Kerugian yang disebabkan oleh kebakaran pada gedung komersial dimodelkan dengan menggunakan variabel acak X dengan fungsi kepadatan peluang sebagai berikut:
Distribusi Pareto: CDF adalah F(x)=1−(xθ)α untuk x>θ.
Persentil ke-p: F(πp)=p⇒πp=θ(1−p)−1/α.
Di sini α=2,5 (parameter shape) dan θ=200 (parameter scale/lokasi).
Diketahui:
f(x)=x3,5(2,5)(200)2,5 untuk x>200 → distribusi Pareto dengan α=2,5, θ=200
Target: π70−π30
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Turunkan CDF
F(x)=∫200xt3,5(2,5)(200)2,5dt=1−(x200)2,5
Langkah 2: Hitung Persentil ke-30 (π30)
F(π30)=0,30⇒1−(π30200)2,5=0,30(π30200)2,5=0,70⇒π30=(0,70)0,4200(0,70)0,4=e0,4ln(0,70)=e0,4×(−0,35667)=e−0,14267≈0,8671π30≈0,8671200≈230,7 juta
Langkah 3: Hitung Persentil ke-70 (π70)
(π70200)2,5=0,30⇒π70=(0,30)0,4200(0,30)0,4=e0,4ln(0,30)=e0,4×(−1,20397)=e−0,48159≈0,6178π70≈0,6178200≈323,7 juta
Langkah 4: Hitung Selisih
π70−π30≈323,7−230,7=93,0 juta
Hasil Akhir:(b). 93 juta
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menukar α dan 1/α saat menghitung invers CDF.
Lupa bahwa 0,4=1/2,5, sehingga pangkat yang digunakan adalah 1/α bukan α.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Menggunakan F(π70)=0,30 (terbalik dengan π30).
▲Red Flags›
Jika soal menyebut distribusi dengan PDF berbentuk cx−(α+1) → ini Pareto, gunakan CDF analistik.
Lupa identitas P(A∩B)+P(A∩BC)=P(A) (partisi A oleh B).
Tidak memanfaatkan P(B)+P(BC)=1 saat menjumlahkan dua persamaan.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Salah membaca P(A∪BC) sebagai P(A∪B)C.
▲Red Flags›
Jika soal memberikan dua persamaan dengan komplemen → coba jumlahkan kedua persamaan dan manfaatkan identitas komplemen.
No. 4
Suatu perusahaan manufaktur yang memproduksi bohlam lampu dengan umur hidup yang diukur dalam bulan, diketahui mengikuti distribusi normal dengan mean sebesar 3 dan varians sebesar 1. Krisna membeli beberapa bohlam lampu untuk menggantikan bohlam-bohlam yang rusak. Bohlam lampu memiliki umur hidup yang saling bebas.
Berapakah minimum banyaknya bohlam yang harus dibeli oleh Krisna agar dapat digunakan setidaknya 40 bulan dengan peluang setidaknya 0,9772?
Jika Xi∼N(μ,σ2) i.i.d., maka Sn=∑i=1nXi∼N(nμ,nσ2).
P(Sn≥40)≥0,9772
Diketahui:
Xi∼N(3,1) i.i.d., μ=3, σ2=1
Target: minn sehingga P(Sn≥40)≥0,9772
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Distribusi Total UmurSn=X1+⋯+Xn∼N(3n,n)
Langkah 2: Standardisasi
P(Sn≥40)=P(Z≥n40−3n)≥0,9772
Karena P(Z≥−2)=0,9772, kita butuh:
n40−3n≤−2
Langkah 3: Selesaikan Pertidaksamaan
40−3n≤−2n3n−2n−40≥0
Substitusi u=n: 3u2−2u−40≥0
u=62±4+480=62±22
Ambil akar positif: u=624=4, sehingga n≥4⇒n≥16.
Langkah 4: Verifikasi
Untuk n=16: 440−48=4−8=−2 → P(Z≥−2)=0,9772 ✓
Hasil Akhir:(b). 16
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menggunakan P(Z≥2)=0,9772 alih-alih P(Z≥−2)=0,9772.
Lupa bahwa P(Z≥−2)=Φ(2)≈0,9772 karena simetri distribusi normal.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Dapat digunakan setidaknya 40 bulan” = total umur Sn≥40, bukan rata-rata ≥40.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut “peluang setidaknya 0,9772” → ingat Φ(2)≈0,9772 dan nilai kritis z=−2 untuk ekor kiri.
No. 5
Rumah Sakit Sumber Sehat menerima 51 dari keseluruhan pengiriman vaksin flu dari perusahaan farmasi X dan sisanya dari perusahaan farmasi selainnya. Setiap pengiriman memuat vial vaksin dengan jumlah yang sangat banyak. Untuk pengiriman yang dilakukan oleh farmasi X, 10% vial dinyatakan tidak efektif. Untuk setiap perusahaan farmasi yang lainnya, 2% vial dinyatakan tidak efektif. Pihak rumah sakit melakukan pengujian terhadap 30 vial yang diambil secara acak dari vial-vial yang dikirimkan oleh seluruh perusahaan farmasi dan menemukan bahwa 1 vial tidak efektif.
Tentukan peluang bahwa 1 vial yang tidak efektif tersebut berasal dari Perusahaan farmasi X! (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Menggunakan proporsi 10%/2% langsung sebagai likelihood tanpa mempertimbangkan distribusi binomial dari sampel 30 vial.
Mengabaikan fakta bahwa pengujian dilakukan atas 30 vial (sampel), bukan seluruh populasi.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Salah mengartikan “1 vial tidak efektif berasal dari X” sebagai soal tanpa distribusi binomial.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut “n vial diambil acak dan ditemukan k tidak efektif” → gunakan likelihood Binomial di dalam Bayes.
