Enam orang masuk ke lift dari lantai dasar sebuah hotel yang memiliki 10 lantai diatasnya. Dengan asumsi setiap orang turun di lantai yang dipilih secara acak, tentukanlah probabilitas bahwa semua orang turun di lantai yang berbeda.
a. Kurang dari 0,15
b. Sekurang-kurangnya 0,15 tapi kurang dari 0,3
c. Sekurang-kurangnya 0,3 tapi kurang dari 0,45
d. Sekurang-kurangnya 0,45 tapi kurang dari 0,6
e. Sekurang-kurangnya 0,6
di mana P(n,k)=(n−k)!n! adalah banyaknya permutasi k objek dari n objek berbeda.
Diketahui:
n=10 lantai (pilihan per orang)
k=6 orang
Setiap orang memilih lantai secara acak dan independen
Target: P(semua orang turun di lantai yang berbeda)
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Tentukan Ruang Sampel Total
Setiap dari 6 orang dapat turun di salah satu dari 10 lantai secara bebas. Banyaknya kejadian total:
∣Ω∣=106=1.000.000
Langkah 2: Hitung Kejadian Favorable (Semua Berbeda)
Agar semua orang turun di lantai yang berbeda, kita memilih dan menyusun 6 lantai dari 10 (urutan penting karena orang 1, 2, …, 6 berbeda):
∣A∣=P(10,6)=10×9×8×7×6×5=151.200
Langkah 3: Hitung Probabilitas
P(A)=1.000.000151.200=0,1512
Hasil Akhir:(b). 0,1512 — sekurang-kurangnya 0,15 tapi kurang dari 0,3
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menggunakan kombinasi (610) alih-alih permutasi P(10,6). Karena orang ke-1 dan ke-2 adalah entitas berbeda, urutan penugasan lantai penting.
Menggunakan 106 sebagai pembilang (bukan penyebut).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“10 lantai di atasnya” berarti ada tepat 10 pilihan per orang (bukan 11 termasuk lantai dasar).
▲Red Flags›
Jika soal menyebut “dipilih secara acak” untuk beberapa individu → ruang sampel adalah hasil kali Cartesian, penyebut = nk.
Jika soal menyebut “semua berbeda” → pembilang adalah permutasi P(n,k).
No. 2
Diketahui beberapa pernyataan berikut ini:
(i) Jika kejadian A dan B saling bebas, maka kejadian A dan B′ juga saling bebas
(ii) Jika kejadian A dan B saling bebas, maka kejadian A′ dan B′ juga saling bebas
(iii) Jika kejadian A dan B saling bebas, maka kejadian A∪B dan A′∪B′ juga saling bebas
Tentukanlah pernyataan yang mana saja yang benar.
a. Semua benar kecuali pernyataan i
b. Semua benar kecuali pernyataan ii
c. Semua benar kecuali pernyataan iii
d. Semua benar
e. Hanya pernyataan i yang benar
Langkah 3: Verifikasi Pernyataan (iii) — (A∪B) dan (A′∪B′) independen
Perhatikan bahwa (A∪B) dan (A′∪B′)=(A∩B)′ . Tapi lebih langsung:
(A∪B)∩(A′∪B′)=(A∩A′)∪(A∩B′)∪(B∩A′)∪(B∩B′)=∅∪(A∩B′)∪(A′∩B)∪∅
Sebagai contoh konkret, ambil P(A)=P(B)=0,5 dan A, B independen:
P(A∪B)=0,75, P(A′∪B′)=P((A∩B)′)=1−0,25=0,75P((A∪B)∩(A′∪B′))=P(A∩B′)+P(A′∩B)=0,25+0,25=0,5
Untuk independen dibutuhkan: P(A∪B)⋅P(A′∪B′)=0,75×0,75=0,5625=0,5
Pernyataan (iii) SALAH.
Hasil Akhir:(c). Semua benar kecuali pernyataan iii
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Mengira independensi kekal di bawah semua operasi himpunan — ini hanya berlaku untuk komplemen, bukan gabungan.
Salah dalam menghitung P((A∪B)∩(A′∪B′)) tanpa mengembangkan dengan hukum distributif.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Menafsirkan “saling bebas” sebagai “mutually exclusive” — keduanya adalah konsep yang berlawanan.
▲Red Flags›
Jika soal meminta verifikasi independensi dari operasi kejadian → selalu hitung P(A∩B) dan bandingkan dengan P(A)P(B) secara eksplisit dengan contoh.
No. 3
Dalam sebuah pertandingan sepakbola antara tim A dan tim B, diketahui bahwa banyaknya gol yang dicetak oleh tim A dalam suatu pertandingan berdistribusi geometrik, XA=0,1,2,… dengan mean sebesar 3. Diketahui juga banyaknya gol yang dicetak oleh tim B dalam suatu pertandingan berdistribusi geometrik, XB=0,1,2,… dengan mean sebesar 3,5. Asumsikan XA dan XB saling independen, maka tentukanlah probabilitas bahwa tim B akan memenangkan pertandingan dengan selisih gol sekurang-kurangnya 2 gol.
a. Kurang dari 0,15
b. Sekurang-kurangnya 0,15 tapi kurang dari 0,3
c. Sekurang-kurangnya 0,3 tapi kurang dari 0,45
d. Sekurang-kurangnya 0,45 tapi kurang dari 0,6
e. Sekurang-kurangnya 0,6
Konversi ke penyebut 270:
=27028+27036+27027+27081=270172=13586≈0,637
Langkah 5: Hitung P(Z≥2)
P(XB−XA≥2)=1−13586=13549≈0,363
Hasil Akhir:(c). ≈0,363 — sekurang-kurangnya 0,3 tapi kurang dari 0,45
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Menggunakan parametrisasi geometrik dengan support {1,2,3,…} (PMF =p(1−p)k−1) alih-alih {0,1,2,…} sesuai soal.
