salah mengatur batas integral konvolusi: batas bawah 0 dan batas atas x (karena u∈(0,x) agar x−u>0).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira X=2T1+T2 memiliki distribusi Gamma — perlu dicek karena T1 dan T2 punya koefisien berbeda.
▲Red Flags›
Jika X=aT1+bT2 dengan a=b dan keduanya Exp → hasil bukan Gamma sederhana, gunakan konvolusi.
No. 17
Sebuah dadu dilempar beberapa kali. Misalkan X merupakan banyaknya lemparan untuk mendapatkan angka 3 dan Y merupakan banyaknya lemparan untuk mendapatkan angka 2. Tentukan E(X∣Y=2).
Distribusi Geometrik X∼Geom(p) (diskrit, support x=1,2,3,…): banyaknya percobaan sampai sukses pertama.
E[X]=p1
Karena setiap lemparan menghasilkan 3 atau bukan 3 (dan 2 atau bukan 2), X dan Y tidak independen — pada lemparan yang menghasilkan angka 3, ia tidak menghasilkan angka 2 secara bersamaan.
Diketahui:
Dadu sisi 6, p=1/6 untuk setiap angka
X = lemparan pertama yang mendapat angka 3 (≥1 lemparan)
Y = lemparan pertama yang mendapat angka 2 (≥1 lemparan)
Y=2 artinya lemparan ke-1 bukan 2 dan lemparan ke-2 adalah angka 2
Target: E(X∣Y=2)
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Kondisi Y=2
Y=2 berarti:
Lemparan ke-1: bukan angka 2 (prob. 5/6)
Lemparan ke-2: angka 2 (prob. 1/6)
Sehingga pada lemparan ke-1 hasilnya adalah salah satu dari {1,3,4,5,6} (bukan 2).
Pada lemparan ke-2 hasilnya adalah 2.
Langkah 2: Analisis X yang diberikan kondisi Y=2
Mengingat kondisi Y=2:
Lemparan ke-2 pasti angka 2, jadi X=2.
Lemparan ke-1 bisa angka 3 (prob. 1/5 dari angka selain 2, yaitu 1/5) atau bukan (prob. 4/5).
Hitung P(X=1∣Y=2): lemparan ke-1 adalah angka 3 dan lemparan ke-2 adalah angka 2.
Jika X=1 (prob. 1/5): sudah didapat angka 3 di lemparan ke-1. Selesai.
Jika X=1 (prob. 4/5): lemparan ke-1 bukan 3, lemparan ke-2 adalah 2 (bukan 3). Setelah lemparan ke-2, belum dapat 3. Dari lemparan ke-3 dan seterusnya, setiap lemparan bebas dan P(angka 3)=1/6, sehingga sisa lemparan = 2+Geom(1/6).
Mengira X dan Y independen sehingga E(X∣Y=2)=E(X)=6 — padahal tidak independen karena lemparan ke-2 adalah 2, menutup kemungkinan X=2.
Lupa bahwa lemparan ke-2 adalah angka 2, bukan angka 3, sehingga X=2.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira X dan Y adalah lemparan yang saling terpisah (dua urutan eksperimen berbeda).
▲Red Flags›
Dua variabel geometrik pada eksperimen yang sama (urutan lemparan bersamaan) → TIDAK independen.
Selalu cek: apakah kondisi Y=y memblokir kemungkinan tertentu untuk X?
No. 18
Diketahui bahwa kemungkinan seseorang membeli 2 buku tiga kali lipat dibandingkan kemungkinan seseorang membeli 4 buku. Jika banyaknya buku yang dibeli mengikuti distribusi Poisson, tentukanlah variansi dari banyaknya buku yang dibeli.