No. 6
Suatu perusahaan elektronik memberikan garansi mesin yang menyatakan bahwa mesin akan digantikan jika terjadi kerusakan atau jika mesin sudah berusia 4 tahun, yang mana yang terlebih dahulu terjadi. Usia mesin pada saat terjadi kegagalan, X, memiliki fungsi kepadatan peluang sebagai berikut:
f(x)=⎩⎨⎧51,0,untuk 0<x<5selainnya
Y merupakan usia dari mesin pada saat penggantian. Tentukan varians dari Y! (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Menghitung Var(Y) menggunakan distribusi X uniform secara langsung tanpa mempertimbangkan truncation di y=4.
Melupakan titik massa pada Y=4 (probabilitas 1/5) yang membuat Y menjadi variabel campuran.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Salah menafsirkan “digantikan jika terjadi kerusakan atau usia 4 tahun” sebagai Y=X tanpa batasan atas.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut “yang mana terlebih dahulu terjadi” → ini min(X,c), bukan X biasa.
Variabel Y=min(X,c) selalu bersifat campuran: kontinu di (0,c) dan titik massa di c.
No. 7
Suatu pengujian diagnostik mengenai pendeteksian suatu penyakit memiliki 2 kemungkinan: 1 jika terdapat penyakit dan 0 jika tidak terdapat penyakit.
Misal X merupakan kondisi keberadaan penyakit pasien saat ini dan Y merupakan hasil pengecekan diagnostik. Fungsi kepadatan peluang bersama dari X dan Y diberikan sebagai berikut:
Memilih opsi (c): (31+32et)3 adalah MGF dari X1+X2+X3, bukan X1X2X3.
Mengira MGF produk = produk MGF (ini hanya berlaku untuk penjumlahan variabel bebas, bukan perkalian).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Y=X1X2X3 (perkalian), bukan X1+X2+X3 (penjumlahan).
▲Red Flags›
Jika soal mendefinisikan Y sebagai produk variabel Bernoulli → tentukan PMF Y terlebih dahulu, baru hitung MGF langsung dari definisi.
No. 9
Banyaknya hari yang dilalui di antara awal tahun kalender dan kejadian di mana pengendara berisiko tinggi terlibat dalam suatu kecelakaan diketahui mengikuti distribusi eksponensial. Perusahaan asuransi menduga 30% pengendara berisiko tinggi akan terlibat dalam suatu kecelakaan dalam 50 hari pertama pada suatu tahun kalender.
Berapa porsi pengendara berisiko tinggi yang diekspektasikan akan terlibat kecelakaan dalam 80 hari pertama dalam suatu tahun kalender? (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Mengasumsikan skala linear: P(X≤80)=80/50×0,30=0,48 — ini salah karena eksponensial tidak linear.
Menggunakan memoryless property secara keliru di sini (memoryless berlaku untuk probabilitas bersyarat, bukan untuk P(X≤80) langsung).
▲Red Flags›
Jika soal memberikan satu probabilitas distribusi eksponensial → gunakan untuk mencari λ, lalu hitung probabilitas lain.
Trik: P(X≤t2)=1−(1−P(X≤t1))t2/t1 untuk distribusi eksponensial.
No. 10
Suatu perusahaan asuransi umum menanggung risiko pengendara dalam jumlah yang besar. Misal X merepresentasikan besaran kerugian (dalam juta) yang dialami atas asuransi kecelakaan kendaraan bermotor, dan Y merepresentasikan besaran kerugian (dalam juta) atas asuransi tanggung gugat. X dan Y memiliki fungsi kepadatan peluang bersama sebagai berikut:
f(x,y)=⎩⎨⎧42x+2−y,0,untuk 0<x<1 dan 0<y<2selainnya
Berapa peluang total kerugian setidaknya 1 juta? (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Untuk dua variabel acak X dan Y yang saling bebas (independen):
Var(aX+bY+c)=a2Var(X)+b2Var(Y)
Catatan penting: konstanta ctidak mempengaruhi varians sama sekali — varians hanya mengukur penyebaran, bukan posisi. Koefisien a dan b dikuadratkan karena varians bersifat kuadratik.
Diketahui:
Var(X)=1, Var(Y)=2
X dan Y saling bebas → Cov(X,Y)=0
Z=3X−Y−5, artinya a=3, b=−1, c=−5
Target: Var(Z)
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Identifikasi Koefisien
Tulis ulang Z=3X+(−1)Y+(−5).
Koefisien X adalah a=3
Koefisien Y adalah b=−1
Konstanta adalah c=−5
Langkah 2: Terapkan Rumus Varians Kombinasi Linear
Karena X⊥Y (independen), kovarians nol, sehingga:
Mengapa konstanta −5 hilang?
Varians mengukur seberapa jauh nilai menyebar dari rata-ratanya. Menambahkan konstanta hanya menggeser semua nilai secara bersamaan — jarak antar nilai tidak berubah, sehingga penyebaran (varians) tidak berubah.
Hasil Akhir:(d). 11
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menyertakan konstanta dalam varians: menulis Var(Z)=9(1)+1(2)+(−5)2=36 — ini salah. Konstanta tidak masuk ke rumus varians.
Lupa mengkuadratkan koefisien: menulis 3Var(X)+Var(Y)=3(1)+1(2)=5 (pilihan b) — ingat, rumusnya a2, bukan a.
Menganggap koefisien negatif berpengaruh pada tanda varians:(−1)2=1, bukan −1. Varians selalu non-negatif.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut variabel saling bebas → Cov=0, tidak ada suku silang 2abCov(X,Y).
Jika variabel tidak independen → rumus lengkapnya: Var(aX+bY)=a2Var(X)+b2Var(Y)+2abCov(X,Y).
Konstanta (angka tanpa variabel) selalu hilang dalam varians — tanpa kecuali.
No. 12
Suatu perangkat terdiri dari dua sirkuit. Sirkuit kedua merupakan cadangan dari sirkuit yang pertama, sehingga sirkuit kedua hanya akan digunakan ketika sirkuit pertama mengalami kegagalan. Perangkat dinyatakan gagal jika dan hanya jika sirkuit kedua mengalami kegagalan. Misal X dan Y secara berurutan merupakan waktu dimana sirkuit pertama dan sirkuit kedua mengalami kegagalan.
