Di dalam suatu laci, terdapat tujuh pasang kaos kaki yang setiap pasangnya berbeda dengan pasang lainnya (kaos kaki sebelah kiri dan kaos kaki sebelah kanan dianggap sebagai kaos kaki yang berbeda). Diambil lima kaos kaki sekaligus secara acak.
Tentukan banyaknya cara pengambilan sehingga di antara yang terambil terdapat tepat sepasang kaos kaki yang cocok (berpasangan).
Strategi “Divide and Conquer” dalam kombinatorik: pisahkan kondisi yang harus dipenuhi dan yang harus dihindari, lalu kalikan hasilnya (aturan perkalian).
Diketahui:
7 pasang kaos kaki, tiap pasang berbeda, kiri = kanan → total 14 kaos kaki berbeda
Diambil 5 sekaligus secara acak
Syarat: tepat satu pasang yang cocok (berpasangan) di antara 5 yang terambil
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Strategi Penghitungan
“Tepat satu pasang” berarti:
Dari 7 pasang, pilih 1 pasang yang keduanya masuk → wajib ambil kedua kaos kaki dari pasang ini.
Sisa 5−2=3 kaos kaki berasal dari pasang-pasang lain, tanpa membentuk pasang baru.
Langkah 2: Memilih Pasang yang Lengkap
Pilih 1 pasang dari 7 pasang yang ada:
(17)=7
Langkah 3: Memilih 3 Kaos Kaki Lain Tanpa Pasang Baru
Sisa 14−2=12 kaos kaki berasal dari 6 pasang yang tersisa.
Agar tidak terbentuk pasang baru: dari setiap pasang yang dipilih, ambil hanya 1 kaos kaki (kiri atau kanan).
Pilih 3 pasang dari 6 pasang tersisa (untuk diambil salah satunya): (36)
Dari setiap pasang yang dipilih, pilih 1 dari 2 kaos kaki: 23
(36)×23=20×8=160
Langkah 4: Hitung Total
Total=(17)×(36)×23=7×20×8=1.120
Hasil Akhir:(a). 1.120
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Lupa bahwa setelah memilih 1 pasang lengkap, sisa 3 kaos kaki tidak boleh membentuk pasang baru — kunci utama soal ini.
Menghitung (312) untuk 3 kaos kaki sisa tanpa memperhatikan larangan membentuk pasang.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengabaikan bahwa “kiri dan kanan dianggap berbeda” — ini berarti total benda bukan 7 melainkan 14.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut “tepat k pasang” → pisahkan langkah: (1) pilih pasang lengkap, (2) pilih sisa tanpa membentuk pasang tambahan.
Jika hasil tidak ada di pilihan → cek apakah kondisi “tanpa pasang baru” sudah diterapkan.
No. 2
Diketahui dari 1.000 orang, 800 orang menyukai olahraga sepakbola dan 600 orang menyukai olahraga bulutangkis. Semuanya menyukai setidaknya satu dari dua olahraga tersebut.
Tentukan probabilitas dipilihnya seseorang yang menyukai bulutangkis tapi tidak menyukai sepakbola.
Menggunakan P(B)=0,6 langsung sebagai jawaban — ini adalah probabilitas semua penggemar bulutangkis, bukan yang hanya bulutangkis.
Lupa mengurangkan irisan: P(B∖F)=P(B).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Menyukai bulutangkis tapi tidak menyukai sepakbola” = B∩Fc=B∖F, bukan P(B).
▲Red Flags›
Jika soal menyebut “semua menyukai setidaknya satu” → ∣F∪B∣= total populasi, gunakan ini untuk mencari irisan.
No. 3
Sebuah undian diadakan setiap minggu, dimana undian tersebut berharga 1 dan hadiah undian tersebut sebesar 10. Probabilitas untuk mendapatkan undian tersebut sebesar 201. Andi memutuskan untuk membeli 1 tiket undian setiap minggu sampai dia menang, dimana pada saat itu dia akan berhenti.
Tentukan ekspektasi keuntungan yang didapatkan Andi dari pembelian undian-undian tersebut.
Memilih A=1/4 tanpa memperhatikan syarat A>1/2 → menghasilkan E[X]=7/4 yang salah.