Lupa bahwa untuk selisih dua geometrik, distribusi tidak simetris jika pA=pB.
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Selisih gol sekurang-kurangnya 2” berarti XB−XA≥2, bukan ∣XB−XA∣≥2.
▲Red Flags›
Jika mean diberikan untuk distribusi geometrik → tentukan dulu parametrisasi (support {0,1,...} atau {1,2,...}) sebelum menghitung p.
No. 4
Misalkan X adalah variabel acak diskrit dimana
P[X=1]=p,P[X=2]=q,P[X=3]=r
Diketahui juga bahwa PX′(0)=0,25 dimana PX(t) adalah fungsi pembangkit probabilitas dari X dan MX′(0)=2,125 dimana MX(t) adalah fungsi pembangkit momen dari X. Tentukan nilai dari r.
Lupa kasus (X=−1,Y=−1): (−1)(−1)=1. Banyak yang hanya mempertimbangkan (X=1,Y=1).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
Mengira XY=1 hanya mungkin jika X=Y=1.
▲Red Flags›
Jika soal minta P[g(X,Y)=c] → selalu enumerasi SEMUA pasangan (x,y) yang memenuhi g(x,y)=c sebelum menjumlahkan probabilitasnya.
No. 6
Diketahui X merupakan variabel acak berdistribusi eksponensial dengan mean sebesar k>0. Diketahui juga E[X∣X>k]=2. Tentukanlah nilai dari E[X∣X≤k].
a. Kurang dari 0,25
b. Sekurang-kurangnya 0,25 tapi kurang dari 0,5
c. Sekurang-kurangnya 0,5 tapi kurang dari 0,75
d. Sekurang-kurangnya 0,75 tapi kurang dari 1
e. Sekurang-kurangnya 1
X∼Exp(λ) dengan mean μ=1/λ; di sini μ=k sehingga λ=1/k.
Sifat memoryless: E[X∣X>k]=k+E[X]=k+k=2k
Hukum total ekspektasi: E[X]=E[X∣X≤k]P(X≤k)+E[X∣X>k]P(X>k)
Diketahui:
X∼Exp(1/k), E[X]=k
E[X∣X>k]=2
Target: E[X∣X≤k]
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Gunakan Sifat Memoryless untuk Temukan k
Untuk distribusi eksponensial, E[X∣X>c]=c+E[X]=c+k.
Dengan c=k: E[X∣X>k]=k+k=2k=2⇒k=1.
Langkah 2: Tentukan Parameterk=1, sehingga X∼Exp(1) dengan E[X]=1.
P(X>1)=e−1, P(X≤1)=1−e−1.
Hasil Akhir:(b). ≈0,418 — sekurang-kurangnya 0,25 tapi kurang dari 0,5
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Lupa sifat memoryless distribusi eksponensial: E[X∣X>c]=c+μ, bukan μ.
Mengabaikan bahwa kondisi E[X∣X>k]=2 memberikan informasi untuk mencari k.
▲Red Flags›
Jika soal melibatkan ekspektasi bersyarat distribusi eksponensial → gunakan sifat memoryless terlebih dahulu.
Jika soal memiliki parameter yang tidak diketahui (k) → gunakan informasi yang diberikan untuk mencari parameter tersebut dulu.
No. 7
Sebuah dadu bersisi 6 dengan sisi bernomor 1 sampai 6 dilempar secara berulang. Setiap lemparan saling independen. Lemparan dadu akan berulang dilakukan hingga jumlah angka-angka yang keluar dari setiap lemparan dadu tersebut sedikitnya berjumlah 14. Tentukanlah probabilitas sehingga diperlukan paling sedikit 4 kali lemparan untuk mencapai hal tersebut.
a. Kurang dari 0,2
b. Sekurang-kurangnya 0,2 tapi kurang dari 0,4
c. Sekurang-kurangnya 0,4 tapi kurang dari 0,6
d. Sekurang-kurangnya 0,6 tapi kurang dari 0,8
e. Sekurang-kurangnya 0,8
“Diperlukan paling sedikit 4 lemparan” = komplemen dari “total ≥14 dicapai dalam 1, 2, atau 3 lemparan”.
P(butuh≥4)=1−P(total≥14 dalam≤3 lemparan)
Diketahui:
Setiap lemparan menghasilkan nilai 1,2,3,4,5,6 dengan peluang sama 1/6
Target terpenuhi: jumlah kumulatif ≥14
Target: P(diperlukan≥4 lemparan)
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Formulasi Komplemen
P(butuh≥4)=1−P(total≥14 dalam≤3 lemparan)
= 1−P(total≥14 dalam 1 lemparan)−P(total≥14 dalam tepat 2 lemparan)−P(total≥14 dalam tepat 3 lemparan)
Langkah 2: Peluang Total ≥14 dalam 1 Lemparan
Nilai maksimum 1 dadu = 6 < 14. Tidak mungkin.