X dan Y memiliki fungsi kepadatan peluang bersama sebagai berikut:
f(x,y)={6e−xe−2y,0,untuk 0<x<y<∞selainnya
Berapakah nilai harapan waktu di mana perangkat dinyatakan gagal? (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Distribusi Marginal — untuk “membuang” variabel yang tidak diperlukan:
fY(y)=∫−∞∞f(x,y)dx
Batas integrasi disesuaikan dengan support yang berlaku untuk x pada nilai y tertentu.
Nilai Harapan dari distribusi marginal:
E[Y]=∫0∞y⋅fY(y)dy
Rumus integral standar (wajib hafal untuk Exam CF2):
∫0∞ye−λydy=λ21
Diketahui:
f(x,y)=6e−xe−2y untuk 0<x<y<∞
Support: x selalu lebih kecil dari y (sirkuit pertama gagal lebih dulu, lalu sirkuit kedua)
Perangkat gagal pada saat Y (bukan X)
Target: E[Y]
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Pahami Support — Ini Langkah Paling Kritis
Support-nya adalah 0<x<y<∞, artinya untuk nilai y yang tetap, x hanya bisa bernilai dari 0 sampai y (bukan sampai ∞). Ini masuk akal secara fisik: sirkuit pertama harus gagal sebelum sirkuit kedua.
Langkah 2: Hitung Distribusi Marginal fY(y)
Marginalisasi terhadap x (eliminasi x):
fY(y)=∫0y6e−xe−2ydx
Karena e−2y tidak bergantung pada x, keluarkan dari integral:
Langkah 5: Cek Setiap Nilai Klaim — Masuk Interval atau Tidak?
Nilai x
Masuk interval (33,21;76,79)?
p(x)
20
✗ (terlalu kecil, 20<33,21)
—
30
✗ (terlalu kecil, 30<33,21)
—
40
✓
0,05
50
✓
0,20
60
✓
0,10
70
✓
0,10
80
✗ (terlalu besar, 80>76,79)
—
Langkah 6: Jumlahkan Peluang Nilai yang Masuk Interval
P(μ−σ<X<μ+σ)=0,05+0,20+0,10+0,10=0,45=45%
Hasil Akhir:(a). 45%
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Memasukkan nilai 30 ke dalam interval:30<33,21, jadi 30 berada di luar batas bawah.
Memasukkan nilai 80 ke dalam interval:80>76,79, jadi 80 berada di luar batas atas.
Lupa mengkuadratkan nilai saat hitung E[X2]: mengalikan x (bukan x2) dengan p(x).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Menggunakan aturan empiris 68%: aturan “68% data dalam ±1σ” hanya berlaku untuk distribusi normal. Distribusi diskrit ini tidak normal — hasilnya bisa jauh berbeda.
▲Red Flags›
Selalu cek setiap nilai klaim satu per satu terhadap batas interval. Jangan asumsikan mana yang masuk.
Batas interval bersifat terbuka — nilai persis di μ±σ tidak dihitung (walaupun untuk distribusi diskrit ini hampir tidak mungkin terjadi).
No. 14
Total besaran klaim dari produk asuransi kesehatan mengikuti sebaran dengan fungsi kepadatan peluang (dalam ribu rupiah): f(x)=1.0001e−1.000x untuk x>0. Premi untuk produk ini ditentukan sebesar nilai ekspektasi total besaran klaim ditambah 100 ribu rupiah.
Jika 100 polis saling bebas terjual, berapakah peluang aproksimasi normal dari perusahaan asuransi akan membayarkan klaim melebihi premi yang diterima?
Intepretasi: Ada sekitar 15,9% kemungkinan perusahaan asuransi merugi (klaim melebihi premi). Loading 100 ribu rupiah per polis tidak cukup aman.
Hasil Akhir:(b). 0,159
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Salah menghitung varians eksponensial: menggunakan σ2=μ=1.000 — ini keliru. Untuk distribusi eksponensial, σ2=μ2=1.0002=106.
Lupa mengalikan dengan n untuk mendapat SD(S100): menggunakan SD=1.000 (SD satu polis) alih-alih SD(S100)=1.000×100=10.000.
Menghitung total klaim rata-rata sebagai premi: premi per polis adalah μ+100=1.100, bukan μ=1.000.
▲Red Flags›
Distribusi eksponensial: mean = SD = 1/λ. Ini properti unik eksponensial — manfaatkan untuk cek perhitungan.
“Premi = mean + loading” → total premi dari n polis = n(μ+loading).
Jika soal minta “peluang merugi” → hitung P(total klaim>total premi).
No. 15
Suatu Perusahaan menawarkan produk polis asuransi jiwa dasar kepada karyawannya. Selain itu, Perusahaan juga menawarkan asuransi jiwa tambahan kepada karyawannya. Untuk membeli produk asuransi jiwa tambahan, karyawan diwajibkan membeli asuransi jiwa dasar. Misal X merupakan proporsi dari total karyawan yang membeli polis asuransi jiwa dasar, dan Y merupakan proporsi dari total karyawan membeli polis asuransi jiwa tambahan. Misal X dan Y memiliki fungsi kepadatan peluang bersama f(x,y)=2(x+y) dengan daerah di mana kepadatan (density) nya bernilai positif.
Jika diketahui 10% dari total karyawan membeli polis asuransi jiwa dasar, berapa peluang kurang dari 5% karyawan membeli polis asuransi tambahan? (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Verifikasi:173<250 ✓, jadi asumsi median di bagian kontinu sudah benar.
Hasil Akhir:(c). 173
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Langsung menyimpulkan median = 250 karena ada titik massa di sana — salah. Harus cek dulu apakah P(B=250)≥0,5. Di sini P(B=250)≈0,37<0,5, jadi median ada di bawah 250.
Mencari median X tanpa mempertimbangkan cap. Kebetulan hasilnya sama di soal ini (173<250), tapi secara konseptual harus bekerja pada variabel B=min(X,250).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Median manfaat” → median dari B=min(X,250), bukan median dari biaya klaim X.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut “manfaat hingga limit/maksimum” → definisikan B=min(X,limit) terlebih dahulu.