Lupa bahwa A+B=1 adalah syarat normalisasi PMF.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Menggunakan turunan MGF untuk mencari E[X] padahal E[X] bisa langsung diperoleh dari bentuk PMF.
▲Red Flags›
Jika MGF berbentuk ∑kckekt → ck=P(X=k), dan ∑ck=1 wajib terpenuhi.
Jika ada dua solusi dari persamaan variansi → gunakan syarat tambahan (di sini: A>1/2) untuk memilih.
No. 5
Misalkan X dan Y merupakan variabel acak dengan fungsi densitas bersama sebagai berikut:
X=0
X=1
X=2
Y=0
0
0,1
0,2
Y=1
0,1
0,2
0
Y=2
0,2
0,2
0
Tentukan nilai dari koefisien korelasi antara X dan Y.
a. Sekurang-kurangnya −1 tapi kurang dari −0,6
b. Sekurang-kurangnya −0,6 tapi kurang dari −0,2
c. Sekurang-kurangnya −0,2 tapi kurang dari 0,2
d. Sekurang-kurangnya 0,2 tapi kurang dari 0,6
e. Sekurang-kurangnya 0,6
≡Jawaban No. 5›
(a). ρ≈−0,671 (sekurang-kurangnya −1 tapi kurang dari −0,6)
Lupa bahwa sel dengan x=0 atau y=0 tidak berkontribusi pada E[XY].
Salah menghitung distribusi marginal: P(X=x)=∑yp(x,y) (sum atas baris untuk kolom x).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira Cov(X,Y)<0 berarti X dan Y berlawanan arah — benar secara intuitif, tapi tetap harus dihitung numerik untuk menentukan interval.
▲Red Flags›
Jika tabel joint distribution diberikan → hitung marginal dulu sebelum momen apapun.
Selalu verifikasi ∑p(x,y)=1 sebelum mulai menghitung.
No. 6
Diketahui lama waktu sampai mesin rusak dimodelkan sebagai distribusi eksponensial dengan rata-rata 3 tahun. Garansi pada mesin memberikan skenario pengembalian uang sebagai berikut:
Jika mesin rusak dalam 1 tahun, harga pembelian penuh dikembalikan.
Jika mesin rusak setelah 1 tahun tetapi belum 2 tahun, 43 dari harga pembelian dikembalikan.
Jika mesin rusak setelah 2 tahun tetapi belum 4 tahun, 21 dari harga pembelian dikembalikan.
Jika mesin rusak setelah 4 tahun, 41 dari harga pembelian dikembalikan.
Misalkan ekspektasi yang akan dikembalikan dalam garansi tersebut sebesar c dari harga pembelian. Tentukanlah nilai dari c.
a. Kurang dari 0,2
b. Sekurang-kurangnya 0,2 tapi kurang dari 0,4
c. Sekurang-kurangnya 0,4 tapi kurang dari 0,6
d. Sekurang-kurangnya 0,6 tapi kurang dari 0,8
e. Sekurang-kurangnya 0,8
≡Jawaban No. 6›
(d). c≈0,627 (sekurang-kurangnya 0,6 tapi kurang dari 0,8)
Menggunakan λ=3 (mean) sebagai rate — yang benar adalah λ=1/mean=1/3.
Salah menghitung P(T≥4)=1−e−4/3 (ini adalah CDF, bukan survival).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira “garansi penuh selamanya” → padahal ada garansi minimal 1/4 untuk semua kasus.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut distribusi Eksponensial dengan rata-rataμ → rate λ=1/μ, bukan λ=μ.
No. 7
Sebuah kotak berisikan 6 bola identik dimana 4 bola berwarna putih dan 2 bola berwarna biru. Sebuah bola diambil secara acak dari kotak tersebut dan digantikan dengan bola berwarna putih. Prosedur ini dilakukan berulang kali.
Tentukanlah probabilitas bahwa setelah n kali melakukan prosedur tersebut, terdapat tepat satu bola berwarna biru yang tersisa di dalam kotak.
a. (65)n+(32)n
b. (65)n−(32)n
c. 2[(65)n+(32)n]
d. 2[(65)n−(32)n]
e. 2(125)n
Jika soal melibatkan proses berulang dengan state diskrit → modelkan sebagai rantai Markov dengan rekurensi.