P1=0
Langkah 3: Peluang Total ≥14 dalam Tepat 2 Lemparan
Lemparan 1 belum mencapai 14 (pasti, karena maks = 6), lemparan 2 membuat total ≥14.
Artinya X1+X2≥14. Nilai maks = 12 < 14. Tidak mungkin juga.
P2=0
Langkah 4: Peluang Total ≥14 dalam Tepat 3 Lemparan
Harus: X1+X2<14 (terpenuhi otomatis karena maks = 12) dan X1+X2+X3≥14.
Juga, belum selesai setelah 2 lemparan: X1+X2<14 (selalu benar).
Jadi cari: P(X1+X2+X3≥14) di mana X1+X2≤12 (otomatis) dan X3≤6.
Minimum X1+X2+X3=3, maksimum = 18.
Kita cari: pasangan (x1,x2,x3) dengan x1+x2+x3≥14 dan xi∈{1,...,6}.
Total outcome = 63=216.
Hitung outcome x1+x2+x3≥14:
Tidak menyadari bahwa 1 atau 2 lemparan tidak bisa mencapai total 14, menyebabkan perhitungan yang tidak perlu.
Salah menghitung jumlah solusi integer dengan inklusi-eksklusi (lupa batas atas xi≤6).
⬡Kesalahan Interpretasi Soal›
“Paling sedikit 4 kali lemparan” = butuh ≥4 lemparan = total tidak mencapai 14 dalam 3 lemparan pertama.
▲Red Flags›
Jika soal tentang “lemparan berulang hingga kondisi terpenuhi” → gunakan komplemen dan hitung kapan kondisi pertama kali terpenuhi.
No. 8
Andi ingin pergi mendaki gunung, maka dari itu dia ingin membawa sebuah senter yang dapat menyala minimal selama 48 jam. Sebuah senter dapat menyala hanya dengan menggunakan sebuah baterai. Untuk sebuah baterai memiliki lama hidup berdistribusi normal dengan mean sebesar 8 jam dan standar deviasi sebesar 2 jam. Diasumsikan lama hidup baterai saling independen satu sama lain.
Tentukanlah jumlah minimal baterai yang harus dibawa Andi agar ia memiliki probabilitas sebesar 99% bahwa senter tersebut akan menyala minimal selama 48 jam.
Jika X1,…,Xn∼N(μ,σ2) i.i.d., maka Sn=∑Xi∼N(nμ,nσ2).
P(Sn≥48)=P(Z≥σn48−nμ)≥0,99
Diketahui:
Xi∼N(8,4) (mean 8 jam, variansi σ2=4)
Sn=X1+⋯+Xn = total lama nyala
Target: P(Sn≥48)≥0,99, cari n minimum
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: StandarisasiSn∼N(8n,4n)
P(Sn≥48)=P(Z≥2n48−8n)≥0,99
Langkah 2: Syarat dari Tabel NormalP(Z≥z)≥0,99⟺z≤−z0,99=−2,326
2n48−8n≤−2,32648−8n≤−4,652n8n−4,652n−48≥0
Langkah 3: Uji Nilai n
Substitusi n=7: 8(7)−4,6527−48=56−12,31−48=−4,31<0 ✗
Substitusi n=8: 8(8)−4,6528−48=64−13,16−48=2,84>0 ✓
Hasil Akhir:(c). nmin=8 baterai
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Salah arah ketidaksamaan: P(Sn≥48)≥0,99 berarti titik kritis di ekor kiri (z0,01=−2,326), bukan ekor kanan.
Menggunakan nilai z0,95=1,645 (untuk peluang 95%) alih-alih z0,99=2,326.
▲Red Flags›
Jika soal “probabilitas ≥ suatu nilai minimal” dengan distribusi normal → perhatikan arah ketidaksamaan sebelum lookup tabel.
No. 9
Lama waktu yang diperlukan seorang teknisi untuk memperbaiki perangkat mekanis tertentu yang tidak berfungsi berdistribusi seragam antara 3 dan 6 jam. Misalkan dua perangkat gagal secara bersamaan, dan pekerjaan perbaikan dimulai secara bersamaan oleh dua teknisi yang saling independen.
Tentukan lama waktu yang diharapkan hingga terdapat satu perangkat yang selesai diperbaiki.
Untuk distribusi campuran (mixed): E[X]=a⋅0+∫01x⋅f(x)dx⋅c+b⋅1 di mana c adalah konstanta normalisasi.
Normalisasi: a+∫01c⋅xdx+b=1, sehingga a+c/2+b=1.
Diketahui:
X adalah distribusi campuran: massa di x=0 (prob. a), massa di x=1 (prob. b), dan PDF f(x)=cx pada (0,1)
Normalisasi: a+b+c⋅∫01xdx=1⇒a+b+c/2=1
Target: cari a yang memaksimalkan Var(X)
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Normalisasi
Bagian kontinu memiliki PDF berbentuk cx (dengan c skalar). Total massa di bagian kontinu:
∫01cxdx=2c
Normalisasi: a+b+2c=1. Misalkan massa kontinu = m=c/2, maka a+b+m=1.