Selalu cek P(B=cap) sebelum mencari median: jika ≥0,5 maka median = cap; jika <0,5 maka cari di bagian kontinu.
No. 17
Seorang aktuaris menentukan banyaknya tornado yang terjadi di negara P dan Q dalam satu tahun memiliki distribusi bersama sebagai berikut:
Banyaknya tornado di negara Q dalam satu tahun
Banyaknya tornado di negara P dalam satu tahun
0
1
2
3
0
0,12
0,06
0,05
0,02
1
0,13
0,15
0,12
0,03
2
0,05
0,15
0,10
0,02
Hitunglah varians bersyarat dari banyaknya tornado yang terjadi dalam satu tahun di negara Q, jika diketahui tidak ada tornado yang terjadi di negara P! (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Melaporkan E[Q2∣P=0]=1,76 sebagai varians (pilihan e) — ini adalah E[Q2], bukan varians. Harus dikurangi (E[Q])2=(0,88)2.
Tidak membagi dengan P(P=0)=0,25 saat normalisasi — menggunakan probabilitas gabungan langsung sebagai probabilitas bersyarat.
▲Red Flags›
Jika soal minta varians bersyarat → wajib normalisasi distribusi bersyarat lebih dulu, baru hitung momen.
Selalu lakukan 2 langkah: hitung E[Q∣P] dan E[Q2∣P], lalu gabungkan dengan rumus Var=E[X2]−(E[X])2.
Pilihan 0,88 (pilihan c) adalah E[Q∣P=0], bukan varians — jebakan klasik.
No. 18
Seorang aktuaris menemukan bahwa pemegang polis memiliki tendensi untuk klaim sebanyak 2 kali dalam suatu periode polis sebesar tiga kali lipat dibandingkan klaim sebanyak 4 kali dalam suatu periode polis.
Jika banyaknya klaim yang diajukan mengikuti sebaran Poisson, berapakah varians dari banyaknya klaim yang diajukan?
Langkah 2: Bentuk Persamaan dari Kondisi yang Diberikan
P(X=2)=3⋅P(X=4)2e−λλ2=3⋅24e−λλ4
Langkah 3: Sederhanakan Persamaan
Bagi kedua sisi dengan e−λ (selalu positif, aman untuk dibagi):
2λ2=243λ4=8λ4
Kalikan kedua sisi dengan 8:
4λ2=λ4
Bagi kedua sisi dengan λ2 (karena λ>0, aman untuk dibagi):
4=λ2λ=2(λ>0 diambil nilai positif)
Langkah 4: Simpulkan Varians
Untuk distribusi Poisson: Var(X)=λ=2
Hasil Akhir:(d). 2
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Lupa bahwa untuk Poisson, varians = mean = λ — setelah menemukan λ=2, langsung simpulkan Var(X)=2, bukan menghitung varians secara terpisah.
Membagi dengan λ2 padahal λ bisa nol — untuk konteks ini aman karena λ>0 (parameter Poisson selalu positif), tetapi harus disebutkan secara eksplisit.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Tiga kali lipat” berarti P(X=2)=3×P(X=4), bukan P(X=4)=3×P(X=2). Perhatikan urutan kalimat: “klaim 2 kali sebesar tiga kali lipat dibandingkan klaim 4 kali.”
▲Red Flags›
Jika soal memberi rasio P(X=a)/P(X=b) untuk distribusi Poisson → hubungkan langsung dengan λ melalui PMF Poisson.
Jika menemukan λ4−4λ2=0 → faktorkan menjadi λ2(λ2−4)=0 → ambil λ=2 (buang solusi λ=0 dan λ=−2).
No. 19
Suatu dealer mobil mampu menjual 0, 1 atau 2 mobil mewah setiap harinya. Saat menjual mobil, dealer juga menawarkan pelanggan untuk membeli perpanjangan garansi mobil. Misal X merupakan banyaknya mobil mewah yang dijual dalam sehari, dan Y merupakan banyaknya perpanjangan garansi mobil yang terjual.
Menghitung Var(Y) alih-alih Var(X) — soal hanya minta varians X (banyaknya mobil terjual), bukan garansi.
Lupa menjumlahkan semua nilai y untuk mendapat marginal P(X=x) — misalnya untuk P(X=2), ada 3 nilai y yang harus dijumlahkan.
▲Red Flags›
Selalu verifikasi ∑xP(X=x)=1 setelah menghitung marginal — jika tidak sama dengan 1, ada kesalahan penjumlahan.
Marginal P(X=x) didapat dengan “memproyeksikan” tabel ke sumbu X (menjumlahkan per baris/kolom).
No. 20
Suatu polis asuransi memberikan manfaat penggantian biaya kerugian hingga limit benefit 10 juta. Kerugian pemegang polis Y, mengikuti distribusi dengan fungsi kepadatan peluang sebagai berikut:
f(y)=⎩⎨⎧y32,0,untuk y>1selainnya
Berapakah nilai harapan dari manfaat yang dibayarkan oleh polis asuransi tersebut?
a. 1,0 juta
b. 1,3 juta
c. 1,8 juta
d. 1,9 juta
e. 2,0 juta
Langkah 3: Hitung E[B] dengan Menggabungkan Kedua Bagian
E[B]=1,8+10×0,01=1,8+0,1=1,9
Intuisi: Sebagian besar klaim (99%) dibayar sesuai nilai aslinya, tetapi 1% klaim yang sangat besar hanya dibayar sebesar limit 10 juta — sehingga total ekspektasi manfaat sedikit di bawah E[Y].
Hasil Akhir:(d). 1,9 juta
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menggunakan ∫1∞y⋅f(y)dy=E[Y] tanpa cap → ini menghitung E[Y] (nilai harapan kerugian penuh), bukan E[B] (nilai harapan manfaat yang dibatasi).
Lupa kontribusi titik massa di B=10 → cukup menghitung ∫110 dan berhenti, padahal harus ditambah 10⋅P(Y>10).