Selalu periksa kondisi awal: di sini p1(0)=0 karena awal ada 2 biru, bukan 1.
No. 8
Andi, Budi, dan Chandra adalah pelari marathon yang masing-masing memiliki waktu lari yang berdistribusi normal, sebagai berikut:
Andi: Rata-rata sebesar 2,4 dan variansi sebesar 0,09.
Budi: Rata-rata sebesar 2,5 dan variansi sebesar 0,04.
Chandra: Rata-rata sebesar 2,7 dan variansi sebesar 0,16.
Asumsikan waktu lari mereka saling bebas, tentukanlah probabilitas bahwa pada lomba marathon berikutnya waktu lari Budi kurang dari rata-rata waktu lari Andi dan Chandra.
a. Kurang dari 0,5
b. Sekurang-kurangnya 0,5 tapi kurang dari 0,6
c. Sekurang-kurangnya 0,6 tapi kurang dari 0,7
d. Sekurang-kurangnya 0,7 tapi kurang dari 0,8
e. Sekurang-kurangnya 0,8
≡Jawaban No. 8›
(b). P≈0,562 (sekurang-kurangnya 0,5 tapi kurang dari 0,6)
Mengintegrasikan dalam urutan salah: jika integrasi dimulai dari x, batas bawah y bergantung pada x secara nonlinier (y>1−x), menjadi lebih rumit.
Salah menentukan batas: x dimulai dari 1−y2, bukan dari 0.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira PDF bersama adalah f(x,y)=f(x)+f(y) — yang benar untuk independen adalah perkalian: f(x,y)=f(x)⋅f(y)=1.
▲Red Flags›
Jika batas integral mengandung fungsi nonlinier (seperti y2) → pilih urutan integrasi yang batasnya lebih sederhana (linear).
No. 10
Di awal tahun, Andi diberikan proposal investasi. Pembayaran Andi dari investasi terkait dengan nilai penutupan indeks saham pada hari terakhir tahun ini. Jika nilai penutupan indeks pada hari terakhir tahun ini adalah X, pembayaran Andi adalah Y=min{max{X,20},50}. Pada awal tahun, ketika Andi mempertimbangkan proposal ini, Andi memodelkan X dengan distribusi seragam pada interval (0,100).
Berdasarkan model Andi tersebut, tentukan hasil pembayaran yang diharapkan Andi.
a. Kurang dari 30
b. Sekurang-kurangnya 30 tapi kurang dari 32
c. Sekurang-kurangnya 32 tapi kurang dari 34
d. Sekurang-kurangnya 34 tapi kurang dari 36
e. Sekurang-kurangnya 36
Salah memanipulasi E[Z2]: suku k2P(X=k) untuk k=0,1,2 digantikan dengan 4⋅[P(X=0)+P(X=1)+P(X=2)], bukan nilai aslinya.
Mengira P(X=2) diperlukan secara eksplisit — ternyata P(X=2) saling menghapus dalam ekspresi E[Z2].
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira E[Y] langsung sama dengan E[X]+ sesuatu tanpa derivasi formal — perlu diturunkan dengan definisi.
▲Red Flags›
Soal dengan distribusi yang “dimodifikasi” (probability mass dipindahkan) → tulis ulang ekspektasi dari definisi dan manfaatkan E[X] asli.
No. 12
Diketahui X berdistribusi normal dengan mean sebesar 1 dan variansi sebesar 4.
Tentukanlah nilai dari P[X2−4X≤0].
a. Kurang dari 0,15
b. Sekurang-kurangnya 0,15 tapi kurang dari 0,35
c. Sekurang-kurangnya 0,35 tapi kurang dari 0,55
d. Sekurang-kurangnya 0,55 tapi kurang dari 0,75
e. Sekurang-kurangnya 0,75
≡Jawaban No. 12›
(d). P≈0,6247 (sekurang-kurangnya 0,55 tapi kurang dari 0,75)
Salah menguraikan X2−4X≤0: ada yang mengira jawabannya X≤0 atau X≤4 saja (satu sisi), padahal harus dua sisi karena produk dua faktor.