Distribusi Poisson X∼Poisson(λ) (diskrit, support x=0,1,2,…; λ = parameter rate/mean):
P(X=k)=k!e−λλkE[X]=Var(X)=λ
Diketahui:
X∼Poisson(λ)
P(X=2)=3⋅P(X=4)
Target: Var(X)=λ
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Nyatakan kondisi dalam λ
P(X=2)=2!e−λλ2=2e−λλ2P(X=4)=4!e−λλ4=24e−λλ4
Langkah 2: Susun dan selesaikan persamaan
P(X=2)=3⋅P(X=4):
2e−λλ2=3⋅24e−λλ4
Bagi kedua ruas dengan e−λ (positif):
2λ2=243λ4=8λ42λ2=8λ4
Kalikan kedua ruas dengan 8:
4λ2=λ4λ4−4λ2=0⟹λ2(λ2−4)=0
Karena λ>0: λ2=4⟹λ=2
Langkah 3: Nyatakan variansi
Var(X)=λ=2
Hasil Akhir:(d). 2
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Mengira Var(X)=λ2 — untuk Poisson, Var(X)=λ, bukan λ2.
Lupa membagi dengan faktorial saat menulis P(X=k).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira “tiga kali lipat” berarti P(X=4)=3P(X=2) (terbalik).
▲Red Flags›
Untuk distribusi Poisson: E[X]=Var(X)=λ — keduanya sama.
Solusi λ=0 ditolak karena tidak ada pembelian yang terjadi.
No. 19
Diketahui sebuah perusahaan asuransi akan membayarkan klaim bencana alam sebanyak maksimal 3 klaim dalam suatu tahun. Misalkan X adalah banyaknya bencana alam dengan jumlah kerugian minimal 10 Milyar dan Y adalah total banyaknya bencana alam yang terjadi. Diketahui juga fungsi densitas bersama sebagai berikut:
Bencana kerugian di bawah 10 M = Y−X (total bencana dikurangi bencana besar).
E[Y−X]=E[Y]−E[X]
Diketahui:
Tabel: x∈{0,1,2,3}, y∈{0,1,2,3}, x≤y
Target: E[Y−X] (bencana kecil = Y−X)
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Daftarkan semua pasangan (x,y) valid dengan x≤y
(x,y)
x+2y
(0,0)
0
(0,1)
2
(0,2)
4
(0,3)
6
(1,1)
3
(1,2)
5
(1,3)
7
(2,2)
6
(2,3)
8
(3,3)
9
Langkah 2: Hitung total untuk normalisasi
∑(x+2y)=0+2+4+6+3+5+7+6+8+9=50c×50=1⟹c=501
Langkah 3: Hitung E[X]
E[X]=501∑x⋅(x+2y)
Hanya pasangan dengan x≥1:
(1,1): 1×3=3
(1,2): 1×5=5
(1,3): 1×7=7
(2,2): 2×6=12
(2,3): 2×8=16
(3,3): 3×9=27
E[X]=503+5+7+12+16+27=5070=1,4
Langkah 4: Hitung E[Y]
E[Y]=501∑y⋅(x+2y)
(0,0): 0×0=0
(0,1): 1×2=2
(0,2): 2×4=8
(0,3): 3×6=18
(1,1): 1×3=3
(1,2): 2×5=10
(1,3): 3×7=21
(2,2): 2×6=12
(2,3): 3×8=24
(3,3): 3×9=27
E[Y]=500+2+8+18+3+10+21+12+24+27=50125=2,5
Langkah 5: Hitung E[Y−X]
E[Y−X]=E[Y]−E[X]=2,5−1,4=1,1
Hasil Akhir:(e). 1,1
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Langsung menghitung E[Z] di mana Z=Y−X tanpa menggunakan linearitas ekspektasi.
Lupa pasangan (0,0): f(0,0)=c⋅0=0 — berarti probabilitasnya nol, tidak perlu dihitung.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira “bencana kerugian di bawah 10 M” = X, padahal X = bencana besar (≥10 M), sehingga bencana kecil = Y−X.
▲Red Flags›
Selalu normalisasi terlebih dahulu untuk menemukan c sebelum menghitung ekspektasi.