Salah batas bawah integral: support f(y) dimulai dari y>1, bukan y>0 — jangan mulai integral dari 0.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Manfaat hingga limit 10 juta” → B=min(Y,10). Jika kerugian Y<10, dibayar penuh; jika Y≥10, dibayar hanya 10.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut “limit benefit” atau “maksimum manfaat” → definisikan B=min(Y,limit) dan gunakan formula dua bagian (integral + titik massa).
Selalu periksa support PDF — di soal ini support dimulai dari y>1, bukan y>0.
No. 21
Suatu Perusahaan asuransi memiliki cabang di 3 kota: J, K, dan L. Karena lokasi dari ketiga cabang berada di pulau yang berbeda, maka dapat diasumsikan bahwa kerugian yang terjadi di ketiga kota tersebut saling bebas. Fungsi pembangkit momen dari sebaran kerugian di 3 kota tersebut diberikan sebagai berikut:
MJ(t)=(1−2t)−3MK(t)=(1−2t)−2,5ML(t)=(1−2t)−4,5
X merepresentasikan kerugian total dari 3 kota tersebut.
Langkah 2: Identifikasi Distribusi X
Bentuk (1−2t)−10 cocok dengan MGF Gamma dengan α=10 dan β=2.
Jadi: X∼Γ(α=10,β=2).
Langkah 3: Hitung E[X3] Menggunakan Formula Momen Gamma
Untuk k=3:
E[X3]=Γ(10)Γ(10+3)⋅β3=Γ(10)Γ(13)⋅23
Hitung Γ(10)Γ(13):
Karena Γ(n)=(n−1)!:
Γ(10)Γ(13)=9!12!=10×11×12=1.320
(Kita hanya perlu mengalikan 3 bilangan berurutan dari α=10 ke atas: 10×11×12)
Hitung E[X3]:
E[X3]=1.320×23=1.320×8=10.560
Hasil Akhir:(e). 10.560
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menghitung (E[X])3 alih-alih E[X3]:(E[X])3=E[X3] kecuali distribusinya deterministik. E[X]=αβ=10×2=20, sehingga (E[X])3=8.000 — ini opsi (d), jebakan klasik.
Lupa mengalikan dengan βk=23=8: hanya menghitung Γ(13)/Γ(10)=1.320 (opsi a) dan berhenti.
Salah menghitung Γ(13)/Γ(10): menggunakan 12!/9!=12×11×10=1.320 — ini benar. Yang sering salah adalah menghitung 12×11×10×⋯ terlalu banyak faktor.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Kerugian total” = X=J+K+L, bukan salah satu kota saja.
▲Red Flags›
Jika MGF berbentuk (1−βt)−α → kenali sebagai Gamma, gunakan formula momen Gamma.
MGF penjumlahan variabel independen = produk MGF masing-masing → pangkat bisa langsung dijumlahkan jika basis sama.
E[X3] dan (E[X])3 adalah dua hal yang sangat berbeda.
No. 22
Berapakah peluang dari 5 kartu yang diambil secara acak dan tanpa pengembalian dari setumpuk kartu standar yang berjumlah 52 kartu, terdiri dari 1 Raja Sekop, 1 Raja lainnya, 2 Ratu, serta 1 kartu lainnya yang bukan Raja atau Ratu?
a. (552)(24)(24)(144)
b. (552)(13)(24)(144)
c. (552)(37)(144)
d. (552)(13)(24)(111)
e. (552)(13)(24)
Aturan Perkalian Counting (Multiplication Principle):
Jika setiap pilihan dilakukan secara terpisah dan independen, jumlah cara keseluruhan adalah hasil kali jumlah cara masing-masing pilihan.
Kombinasi:(kn) = jumlah cara memilih k objek dari n objek tanpa memperhatikan urutan.
Struktur kartu standar (52 kartu):
4 Raja (♠ ♥ ♦ ♣), 4 Ratu (♠ ♥ ♦ ♣)
Kartu bukan Raja/Ratu: 52−4−4=44 kartu
Diketahui:
Kartu standar 52 lembar: 4 Raja, 4 Ratu, 44 lainnya
Target hand: {1 Raja Sekop} + {1 Raja lain} + {2 Ratu} + {1 bukan Raja/Ratu}
Total cara memilih 5 dari 52: (552) (penyebut)
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Pahami Komposisi Hand yang Diinginkan
Kita perlu 5 kartu dengan komposisi spesifik:
Slot 1: 1 Raja Sekop — ini kartu yang spesifik (hanya ada 1 di seluruh dek)
Slot 2: 1 Raja dari bukan Sekop — pilih dari 3 Raja yang tersisa (♥, ♦, ♣)
Slot 3–4: 2 Ratu dari 4 Ratu yang ada
Slot 5: 1 kartu yang bukan Raja dan bukan Ratu, dari 44 kartu tersisa
Langkah 2: Hitung Cara Mengisi Setiap Slot
Slot
Deskripsi
Jumlah Cara
Raja Sekop
Spesifik, hanya 1 kartu
(11)=1
Raja lain (non-Sekop)
Pilih 1 dari 3 Raja tersisa
(13)
2 Ratu
Pilih 2 dari 4 Ratu
(24)
1 kartu lain
Pilih 1 dari 44 kartu non-Raja/Ratu
(144)
Langkah 3: Hitung Pembilang
Menggunakan aturan perkalian:
Memilih 2 Raja dari 4 ((24), opsi a): mengabaikan syarat bahwa satu Raja harus Raja Sekop spesifik. Jika pakai (24), kita menghitung kombinasi yang mungkin tidak mengandung Raja Sekop.
Salah hitung kartu non-Raja/Ratu:52−4−4=44 (benar), bukan 52−4−4−4=40.