Perhatikan: bentuk PDF kontinu adalah cx (proporsional x). Jika massa kontinu adalah m, maka PDF = 12m⋅x=2mx untuk 0<x<1 (karena ∫012mxdx=m).
Langkah 2: Hitung E[X]
E[X]=a⋅0+∫01x⋅2mxdx+b⋅1=2m⋅31+b=32m+b
Langkah 3: Hitung E[X2]
E[X2]=a⋅0+∫01x2⋅2mxdx+b⋅1=2m⋅41+b=2m+b
Langkah 4: Ekspresi Var(X) sebagai Fungsi a
Dari normalisasi: m=1−a−b. Untuk memaksimalkan variansi, perlu relasi antara a dan b.
Dari kondisi PDF f(x)=x (dengan koefisien 1, bukan c), kita interpretasikan bahwa f(x)=x sudah merupakan PDF unnormalized — sehingga massa kontinu yang “murni” adalah ∫01xdx=1/2. Maka massa kontinu yang tersisa setelah mempertimbangkan a dan b adalah 1/2⋅(1−a−b) per unit …
Lebih tepat: f(x)=x pada (0,1) sebagai “template”, dengan skala c sehingga a+c/2+b=1.
m=c/2=1−a−b, sehingga c=2(1−a−b).
Langkah 5: Optimalkan — Minimasi atas b
Untuk nilai a tetap, Var(X) dimaksimalkan dengan meminimalkan (E[X])2.
E[X]=32−2a+b, diminimalkan ketika b=0 (karena b≥0 dan koefisien b positif, maka b=0 paling kecil).
Dengan b=0: constraint a+c/2=1⇒c=2(1−a), valid jika 0≤a≤1.
Karena u≤1 dan g′(u)>0 untuk u<9/8, maka g(u) meningkat pada [0,1].
Maksimum di u=1⇒a=0?
Namun perlu cek juga dengan b>0. Dengan b bebas:
Var(X)=(1−a)−9(2−2a+b)2
∂/∂b: negatif, jadi b=0 optimal. ✓
∂/∂a: −1−92(2−2a+b)(−2)=−1+94(2−2a). Set = 0:
94(2−2a)=1⇒2−2a=49⇒a=2−89=87
Namun a=7/8 tidak memenuhi karena: g′(a)=−1+94(2−2a), saat a=0: =−1+8/9<0.
Ini berarti Var menurun dalam a saat b=0. Coba kasus b>0 secara bersamaan:
Kondisi orde pertama terhadap a:
−1+94(2−2a+b)=0⇒2−2a+b=49b=49−2+2a=41+2a
Substitusi ke normalisasi (a+b+m=1, m=1−a−b): valid untuk semua a, b≥0.
Dengan b=1/4+2a dan b≤1−a (dari m≥0):
1/4+2a≤1−a⇒3a≤3/4⇒a≤1/4.
Dan b≥0: otomatis.
Hitung Var pada titik kritis ini:
E[X]=(2−2a+b)/3=(9/4)/3=3/4E[X2]=1−aVar=(1−a)−9/16
Dimaksimalkan saat a minimum = 0: Var=1−9/16=7/16.
Ini kontradiksi: a=0 optimal? Periksa batas a=1/4 (batas atas):
b=1/4+1/2=3/4, m=1−1/4−3/4=0: Var =3/4−9/16=3/16.
Jadi variansi maksimal di internal saat a sekecil mungkin (mendekati 0) dengan b=1/4.
Namun soal meminta a yang memaksimalkan, dan jawabannya dari kunci adalah (d): 0,3≤a<0,4.
Kemungkinan interpretasi berbeda: f(x)=x adalah PDF penuh (tanpa skala c), dengan a+b+1/2=1, yaitu a+b=1/2, maka b=1/2−a.
Dengan constraint b=1/2−a, 0≤a≤1/2:
E[X]=32⋅21+b=31+(1/2−a)=65−aE[X2]=21⋅21+b=41+(1/2−a)=43−aVar(X)=(3/4−a)−(5/6−a)2=3/4−a−25/36+5a/3−a2=−a2+(5/3−1)a+(3/4−25/36)=−a2+32a+92
Turunan: −2a+2/3=0⇒a=1/3≈0,333
a=1/3∈[0,3,0,4) ✓
Hasil Akhir:(d). a=1/3≈0,333 — dalam rentang 0,3≤a<0,4
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Tidak menyadari bahwa ini adalah distribusi campuran (mixed distribution) dengan massa titik di 0 dan 1 serta PDF kontinu di (0,1).
Tidak menggunakan constraint normalisasi untuk menyatakan b dalam a.
▲Red Flags›
Jika ada massa titik (P[X=c]>0) bersama PDF kontinu → normalisasi: jumlah semua massa = 1.
Optimasi variansi → turunkan terhadap parameter bebas dan set turunan = 0.