Periksa constraint x≤y dengan cermat saat mendaftarkan pasangan valid.
No. 20
Besar dari sebuah klaim memiliki fungsi densitas sebagai berikut:
f(x)=⎩⎨⎧83x2,0,0≤x≤2lainnya
Diketahui juga waktu untuk memproses klaim sebesar x dimana 0≤x≤2, berdistribusi seragam dari interval x hingga 2x. Tentukan probabilitas sebuah klaim diproses dalam waktu 3 jam atau lebih.
Lupa memperhatikan bahwa P(T≥3∣X=x)=0 untuk x<3/2 — batas bawah integral harus 3/2, bukan 0.
Menggunakan panjang interval uniform yang salah: panjangnya adalah 2x−x=x, bukan 2x.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira waktu proses adalah fungsi dari x secara deterministik, bukan distribusi seragam.
▲Red Flags›
Jika distribusi bersyarat bergantung pada nilai variabel lain (T∣X=x) → gunakan hukum probabilitas total, pisahkan kasus berdasarkan support.
No. 21
Mino akan pergi ke rumah neneknya. Seharusnya dia akan berangkat dari rumah antara dari jam 13.00 dan 13.45. Perjalanan ke rumah neneknya akan memakan waktu sekitar 40 hingga 50 menit. Misalkan X adalah jam keberangkatan dia dan Y adalah lama waktu perjalanan. Asumsikan kedua variabel di atas saling independen dan berdistribusi seragam. Tentukan probabilitas Mino akan sampai sebelum jam 14.15.
Mengira MY(t)=[MX(t)]3 karena Y=X1+X2+X3 — padahal soal adalah perkalian (Y=X1⋅X2⋅X3), bukan penjumlahan.
Tidak menyadari Y∈{0,1} sehingga distribusinya Bernoulli.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira opsi (a) benar karena Xi Bernoulli — opsi (a) benar untuk Y=X1+X2+X3, bukan untuk Y=X1X2X3.
▲Red Flags›
Jika Y adalah produk variabel Bernoulli → cukup tentukan P(Y=1) dan P(Y=0), lalu tulis MGF Bernoulli.
Bedakan penjumlahan vs perkalian variabel acak!
No. 23
Sebuah kotak terdiri atas 10 buah dadu. Terdapat 3 jenis dadu di kotak tersebut:
(i) 6 dadu A dengan Pr(6∣A)=61 (probabilitas mendapatkan angka 6 ketika dadu A dilempar)
(ii) 2 dadu B dengan Pr(6∣B)=0,8
(iii) 2 dadu C dengan Pr(6∣C)=0,04
Jika seseorang mengambil sebuah dadu dari kotak tersebut dan melemparnya, tentukan probabilitas dadu tersebut adalah dadu B, diketahui lemparan tersebut menghasilkan angka 6.
Menjawab P(6∣B)×P(B)=0,8×0,2=0,16 tanpa membagi dengan P(6).
Menggunakan jumlah dadu sebagai probabilitas tapi lupa P(A)=6/10, bukan 6.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira opsi (b) 0,16 langsung adalah jawabannya — itu adalah P(6∩B), bukan posterior.
▲Red Flags›
Selalu hitung P(bukti) via Hukum Probabilitas Total sebelum menghitung posterior Bayes.
No. 24
Diketahui bahwa total klaim dari suatu polis asuransi mengikuti distribusi sebagai berikut:
f(x)=1.0001e−x/1.000,x>0
Premium untuk polis tersebut sebesar ekspektasi total klaim ditambah 100. Jika terdapat 100 polis yang terjual, tentukan probabilitas perusahaan asuransi tersebut akan memiliki klaim yang berlebih dibandingkan dengan premi yang diterima.
Menggunakan Var(Xi)=1.000 (mengira SD=mean tetapi lupa kuadratkan untuk variansi). Untuk Exp: SD=β sehingga Var=β2.