Salah menstandarisasi: z=(x−μ)/σ=(x−1)/2, bukan (x−1)/4.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Lupa bahwa variansi =4 berarti σ=2, bukan σ=4.
▲Red Flags›
Jika muncul P[f(X)≤0] dengan f polinomial → faktorkan f(X) terlebih dahulu, tentukan interval tempat f(X)≤0.
No. 13
Misalkan X berdistribusi seragam pada interval [0,1] dan distribusi bersyarat dari Y dengan diketahui X=x merupakan distribusi seragam pada interval [x,2].
Hukum Ekspektasi Total (Law of Total Expectation):
E[Y]=E[E[Y∣X]]
Jika Y∣X=x∼U(x,2), maka:
E[Y∣X=x]=2x+2
Diketahui:
X∼U(0,1)
Y∣X=x∼U(x,2) untuk 0≤x≤1
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Hitung E[Y∣X=x]
Karena Y∣X=x∼U(x,2):
E[Y∣X=x]=2x+2
Langkah 2: Terapkan Hukum Ekspektasi Total
E[Y]=E[2X+2]=2E[X]+2
Langkah 3: Gunakan E[X] untuk X∼U(0,1)
E[X]=20+1=21E[Y]=21/2+2=25/2=45
Verifikasi dengan integral langsung:
E[Y]=∫012x+2⋅1dx=21[2x2+2x]01=21(21+2)=45
Hasil Akhir:(c). E[Y]=45
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Mengira E[Y]=(0+2)/2=1 karena menggunakan batas bawah 0 (batas X) bukan x (nilai kondisional aktual).
Salah menerapkan law of total expectation: E[Y]=E[Y∣X=0,5] (tidak boleh substitusi nilai tengah X saja).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira interval kondisional tetap [0,2], padahal batas bawahnya adalah x (bergantung pada nilai X).
▲Red Flags›
Jika distribusi bersyarat Y∣X=x tergantung pada x → gunakan E[Y]=E[E[Y∣X]], jangan substitusi nilai x yang tetap.
No. 14
Sebuah studi tentang hubungan antara tekanan darah dan kadar kolesterol menunjukkan hasil sebagai berikut:
Dari mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, 50% memiliki kadar kolesterol tinggi.
Dari mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi, 60% memiliki tekanan darah tinggi.
Dari mereka yang memiliki setidaknya satu dari kondisi tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol tinggi, tentukanlah probabilitas mereka memiliki kedua kondisi tersebut.
Langkah 4: Hitung Probabilitas Bersyarat yang Diminta
P(H∩C∣H∪C)=P(H∪C)P(H∩C)=8k3k=83
Hasil Akhir:(c). 83
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menggunakan nilai probabilitas absolut (misalnya P(H)=0,5 atau P(C)=0,6) — pernyataan soal memberikan probabilitas bersyarat, bukan absolut.
Langsung menghitung P(H∩C)=0,5×0,6=0,3 — ini hanya valid jika H dan C independen.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira “dari mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, 50% dst.” adalah P(H)=0,5.
▲Red Flags›
Jika hanya rasio yang dapat ditentukan (bukan nilai absolut) → gunakan parametrisasi dengan satu variabel bebas (k), lalu rasio saling menghapus.
No. 15
Sebuah koin memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk memunculkan angka dibandingkan gambar. Jika koin dilempar secara terpisah, tentukanlah probabilitas munculnya gambar ketiga kalinya pada lemparan kelima.
Distribusi Binomial Negatif — probabilitas sukses ke-r pada percobaan ke-n:
P(X=n)=(r−1n−1)pr(1−p)n−r
di mana p = probabilitas sukses, r = jumlah sukses yang ditarget.
Diketahui:
“Angka dua kali lebih mungkin dari gambar” → P(angka)=2/3, P(gambar)=1/3
“Sukses” = muncul gambar, p=1/3
Target: gambar ke-3 muncul tepat pada lemparan ke-5
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Tentukan Parameter
Gambar ke-3 pada lemparan ke-5 berarti: pada 4 lemparan pertama terdapat tepat 2 gambar, dan lemparan ke-5 adalah gambar.