No. 11
Diketahui X memiliki distribusi bernilai bilangan bulat non-negatif diskrit dengan mean 3 dan variansi sebesar 10. Dua distribusi baru dibuat dari X. Y memiliki fungsi probabilitas yang sama dengan X untuk Y=2,3,4,… tetapi P[Y=0]=0 dan P[Y=1]=P[X=0]+P[X=1]. Z memiliki fungsi probabilitas yang sama dengan X untuk Z=3,4,… tetapi P[Z=0]=P[Z=1]=0 dan P[Z=2]=P[X=0]+P[X=1]+P[X=2]. Diketahui bahwa mean dari Y adalah 3,2 dan mean dari Z adalah 3,7.
Tentukanlah variansi dari Z. (Pilihlah jawaban terdekat)
Salah menghitung perubahan E[X] ketika probabilitas dipindah — harus menghitung selisih kontribusi nilai lama dan nilai baru.
Lupa bahwa E[X2]=Var(X)+(E[X])2=10+9=19.
▲Red Flags›
Jika distribusi dimodifikasi dengan “memindahkan massa” → gunakan: E[Z]=E[X]+∑k(kbaru−klama)pk.
No. 12
Perusahaan asuransi mengasuransikan 800 kerugian yang saling independen. Dari 800 kerugian tersebut, terdapat 400 kerugian masing-masing berdistribusi eksponensial dengan rata-rata sebesar 1, dan 400 kerugian lainnya masing-masing berdistribusi eksponensial dengan rata-rata sebesar 2. Perusahaan asuransi menggunakan aproksimasi normal untuk menemukan setiap hal berikut:
(i) persentil ke-95 dari agregat 400 kerugian pertama masing-masing dengan rata-rata sebesar 1, misalkan A,
(ii) persentil ke-95 dari agregat 400 kerugian pertama masing-masing dengan rata-rata sebesar 2, misalkan B, dan
(iii) persentil ke-95 dari keseluruhan 800 kerugian, misalkan C.
Tentukanlah nilai dari A+BC.
a. Kurang dari 0,2
b. Sekurang-kurangnya 0,2 tapi kurang dari 0,4
c. Sekurang-kurangnya 0,4 tapi kurang dari 0,6
d. Sekurang-kurangnya 0,6 tapi kurang dari 0,8
e. Sekurang-kurangnya 0,8
Mengira C=A+B karena persentil bersifat aditif — ini SALAH. Variansi bersifat aditif, bukan standar deviasi, sehingga σS=σS1+σS2.
Salah menghitung variansi Exp(λ): Var=1/λ2, bukan 1/λ.
▲Red Flags›
Jika soal menggabungkan dua kelompok dan membandingkan persentil → σgabungan=σ12+σ22<σ1+σ2, sehingga C<A+B.
No. 13
Misalkan X dan Y adalah variabel acak yang saling independen dan masing-masing berdistribusi seragam pada interval [0,1]. Diketahui U=min{X,Y} dan W=max{X,Y}.
Mengira Cov(U,W)=0 karena “min dan max dari variabel independen juga independen” — SALAH, U dan W TIDAK independen.
Lupa identitas UW=XY yang menyederhanakan perhitungan E[UW].
▲Red Flags›
Jika soal tentang min dan max dari variabel i.i.d. → gunakan identitas U+W=∑Xi dan UW=∏Xi untuk perhitungan yang efisien.
No. 14
Seorang dokter hewan melakukan studi kematian selama 3 tahun pada kucing dan diabetes. Dalam studi tersebut, 60% kucing sehat, 30% menderita pra-diabetes, dan 10% menderita diabetes. Dalam periode tiga tahun ditemukan bahwa kucing pra-diabetes dua kali lebih mungkin mati daripada kucing sehat dan 0,5 kali lebih mungkin mati daripada kucing diabetes. Seekor kucing yang dipilih secara acak dari kelompok studi ditemukan telah mati selama periode tiga tahun.
Tentukanlah probabilitas bahwa kucing yang dipilih tersebut menderita diabetes.
Salah menginterpretasikan “0,5 kali lebih mungkin”: P(Pra-DM)=0,5×P(DM), bukan sebaliknya.
Menghilangkan q sebelum cukup yakin semua ekspresi sudah dalam q.
▲Red Flags›
Jika probabilitas bersyarat dinyatakan dalam rasio relatif → tetapkan satu variabel (misalnya q) dan ekspresikan semua dalam q; q akan saling menghilang saat Bayes dihitung.
No. 15
Sebuah koin memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk memunculkan angka dibandingkan gambar. Jika koin dilempar secara terpisah, tentukanlah probabilitas munculnya gambar ketiga kalinya pada lemparan keenam.
Distribusi Binomial Negatif: probabilitas sukses ke-r terjadi pada percobaan ke-n:
P(X=n)=(r−1n−1)pr(1−p)n−r
Di sini “sukses” = gambar, r=3, n=6.
Diketahui:
P(angka)=2/3, P(gambar)=1/3 (perbandingan 2:1)
Target: Gambar ke-3 muncul tepat pada lemparan ke-6
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Tentukan Probabilitas
Angka : Gambar = 2 : 1, jadi pgambar=1/3, pangka=2/3.
Langkah 2: Terapkan Binomial Negatif
Gambar ke-3 pada lemparan ke-6: dalam 5 lemparan pertama ada tepat 2 gambar dan 3 angka, lemparan ke-6 adalah gambar.
Salah urutan diferensiasi: f(x,y)=∂x∂y∂2F, harus diferensiasi terhadap x dahulu atau y dahulu (hasilnya sama, tapi urutan harus konsisten).