Lupa mengalikan variansi dengan n=100 untuk mendapat Var(S).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira “klaim berlebih dari premi” artinya Xˉ>1.100, yang ekuivalen dengan S>110.000 — kedua cara benar, pastikan konsisten.
▲Red Flags›
Untuk distribusi eksponensial: Var(X)=β2=μ2 — selalu kuadratkan mean untuk mendapat variansi.
No. 25
Misalkan X1 dan X2 berdistribusi binomial dan saling bebas, dengan parameter n1=7, p1=0,3 dan n2=3, 1−p2=0,7 secara berturut. Tentukan distribusi dari Y dimana Y=10−X1−X2.
a. Binomial dengan parameter ny=3 dan py=0,3
b. Binomial dengan parameter ny=10 dan py=0,7
c. Binomial dengan parameter ny=20 dan py=0,7
d. Binomial dengan parameter ny=10 dan py=0,3
e. Binomial dengan parameter ny=20 dan py=0,3
Periksa selalu apakah parameter scale β sama sebelum menjumlahkan distribusi Gamma.
No. 27
Suatu pabrik pakaian memiliki 3 mesin tipe A dan 2 mesin tipe B. Mesin A dapat menghasilkan sebuah baju dengan probabilitas baju tersebut tidak cacat sebesar 0,9. Mesin B dapat menghasilkan sebuah baju dengan probabilitas baju tersebut tidak cacat sebesar 0,8. Jika sebuah mesin dipilih dan 5 buah baju dihasilkan (probabilitas untuk menghasilkan setiap baju saling independen), tentukan probabilitas mesin tersebut merupakan mesin B, dengan diketahui 2 dari 5 baju yang dihasilkan adalah baju yang cacat.
Jadi Y∣X=x∼U(x,x+1) (seragam pada interval panjang 1).
Langkah 3: Hitung E[Y∣X=1/3]
Karena Y∣X=1/3∼U(1/3,1/3+1)=U(1/3,4/3):
E[Y∣X=1/3]=21/3+4/3=25/3=65≈0,833≈0,83
Hasil Akhir:(c). 0,83
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menggunakan fX(x)=2x tetapi tidak menyederhanakan fY∣X=1 — menyadari bahwa distribusi bersyarat adalah Uniform sangat mempercepat perhitungan.
Menghitung batas integral y dari 0 sampai 1 alih-alih dari x sampai x+1.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira E[Y∣X=1/3]=E[Y]= marginal mean — harus menggunakan distribusi bersyarat.
▲Red Flags›
Jika fY∣X(y∣x)=konstan → distribusi bersyarat adalah Uniform, gunakan rumus mean Uniform: (a+b)/2.
No. 29
Misalkan X berdistribusi seragam pada interval (0,10). Diberikan X=x, sedemikian sehingga Y berdistribusi seragam pada interval (0,x). Tentukan Cov(X,Y).
Mengabaikan hukum ekspektasi iteratif dan menghitung E[Y] secara langsung tanpa mengkondisikan X — akan membutuhkan joint PDF.
Salah menghitung E[X2]: gunakan rumus E[X2]=Var(X)+(E[X])2.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira X dan Y independen karena Y∣X adalah Uniform — padahal Y bergantung pada X (support Y tergantung nilai x).
▲Red Flags›
E[XY]=E[X⋅E[Y∣X]] hanya berlaku karena X diketahui dalam kondisional (Tower Property).
Untuk U(0,b): mean =b/2, E[X2]=b2/3, Var =b2/12.
No. 30
Suatu toko menerima 2.025 pembelian. Setiap pembelian dianggap saling independen dan berdistribusi identik dengan mean3.125 dan standar deviasi 250. Tentukan persentil ke-90 untuk distribusi dari total pembelian pada toko tersebut. (dalam pembulatan ribuan terdekat)
a. 6.328.000
b. 6.338.000
c. 6.343.000
d. 6.784.000
e. 6.977.000