Langkah 2: Terapkan Rumus Binomial Negatif
P=(24)(31)3(32)2=6×271×94=24324=818
Hasil Akhir:(a). 818
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menggunakan (35) alih-alih (24) — lemparan terakhir (ke-5) sudah pasti gambar, jadi hanya 4 lemparan pertama yang dipilih.
Salah menentukan p: soal menyebut “angka dua kali lipat gambar” → P(gambar)=1/3, bukan 2/3.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira “gambar ketiga kalinya pada lemparan kelima” berarti “di antara 5 lemparan, tepat 3 gambar” (distribusi Binomial) — padahal lemparan ke-5 harus gambar.
▲Red Flags›
Jika soal menyebut “sukses ke-r pada percobaan ke-n” → distribusi Binomial Negatif, bukan Binomial biasa.
No. 16
Diketahui bahwa:
X1 berdistribusi binomial dengan mean sebesar 2 dan variansi sebesar 1.
X2 berdistribusi Poisson dengan variansi sebesar 2.
X1 dan X2 saling independen.
Y=X1+X2.
Tentukan nilai dari P(Y<3).
a. 1611e−2
b. 1615e−2
c. 1619e−2
d. 1623e−2
e. 1627e−2
Salah menentukan parameter B(n,p): dari np=2 dan np(1−p)=1, ada yang langsung menggunakan n=2 atau p=1 tanpa menyelesaikan sistem.
Salah menghitung konvolusi: terlewat satu pasangan (j,k−j) dalam penjumlahan.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira Y=X1+X2∼Poisson — ini hanya valid jika kedua komponen Poisson; X1 adalah Binomial.
▲Red Flags›
Y<3 berarti Y∈{0,1,2} — jangan lewatkan Y=0 dalam penjumlahan.
Selalu buat tabel PMF untuk nilai yang diperlukan sebelum menghitung konvolusi.
No. 17
Diketahui fungsi densitas dari variabel acak X sebagai berikut:
f(x)=xα+1αθαuntuk x>θ, dimana α>0 dan θ>0
Diketahui juga bahwa mean dari X adalah α−1αθ jika α>1. Seseorang menganalisa data kerugian yang diasumsikan mengikuti distribusi X, tetapi nilai α dan θ tidak diketahui, akan tetapi diketahui bahwa θ<200. Data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata kerugian untuk semua kerugian adalah 180, dan rata-rata kerugian untuk semua kerugian yang di atas 200 adalah 250.
Tentukan median distribusi tersebut.
a. Sekurang-kurangnya 180
b. Sekurang-kurangnya 160 tapi kurang dari 180
c. Sekurang-kurangnya 140 tapi kurang dari 160
d. Sekurang-kurangnya 120 tapi kurang dari 140
e. Kurang dari 120
≡Jawaban No. 17›
(b). Median≈165,4 (sekurang-kurangnya 160 tapi kurang dari 180)
Mengira E[X∣X>200]=E[X]+200 (model Eksponensial memoryless) — distribusi Pareto tidak memiliki sifat memoryless.
Salah menghitung median: menggunakan F(m)=0,5⟹m=θ+ sesuatu (khas Eksponensial).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira θ bisa sembarang karena “tidak diketahui” — θ harus dicari dari sistem dua persamaan.
▲Red Flags›
Jika muncul PDF berbentuk θα/xα+1 → ini distribusi Pareto; kenali formula CDF dan momen bersyaratnya.
No. 18
Sebuah perusahaan asuransi melakukan studi klaim. Studi ini menemukan bahwa untuk hari-hari dimana terdapat paling banyak 2 klaim, rata-rata jumlah klaim per hari adalah 1,2. Perusahaan asuransi tersebut memodelkan jumlah klaim yang tiba dalam suatu hari tertentu sebagai distribusi Poisson.
Berdasarkan model ini, tentukanlah probabilitas bahwa paling banyak 2 klaim tiba di kantor tersebut pada suatu hari tertentu. (Pilihlah jawaban yang paling mendekati!)