Memilih 1 dari 11 ((111), opsi d): angka 11 tidak relevan dalam konteks ini.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“1 Raja Sekop” = kartu spesifik dan tertentu → tidak ada pilihan ((11)=1), yang dipilih adalah Raja lainnya dari 3 yang tersisa.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut kartu spesifik (seperti “Raja Sekop”) → pisahkan dari kelompok umumnya; beri faktor (11)=1, lalu sisanya dipilih dari sisa grup.
Selalu hitung dulu jumlah total tiap kelompok kartu sebelum menulis kombinasi.
No. 23
Misal X merupakan variabel acak diskret dengan fungsi peluang P(X=x)=3x2 untuk x=1,2,3,…
Ide Kunci: Nilai genap (x=2,4,6,…) dapat ditulis sebagai x=2k untuk k=1,2,3,… Substitusi ini mengubah deret dengan “langkah 2” menjadi deret geometri biasa dengan rasio baru r2.
Diketahui:
P(X=x)=2/3x=2⋅(1/3)x untuk x=1,2,3,…
Target: P(X genap)=P(X=2)+P(X=4)+P(X=6)+⋯
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Verifikasi PMF Valid (Boleh Dilewat di Ujian)
Menggunakan rasio r=1/3 (bukan 1/9): untuk nilai genap x=2,4,6,…, rasio antar suku berurutan adalah (1/3)2=1/9 karena x melompat 2. Menggunakan r=1/3 akan menghasilkan jawaban yang salah.
Lupa faktor 2 di PMF: menulis ∑(1/9)k tanpa mengalikan dengan 2.
▲Red Flags›
Untuk mencari P(X∈{2,4,6,…}) dari PMF berbentuk c⋅rx → substitusi x=2k, rasio baru menjadi r2.
Hasil P(X genap)<P(X ganjil) masuk akal di sini karena PMF menurun cepat, dan nilai ganjil terkecil (x=1) sudah memiliki peluang 2/3.
No. 24
Misal X memiliki sebaran binomial dengan parameter n dan p, dan distribusi bersyarat dari Y jika diketahui X=x mengikuti sebaran Poisson dengan rataan x.
Properti Distribusi Binomial: Jika X∼B(n,p), maka:
E[X]=np
Var(X)=np(1−p)
Diketahui:
X∼B(n,p)
Y∣X=x∼Poisson(λ=x)
Target: Var(Y) tanpa kondisi apapun
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Identifikasi Momen Bersyarat sebagai Fungsi dari X
Karena Y∣X=x∼Poisson(x):
E[Y∣X]=X(fungsi dari variabel acak X)Var(Y∣X)=X(fungsi dari variabel acak X)
Langkah 2: Hitung Suku Pertama — E[Var(Y∣X)]
E[Var(Y∣X)]=E[X]=np
Langkah 3: Hitung Suku Kedua — Var(E[Y∣X])
Var(E[Y∣X])=Var(X)=np(1−p)
Langkah 4: Gabungkan Kedua Suku
Var(Y)=E[Var(Y∣X)]+Var(E[Y∣X])=np+np(1−p)
Faktorkan np:
=np(1+(1−p))=np(2−p)
Hasil Akhir:(e). np(2−p)
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Hanya menghitung satu suku: menjawab np (hanya suku pertama, opsi b) atau np(1−p) (hanya suku kedua, opsi c) — hukum variansi total selalu terdiri dari dua suku.
Menjawab x (opsi a): x adalah nilai yang sudah diketahui/ditetapkan, bukan variabel acak. Var(Y) yang diminta adalah tanpa kondisi apapun.
Bingung antara E[Var(Y∣X)] dan Var(E[Y∣X]): keduanya berbeda. Yang pertama: ambil varians dulu baru ekspektasi. Yang kedua: ambil ekspektasi dulu baru varians.
▲Red Flags›
Hukum variansi total wajib digunakan saat ada struktur hierarkis: ”Y bergantung pada X, dan X adalah variabel acak”.
Untuk distribusi Poisson: mean = varians = parameter λ. Ini membuat E[Y∣X]=Var(Y∣X)=X — properti khusus Poisson yang sering diuji.
Jika Y∣X=x∼ distribusi apapun dengan mean =ax+b dan varians =cx+d → substitusi ke hukum variansi total secara langsung.
No. 25
Seorang aktuaris melakukan studi pengalaman mengenai kemungkinan berbagai kategori usia pengendara yang terlibat dalam setidaknya satu kecelakaan dalam periode satu tahun. Hasil studi diberikan sebagai berikut:
Kategori Usia Pengendara
% Banyaknya Pengendara
Peluang Setidaknya Satu Kecelakaan Terjadi
Remaja
8%
0,15
Dewasa Muda
16%
0,08
Paruh Baya
45%
0,04
Usia Tua
31%
0,05
Total
100%
Jika seorang pengendara diketahui terlibat dalam setidaknya satu kecelakaan di tahun lalu, berapakah peluang pengendara tersebut dari kategori Dewasa Muda? (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Interpretasi: Meskipun Dewasa Muda hanya 16% dari populasi pengendara, mereka menyumbang sekitar 22% dari pengendara yang terlibat kecelakaan — sedikit lebih tinggi dari proporsi aslinya.
Hasil Akhir:(d). 0,22
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menjawab 0,16 (opsi b): ini adalah proporsi Dewasa Muda di populasi (P(DM)), bukan peluang bersyarat setelah diketahui terlibat kecelakaan.
Menjawab 0,08 (opsi a ≈): ini adalah peluang kecelakaan given Dewasa Muda (P(A∣DM)), bukan yang ditanya (arahnya terbalik).
Salah menjumlahkan P(A): melewatkan satu kategori saat menghitung hukum total.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Jika diketahui terlibat kecelakaan” → ini sinyal kuat untuk Teorema Bayes. Arah pertanyaan terbalik dari data yang diberikan.
▲Red Flags›
Jika soal berstruktur: “diketahui terjadi suatu kejadian, berapa peluang berasal dari kelompok tertentu?” → selalu Teorema Bayes.
Hitung P(A) lengkap dari semua kategori sebelum menghitung posterior. Jangan hanya menggunakan dua atau tiga kategori.