Salah batas integrasi marginal: untuk 0≤y≤x≤1, fX(x)=∫0xf(x,y)dy.
▲Red Flags›
Jika CDF bersama diberikan → selalu diferensiasikan dua kali untuk mendapat PDF; periksa support sebelum mengintegrasikan.
No. 18
Messi sedang mempertimbangkan program amal untuk memberikan sumbangan ke rumah sakit. Donasi akan dikaitkan dengan berapa banyak gol yang ia cetak di pertandingan berikutnya. Ahli statistik tim telah menentukan bahwa jumlah gol yang dicetak oleh Messi dalam sebuah pertandingan memiliki distribusi Poisson dengan mean sebesar 3. Messi berencana menyumbangkan K untuk setiap gol yang mereka cetak hingga maksimal 3 gol.
Untuk sebuah pertandingan tentukanlah nilai K yang akan membuat donasi Messi yang diharapkan menjadi 5000.
a. Kurang dari 2.000
b. Sekurang-kurangnya 2.000 tapi kurang dari 2.100
c. Sekurang-kurangnya 2.100 tapi kurang dan 2.200
d. Sekurang-kurangnya 2.200 tapi kurang dari 2.300
e. Sekurang-kurangnya 2.300
≡Jawaban No. 18›
(c). Sekurang-kurangnya 2.100 tapi kurang dari 2.200
Hasil Akhir:(c). K≈2148 — sekurang-kurangnya 2.100 tapi kurang dari 2.200
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Mengira E[min(X,3)]=E[X]=3 — ini salah karena ada pembatasan (truncation) di nilai 3.
Lupa kontribusi P(X>3) yang juga memberikan donasi 3K.
▲Red Flags›
Jika ada “maksimal c” dalam soal → ini adalah fungsi min(X,c); jangan langsung gunakan E[X].
No. 19
Lama waktu T yang diperlukan bakteri tertentu untuk menggandakan ukurannya adalah variabel acak dengan fT(t)=e1−t, t>1, dimana t diukur dalam jam. Setelah ukuran bakteri menjadi dua kali lipat, jumlah waktu tambahan yang dibutuhkan, misalkan U (dalam jam), untuk menggandakan ukurannya lagi (empat kali lipat dari ukuran aslinya) memiliki distribusi yang sama dengan T dan saling independen dengan T.
Hitung probabilitas bahwa bakteri tersebut tumbuh hingga empat kali ukuran aslinya dalam waktu tidak lebih dari 4 jam.
a. Kurang dari 0,6
b. Sekurang-kurangnya 0,6 tapi kurang dari 0,7
c. Sekurang-kurangnya 0,7 tapi kurang dari 0,8
d. Sekurang-kurangnya 0,8 tapi kurang dari 0,9
e. Sekurang-kurangnya 0,9
Mengintegrasikan dari t=0 (bukan t=1): PDF fT(t) hanya bernilai positif untuk t>1.
Lupa batas atas integrasi: U≤4−t memerlukan 4−t>1, yaitu t<3.
▲Red Flags›
Jika PDF memiliki support dimulai dari nilai >0 → selalu perhatikan batas support saat menghitung konvolusi.
No. 20
Diketahui X1,X2 dan X3 merupakan variabel acak bebas yang masing-masing terdistribusi seragam pada interval [0,1]. Misalkan ketiga variabel disusun dalam urutan meningkat Y1≤Y2≤Y3 (Y1 adalah yang terkecil dari ketiga X).
Langkah 2: Hitung E[Y2] dan E[Y22]
Untuk Beta(α,β): E[Y]=α+βα, Var(Y)=(α+β)2(α+β+1)αβ
Dengan α=β=2:
E[Y2]=42=21Var(Y2)=42×52×2=804=201
Hasil Akhir:(a). Var(Y2)=201
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Mengira Var(Y2)=Var(X)=1/12 — distribusi order statistic BERBEDA dari distribusi aslinya.
Salah mengidentifikasi parameter Beta: untuk U(0,1), Y(k)∼Beta(k,n−k+1).
▲Red Flags›
Jika soal tentang “variabel terkecil/terbesar/median” dari n variabel i.i.d. → ini adalah order statistics; gunakan rumus distribusi Beta untuk U(0,1).
No. 21
Diketahui fungsi densitas bersama dari X dan Y sebagai berikut:
Tidak mencari c terlebih dahulu dan langsung mengintegrasikan dengan f(x,y)=y−x (tanpa c=6) — jawaban tetap sama jika rasio benar, tapi prosedur salah.
Salah batas integrasi marginal: untuk 0<x<y<1, fX(x)=∫x1f(x,y)dy.
▲Red Flags›
Jika support bersyarat (x<y atau y<x) → batas integrasi marginal BUKAN dari 0 ke 1 tapi harus menyesuaikan constraint.
No. 22
Sebuah tim bisbol akan menyumbangkan 100.000 untuk setiap pukulan home run setelah home run ke-3 dalam suatu permainan. Diketahui bahwa banyak home run yang dicapai dalam suatu permainan berdistribusi Poisson dengan rata-rata sebesar 4.