Mengira λ=1,2 langsung (menggunakan nilai ekspektasi bersyarat sebagai parameter Poisson) — padahal 1,2=E[N∣N≤2]=λ.
Salah menggunakan rumus diskriminan kuadrat; atau memilih akar negatif λ=−3/2.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Rata-rata untuk hari dengan paling banyak 2 klaim” = ekspektasi bersyaratE[N∣N≤2], bukan mean marginal E[N].
▲Red Flags›
Jika soal memberikan rata-rata dalam kondisi tertentu → tulis sebagai ekspektasi bersyarat dan gunakan definisi.
No. 19
Misalkan X adalah hasil pelemparan dadu yang adil. Distribusi bersyarat dari Y∣X adalah Poisson dengan rata-rata X.
Tentukanlah nilai dari variansi Y.
a. Kurang dari 2
b. Sekurang-kurangnya 2 tapi kurang dari 3
c. Sekurang-kurangnya 3 tapi kurang dari 4
d. Sekurang-kurangnya 4 tapi kurang dari 5
e. Sekurang-kurangnya 5
Mengintegrasikan x=2 dengan batas y∈(0,0) → hasilnya nol, bukan menghasilkan kontribusi.
Salah menghitung ∫0ue−y/2dy: hasilnya 2(1−e−u/2), bukan e−u/2.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira X kontinu dan mengintegrasikan atas x juga — padahal X diskrit; gunakan penjumlahan.
▲Red Flags›
Jika X diskrit dan Y kontinu → gunakan ∑x∫regionf(x,y)dy, bukan integral ganda biasa.
No. 21
Dalam kasus kecelakaan, polis asuransi mobil membayar X untuk kerusakan mobil dan Y untuk klaim kewajiban. Model untuk distribusi bersama dari X dan Y memenuhi hubungan berikut:
Distribusi bersyarat dari Y diketahui X: fY∣X(y∣x)=x1 untuk 0<y<x.
Distribusi dari X: fX(x)=3x2 untuk 0<x<1.
Misalkan klaim kewajiban untuk kecelakaan tertentu adalah y=0,4. Tentukan klaim kerusakan yang diharapkan.
a. Kurang dari 0,4
b. Sekurang-kurangnya 0,4 tapi kurang dari 0,55
c. Sekurang-kurangnya 0,55 tapi kurang dari 0,7
d. Sekurang-kurangnya 0,7 tapi kurang dari 0,85
e. Sekurang-kurangnya 0,85
≡Jawaban No. 21›
(d). E[X∣Y=0,4]≈0,743 (sekurang-kurangnya 0,7 tapi kurang dari 0,85)
Salah batas integral marginal fY: karena y<x<1, integral atas x dari y sampai 1 (bukan 0 sampai 1).
Menggunakan E[X] marginal alih-alih E[X∣Y=0,4] — soal menanyakan ekspektasi bersyarat.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira x bisa dari 0 sampai 1 tanpa kondisi x>y=0,4 — ini melanggar batasan y<x pada joint distribution.
▲Red Flags›
Jika domain joint distribution berbentuk {0<y<x<1} → selalu gambar daerah integrasi sebelum menentukan batas.
No. 22
Sebuah tim bisbol akan menyumbangkan 100.000 untuk setiap pukulan home run setelah home run ke-2 dalam suatu permainan. Diketahui bahwa banyak home run yang dicapai dalam suatu permainan berdistribusi Poisson dengan rata-rata sebesar 4.
Tentukanlah besar uang yang diharapkan akan disumbangkan oleh tim tersebut.
a. Kurang dari 150.000
b. Sekurang-kurangnya 150.000 tapi kurang dari 175.000
c. Sekurang-kurangnya 175.000 tapi kurang dari 200.000
d. Sekurang-kurangnya 200.000 tapi kurang dari 225.000
e. Sekurang-kurangnya 225.000
≡Jawaban No. 22›
(d). E[donasi]≈210.989 (sekurang-kurangnya 200.000 tapi kurang dari 225.000)
Karena 200.000≤211.000<225.000, jawaban adalah (d).
Hasil Akhir:(d). E[D]≈211.000
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Mengira donasi dimulai dari home run ke-2 (inklusif), bukan setelah ke-2 — perhatikan “setelah home run ke-2”.