No. 26
Future lifetime (dalam bulan) dari dua komponen sebuah mesin memiliki fungsi kepadatan peluang bersama:
Tentukan peluang kedua komponen masih dapat digunakan 20 bulan dari sekarang!
a. 125.0006∫020∫020(50−x−y)dydx
b. 125.0006∫2030∫2050−x(50−x−y)dydx
c. 125.0006∫2030∫2050−x−y(50−x−y)dydx
d. 125.0006∫2050∫2050−x(50−x−y)dydx
e. 125.0006∫2050∫2050−x−y(50−x−y)dydx
Daerah ini berbentuk segitiga dengan sudut di (0,0), (50,0), dan (0,50).
Probabilitas bersama untuk wilayah D:
P((X,Y)∈D)=∬Df(x,y)dydx
Batas integral harus mencerminkan irisan antara kondisi soal (x>20, y>20) dengan support asli (x+y<50).
Diketahui:
Support: segitiga x>0, y>0, x+y<50
“Kedua komponen masih hidup 20 bulan lagi” = X>20danY>20
Target: P(X>20,Y>20)
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Gambarkan Daerah Integrasi
Kita perlu irisan tiga kondisi:
x>20 (komponen 1 masih hidup)
y>20 (komponen 2 masih hidup)
x+y<50 (dalam support PDF)
Langkah 2: Tentukan Batas untuk x (integral luar)
Dari kondisi x>20 dan x+y<50 dengan y>20:
Kita butuh y<50−x dengan y>20
Agar ada nilai y yang valid: batas bawah y (=20) harus lebih kecil dari batas atas y (=50−x)
Artinya: 20<50−x, sehingga x<30
Jadi batas untuk x: 20<x<30
Langkah 3: Tentukan Batas untuk y (integral dalam)
Untuk x yang tetap dalam (20,30):
Batas bawah y: harus y>20
Batas atas y: dari support, y<50−x
Jadi: 20<y<50−x
Ringkasan Batas:
Variabel
Batas Bawah
Batas Atas
x (luar)
20
30
y (dalam)
20
50−x
Langkah 4: Tulis Integral
P(X>20,Y>20)=125.0006∫2030∫2050−x(50−x−y)dydx
Mengapa batas atas x bukan 50? (jebakan opsi d)
Jika x≥30, maka 50−x≤20, sehingga batas atas y (=50−x) menjadi ≤20 — lebih kecil dari batas bawah y (=20). Interval integral menjadi kosong, kontribusinya nol. Jadi batas x efektifnya hanya sampai 30.
Hasil Akhir:(b). 125.0006∫2030∫2050−x(50−x−y)dydx
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Memilih batas atas x=50 (opsi d): tidak mempertimbangkan bahwa y>20 mensyaratkan 50−x>20, yaitu x<30.
Memilih opsi (a) dengan batas 0 ke 20: batas integral dari 0 ke 20 menghasilkan P(X<20,Y<20) — justru komplemen dari yang diminta.
Batas atas y ditulis 50−x−y (opsi c dan e): batas atas integral tidak boleh mengandung variabel yang sedang diintegralkan (y).
▲Red Flags›
Untuk soal distribusi bersama dengan support berbentuk segitiga: selalu gambar daerah integrasinya sebelum menulis batas.
Saat menentukan batas luar (x): cek kondisi agar batas dalam (y) punya interval yang valid (batas bawah < batas atas).
No. 27
Besaran klaim-klaim yang diajukan atas polis asuransi kendaraan bermotor mengikuti distribusi normal dengan mean 19.400 dan deviasi standar 5.000.
Berapakah peluang rata-rata dari 25 sampel yang diambil secara acak melebihi 20.000? (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Menggunakan σ=5.000 langsung (tanpa dibagi n): menghasilkan Z=600/5.000=0,12, lalu P(Z>0,12)≈0,45 — opsi (e). Ini keliru karena pertanyaan tentang rata-rata sampel, bukan satu klaim individual.
Mengalikan σ dengan n alih-alih membagi: 5.000×5=25.000 — ini rumus untuk SD total Sn, bukan SD rata-rata Xˉ.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Kata kunci “rata-rata dari 25 sampel” → ini adalah distribusi Xˉ, bukan distribusi X individu. Selalu gunakan σ/n sebagai standard error.
▲Red Flags›
“Rata-rata dari n sampel melebihi c” → gunakan SE=σ/n.
“Satu klaim melebihi c” → gunakan σ langsung.
Dua pertanyaan yang berbeda! Selalu perhatikan apakah soal tentang satu nilai atau rata-rata.
No. 28
Suatu perusahaan menentukan harga dari asuransi gempa bumi dengan menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
(i) Di setiap tahun kalender, terdapat hanya satu kali gempa bumi
(ii) Di setiap tahun kalender, peluang terjadinya gempa bumi sebesar 0,05
(iii) Banyaknya gempa bumi yang terjadi di setiap tahun kalender saling bebas
Dengan menggunakan asumsi di atas, tentukan peluang terjadi kurang dari 3 gempa bumi dalam 20 tahun. (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Distribusi BinomialN∼B(n,p): jumlah “sukses” dalam n percobaan Bernoulli independen dengan peluang sukses p per percobaan.
P(N=k)=(kn)pk(1−p)n−k
Mengapa Binomial? Tiap tahun adalah percobaan Bernoulli: gempa (sukses, p=0,05) atau tidak (gagal, p=0,95). Dalam 20 tahun yang independen, total gempa N∼B(20,0,05).
Diketahui:
n=20 tahun, p=0,05 per tahun, antar tahun independen
N∼B(20,0,05)
Target: P(N<3)=P(N=0)+P(N=1)+P(N=2)
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Hitung P(N=0) — Tidak Ada Gempa Sama Sekali
Menganggap distribusinya Poisson (karena p kecil dan n besar): memang Poisson bisa jadi aproksimasi (λ=np=1), tetapi soal tidak meminta aproksimasi — gunakan Binomial eksak.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Kurang dari 3” = {0,1,2} — jangan masukkan P(N=3). Kata “kurang dari” (bukan “paling banyak”) bersifat ketat.