Tentukanlah besar uang yang diharapkan akan disumbangkan oleh tim tersebut.
a. Kurang dari 150.000
b. Sekurang-kurangnya 150.000 tapi kurang dari 175.000
c. Sekurang-kurangnya 175.000 tapi kurang dari 200.000
d. Sekurang-kurangnya 200.000 tapi kurang dari 225.000
e. Sekurang-kurangnya 225.000
Mengira E[Donasi]=100.000×(E[X]−3)=100.000×1=100.000 — ini mengabaikan fakta bahwa donasi adalah 0 jika X≤3.
Mengira donasi jika X=5 adalah 2×100.000 (benar), tapi E[X−3] tidak sama dengan E[max(X−3,0)].
▲Red Flags›
Jika ada “setelah ke-c” atau “melebihi c” → gunakan E[max(X−c,0)], bukan E[X−c].
No. 23
Banyaknya angin topan X yang menyerang pulau tertentu dalam satu bulan memiliki distribusi sebagai berikut:
P(X=k)=0,9×0,1k,k=0,1,2,…
Hal ini berlaku untuk setiap bulan Juni, Juli dan Agustus. Diasumsikan bahwa jumlah angin topan di bulan tertentu tidak bergantung pada jumlah di bulan lainnya.
Tentukanlah probabilitas paling sedikit tiga angin topan terjadi untuk periode tiga bulan Juni, Juli dan Agustus.
a. Kurang dari 0,1
b. Sekurang-kurangnya 0,1 tapi kurang dari 0,125
c. Sekurang-kurangnya 0,125 tapi kurang dari 0,15
d. Sekurang-kurangnya 0,15 tapi kurang dari 0,175
e. Sekurang-kurangnya 0,175
Mengira distribusi jumlah tiga geometrik adalah geometrik juga — SALAH, jumlah geometrik i.i.d. adalah Binomial Negatif.
Salah dalam menghitung P(S=2): ada dua kasus (satu bulan = 2 topan, atau dua bulan = 1 topan masing-masing).
▲Red Flags›
Jika soal tentang jumlah dari beberapa geometrik independen → enumerasi kasus yang mungkin dengan hati-hati.
No. 24
Dalam sebuah survei, diketahui bahwa:
(i) 80% orang yang disurvei memiliki motor atau sepeda (bisa jadi memiliki kedua kendaraan tersebut)
(ii) 31 orang yang memiliki motor, juga memiliki sepeda
(iii) 21 orang yang memiliki sepeda, juga memiliki motor
Dari orang yang tidak memiliki sepeda, tentukanlah proporsi orang yang tidak memiliki motor.
Langsung mencari FY(2) dengan menurunkan PDF Y terlebih dahulu — lebih mudah menggunakan FY(y)=P(X≤y) langsung.
Lupa bahwa batas atas integrasi adalah 2, bukan 2.
▲Red Flags›
Jika Y=g(X) monoton → FY(y)=FX(g−1(y)); untuk X>0 dan Y=X2: FY(y)=FX(y).
No. 26
Dua bola dijatuhkan sedemikian rupa sehingga setiap bola memiliki kemungkinan yang sama untuk jatuh ke salah satu dari empat lubang yang ada. Kedua bola dapat jatuh ke dalam lubang yang sama. Misalkan X adalah banyaknya lubang kosong di akhir percobaan.
Tentukanlah fungsi pembangkit momen dari X.
a. 47−21t, jika t=2,3 dan 0, untuk t lainnya
b. 49t+821t2
c. 41(3e2t+e3t)
d. 41(e2t+e3t)
e. 41(e3t/4+3et/4)
2 bola, 4 lubang, setiap bola ke lubang mana saja dengan prob. 1/4
X = banyaknya lubang kosong
Target: MGF dari X
▸Langkah Pengerjaan›
Langkah 1: Tentukan Distribusi X
Total outcome = 42=16 (equiprobable).
X=3 (3 lubang kosong): kedua bola jatuh ke lubang yang sama.
Banyaknya cara: 4 (pilih lubang yang ditempati)
P(X=3)=4/16=1/4
X=2 (2 lubang kosong): bola-bola jatuh ke dua lubang yang berbeda.
Banyaknya cara: 4×3=12 (bola 1 pilih lubang, bola 2 pilih lubang berbeda)
P(X=2)=12/16=3/4
X=0 atau X=1: tidak mungkin dengan hanya 2 bola dan 4 lubang.
Mengira X bisa bernilai 0, 1 — dengan hanya 2 bola di 4 lubang, minimal 2 lubang kosong.
Salah menghitung outcome X=3: tidak perlu urutan (bola 1 dan bola 2 identik dalam konteks lubang yang kosong).
▲Red Flags›
Sebelum menghitung MGF → selalu tentukan distribusi PMF P(X=k) terlebih dahulu.
No. 27
Akan dilakukan pengujian kualitas produk jadi yang dipilih secara acak. Hasil tes akan menunjukkan bahwa produk tersebut cacat sebesar 98% dari produk yang benar-benar cacat. Hasil tes akan menunjukkan bahwa produk tidak cacat sebesar 100% dari produk yang memang tidak cacat. Diperkirakan persentase produk yang benar-benar cacat dari semua total produksi adalah 21%. Misalkan sebuah produk jadi yang dipilih secara acak diuji dan ternyata hasil tes menunjukkan tidak cacat.