Menggunakan E[N−2]=E[N]−2=2 tanpa memperhatikan max(⋅,0) — padahal saat N≤2 donasi = 0.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
”100.000 untuk setiap home run setelah ke-2” berarti: kalau N=5, donasi =3×100.000, bukan 100.000 saja.
▲Red Flags›
Jika muncul “setiap unit di atas ambang batas c” → modelkan sebagai E[(N−c)+], bukan E[N]−c.
No. 23
Dalam sebuah pertandingan sepakbola antara tim A dan tim B, diketahui bahwa banyaknya gol yang dicetak oleh tim A dalam suatu pertandingan berdistribusi geometrik, XA=0,1,2,… dengan mean sebesar 3,5. Diketahui juga banyaknya gol yang dicetak oleh tim B dalam suatu pertandingan berdistribusi geometrik, XB=0,1,2,… dengan mean sebesar 3. Asumsikan XA dan XB saling independen.
Tentukanlah probabilitas bahwa tim B akan memenangkan pertandingan dengan selisih gol sekurang-kurangnya 2 gol.
Salah parametrisasi Geometrik: jika support {0,1,2,…} dan mean =μ, maka p=1/(μ+1), bukan 1/μ.
Salah menggunakan deret geometri: ∑a=0∞ra=1/(1−r) valid hanya jika ∣r∣<1.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Tim B menang dengan selisih ≥2” berarti XB−XA≥2, yaitu XB≥XA+2.
▲Red Flags›
Selalu tentukan parametrisasi Geometrik dulu (support {0,1,…} atau {1,2,…}) sebelum menghitung p.
No. 24
Sebuah perusahaan manufaktur mengirimkan 100 peti yang berisikan unit produksinya. Dalam setiap peti terdapat proporsi unit yang rusak. Terdapat sebanyak 15 peti, dimana setiap unit produk di dalamnya memiliki peluang cacat sebesar 0,25 dan untuk 85 peti lainnya, setiap unit produk di dalamnya memiliki peluang cacat sebesar 0,15. Sebuah peti dipilih secara acak dan 10 unit produk dipilih secara acak dari peti tersebut.
Tentukan peluang bahwa paling sedikit 2 unit dalam sampel tersebut rusak.
Menggunakan nilai p tunggal (rata-rata p=0,15×0,25+0,85×0,15=0,165) secara langsung — ini hanya valid jika p digunakan dalam ekspektasi, bukan dalam probabilitas Binomial.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Paling sedikit 2” = P(X≥2)=1−P(X=0)−P(X=1); jangan gunakan P(X>2).
▲Red Flags›
Jika sampel diambil dari populasi campuran (mixture) → gunakan Hukum Probabilitas Total dengan mengkondisikan pada jenis populasi.
No. 25
Diketahui X berdistribusi seragam pada interval (0,1). Diketahui juga variabel acak Y didefinisikan sebagai Y=X−k, dimana 0<k<1.
Dari ekspansi MGF: koefisien t adalah E[X]/1!=E[X], dan koefisien t2 adalah E[X2]/2!.
E[X]=a=2⟹a=22E[X2]=2a2+b⟹E[X2]=a2+2b
Langkah 3: Gunakan Variansi
Var(X)=E[X2]−(E[X])2=a2+2b−a2=2b=4⟹b=2
Langkah 4: Hitung a+b
a+b=2+2=4
Hasil Akhir:(a). a+b=4
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Mencoba menghitung M′(0) dan M′′(0) dengan turunan langsung (kuosien) — jauh lebih rumit dan rawan kesalahan dibanding ekspansi Taylor.
Mengira Var(X)=b langsung — yang benar adalah Var(X)=2b.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Salah menggunakan rumus: M(t)=eμt+σ2t2/2 (ini khusus Normal) — soal ini tidak mengasumsikan distribusi Normal.
▲Red Flags›
Jika MGF berbentuk produk → kembangkan tiap faktor ke deret Taylor orde cukup, lalu kalikan.