▲Red Flags›
“Kurang dari k” → jumlahkan P(N=0) sampai P(N=k−1) saja.
“Paling banyak k” atau “tidak lebih dari k” → jumlahkan P(N=0) sampai P(N=k).
Asumsi “di setiap tahun terjadi paling banyak 1 gempa” + independen + Bernoulli → Binomial, bukan Poisson.
No. 29
Distribusi kerugian yang disebabkan oleh kerusakan akibat kebakaran gudang diberikan sebagai berikut:
Besar Kerugian
Peluang
0
0,900
500
0,060
1.000
0,030
10.000
0,008
50.000
0,001
100.000
0,001
Jika kerugian lebih besar dari nol, tentukan nilai ekspektasi dari kerugian tersebut! (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Intuisi: Kita membatasi pandangan hanya pada kasus di mana kerugian benar-benar terjadi (X>0). Distribusi bersyarat ini “menghapus” kasus X=0 dan menormalisasi ulang peluang sisanya.
Diketahui:
P(X=0)=0,900 → P(X>0)=1−0,900=0,100
Nilai kerugian positif: 500, 1.000, 10.000, 50.000, 100.000
Target: E[X∣X>0]
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Hitung Pembilang — ∑x>0x⋅P(X=x)
Kalikan setiap nilai kerugian positif dengan peluangnya:
Besar Kerugian x
Peluang P(X=x)
x×P(X=x)
500
0,060
500×0,060=30
1.000
0,030
1.000×0,030=30
10.000
0,008
10.000×0,008=80
50.000
0,001
50.000×0,001=50
100.000
0,001
100.000×0,001=100
x>0∑x⋅P(X=x)=30+30+80+50+100=290
Catatan: nilai 290 ini adalah E[X] tanpa kondisi (nilai ekspektasi kerugian tanpa syarat). Ini adalah opsi (a) — jebakan!
Langkah 2: Hitung Penyebut — P(X>0)
P(X>0)=1−P(X=0)=1−0,900=0,100
Langkah 3: Hitung Ekspektasi Bersyarat
E[X∣X>0]=0,100290=2.900
Interpretasi: Rata-rata kerugian per kejadian kebakaran yang benar-benar menimbulkan kerugian adalah Rp2.900.000. Ini jauh lebih besar dari E[X]=290 karena kita mengecualikan 90% kasus tanpa kerugian.
Hasil Akhir:(d). 2.900
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menjawab 290 (opsi a): nilai ini adalah E[X] tanpa syarat, bukan E[X∣X>0]. Lupa membagi dengan P(X>0)=0,1.
Salah menghitung P(X>0): menggunakan 0,060+0,030+⋯=0,100 (benar) atau menggunakan 1−0,9=0,1 (juga benar) — keduanya sama.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Jika kerugian lebih besar dari nol” → ini adalah kondisi, bukan filter. Gunakan rumus ekspektasi bersyarat, bukan hanya menjumlahkan nilai positif.
▲Red Flags›
Jika soal berbunyi “jika [kondisi], berapa ekspektasinya?” → selalu bagi dengan peluang kondisi tersebut.
Hasil E[X∣X>0] harus selalu lebih besar dari E[X] ketika P(X=0)>0 — gunakan ini sebagai cek logika.
No. 30
Misal X, Y, dan Z memiliki nilai rataan sebesar 1, 2 dan 3 secara berturut-turut serta varians sebesar 4, 5 dan 9. Kovarians dari X dan Y sebesar 2, kovarians dari X dan Z sebesar 3, serta kovarians dari Y dan Z sebesar 1.
Berapakah nilai rataan dan varians, secara berurut-urut, dari variabel acak 3X+2Y−Z?
a. 4 dan 31
b. 4 dan 65
c. 4 dan 67
d. 14 dan 13
e. 14 dan 65
Langkah 2: Hitung Setiap Suku Varians Secara Terpisah
Suku
Rumus
Nilai
a2Var(X)
32×4=9×4
36
b2Var(Y)
22×5=4×5
20
c2Var(Z)
(−1)2×9=1×9
9
2abCov(X,Y)
2(3)(2)(2)=12×2
24
2acCov(X,Z)
2(3)(−1)(3)=−6×3
−18
2bcCov(Y,Z)
2(2)(−1)(1)=−4×1
−4
Langkah 3: Jumlahkan Semua Suku
Var(W)=36+20+9+24+(−18)+(−4)=36+20+9+24−18−4=67
Hasil Akhir:(c). E[W]=4 dan Var(W)=67
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Lupa tanda negatif pada suku kovarians yang melibatkan c=−1: menghitung 2acCov(X,Z)=+18 (harusnya −18) dan 2bcCov(Y,Z)=+4 (harusnya −4). Kesalahan ini menghasilkan 67+18+4+18+4=67+22=65 … tidak, menghasilkan 36+20+9+24+18+4=111 — terlalu besar. Kesalahan yang lebih halus: hanya salah tanda satu suku.
Lupa mengkuadratkan koefisien varians: menulis aVar(X)=3×4=12 (harusnya 9×4=36).
Menghitung E[W] sebagai 3(1)+2(2)+1(3)=10: lupa tanda negatif koefisien Z, menghasilkan mean =10 (mendekati opsi d, 14, tapi masih salah).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Opsi (d) E=14 muncul jika menghitung E[W]=3(1)+2(2)+1(3)=10 atau 3+4+3=14 — pastikan tanda koefisien Z adalah negatif.
▲Red Flags›
Setiap kali ada koefisien negatif dalam kombinasi linear → wajib bawa tanda negatif ke dalam semua suku kovarians yang melibatkan variabel itu.
Pilihan (b) dengan varians 65: mungkin berasal dari menghitung 2acCov(X,Z)=+18 (salah tanda) dan 2bcCov(Y,Z)=+4 (salah tanda), menghasilkan 36+20+9+24−18−4=67… atau varian kesalahan lain. Selalu hitung satu per satu seperti tabel di atas.