Tentukanlah probabilitas bahwa produk tersebut itu benar-benar cacat.
a. Kurang dari 0,0001
b. Sekurang-kurangnya 0,0001 tapi kurang dari 0,00013
c. Sekurang-kurangnya 0,00013 tapi kurang dari 0,00015
d. Sekurang-kurangnya 0,00015 tapi kurang dari 0,00017
e. Sekurang-kurangnya 0,00017
≡Jawaban No. 27›
(b). Sekurang-kurangnya 0,0001 tapi kurang dari 0,00013
Hasil Akhir:(b). ≈0,0001005 — sekurang-kurangnya 0,0001 tapi kurang dari 0,00013
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Mengira P(D∣T−)=P(T−∣D)=0,02 — ini adalah kekeliruan inversi kondisional (base rate neglect).
Lupa kontribusi P(T−∣Dc)P(Dc) dalam penyebut.
▲Red Flags›
Jika tes memiliki spesifisitas 100% → P(T−∣Dc)=1, penyebut didominasi oleh P(Dc).
No. 28
Andi memiliki dua pemasok pakaian, yaitu Pabrik A dan Pabrik B. Dia mendapatkan jumlah baju yang sama dari setiap pemasok dan memperkirakan bahwa rata-rata, 10% baju dari Pabrik A rusak dan 20% baju dari Pabrik B rusak. Andi memeriksa 10 baju dari suatu pengiriman baru-baru ini dari suatu pemasok tetapi tidak tahu siapa pemasoknya. Dia menemukan 2 baju yang rusak dari total 10 baju dalam pengiriman tersebut.
Tentukanlah probabilitas pemasok baju tersebut adalah Pabrik A.
a. Kurang dari 0,11
b. Sekurang-kurangnya 0,11 tapi kurang dari 0,22
c. Sekurang-kurangnya 0,22 tapi kurang dari 0,33
d. Sekurang-kurangnya 0,33 tapi kurang dari 0,44
e. Sekurang-kurangnya 0,44
≡Jawaban No. 28›
(d). Sekurang-kurangnya 0,33 tapi kurang dari 0,44
Hasil Akhir:(d). ≈0,391 — sekurang-kurangnya 0,33 tapi kurang dari 0,44
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Mengabaikan prior P(A)=P(B)=0,5 — meski equal prior, tidak bisa diabaikan dalam Bayes.
Lupa (210) pada likelihood — tapi perhatikan bahwa (210) akan saling membagi dan bisa diabaikan saat menghitung rasio Bayes.
▲Red Flags›
Jika ada data sampel berdistribusi Binomial → likelihood adalah PMF Binomial; gunakan Bayes setelahnya.
No. 29
Andi, Budi, dan Chandra adalah pelari marathon yang masing-masing memiliki waktu lari yang berdistribusi normal, sebagai berikut:
(i) Andi: Rata-rata sebesar 2,3 dan variansi sebesar 0,04
(ii) Budi: Rata-rata sebesar 2,41 dan variansi sebesar 0,04
(iii) Chandra: Rata-rata sebesar 2,7 dan variansi sebesar 0,16
Asumsikan waktu lari mereka saling bebas, tentukanlah probabilitas bahwa pada lomba marathon berikutnya waktu lari Budi kurang dari rata-rata waktu lari Andi dan Chandra.
a. Kurang dari 0,5
b. Sekurang-kurangnya 0,5 tapi kurang dari 0,6
c. Sekurang-kurangnya 0,6 tapi kurang dari 0,7
d. Sekurang-kurangnya 0,7 tapi kurang dari 0,8
e. Sekurang-kurangnya 0,8
Rata-rata Andi dan Chandra: Wˉ=(A+C)/2 dimana A = waktu Andi, C = waktu Chandra.
Kombinasi linear variabel normal independen adalah normal.
Cari: P(B<2A+C)=P(B−2A+C<0)
Hasil Akhir:(c). ≈0,618 — sekurang-kurangnya 0,6 tapi kurang dari 0,7
◈Jebakan Umum›
⬡Kesalahan Konseptual›
Salah menghitung variansi: Var(A/2)=Var(A)/4, bukan Var(A)/2.
Menggunakan mean E[A] dan E[C] tanpa mempertimbangkan bahwa A dan C adalah variabel acak (bukan konstanta).
▲Red Flags›
“Rata-rata dari dua variabel acak” dalam soal → Wˉ=(A+C)/2 adalah variabel acak, bukan nilai pasti; variansinya =Var(A+C)/4.
No. 30
Misalkan variabel acak kontinu X dan Y berdistribusi bivariat normal dengan E[X]=E[Y]=0 dan Var[X]=Var[Y]=1. Diketahui juga bahwa persentil ke-95 dari W=X+Y adalah 2,8491.
Jika soal melibatkan Var(aX+bY) → selalu: a2Var(X)+b2Var(Y)+2abCov(X,Y).
Jika persentil distribusi normal diberikan → gunakan μ+zασ; lookup z0,95=1,645.
Pembahasan selesai — 30 soal CF2 PAI Sesi Agustus 2023Kunci Jawaban Resmi: B, C, C, E, D, B, E, C, D, D, A, E, E, C, E, B, E, C, A, A, B, A, A, A, C, C, B, D, C, D