No. 27
Dua kotak serupa masing-masing berisi 10 bola bernomor dengan bentuk serupa. Kotak 1 berisi 5 bola dengan angka 1 dan 5 bola dengan angka 2. Kotak 2 berisi 3 bola dengan angka 1 dan 7 bola dengan angka 2. Sebuah kotak dipilih secara acak, dan sebuah bola dipilih dari kotak tersebut.
Tentukanlah peluang bahwa kotak 1 yang terpilih jika diketahui bahwa bola yang dipilih bernomor 1.
Mengira P(Kotak 1∣bola=1)=P(bola=1∣Kotak 1)=1/2 — ini membalik kondisional.
Salah menghitung penyebut Bayes: harus menjumlahkan atas semua kotak.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengabaikan bahwa kotak dipilih dengan probabilitas sama (1/2 masing-masing).
▲Red Flags›
Teorema Bayes: penyebut = P(bola=1) yang dihitung via Hukum Probabilitas Total atas semua hipotesis (kotak 1 dan kotak 2).
No. 28
Misalkan survei penggemar sepak bola meminta para penggemar untuk mengurutkan dari kemungkinan besar peluang tim masing-masing negara memenangkan piala dunia. Survei tersebut menemukan hal-hal berikut:
32 dari mereka yang menempatkan Argentina di peringkat pertama, menempatkan Prancis di peringkat kedua.
71 dari mereka yang tidak menempatkan Argentina di peringkat pertama, menempatkan Prancis di peringkat kedua.
30% dari mereka yang disurvei menempatkan Prancis di peringkat kedua.
Dari orang-orang yang disurvei yang menempatkan Prancis di peringkat kedua, tentukanlah proporsi yang tidak menempatkan Argentina di peringkat pertama.
Salah mengidentifikasi event: A = “Argentina ke-1”, F2 = “Prancis ke-2”; jangan tertukar.
Mencari P(A∣F2) (Argentina ke-1 | Prancis ke-2) alih-alih P(Ac∣F2) — baca soal hingga akhir.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira P(A)=2/3 karena P(F2∣A)=2/3 — ini probabilitas bersyarat, bukan marginal.
▲Red Flags›
Jika soal memberikan P(F2∣A), P(F2∣Ac), dan P(F2) → ini adalah setup Teorema Bayes; cari P(A) terlebih dahulu dari LPT.
No. 29
Sebuah perusahaan asuransi sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih sekelompok polis. Polis-polis dalam kelompok tersebut berdistribusi identik dan saling independen satu sama lain. Setiap polis dalam kelompok memiliki klaim yang berdistribusi eksponensial dengan mean sebesar 100 dan premi untuk setiap polis sebesar 150. Perusahaan asuransi tersebut menginginkan probabilitas sebesar 95% dimana premi yang diterima akan cukup untuk menutupi klaim.
Dengan menggunakan approksimasi normal, tentukanlah jumlah minimum polis yang diperlukan dalam kelompok tersebut agar kriteria perusahaan asuransi dipenuhi.
Menggunakan Var(X)=100 (bukan μ2=10.000) untuk Eksponensial — ingat: untuk Eksponensial, σ=μ.
Salah menentukan arah ketidaksetaraan: total klaim≤ total premi (klaim di kiri, premi di kanan).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira z0,95=1,96 (ini untuk interval kepercayaan dua sisi) — untuk satu sisi, z0,95=1,645.
▲Red Flags›
Jika distribusi Eksponensial dengan mean μ → selalu ingat σ2=μ2, bukan σ2=μ.
Setelah mendapat n≥10,824, bulatkan ke atas: nmin=11.
No. 30
Misalkan variabel acak kontinu X dengan fungsi distribusi kumulatif sebagai berikut:
F(x)={0,1−e−21(x−a)2,untuk x<alainnya
Dimana a merupakan suatu konstanta. Misalkan persentil ke-75 dari X adalah b dan persentil ke-50 dari X adalah c. Jika cb=2, tentukanlah persentil ke-25 dari X.
a. Sekurang-kurangnya 0,79
b. Sekurang-kurangnya 0,78 tapi kurang dari 0,79
c. Sekurang-kurangnya 0,77 tapi kurang dari 0,78
d. Sekurang-kurangnya 0,76 tapi kurang dari 0,77
e. Kurang dari 0,76